Hari Bahagia Vanya

"Dia tampan. Ya, setidaknya aku tidak perlu khawatir anakku nanti selain mewarisi GH Group, dia juga akan mewarisi ketampanan Lucas. Hey, Vanya! Sadarlah. Dia hanya laki-laki yang menguras kesabaranmu dan membuatmu akan gila! Dia hanya cukup tampan! Dia tidak terlalu tampan dan kamu tidak menyukainya!" ucap Vanya kemudian.

Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri, Vanya akhirnya berangkat ke sebuah firma hukum tempat di mana dia akan bekerja. Dengan perpaduan antara blazer dan celana panjang membuat Vanya terlihat seperti orang kantoran.

Tidak lupa di tangannya sudah dia genggam sebuah map yang berisi berkas-berkas yang diperkukan untuk melamar kerja. Mama, doakan aku. gumam Vanya.

Vanya memulai perjalanannya ke halte bus di dekat rumah Lucas. Jarak rumah ke firma tidaklah jauh hanya memerlukan 3 perhentian bus saja. Walaupun menunggu adalah hal yang dibenci oleh Vanya, tapi kali ini berbeda. Vanya menunggu kedatangan bus dengan senyum lebar yang terukir di wajahnya. Semoga berhasil, Vanya.

Setelah melalui perjalanan di tengah teriknya matahari, akhirnya Vanya tiba di sebuah gedung yang berdiri tinggi menjulang ke atas. Vanya menarik napas, tapi kali ini bukan karena menahan kesabaran akibat ulah Lucas tetapi untuk menyemangati dirinya sendiri.

"Permisi, saya mau melamar pekerjaan di sini." ucap Vanya kepada petugas keamanan.

Lalu petugas keamanan tersebut membukakan pintu dan lift untuk Vanya. "Semoga berhasil ya bu. Sudah ada 5 orang yang melamar dan tidak ada yang berhasil diterima Pengacara Ben." kata petugas keamanan.

Bulu kuduk Vanya bergedik nyeri. Apakah nasib dirinya akan sama dengan nasib 5 orang itu? Atau malah sebaliknya?

Tingg... Lift yang membawa Vanya seorang diri sudah sampai di tujuannya.

"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" kata seorang penerima tamu.

"Saya mau melamar pekerjaan." jawab Vanya.

"Di ruangan sebelah sana ya, bu. Kalau berhasil, ibu akan menjadi asisten pengacaranya Pak Ben." kata seorang penerima tamu.

Vanya melangkahkan kakinya dengan penuh kehati-hatian menuju ruangan pengacara yang sudah menolak 5 orang. Apa hari ini nasibku malang atau sebaliknya? Tidak apa-apa, masih banyak firma hukum di kota ini. batin Vanya.

Vanya mengetuk pintu ruangan pengacara yang namanya Ben itu. Seseorang dari dalam membukakan pintunya.

"Dengan Pak Ben?" tanya Vanya.

"Iya. Ingin melamar pekerjaan atau menggunakan jasa saya?" tanya Pak Ben.

"Melamar pekerjaan, pak." jawab Vanya.

"Baiklah. Silahkan duduk." kata Ben.

"Terima kasih. Ini berkas identitas diri saya." ucap Vanya seraya menyerahkan map yang dia genggam sedari tadi.

"Vanya, kenapa memilih kembali ke Indonesia? Apa sulit mencari pekerjaan di Jerman?" tanya Ben.

"Bukan begitu, pak. Saya kembali karena ada urusan keluarga." jawab Vanya.

"Setelah urusan keluargamu selesai, kamu akan kembali ke Jerman?" tanya Ben.

"Tidak, pak. Saya tidak ada rencana untuk kembali ke Jerman." jawab Vanya.

"Oh begitu. Saya mencari asisten pengacara khusus karena saya sedang menangani beberapa kasus penting. Dilihat dari riwayat pendidikan kamu, sepertinya kamu orang yang kompeten dan berpengalaman. Jadi, apakah kita bisa mulai bekerja bersama hari ini?" kata Ben.

Mata Vanya melotot. Apa ini mimpi? Kalau iya, ini mimpi yang membahagiakan! batin Vanya.

"Bapak menerima saya jadi asisten pengacara bapak?" tanya Vanya.

"Iya. Setelah kasus ini selesai, saya akan menjadikan kamu pengacara yang sesungguhnya." jawab Ben.

"Oh ya, nama saya Benovilus Eduardus. Saya pemilik sekaligus pemimpin di firma ini. Kamu bisa panggil saya Pak Ben." sambung Ben.

"Terima kasih pak. Saya Vanya siap membantu bapak." ucap Vanya.

"Iya terima kasih. Berhubung saya belum punya asisten sebelumnya dan belum menyiapkan tempat untukmu bekerja, kamu bisa bekerja di sofa itu." kata Ben sambil menunjuk sebuah sofa di depan meja kerjanya.

"Tidak apa-apa pak? Bagaimana kalau ada klien bapak yang datang?" tanya Vanya.

"Tidak apa-apa. Saya sedang tidak menerima klien dalam beberapa bulan ke depan." jawab Ben.

"Baik pak. Apa yang bisa bantu?" tanya Vanya.

Ben memberikan setumpuk kertas kepada Vanya. "Vanya, kamu harus terbiasa dengan tumpukan kertas." kata Ben.

"Pelajari kasus ini lalu beritahu apa yang ada di dalam pikiranmu." sambung Ben.

"Baik pak. Saya mengerti. Akan saya lakukan sekarang." jawab Vanya lalu membawa tumpukan kertas ke sofa.

Setelah 3 jam lamanya Vanya berkutat dengan tumpukan kertas itu, Vanya akhirnya mendapatkan sesuatu di pikirannya.

"Pak Ben, maaf apa ini kasus lama?" tanya Vanya.

"Entah sudah lama atau tidak, tepatnya sudah 5 bulan yang lalu." jawab Ben.

"Itu artinya bapak membuka kasus lama?" tanya Vanya.

"Klien saya kembali bermasalah dengan kasus itu." jawab Ben.

"Setelah saya mempelajari kasus ini, yang ada di pikiran saya hanya satu. Bagaimana caranya mengurangi hukuman pidana klien bapak." ucap Vanya.

"Kenapa?" tanya Ben.

"Karena klien bapak terbukti bersalah." jawab Vanya.

"Darimana kamu tahu klien saya bersalah?" tanya Ben.

"Dari sini." ucap Vanya lalu menunjuk kertas yang berisi tulisan.

"Lalu di sini semuanya menjadi sangat jelas kalau klien bapak bersalah." sambung Vanya sambil membalik halaman kertas.

"Baiklah, Vanya. Sebenarnya ini kasus lama dan sudah selesai. Saya hanya mengetes kamu bagaimana cara memecahkan kasus." kata Ben.

"Ini. Ini kasus yang sesungguhnya. Kasus yang sedang saya kerjakan." sambung Ben sambil memberikan beberapa tumpuk kertas.

"Lakukan dengan cara yang tadi. Pelajari lalu beritahu saya apa yang ada di pikiranmu." kata Ben setelahnya.

"Baik, pak." jawab Vanya.

Ternyata, yang tadi adalah percakapan terakhir Vanya dan Ben. Karena setelah menerima beberapa tumpukan kertas dari Ben, fokus Vanya hanya tertuju pada kertas.

"Vanya, kamu harus pulang sebelum saya pulang. Saya pulang jam 7 malam jadi kamu harus pulang sebelum jam 7." ucap Ben.

"Oh sudah jam 7 ya? Cepat sekali. Baiklah kalau begitu saya pulang sekarang." jawab Vanya.

"Iya, terima kasih untuk hari ini. Kamu bisa masuk besok jam 8 pagi." kata Ben.

"Baik, pak. Saya permisi." pamit Vanya melangkah pergi.

———

Vanya melangkah masuk ke dalam pekarangan rumah dengan senyum bahagia. Tentu saja, ini hari pertamanya bekerja sebagai asisten pengacara dan sudah membaca kasus. Namun langkahnya terhenti ketika Vanya melihat ada mobil Lucas sudah terparkir rapi.

Vanya menarik napas panjang, bukan karena dia lelah tapi untuk mempersiapkan diri menghadapi Lucas. Vanya memasukkan PIN sandi rumah Lucas.

"Lucas, sudah pulang?" sapa Vanya.

"Sepertinya kamu diterima bekerja ya." kata Lucas.

"Sudah makan?" tanya Vanya.

"Mana ponselmu?" balas Lucas.

"Untuk apa?" tanya Vanya.

"Cepat berikan." jawab Lucas.

Vanya memberikan ponselnya. Karena Lucas terlihat seperti sedang tidak mood.

Lucas mengambil ponsel Vanya lalu mengetik sebentar dan mengembalikannya kepada Vanya.

"Kenapa tidak pakai kunci keamanan di ponselmu?" tanya Lucas.

"Perjanjian pertama: Pernikahan bersifat bebas. Tidak ada larangan atau peraturan dalam pernikahan. Tidak berhak mengetahui atau mencampuri urusan satu sama lain. Kamu lupa?" balas Vanya.

Lucas menarik napas panjang. Bukan Vanya, tetapi Lucas kali ini.

"Kamu belum menjawab pertanyaanku. Sudah makan?" kata Vanya.

"Sudah di rumah sakit." jawab Lucas.

"Baguslah." kata Vanya lalu berjalan menuju tangga ke kamarnya.

"Pernikahan akan diadakan hari Sabtu. Persiapkan dirimu." ucap Lucas yang mampu menghentikan langkah kaki Vanya.

"Sabtu? Hari ini Selasa. Berarti 4 hari lagi?" tanya Vanya.

"Ya, makanya aku suruh kamu mempersiapkan dirimu." jawab Lucas.

"Gosh, itu terlalu cepat." kata Vanya

"Oh ya, bukannya kita sudah sah menjadi pasangan suami istri? Berarti kita sudah bisa membuat pewaris untukku. Benar kan? Kapan kita bisa melakukannya?" tanya Lucas.

Bersambung...

Terima kasih sudah membaca novel Laki-laki Pilihan Ayah. Berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan like, tips, komentar, dan vote. Jangan lupa tambahkan novel ini ke favorite Anda agar mengetahui up episode terbaru.

Terpopuler

Comments

Asma Liyya

Asma Liyya

keren Lucas kejar terget eeey buat Bucin thor

2021-04-23

0

Vera😘uziezi❤️💋

Vera😘uziezi❤️💋

Blak blakan banget lucas

2021-04-21

0

Ennogg

Ennogg

yuukk🤭🤭🤭😂

2021-04-02

0

lihat semua
Episodes
1 Cerita Dimulai
2 Ayah Dingin vs Anak Membantah
3 Sentuhan di Setiap Pertemuan
4 Permintaan Terakhir
5 Lamaran
6 Menerima Perjodohan
7 SAH
8 Dikejar Waktu
9 Meninggalkan Rumah dan Pemiliknya
10 Hari Yang Melelahkan
11 Kebahagiaan Pasutri Baru di Pagi Hari
12 Dia Tampan
13 Hari Bahagia Vanya
14 Semua Karena Selimut
15 Kakak-Adik
16 Kemarahan Lucas
17 Melakukan Hubungan Suami-Istri
18 Kesalahpahaman
19 Kemarahan Lucas (2)
20 Makan Siang
21 Menyogok Lucas
22 Info
23 Jebakan Maut
24 Kegalauan Lucas
25 Duarr.. Hatiku Sangat Kacau
26 Makan Malam Pertama
27 Penyemangat
28 Asal-Usul Perjodohan
29 Lucas Habis Berbuat Salah
30 Ada Apa Dengan Vanya?
31 Sebuah Pengakuan
32 Sebuah Dansa
33 Soju dan Kejujuran
34 Mimpi Buruk
35 Lucas Berbohong
36 Pesta Pernikahan
37 Keributan di Rumah Sakit
38 Honeymoon
39 Pertengkaran
40 Masa Lalu
41 Kamar Penuh Misteri
42 Menyusahkan
43 Penyakit Ayah
44 Kalimat Perpisahan
45 Kepergian Ayah Hary
46 Kamu Memiliki Aku
47 Wanita Langka
48 Tidak Cocok
49 Pertengkaran Hebat
50 Marah
51 Lupa
52 Trauma
53 Tidak Siap Dengar
54 Mengembalikan Lipstick
55 Masa Lalu (2)
56 Perihal Perjanjian
57 Pembatalan Perjanjian
58 Baikan
59 Pemakaman
60 Perhatian Lucas
61 Info 2
62 Membakar
63 Bahagia
64 Menutup Diri
65 Ke Rumah Kak Redy
66 Bertemu Jaksa
67 Petunjuk
68 Persidangan
69 Persidangan 2
70 Selamat
71 Hadiah Dari Suami
72 Semua Berhak Bahagia
73 Hadiah Untuk Vanya
74 Buku dan Bolpoin
75 Pertengkaran
76 Perasaan Tidak Enak
77 Kalut
78 Perjuangan
79 Hamil?
80 Lucas Pergi
81 Hasil Perjuangan
82 Tidak Bisa Tidur
83 Berolahraga
84 Ada Apa Dengan Lucas?
85 Masalah
86 Kecewa
87 Bergosip
88 Masalah (2)
89 Masalah (3)
90 Masalah Hidup
91 Berat
92 Bangkit
93 Kasmaran
94 Kasmaran (2)
95 Sebuah Harapan
96 Hadiah Yang Tidak Ada Harganya
97 Makan Siang
98 -
99 Kebahagiaan Beruntun
100 -
101 Malam Yang Berbahagia
102 Kehamilan Vanya
103 Kecewa
104 Tamparan Keras
105 Kehilangan
106 Badai
107 Sebuah Keputusan
108 Pamit
109 Transformasi
110 Kesenangan
111 Teman
112 Mantan Suami
113 Persidangan 3
114 Refreshing
115 Ke Pantai -> Masalah
116 Sarapan
117 Utang
118 Emosi
119 Utang, Lagi.
120 Membayar Utang
121 Membayar Utang 2
122 Bukan Ide Yang Buruk
123 Kesal
124 Malaikat Penolong
125 Jatuh Cinta (Lagi)
126 Perkara Kartu Member
127 Perkara Kartu Member 2
128 Gegana
129 Teman Baru
130 Pantai Permata
131 Memori
132 Waktu
133 Rahasia
134 Makan Malam
135 Nostalgia
136 Saling Curhat
137 Bohong
138 Terjadi Sesuatu
139 Kasus Baru
140 Dua Masalah Sekaligus
141 Bertemu Keenan
142 Kecurigaan
143 Pembunuh?
144 Jawaban Vanya
145 Perihal Bahagia
146 Rumahku
147 Perkara Menginap
148 Gila
149 Dasi
150 Karena itu...
151 Meditasi
152 Cemburu
153 Makan Malam
154 Tidak Mau Pulang
155 Lagi-lagi
156 Taruhan
157 Persidangan
158 Asupan Bekerja
159 Parkiran
160 Cemburu
161 Cinta
162 Love
163 Dikerjai vs Mengerjai
164 Berbagi Keluh-Kesah
165 Makan Bihun Bebek
166 Belum Afdol
167 Waktunya Bekerja
168 Persidangan 4
169 Email Misterius
170 Beraksi
171 Beraksi 2
172 Beraksi 3
173 Operasi
174 Sahabat
175 Kritis
176 Kemana???
177 A Day With Lucas // Sehari Bersama Lucas
178 "Mati"
179 Bete
180 Kesal Dan Sedih
181 Hukuman
182 Ramen
183 Romantis Versi Vanya
184 Edisi Pengabdi Hukum Squad
185 Persiapan Melamar
186 Vanya, Will You Marry Me?
187 Hari Bahagia
188 Terlambat
189 Pekerjaan Baru Vanya
190 Mengenalkan
191 Takdir
192 Kita Putus Saja.
193 Jodoh
194 Rapat Umum Pemegang Saham
195 Pecah; hancur berkeping-keping
196 Negoisasi
197 Penghematan Secara Mendadak
198 Ke Suatu Tempat Bersejarah
199 Surat Cerai
200 Ternyata Masih Sah
201 Milik Bersama
202 6,5 Miliar
203 Detik-Detik Menjelang Final RUPS
204 Detik-Detik Menjelang Final RUPS
205 (Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
206 (Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
207 (Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
208 (Akhirnya) Final RUPS
209 Dipanggil Oleh Jaksa
210 Sebuah Kebenaran
211 Sebuah Kejujuran 2
212 Pengacara vs Pengacara. Siapakah Yang Akan Menang?
213 Tidak Ada Yang Menang
214 Janji Temu
215 Bertemu
216 Berbicara
217 Pertemuan Profesi
218 Sebuah Rencana Indah
219 Yang Membantu Adalah..
220 Karena Kasihan
221 Pantai
222 Bingung
223 Minggat
224 Minggat (2)
225 Pulang ke Penthouse
226 Kantor Polisi
227 Plan to Revenge
228 Special Episode 1
229 Special Episode 2
230 Special Episode 3
231 Special Episode 4
232 Special Episode 5
233 Special Episode 6
234 Pulang ke Rumah
235 Bersiap Pindah
236 Persaingan Baru
237 Persaingan Baru 2
238 Keputusan Keliru
239 Karena Kartu Kredit
240 Kasus Pertama Namun Berdua
241 Off to Bali
242 Visual
243 Bali: Day 1
244 Bali: Day 2
245 Bali: Day 3
246 Pengacara “Kebenaran” Vanya
247 Dewi Kebenaran
248 Selesai
249 Rencana “Gila”
250 Persaingan
251 Cinta ∆
252 Romantisme
253 Info
254 Kebenaran Yang Keliru
255 Meluruskan Kekeliruan
256 Hadiah
257 Peristiwa Bihun Bebek II
258 Karma
259 Info
260 Karma 2
261 Kecurigaan Vanya
262 Penyelidikan Dimulai
263 (+)
264 -
265 Setelah Positif Muncullah Sensitif
266 Teka Teki
267 Rumah Utama
268 Pencuri
269 Edisi Calon Orangtua
270 Rencana Apalagi?
271 Makan Siang Gratis Tapi Tidak Gratis
272 1 dari 4
273 Rekaman
274 Merasa Bersalah
275 Sebuah Alasan Lain
276 Info
277 Dipanggil Presiden
278 Info
279 Salah Orang
280 Pertemuan
281 Info
282 Keberhasilan
283 Kartu VIP
284 Kasus Perceraian
285 Perihal Perceraian
286 Perihal Perceraian 2
287 “Menjijikkan”
288 Pasca Persidangan
289 Target Berikutnya
290 Pasien Aneh
291 Jenis Kelamin: Laki-laki
292 Info
293 Tidak Berdaya
294 Kantor Polisi
295 Harus Bertahan
296 Tunggu dan Lihat Saja
297 Dipenjara
298 Mission Completed
299 Kantor Polisi, Bye-bye!
300 Wanita Yang Ketiga
301 Tidur Nyenyak
302 Serumah Dengan Mertua
303 JJ di Rumah Utama
304 JJ di Rumah Utama
305 Info
306 Kebun Bunga
307 Hampir Tertipu
308 Ponsel Vanya
309 “Abang”
310 Perhatian Papa
311 “Mencuri”
312 Kronologi Percobaan Pembunuhan Lucas
313 Tertipu
314 Kembali Normal
315 Sebuah Informasi
316 Si Jujur Apa Adanya
317 Sandiwara
318 Sandiwara Kembali
319 Dua Orang Klien
320 Pengacara vs Pengacara
321 Mendapatkan Titiknya
322 Gagal
323 Mama Lucas
324 Tidur di Sofa
325 TIDAK PERLU DIBUKA
326 Sebuah Dongeng
327 Pergi ke Pesta
328 Kembali ke RS
329 Saat Melukis
330 Siapa Yang Lucas Percayai?
331 Hasil Pantauan
332 TIDAK PERLU DIBUKA
333 Tidak Cocok
334 Sebuah Misi
335 Misi Kedua
336 Drama
337 Dilanda Kebingungan
338 Perdebatan Duo Pengacara
339 Perkiraan Tanpa Bukti
340 Settingan
341 Sebuah Rumah
342 Kencan Ansel
343 Kencan Ansel Part. 2
344 “Ending” Kasus
345 Dua Hal Mengejutkan
346 Di Tol
347 Berita Ketiga
348 Karena Aku
349 Drama Pagi Hari
350 Hasil Rapat Dadakan
351 Hasil Rapat Ketiga
352 Gengsi Setinggi Langit Yang Akhirnya Runtuh
353 Si Yang Banyak Maunya
354 TIDAK PERLU DIBUKA
355 Pidato Sang Kepala!
356 Satu Orang
357 Sebuah Kiriman
358 Perayan HUT Pernikahan
359 Sindiran Halus
360 TIDAK PERLU DIBUKA
361 Penurut
362 Pekerjaan Haram!
363 Selangkah Lagi
364 Pembunuh
365 Amarah Seorang Vanya
366 Satu-satunya Jalan
367 Meminta Bantuan Lagi
368 Ponsel Cadangan
369 "Mati"
370 Memanfaatkan
371 Kantin Kejaksaan
372 Menunjukkan Rasa Cinta..
373 Mengerjai Lucas
374 Gagal Fokus
375 Terima dan Percaya Saja
376 Mobil Baru
377 Proyek
378 Diuji
379 Perjamuan
380 Berdua-Duaan
381 Misi Rahasia
382 Persidangan Vanya Yang Ke-sekian
383 Persidangan Vanya Yang Ke-sekian
384 Hasil Akhir
385 Kelas Mengajar
386 Kembali Menjadi Pengacara
387 Lucas Junior
388 TIDAK PERLU DIBUKA
389 Anggota Keluarga Baru
390 Info
391 Problema Orangtua
392 TIDAK PERLU DIBUKA
393 Problema Orangtua 2
394 Paket
395 Perebutan Hak Asuh
396 Welcome Back
397 Dewi Keadilan
398 Akhir Dari Sebuah Kisah
399 Bonus Episode
400 info
401 Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
402 Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
403 Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
404 Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
405 Menikahi Tuan Duda
406 Skandal Pernikahan
Episodes

Updated 406 Episodes

1
Cerita Dimulai
2
Ayah Dingin vs Anak Membantah
3
Sentuhan di Setiap Pertemuan
4
Permintaan Terakhir
5
Lamaran
6
Menerima Perjodohan
7
SAH
8
Dikejar Waktu
9
Meninggalkan Rumah dan Pemiliknya
10
Hari Yang Melelahkan
11
Kebahagiaan Pasutri Baru di Pagi Hari
12
Dia Tampan
13
Hari Bahagia Vanya
14
Semua Karena Selimut
15
Kakak-Adik
16
Kemarahan Lucas
17
Melakukan Hubungan Suami-Istri
18
Kesalahpahaman
19
Kemarahan Lucas (2)
20
Makan Siang
21
Menyogok Lucas
22
Info
23
Jebakan Maut
24
Kegalauan Lucas
25
Duarr.. Hatiku Sangat Kacau
26
Makan Malam Pertama
27
Penyemangat
28
Asal-Usul Perjodohan
29
Lucas Habis Berbuat Salah
30
Ada Apa Dengan Vanya?
31
Sebuah Pengakuan
32
Sebuah Dansa
33
Soju dan Kejujuran
34
Mimpi Buruk
35
Lucas Berbohong
36
Pesta Pernikahan
37
Keributan di Rumah Sakit
38
Honeymoon
39
Pertengkaran
40
Masa Lalu
41
Kamar Penuh Misteri
42
Menyusahkan
43
Penyakit Ayah
44
Kalimat Perpisahan
45
Kepergian Ayah Hary
46
Kamu Memiliki Aku
47
Wanita Langka
48
Tidak Cocok
49
Pertengkaran Hebat
50
Marah
51
Lupa
52
Trauma
53
Tidak Siap Dengar
54
Mengembalikan Lipstick
55
Masa Lalu (2)
56
Perihal Perjanjian
57
Pembatalan Perjanjian
58
Baikan
59
Pemakaman
60
Perhatian Lucas
61
Info 2
62
Membakar
63
Bahagia
64
Menutup Diri
65
Ke Rumah Kak Redy
66
Bertemu Jaksa
67
Petunjuk
68
Persidangan
69
Persidangan 2
70
Selamat
71
Hadiah Dari Suami
72
Semua Berhak Bahagia
73
Hadiah Untuk Vanya
74
Buku dan Bolpoin
75
Pertengkaran
76
Perasaan Tidak Enak
77
Kalut
78
Perjuangan
79
Hamil?
80
Lucas Pergi
81
Hasil Perjuangan
82
Tidak Bisa Tidur
83
Berolahraga
84
Ada Apa Dengan Lucas?
85
Masalah
86
Kecewa
87
Bergosip
88
Masalah (2)
89
Masalah (3)
90
Masalah Hidup
91
Berat
92
Bangkit
93
Kasmaran
94
Kasmaran (2)
95
Sebuah Harapan
96
Hadiah Yang Tidak Ada Harganya
97
Makan Siang
98
-
99
Kebahagiaan Beruntun
100
-
101
Malam Yang Berbahagia
102
Kehamilan Vanya
103
Kecewa
104
Tamparan Keras
105
Kehilangan
106
Badai
107
Sebuah Keputusan
108
Pamit
109
Transformasi
110
Kesenangan
111
Teman
112
Mantan Suami
113
Persidangan 3
114
Refreshing
115
Ke Pantai -> Masalah
116
Sarapan
117
Utang
118
Emosi
119
Utang, Lagi.
120
Membayar Utang
121
Membayar Utang 2
122
Bukan Ide Yang Buruk
123
Kesal
124
Malaikat Penolong
125
Jatuh Cinta (Lagi)
126
Perkara Kartu Member
127
Perkara Kartu Member 2
128
Gegana
129
Teman Baru
130
Pantai Permata
131
Memori
132
Waktu
133
Rahasia
134
Makan Malam
135
Nostalgia
136
Saling Curhat
137
Bohong
138
Terjadi Sesuatu
139
Kasus Baru
140
Dua Masalah Sekaligus
141
Bertemu Keenan
142
Kecurigaan
143
Pembunuh?
144
Jawaban Vanya
145
Perihal Bahagia
146
Rumahku
147
Perkara Menginap
148
Gila
149
Dasi
150
Karena itu...
151
Meditasi
152
Cemburu
153
Makan Malam
154
Tidak Mau Pulang
155
Lagi-lagi
156
Taruhan
157
Persidangan
158
Asupan Bekerja
159
Parkiran
160
Cemburu
161
Cinta
162
Love
163
Dikerjai vs Mengerjai
164
Berbagi Keluh-Kesah
165
Makan Bihun Bebek
166
Belum Afdol
167
Waktunya Bekerja
168
Persidangan 4
169
Email Misterius
170
Beraksi
171
Beraksi 2
172
Beraksi 3
173
Operasi
174
Sahabat
175
Kritis
176
Kemana???
177
A Day With Lucas // Sehari Bersama Lucas
178
"Mati"
179
Bete
180
Kesal Dan Sedih
181
Hukuman
182
Ramen
183
Romantis Versi Vanya
184
Edisi Pengabdi Hukum Squad
185
Persiapan Melamar
186
Vanya, Will You Marry Me?
187
Hari Bahagia
188
Terlambat
189
Pekerjaan Baru Vanya
190
Mengenalkan
191
Takdir
192
Kita Putus Saja.
193
Jodoh
194
Rapat Umum Pemegang Saham
195
Pecah; hancur berkeping-keping
196
Negoisasi
197
Penghematan Secara Mendadak
198
Ke Suatu Tempat Bersejarah
199
Surat Cerai
200
Ternyata Masih Sah
201
Milik Bersama
202
6,5 Miliar
203
Detik-Detik Menjelang Final RUPS
204
Detik-Detik Menjelang Final RUPS
205
(Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
206
(Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
207
(Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
208
(Akhirnya) Final RUPS
209
Dipanggil Oleh Jaksa
210
Sebuah Kebenaran
211
Sebuah Kejujuran 2
212
Pengacara vs Pengacara. Siapakah Yang Akan Menang?
213
Tidak Ada Yang Menang
214
Janji Temu
215
Bertemu
216
Berbicara
217
Pertemuan Profesi
218
Sebuah Rencana Indah
219
Yang Membantu Adalah..
220
Karena Kasihan
221
Pantai
222
Bingung
223
Minggat
224
Minggat (2)
225
Pulang ke Penthouse
226
Kantor Polisi
227
Plan to Revenge
228
Special Episode 1
229
Special Episode 2
230
Special Episode 3
231
Special Episode 4
232
Special Episode 5
233
Special Episode 6
234
Pulang ke Rumah
235
Bersiap Pindah
236
Persaingan Baru
237
Persaingan Baru 2
238
Keputusan Keliru
239
Karena Kartu Kredit
240
Kasus Pertama Namun Berdua
241
Off to Bali
242
Visual
243
Bali: Day 1
244
Bali: Day 2
245
Bali: Day 3
246
Pengacara “Kebenaran” Vanya
247
Dewi Kebenaran
248
Selesai
249
Rencana “Gila”
250
Persaingan
251
Cinta ∆
252
Romantisme
253
Info
254
Kebenaran Yang Keliru
255
Meluruskan Kekeliruan
256
Hadiah
257
Peristiwa Bihun Bebek II
258
Karma
259
Info
260
Karma 2
261
Kecurigaan Vanya
262
Penyelidikan Dimulai
263
(+)
264
-
265
Setelah Positif Muncullah Sensitif
266
Teka Teki
267
Rumah Utama
268
Pencuri
269
Edisi Calon Orangtua
270
Rencana Apalagi?
271
Makan Siang Gratis Tapi Tidak Gratis
272
1 dari 4
273
Rekaman
274
Merasa Bersalah
275
Sebuah Alasan Lain
276
Info
277
Dipanggil Presiden
278
Info
279
Salah Orang
280
Pertemuan
281
Info
282
Keberhasilan
283
Kartu VIP
284
Kasus Perceraian
285
Perihal Perceraian
286
Perihal Perceraian 2
287
“Menjijikkan”
288
Pasca Persidangan
289
Target Berikutnya
290
Pasien Aneh
291
Jenis Kelamin: Laki-laki
292
Info
293
Tidak Berdaya
294
Kantor Polisi
295
Harus Bertahan
296
Tunggu dan Lihat Saja
297
Dipenjara
298
Mission Completed
299
Kantor Polisi, Bye-bye!
300
Wanita Yang Ketiga
301
Tidur Nyenyak
302
Serumah Dengan Mertua
303
JJ di Rumah Utama
304
JJ di Rumah Utama
305
Info
306
Kebun Bunga
307
Hampir Tertipu
308
Ponsel Vanya
309
“Abang”
310
Perhatian Papa
311
“Mencuri”
312
Kronologi Percobaan Pembunuhan Lucas
313
Tertipu
314
Kembali Normal
315
Sebuah Informasi
316
Si Jujur Apa Adanya
317
Sandiwara
318
Sandiwara Kembali
319
Dua Orang Klien
320
Pengacara vs Pengacara
321
Mendapatkan Titiknya
322
Gagal
323
Mama Lucas
324
Tidur di Sofa
325
TIDAK PERLU DIBUKA
326
Sebuah Dongeng
327
Pergi ke Pesta
328
Kembali ke RS
329
Saat Melukis
330
Siapa Yang Lucas Percayai?
331
Hasil Pantauan
332
TIDAK PERLU DIBUKA
333
Tidak Cocok
334
Sebuah Misi
335
Misi Kedua
336
Drama
337
Dilanda Kebingungan
338
Perdebatan Duo Pengacara
339
Perkiraan Tanpa Bukti
340
Settingan
341
Sebuah Rumah
342
Kencan Ansel
343
Kencan Ansel Part. 2
344
“Ending” Kasus
345
Dua Hal Mengejutkan
346
Di Tol
347
Berita Ketiga
348
Karena Aku
349
Drama Pagi Hari
350
Hasil Rapat Dadakan
351
Hasil Rapat Ketiga
352
Gengsi Setinggi Langit Yang Akhirnya Runtuh
353
Si Yang Banyak Maunya
354
TIDAK PERLU DIBUKA
355
Pidato Sang Kepala!
356
Satu Orang
357
Sebuah Kiriman
358
Perayan HUT Pernikahan
359
Sindiran Halus
360
TIDAK PERLU DIBUKA
361
Penurut
362
Pekerjaan Haram!
363
Selangkah Lagi
364
Pembunuh
365
Amarah Seorang Vanya
366
Satu-satunya Jalan
367
Meminta Bantuan Lagi
368
Ponsel Cadangan
369
"Mati"
370
Memanfaatkan
371
Kantin Kejaksaan
372
Menunjukkan Rasa Cinta..
373
Mengerjai Lucas
374
Gagal Fokus
375
Terima dan Percaya Saja
376
Mobil Baru
377
Proyek
378
Diuji
379
Perjamuan
380
Berdua-Duaan
381
Misi Rahasia
382
Persidangan Vanya Yang Ke-sekian
383
Persidangan Vanya Yang Ke-sekian
384
Hasil Akhir
385
Kelas Mengajar
386
Kembali Menjadi Pengacara
387
Lucas Junior
388
TIDAK PERLU DIBUKA
389
Anggota Keluarga Baru
390
Info
391
Problema Orangtua
392
TIDAK PERLU DIBUKA
393
Problema Orangtua 2
394
Paket
395
Perebutan Hak Asuh
396
Welcome Back
397
Dewi Keadilan
398
Akhir Dari Sebuah Kisah
399
Bonus Episode
400
info
401
Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
402
Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
403
Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
404
Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
405
Menikahi Tuan Duda
406
Skandal Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!