Sentuhan di Setiap Pertemuan

"Apa.. aku.. akan menyusahkan ayah kalau aku tidak menikah dengan Lucas?" ucap Vanya dengan lirih.

"Tentu saja. Apa kurangnya Lucas? Dia handal menjadi dokter bedah, mapan, secara fisik juga sempurna. Dia juga akan menjadi pewaris tunggal GH Group." kata ayah Vanya.

"Kalau begitu, atur pertemuan kami lagi." ucap Vanya lalu pergi meninggalkan meja makan.

Vanya kembali ke kamarnya dan menyalakan ponselnya yang belum dia sentuh ketika tiba di Jakarta.

Notifikasi bergiliran masuk. Kalau tidak dari Mily pasti dari Raya. Hanya 2 orang itu yang akan mengirim pesan spam ke Vanya.

Mily.

Apa kamu sudah bertemu dengan laki-laki itu? Bagaimana? Apa dia tampan? Berapa umurnya? Apa dia masih melajang? Atau sudah punya anak? Vanya tolong cepat balas pesanku.

Raya.

Apa kamu benar-benar dijodohkan?

Vanya tersenyum ketika melihat pesan yang masuk dari kedua temannya itu. 2 orang teman yang memiliki sifat dan karakter yang bertolak belakang. Aku bersyukur masih memiliki kalian. gumam Vanya.

Vanya.

Ya, benar. Aku dijodohkan oleh seorang laki-laki yang tidak aku kenal. Untuk wujud rupanya, kalian bisa melihatnya di pernikahan kami nanti.

Setelah membalas pesan temannya, Vanya tidur untuk mempersiapkan diri di hari esok.

———

KEESOKAN HARINYA.

Vanya terbangun ketika sinar matahari masuk melalui celah gordynnya. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Dia berpikir untuk melanjutkan tidurnya lagi karena kini dirinya seorang pengangguran. Tidak ada yang harus dilakukan.

Tok tok tok. "Non Vanya, tuan sudah menunggu non di bawah untuk sarapan." ucap Minah.

Baru saja Vanya memejamkan mata, Bi Minah sudah menyuruhnya turun untuk sarapan. Arghh, sungguh.

"Iya Bi."

Vanya segera mencuci mukanya sebelum turun untuk sarapan.

"Hari ini Lucas ada banyak jadwal operasi. Dia tidak bisa datang ke sini." ucap ayah Vanya dengan dingin.

"Baiklah. Bisa besok." jawab Vanya.

"Apa katamu? Kamu sebaiknya datang menemui dia. Bawakan makan siang untuknya." ucap ayah Vanya dengan nada meninggi.

"Katanya jadwal dia penuh?" balas Vanya.

"Setidaknya tidak saat jam makan siang." ucap ayah Vanya.

"Ya, baiklah." jawab Vanya.

Ayah Vanya pergi meninggalkan meja makan.

"Bi Minah." panggil Vanya.

"Ya, non. Ada apa non?" jawab Minah.

"Ayah rutin minum obatnya kan?" tanya Vanya.

"Iya, non. Rutin kok, non." jawab Minah.

"Oh, baiklah. Bi nanti tolong buatin bekal makan siang ya bi." kata Vanya.

"Baik, non."

Vanya pun meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya. Vanya menyalakan ponselnya dan melihat teman-temannya itu sedang berjuang menjadi jaksa dan hakim.

Aku iri. Kalau bukan karena perjodohan bodoh ini aku pasti juga sedang berjuang menjadi pengacara. gumam Vanya.

5 jam berlalu. Vanya bersiap diri ke rumah sakit tempat di mana Lucas bekerja. Rumah sakit yang sekaligus dipimpin Lucas. Tidak lupa tangan Vanya memegang paperbag yang berisi bekal makan untuk Lucas.

"Permisi, saya ingin bertemu dengan Lucas." ucap Vanya.

"Dokter Lucas maksudnya?" tanya perawat yang bertugas di meja.

"Ah iya. Katanya hari ini dia penuh jadwal operasi. Apa masih bisa bertemu?" balas Vanya.

"Ya, betul. Hari ini Dokter Lucas penuh jadwal operasi. Kamu bisa menunggu di kursi tunggu sementara kami akan menghubungi departemen dokter Lucas bekerja." jawab perawat.

"Baiklah." kata Vanya.

"Atas nama siapa?" tanya perawat.

"Vanya. Bilang saja Vanya ingin bertemu." jawab Vanya.

"Baiklah, Bu Vanya. Mohon menunggu." ucap perawat.

Sambil menunggu di kursi tunggu, Vanya tidak henti-hentinya memanyunkan bibirnya, menatap jam yang melingkar di tangannya.

Demi pernikahan bodoh ini, aku rela melakukan hal bodoh. Huh. batin Vanya.

———

Edward (ayah Lucas) bersama rekan dokter lainnya turun ke lobi untuk pergi makan siang.

"Ke mana tujuan kita untuk makan siang, dokter Edward?" kata rekannya.

"Sepertinya menu iga sapi cocok untuk kita siang ini." jawab rekan yang lain.

"Ah betul. Mari kita eh?" jawab Edward lalu terputus ketika melihat sosok Vanya duduk di kursi tunggu.

"Calon menantuku!" pekik Edward lalu menghampiri Vanya.

"Vanya? Sedang apa kamu di sini?" ucap Edward.

"Ah, paman. Aku sedang menunggu....." jawab Vanya terpotong.

"Menunggu? Siapa yang membuat calon menantuku ini menunggu? Katakan pada paman. Apa mereka yang menyuruhmu menunggu?" ucap Edward dengan nada meninggi sambil menunjuk perawat.

"Ah bukan paman. Bukan begitu. Aku sedang menunggu Lucas. Katanya jadwal dia sedang penuh dengan operasi." jawab Vanya.

"Oh begitu. Iya benar tetapi...." kata Edward terputus ketika rekan kerja yang dia tinggal menghampirinya.

"Dokter Edward? Siapa dia?" tanya rekannya.

"Oh ini calon menantuku." jawab Edward.

"Halo, nama saya Vanya. Senang bertemu dengan kalian." sahut Vanya.

"Dokter Edward sungguh luar biasa. Tidak hanya berbakat di atas meja operasi tetapi dia juga berbakat mencari menantu." kata rekannya.

"Benar. Dia sangat cantik." kata rekan yang lain.

"Ahah terima kasih. Tapi maaf saya tidak bisa bergabung makan siang hari ini." ucap Edward.

"Hahah ya tidak apa apa. Kalau begitu, kami pergi dulu." balas rekannya.

Selepas kepergian rekannya, Edward mengajak Vanya untuk ke ruangannya.

"Lucas! Datang ke ruanganku cepat! Vanya datang ingin menemuimu! Cepat!" ucap Edward di telepon.

"Paman, kalau Lucas masih harus mengoperasi pasien tidak apa-apa. Mungkin lain waktu kita bisa bertemu." kata Vanya.

"Ah tidak mungkin, Vanya. Ini kan jam makan siang. Tidak ada dokter yang mengoperasi pasien." balas Edward.

———

"Jam berapa jadwal operasiku berikutnya?" tanya Lucas kepada perawat.

"Jam 1 siang, dok." jawab perawat.

"Saya akan ke ruangan pimpinan Edward." ucap Lucas lalu pergi menuju ruangan Edward.

"Vanya." ucap Lucas ketika masuk ke dalam ruangan Edward.

"Beritahu orangmu di bawah untuk tidak membuat Vanya menunggu. Jangan sampai kejadian tadi terulang kembali." kata Edward.

"Ya, ayah. Vanya, kamu ingin menemuiku?" ucap Lucas.

"Pergi. Carilah tempat yang bisa membuat calon menantuku nyaman." kata Edward.

Segera Lucas menarik tangan Vanya dan membawanya pergi dari ruangan Edward. Setelah memasuki lift, rupanya tangan Lucas masih menggenggam tangan Vanya. Dengan sigap, Vanya melepasnya.

"Pertemuan pertama kamu menyentuh rambutku. Pertemuan kedua kamu menyentuh tanganku. Apa kamu tidak mengetahui perihal kesopanan? Aku rasa kita tidak sedekat itu sampai kamu bisa menyentuhku." ucap Vanya.

"Ya, aku tidak mengetahui kesopanan yang kamu maksud. Berhati-hatilah. Pertemuan ketiga aku akan menyentuhmu lagi." balas Lucas.

Bulu kuduk Vanya bergidik. Seram sekali mendengar perkataan Lucas barusan. Lucas seperti laki-laki mesum.

"Lagipula.." ucap Lucas sambil menghadap Vanya.

"Bukannya kita dekat? Sangat dekat." sambung Lucas sambil berjalan maju sedangkan Vanya terus berjalan mundur.

"Kita kan akan segera menikah." bisik Lucas di telinga Vanya.

Tingg.. Lift terbuka. Sampailah mereka di atap rumah sakit milik Lucas. Keluarlah Lucas dari dalan lift. Huhh aku hampir kehabisan napas karena dia!! batin Vanya.

Hah.. kenapa dia memilih tempat terbuka lagi? Bagaimana kalau rambutku berterbangan lagi? batin Vanya saat melihat dirinya tiba di atap.

Bersambung...

Terima kasih sudah membaca novel Laki-laki Pilihan Ayah. Berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan like, tips, komentar, dan vote. Jangan lupa tambahkan novel ini ke favorite Anda agar mengetahui up episode terbaru.

Terpopuler

Comments

Tommy Pissa

Tommy Pissa

😶🫣

2023-06-25

1

elma sukmala

elma sukmala

lanjut thor.

2022-03-28

0

Nuraeti Ethy

Nuraeti Ethy

ahsiaapppp mertuanya keren

2022-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Cerita Dimulai
2 Ayah Dingin vs Anak Membantah
3 Sentuhan di Setiap Pertemuan
4 Permintaan Terakhir
5 Lamaran
6 Menerima Perjodohan
7 SAH
8 Dikejar Waktu
9 Meninggalkan Rumah dan Pemiliknya
10 Hari Yang Melelahkan
11 Kebahagiaan Pasutri Baru di Pagi Hari
12 Dia Tampan
13 Hari Bahagia Vanya
14 Semua Karena Selimut
15 Kakak-Adik
16 Kemarahan Lucas
17 Melakukan Hubungan Suami-Istri
18 Kesalahpahaman
19 Kemarahan Lucas (2)
20 Makan Siang
21 Menyogok Lucas
22 Info
23 Jebakan Maut
24 Kegalauan Lucas
25 Duarr.. Hatiku Sangat Kacau
26 Makan Malam Pertama
27 Penyemangat
28 Asal-Usul Perjodohan
29 Lucas Habis Berbuat Salah
30 Ada Apa Dengan Vanya?
31 Sebuah Pengakuan
32 Sebuah Dansa
33 Soju dan Kejujuran
34 Mimpi Buruk
35 Lucas Berbohong
36 Pesta Pernikahan
37 Keributan di Rumah Sakit
38 Honeymoon
39 Pertengkaran
40 Masa Lalu
41 Kamar Penuh Misteri
42 Menyusahkan
43 Penyakit Ayah
44 Kalimat Perpisahan
45 Kepergian Ayah Hary
46 Kamu Memiliki Aku
47 Wanita Langka
48 Tidak Cocok
49 Pertengkaran Hebat
50 Marah
51 Lupa
52 Trauma
53 Tidak Siap Dengar
54 Mengembalikan Lipstick
55 Masa Lalu (2)
56 Perihal Perjanjian
57 Pembatalan Perjanjian
58 Baikan
59 Pemakaman
60 Perhatian Lucas
61 Info 2
62 Membakar
63 Bahagia
64 Menutup Diri
65 Ke Rumah Kak Redy
66 Bertemu Jaksa
67 Petunjuk
68 Persidangan
69 Persidangan 2
70 Selamat
71 Hadiah Dari Suami
72 Semua Berhak Bahagia
73 Hadiah Untuk Vanya
74 Buku dan Bolpoin
75 Pertengkaran
76 Perasaan Tidak Enak
77 Kalut
78 Perjuangan
79 Hamil?
80 Lucas Pergi
81 Hasil Perjuangan
82 Tidak Bisa Tidur
83 Berolahraga
84 Ada Apa Dengan Lucas?
85 Masalah
86 Kecewa
87 Bergosip
88 Masalah (2)
89 Masalah (3)
90 Masalah Hidup
91 Berat
92 Bangkit
93 Kasmaran
94 Kasmaran (2)
95 Sebuah Harapan
96 Hadiah Yang Tidak Ada Harganya
97 Makan Siang
98 -
99 Kebahagiaan Beruntun
100 -
101 Malam Yang Berbahagia
102 Kehamilan Vanya
103 Kecewa
104 Tamparan Keras
105 Kehilangan
106 Badai
107 Sebuah Keputusan
108 Pamit
109 Transformasi
110 Kesenangan
111 Teman
112 Mantan Suami
113 Persidangan 3
114 Refreshing
115 Ke Pantai -> Masalah
116 Sarapan
117 Utang
118 Emosi
119 Utang, Lagi.
120 Membayar Utang
121 Membayar Utang 2
122 Bukan Ide Yang Buruk
123 Kesal
124 Malaikat Penolong
125 Jatuh Cinta (Lagi)
126 Perkara Kartu Member
127 Perkara Kartu Member 2
128 Gegana
129 Teman Baru
130 Pantai Permata
131 Memori
132 Waktu
133 Rahasia
134 Makan Malam
135 Nostalgia
136 Saling Curhat
137 Bohong
138 Terjadi Sesuatu
139 Kasus Baru
140 Dua Masalah Sekaligus
141 Bertemu Keenan
142 Kecurigaan
143 Pembunuh?
144 Jawaban Vanya
145 Perihal Bahagia
146 Rumahku
147 Perkara Menginap
148 Gila
149 Dasi
150 Karena itu...
151 Meditasi
152 Cemburu
153 Makan Malam
154 Tidak Mau Pulang
155 Lagi-lagi
156 Taruhan
157 Persidangan
158 Asupan Bekerja
159 Parkiran
160 Cemburu
161 Cinta
162 Love
163 Dikerjai vs Mengerjai
164 Berbagi Keluh-Kesah
165 Makan Bihun Bebek
166 Belum Afdol
167 Waktunya Bekerja
168 Persidangan 4
169 Email Misterius
170 Beraksi
171 Beraksi 2
172 Beraksi 3
173 Operasi
174 Sahabat
175 Kritis
176 Kemana???
177 A Day With Lucas // Sehari Bersama Lucas
178 "Mati"
179 Bete
180 Kesal Dan Sedih
181 Hukuman
182 Ramen
183 Romantis Versi Vanya
184 Edisi Pengabdi Hukum Squad
185 Persiapan Melamar
186 Vanya, Will You Marry Me?
187 Hari Bahagia
188 Terlambat
189 Pekerjaan Baru Vanya
190 Mengenalkan
191 Takdir
192 Kita Putus Saja.
193 Jodoh
194 Rapat Umum Pemegang Saham
195 Pecah; hancur berkeping-keping
196 Negoisasi
197 Penghematan Secara Mendadak
198 Ke Suatu Tempat Bersejarah
199 Surat Cerai
200 Ternyata Masih Sah
201 Milik Bersama
202 6,5 Miliar
203 Detik-Detik Menjelang Final RUPS
204 Detik-Detik Menjelang Final RUPS
205 (Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
206 (Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
207 (Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
208 (Akhirnya) Final RUPS
209 Dipanggil Oleh Jaksa
210 Sebuah Kebenaran
211 Sebuah Kejujuran 2
212 Pengacara vs Pengacara. Siapakah Yang Akan Menang?
213 Tidak Ada Yang Menang
214 Janji Temu
215 Bertemu
216 Berbicara
217 Pertemuan Profesi
218 Sebuah Rencana Indah
219 Yang Membantu Adalah..
220 Karena Kasihan
221 Pantai
222 Bingung
223 Minggat
224 Minggat (2)
225 Pulang ke Penthouse
226 Kantor Polisi
227 Plan to Revenge
228 Special Episode 1
229 Special Episode 2
230 Special Episode 3
231 Special Episode 4
232 Special Episode 5
233 Special Episode 6
234 Pulang ke Rumah
235 Bersiap Pindah
236 Persaingan Baru
237 Persaingan Baru 2
238 Keputusan Keliru
239 Karena Kartu Kredit
240 Kasus Pertama Namun Berdua
241 Off to Bali
242 Visual
243 Bali: Day 1
244 Bali: Day 2
245 Bali: Day 3
246 Pengacara “Kebenaran” Vanya
247 Dewi Kebenaran
248 Selesai
249 Rencana “Gila”
250 Persaingan
251 Cinta ∆
252 Romantisme
253 Info
254 Kebenaran Yang Keliru
255 Meluruskan Kekeliruan
256 Hadiah
257 Peristiwa Bihun Bebek II
258 Karma
259 Info
260 Karma 2
261 Kecurigaan Vanya
262 Penyelidikan Dimulai
263 (+)
264 -
265 Setelah Positif Muncullah Sensitif
266 Teka Teki
267 Rumah Utama
268 Pencuri
269 Edisi Calon Orangtua
270 Rencana Apalagi?
271 Makan Siang Gratis Tapi Tidak Gratis
272 1 dari 4
273 Rekaman
274 Merasa Bersalah
275 Sebuah Alasan Lain
276 Info
277 Dipanggil Presiden
278 Info
279 Salah Orang
280 Pertemuan
281 Info
282 Keberhasilan
283 Kartu VIP
284 Kasus Perceraian
285 Perihal Perceraian
286 Perihal Perceraian 2
287 “Menjijikkan”
288 Pasca Persidangan
289 Target Berikutnya
290 Pasien Aneh
291 Jenis Kelamin: Laki-laki
292 Info
293 Tidak Berdaya
294 Kantor Polisi
295 Harus Bertahan
296 Tunggu dan Lihat Saja
297 Dipenjara
298 Mission Completed
299 Kantor Polisi, Bye-bye!
300 Wanita Yang Ketiga
301 Tidur Nyenyak
302 Serumah Dengan Mertua
303 JJ di Rumah Utama
304 JJ di Rumah Utama
305 Info
306 Kebun Bunga
307 Hampir Tertipu
308 Ponsel Vanya
309 “Abang”
310 Perhatian Papa
311 “Mencuri”
312 Kronologi Percobaan Pembunuhan Lucas
313 Tertipu
314 Kembali Normal
315 Sebuah Informasi
316 Si Jujur Apa Adanya
317 Sandiwara
318 Sandiwara Kembali
319 Dua Orang Klien
320 Pengacara vs Pengacara
321 Mendapatkan Titiknya
322 Gagal
323 Mama Lucas
324 Tidur di Sofa
325 TIDAK PERLU DIBUKA
326 Sebuah Dongeng
327 Pergi ke Pesta
328 Kembali ke RS
329 Saat Melukis
330 Siapa Yang Lucas Percayai?
331 Hasil Pantauan
332 TIDAK PERLU DIBUKA
333 Tidak Cocok
334 Sebuah Misi
335 Misi Kedua
336 Drama
337 Dilanda Kebingungan
338 Perdebatan Duo Pengacara
339 Perkiraan Tanpa Bukti
340 Settingan
341 Sebuah Rumah
342 Kencan Ansel
343 Kencan Ansel Part. 2
344 “Ending” Kasus
345 Dua Hal Mengejutkan
346 Di Tol
347 Berita Ketiga
348 Karena Aku
349 Drama Pagi Hari
350 Hasil Rapat Dadakan
351 Hasil Rapat Ketiga
352 Gengsi Setinggi Langit Yang Akhirnya Runtuh
353 Si Yang Banyak Maunya
354 TIDAK PERLU DIBUKA
355 Pidato Sang Kepala!
356 Satu Orang
357 Sebuah Kiriman
358 Perayan HUT Pernikahan
359 Sindiran Halus
360 TIDAK PERLU DIBUKA
361 Penurut
362 Pekerjaan Haram!
363 Selangkah Lagi
364 Pembunuh
365 Amarah Seorang Vanya
366 Satu-satunya Jalan
367 Meminta Bantuan Lagi
368 Ponsel Cadangan
369 "Mati"
370 Memanfaatkan
371 Kantin Kejaksaan
372 Menunjukkan Rasa Cinta..
373 Mengerjai Lucas
374 Gagal Fokus
375 Terima dan Percaya Saja
376 Mobil Baru
377 Proyek
378 Diuji
379 Perjamuan
380 Berdua-Duaan
381 Misi Rahasia
382 Persidangan Vanya Yang Ke-sekian
383 Persidangan Vanya Yang Ke-sekian
384 Hasil Akhir
385 Kelas Mengajar
386 Kembali Menjadi Pengacara
387 Lucas Junior
388 TIDAK PERLU DIBUKA
389 Anggota Keluarga Baru
390 Info
391 Problema Orangtua
392 TIDAK PERLU DIBUKA
393 Problema Orangtua 2
394 Paket
395 Perebutan Hak Asuh
396 Welcome Back
397 Dewi Keadilan
398 Akhir Dari Sebuah Kisah
399 Bonus Episode
400 info
401 Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
402 Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
403 Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
404 Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
405 Menikahi Tuan Duda
406 Skandal Pernikahan
Episodes

Updated 406 Episodes

1
Cerita Dimulai
2
Ayah Dingin vs Anak Membantah
3
Sentuhan di Setiap Pertemuan
4
Permintaan Terakhir
5
Lamaran
6
Menerima Perjodohan
7
SAH
8
Dikejar Waktu
9
Meninggalkan Rumah dan Pemiliknya
10
Hari Yang Melelahkan
11
Kebahagiaan Pasutri Baru di Pagi Hari
12
Dia Tampan
13
Hari Bahagia Vanya
14
Semua Karena Selimut
15
Kakak-Adik
16
Kemarahan Lucas
17
Melakukan Hubungan Suami-Istri
18
Kesalahpahaman
19
Kemarahan Lucas (2)
20
Makan Siang
21
Menyogok Lucas
22
Info
23
Jebakan Maut
24
Kegalauan Lucas
25
Duarr.. Hatiku Sangat Kacau
26
Makan Malam Pertama
27
Penyemangat
28
Asal-Usul Perjodohan
29
Lucas Habis Berbuat Salah
30
Ada Apa Dengan Vanya?
31
Sebuah Pengakuan
32
Sebuah Dansa
33
Soju dan Kejujuran
34
Mimpi Buruk
35
Lucas Berbohong
36
Pesta Pernikahan
37
Keributan di Rumah Sakit
38
Honeymoon
39
Pertengkaran
40
Masa Lalu
41
Kamar Penuh Misteri
42
Menyusahkan
43
Penyakit Ayah
44
Kalimat Perpisahan
45
Kepergian Ayah Hary
46
Kamu Memiliki Aku
47
Wanita Langka
48
Tidak Cocok
49
Pertengkaran Hebat
50
Marah
51
Lupa
52
Trauma
53
Tidak Siap Dengar
54
Mengembalikan Lipstick
55
Masa Lalu (2)
56
Perihal Perjanjian
57
Pembatalan Perjanjian
58
Baikan
59
Pemakaman
60
Perhatian Lucas
61
Info 2
62
Membakar
63
Bahagia
64
Menutup Diri
65
Ke Rumah Kak Redy
66
Bertemu Jaksa
67
Petunjuk
68
Persidangan
69
Persidangan 2
70
Selamat
71
Hadiah Dari Suami
72
Semua Berhak Bahagia
73
Hadiah Untuk Vanya
74
Buku dan Bolpoin
75
Pertengkaran
76
Perasaan Tidak Enak
77
Kalut
78
Perjuangan
79
Hamil?
80
Lucas Pergi
81
Hasil Perjuangan
82
Tidak Bisa Tidur
83
Berolahraga
84
Ada Apa Dengan Lucas?
85
Masalah
86
Kecewa
87
Bergosip
88
Masalah (2)
89
Masalah (3)
90
Masalah Hidup
91
Berat
92
Bangkit
93
Kasmaran
94
Kasmaran (2)
95
Sebuah Harapan
96
Hadiah Yang Tidak Ada Harganya
97
Makan Siang
98
-
99
Kebahagiaan Beruntun
100
-
101
Malam Yang Berbahagia
102
Kehamilan Vanya
103
Kecewa
104
Tamparan Keras
105
Kehilangan
106
Badai
107
Sebuah Keputusan
108
Pamit
109
Transformasi
110
Kesenangan
111
Teman
112
Mantan Suami
113
Persidangan 3
114
Refreshing
115
Ke Pantai -> Masalah
116
Sarapan
117
Utang
118
Emosi
119
Utang, Lagi.
120
Membayar Utang
121
Membayar Utang 2
122
Bukan Ide Yang Buruk
123
Kesal
124
Malaikat Penolong
125
Jatuh Cinta (Lagi)
126
Perkara Kartu Member
127
Perkara Kartu Member 2
128
Gegana
129
Teman Baru
130
Pantai Permata
131
Memori
132
Waktu
133
Rahasia
134
Makan Malam
135
Nostalgia
136
Saling Curhat
137
Bohong
138
Terjadi Sesuatu
139
Kasus Baru
140
Dua Masalah Sekaligus
141
Bertemu Keenan
142
Kecurigaan
143
Pembunuh?
144
Jawaban Vanya
145
Perihal Bahagia
146
Rumahku
147
Perkara Menginap
148
Gila
149
Dasi
150
Karena itu...
151
Meditasi
152
Cemburu
153
Makan Malam
154
Tidak Mau Pulang
155
Lagi-lagi
156
Taruhan
157
Persidangan
158
Asupan Bekerja
159
Parkiran
160
Cemburu
161
Cinta
162
Love
163
Dikerjai vs Mengerjai
164
Berbagi Keluh-Kesah
165
Makan Bihun Bebek
166
Belum Afdol
167
Waktunya Bekerja
168
Persidangan 4
169
Email Misterius
170
Beraksi
171
Beraksi 2
172
Beraksi 3
173
Operasi
174
Sahabat
175
Kritis
176
Kemana???
177
A Day With Lucas // Sehari Bersama Lucas
178
"Mati"
179
Bete
180
Kesal Dan Sedih
181
Hukuman
182
Ramen
183
Romantis Versi Vanya
184
Edisi Pengabdi Hukum Squad
185
Persiapan Melamar
186
Vanya, Will You Marry Me?
187
Hari Bahagia
188
Terlambat
189
Pekerjaan Baru Vanya
190
Mengenalkan
191
Takdir
192
Kita Putus Saja.
193
Jodoh
194
Rapat Umum Pemegang Saham
195
Pecah; hancur berkeping-keping
196
Negoisasi
197
Penghematan Secara Mendadak
198
Ke Suatu Tempat Bersejarah
199
Surat Cerai
200
Ternyata Masih Sah
201
Milik Bersama
202
6,5 Miliar
203
Detik-Detik Menjelang Final RUPS
204
Detik-Detik Menjelang Final RUPS
205
(Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
206
(Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
207
(Masih) Detik-Detik Menjelang Final RUPS
208
(Akhirnya) Final RUPS
209
Dipanggil Oleh Jaksa
210
Sebuah Kebenaran
211
Sebuah Kejujuran 2
212
Pengacara vs Pengacara. Siapakah Yang Akan Menang?
213
Tidak Ada Yang Menang
214
Janji Temu
215
Bertemu
216
Berbicara
217
Pertemuan Profesi
218
Sebuah Rencana Indah
219
Yang Membantu Adalah..
220
Karena Kasihan
221
Pantai
222
Bingung
223
Minggat
224
Minggat (2)
225
Pulang ke Penthouse
226
Kantor Polisi
227
Plan to Revenge
228
Special Episode 1
229
Special Episode 2
230
Special Episode 3
231
Special Episode 4
232
Special Episode 5
233
Special Episode 6
234
Pulang ke Rumah
235
Bersiap Pindah
236
Persaingan Baru
237
Persaingan Baru 2
238
Keputusan Keliru
239
Karena Kartu Kredit
240
Kasus Pertama Namun Berdua
241
Off to Bali
242
Visual
243
Bali: Day 1
244
Bali: Day 2
245
Bali: Day 3
246
Pengacara “Kebenaran” Vanya
247
Dewi Kebenaran
248
Selesai
249
Rencana “Gila”
250
Persaingan
251
Cinta ∆
252
Romantisme
253
Info
254
Kebenaran Yang Keliru
255
Meluruskan Kekeliruan
256
Hadiah
257
Peristiwa Bihun Bebek II
258
Karma
259
Info
260
Karma 2
261
Kecurigaan Vanya
262
Penyelidikan Dimulai
263
(+)
264
-
265
Setelah Positif Muncullah Sensitif
266
Teka Teki
267
Rumah Utama
268
Pencuri
269
Edisi Calon Orangtua
270
Rencana Apalagi?
271
Makan Siang Gratis Tapi Tidak Gratis
272
1 dari 4
273
Rekaman
274
Merasa Bersalah
275
Sebuah Alasan Lain
276
Info
277
Dipanggil Presiden
278
Info
279
Salah Orang
280
Pertemuan
281
Info
282
Keberhasilan
283
Kartu VIP
284
Kasus Perceraian
285
Perihal Perceraian
286
Perihal Perceraian 2
287
“Menjijikkan”
288
Pasca Persidangan
289
Target Berikutnya
290
Pasien Aneh
291
Jenis Kelamin: Laki-laki
292
Info
293
Tidak Berdaya
294
Kantor Polisi
295
Harus Bertahan
296
Tunggu dan Lihat Saja
297
Dipenjara
298
Mission Completed
299
Kantor Polisi, Bye-bye!
300
Wanita Yang Ketiga
301
Tidur Nyenyak
302
Serumah Dengan Mertua
303
JJ di Rumah Utama
304
JJ di Rumah Utama
305
Info
306
Kebun Bunga
307
Hampir Tertipu
308
Ponsel Vanya
309
“Abang”
310
Perhatian Papa
311
“Mencuri”
312
Kronologi Percobaan Pembunuhan Lucas
313
Tertipu
314
Kembali Normal
315
Sebuah Informasi
316
Si Jujur Apa Adanya
317
Sandiwara
318
Sandiwara Kembali
319
Dua Orang Klien
320
Pengacara vs Pengacara
321
Mendapatkan Titiknya
322
Gagal
323
Mama Lucas
324
Tidur di Sofa
325
TIDAK PERLU DIBUKA
326
Sebuah Dongeng
327
Pergi ke Pesta
328
Kembali ke RS
329
Saat Melukis
330
Siapa Yang Lucas Percayai?
331
Hasil Pantauan
332
TIDAK PERLU DIBUKA
333
Tidak Cocok
334
Sebuah Misi
335
Misi Kedua
336
Drama
337
Dilanda Kebingungan
338
Perdebatan Duo Pengacara
339
Perkiraan Tanpa Bukti
340
Settingan
341
Sebuah Rumah
342
Kencan Ansel
343
Kencan Ansel Part. 2
344
“Ending” Kasus
345
Dua Hal Mengejutkan
346
Di Tol
347
Berita Ketiga
348
Karena Aku
349
Drama Pagi Hari
350
Hasil Rapat Dadakan
351
Hasil Rapat Ketiga
352
Gengsi Setinggi Langit Yang Akhirnya Runtuh
353
Si Yang Banyak Maunya
354
TIDAK PERLU DIBUKA
355
Pidato Sang Kepala!
356
Satu Orang
357
Sebuah Kiriman
358
Perayan HUT Pernikahan
359
Sindiran Halus
360
TIDAK PERLU DIBUKA
361
Penurut
362
Pekerjaan Haram!
363
Selangkah Lagi
364
Pembunuh
365
Amarah Seorang Vanya
366
Satu-satunya Jalan
367
Meminta Bantuan Lagi
368
Ponsel Cadangan
369
"Mati"
370
Memanfaatkan
371
Kantin Kejaksaan
372
Menunjukkan Rasa Cinta..
373
Mengerjai Lucas
374
Gagal Fokus
375
Terima dan Percaya Saja
376
Mobil Baru
377
Proyek
378
Diuji
379
Perjamuan
380
Berdua-Duaan
381
Misi Rahasia
382
Persidangan Vanya Yang Ke-sekian
383
Persidangan Vanya Yang Ke-sekian
384
Hasil Akhir
385
Kelas Mengajar
386
Kembali Menjadi Pengacara
387
Lucas Junior
388
TIDAK PERLU DIBUKA
389
Anggota Keluarga Baru
390
Info
391
Problema Orangtua
392
TIDAK PERLU DIBUKA
393
Problema Orangtua 2
394
Paket
395
Perebutan Hak Asuh
396
Welcome Back
397
Dewi Keadilan
398
Akhir Dari Sebuah Kisah
399
Bonus Episode
400
info
401
Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
402
Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
403
Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
404
Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
405
Menikahi Tuan Duda
406
Skandal Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!