Vanya berusaha sekuat tenaga melepaskan Lucas namun sepertinya Lucas terpengaruh oleh alkohol. Sulit sekali untuk melepaskan Lucas. Lucas menciumi bibir Vanya dengan nafsu membara sampai kepalanya berputar ke kanan dan ke kiri. Tangan Lucas mulai bergerak membuka blazer putih Vanya.
Apa ini saatnya? Kurasa memang ini saatnya. batin Vanya.
Blazer Vanya sudah berada di lantai. Bibir Lucas turun menemui leher Vanya. Vanya yang sedari tadi meronta-ronta menolak perlakuan Lucas, sudah mulai terbuai karena sentuhan Lucas.
Tanpa disadari kini Lucas sudah setengah bertelanjang. Lucas menarik tank top yang dikenakan Vanya dan bersenang-senang dengan kedua gundukan bukit. Sedangkan Vanya hanya mampu menahan dengan beberapa kali rintihan.
Segera Lucas membuka celana keduanya dan melakukan hubungan suami-istri. Ini pertama kalinya bagi Vanya saat tubuhnya dijamaah oleh laki-laki dan melakukan hubungan suami-istri.
Lucas melakukannya dengan posisi berdiri bersandar di pintu. Vanya hanya mampu mendesah dan merintih sepanjang mereka melakukannya.
Setelah mencapai klimaks pertamanya, mendadak Lucas berhenti. Dia baru menyadari apa yang sudah dia lakukan saat melihat bercak darah milik Vanya. Kini keduanya sedang mengatur napasnya kembali lalu Lucas membawa Vanya ke sofa.
"Maaf." ucap Lucas.
Vanya masih mengontrol dirinya atas apa yang baru terjadi pada dirinya.
"Kamu tidak salah." balas Vanya.
"Jadi, apa boleh aku melakukannya lagi?" tanya Lucas.
Vanya menatap Lucas dengan sinis sebelum dia berdiri mengambil pakaiannya yang sudah tergeletak di lantai. Dengan cepat, Lucas menarik tangan Vanya sehingga Vanya berbalik dan menempelkan bibirnya.
Lucas menaruh tangan Vanya di leher miliknya lalu mengangkat tubuh Vanya dan membawanya ke kamar dengan kedua bibir yang menyatu mesra.
Sesampainya di kamar, Lucas menelentangkan Vanya di atas ranjang dan kembali melakukan hubungan suami-istri seperti status mereka. Desahan yang keluar dari mulut Vanya membuat Lucas semakin bergairah. Ditambah lagi milik Vanya yang masih sempit. Lucas menumpahkan seluruh hasratnya kepada Vanya beserta cairan yang bisa membuat wanita mengandung selama 9 bulan.
Lucas segera menuntaskan kepuasannya malam itu. Besok-besok belum tentu Vanya mau melakukannya jika Lucas minta. "Aaghh.. Vanya.." erang Lucas.
"Aahhh.. Lucas.." desah Vanya.
Keduanya kini sudah mencapai klimaks. Lucas membenamkan kepalanya di dada Vanya yang masih naik turun karena kehabisan napas.
"Berapa ukurannya ini? 36C?" tanya Lucas sambil menghisap put*ngnya.
"Diamlah." jawab Vanya lalu menyingkirkan Lucas dari atas tubuhnya.
Vanya bangun dan berdiri karena ingin mandi. "Aaaak.." pekik Vanya sambil berpegang nakas.
"Sakit sekali?" tanya Lucas.
Vanya kesal dengan pertanyaan Lucas. "Kalau tidak sakit, kenapa aku berteriak!!!" jawab Vanya.
"Hanya ada 1 cara supaya tidak sakit." kata Lucas.
"Apa?!" tanya Vanya.
"Harus sering berhubungan intim." jawab Lucas.
Segera Vanya mengambil bantal dan menimpuk Lucas dengan bantal itu. Vanya berjalan ke kamar mandi dengan menahan rasa sakit di ***********.
Vanya masih tidak menyangka kalau keperawanannya direnggut oleh orang yang sudah sah menjadi suaminya. Walaupun Lucas suami sahnya, bukan berarti Vanya mencintainya.
Vanya pun membersihkan tubuhnya yang sudah dijamaah oleh Lucas. Banyak jejak berupa bekas hisapan Lucas yang tertinggal di sana dan tidak bisa dihilangkan dengan air saja.
Cklek. Lucas masuk ke dalam kamar mandi karena Vanya yang tidak pernah mengkunci pintu saat mandi. Lucas menghampiri Vanya yang sedang berdiri di bawah shower.
Dipeluklah tubuh istrinya itu dari belakang sambil menciumi seluruh inci tubuh Vanya yang basah itu. "Kenapa masuk?" tanya Vanya.
"Kenapa lama sekali? Aku juga ingin mandi." jawab Lucas.
Berhubung Vanya sudah selesai, dia segera berjalan meninggalkan Lucas tetapi dihadang oleh Lucas yang lagi-lagi melahap bibir Vanya secara tiba-tiba.
Ini merupakan ciuman terpanas antara Vanya dan Lucas. Di bawah pancuran air shower dan air yang mengalir di wajah mereka.
"Kembalilah, sebelum aku menginginkannya lagi." kata Lucas.
Tanpa pikir panjang, Vanya segera keluar dari kamar mandi. Mengelap tubuhnya dengan handuk, lalu Vanya melilitkan handuk di tubuhnya. Vanya mengeringkan rambutnya dengan hair dryer di depan kaca di meja rias.
"Kamu sedang menggodaku dengan handuk itu? Kamu ingin aku melakukannya lagi?" tanya Lucas keluar dari kamar mandi.
"Siapa yang mengira kamu akan keluar sekarang! Masuklah lagi aku mau pakai baju. Sampai aku suruh keluar baru keluar." jawab Vanya.
"Kenapa begitu? Tadi aku juga melihat tubuhmu tanpa pakaian." balas Lucas.
Dengan sebal Vanya mengambil baju dan masuk ke dalam kamar mandi. Lucas tersenyum melihat kelakuan Vanya dan membanting tubuhnya di ranjang.
"Akhirnya kita bertemu lagi." ucap Lucas sambil meraba-raba permukaan ranjang.
Vanya keluar dari kamar mandi dengan gaun piyama yang biasa dia gunakan untuk tidur. Vanya menaruh tangannya di pinggang. "Kamu benar-benar akan tidur di sini ya?" tanya Vanya.
"Iya lah. Kita kan pasangan suami-istri." jawab Lucas.
"Sayangnya aku tidak bisa berbagi ranjang dengan siapapun. Kalau kamu tidur di sini, aku akan tidur di sofa." balas Vanya lalu berbalik badan akan pergi.
"Eh eh eh jangan. Jangan tidur di sofa." cegah Lucas.
"Kamu beneran tidak bisa tidur bareng orang? Kita kan belum mencobanya." tanya Lucas.
"Aku tidak bisa. Bahkan teman perempuanku saja aku usir." jawab Vanya.
"Baiklah. Kamu jangan tidur di sofa. Biar aku saja." kata Lucas seraya turun dari ranjang.
Lucas berjalan melewati Vanya menuju pintu kamar. "Ah ya sudahlah. Kita tidur bersama." ucap Vanya.
Lucas tersenyum. Tidak sia-sia aku memperlambat kakiku berjalan. batin Lucas.
"Kamu yakin? Tidak apa-apa, aku juga sudah terbiasa tidur di sofa." kata Lucas.
"Baiklah kalau begitu tidur saja di sofa selamanya." balas Vanya.
Huh memang salah besar berpura-pura di hadapan wanita ini. batin Lucas.
Lucas segera berlari menaiki ranjang dan menutup rapat-rapat tubuhnya dengan selimut sebelum Vanya menaiki ranjang.
"Jangan mendengkur, jangan goyang-goyang, jangan mengajakku berbicara." ucap Vanya.
"Tenang saja. Sini, tidur denganku." kata Lucas.
Vanya pun membaringkan tubuhnya di samping Lucas dan tidur membelakangi Lucas.
Cepat sekali Vanya tidur. batin Lucas.
Untuk pertama kalinya aku ditemani tidur dengan seseorang. Dan orang itu adalah kamu. Bolehkah aku memelukmu? batin Lucas.
Lucas memeluk Vanya dari belakang dan membenamkan kepalanya di pundak Vanya. Itu menjadi penutup hari yang melelahkan bagi mereka.
———
Ting.. tong..
Ting.. tong..
Ting.. tong..
"Bapak. Buuu.." panggil Nani.
"Apa mereka tidak di rumah ya?" Nani mengintip dari jendela dan betapa kagetnya Nani melihat di dekat pintu ada pakaian berserakan dan bercak darah.
"Apa yang terjadi? Jangan-jangan... mereka..."
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca novel Laki-laki Pilihan Ayah. Berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan like, tips, komentar, dan vote. Jangan lupa tambahkan novel ini ke favorite Anda agar mengetahui up episode terbaru.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 406 Episodes
Comments
Aqiyu
kok sambil berdiri kan baru pertama...
2021-06-11
1
Vera😘uziezi❤️💋
🤣 🤣 🤣 Beda dari yang lain
2021-04-21
0
edelweis arabella
belah duren koq ambil brdiri 🤪
2021-04-12
0