Aku harus apa sekarang?

Dirgantara tersenyum lega saat melihat mobil Senja masih ada di area parkir. Itu artinya gadis itu belum benar-benar pergi.

Dirga buru-buru menghampiri mobil itu, namun ia tak mendapatkan Senja ada di dalam mobil. Yang ada hanya pak sopir.

"Dimana, Senja? " tanyanya sambil melihat ke bangku tengah mobil

"Non Senja sedang ke toilet, Tuan. "

Tak mau menunggu lama, Dirga langsung buru-buru menghampiri gadis itu. Ia yakin saat ini pasti Senja sedang tudak baik-baik saja. Emosinya sempat meluap tadi. Ia pasti butuh seseorang untuk menenangkannya.

Dirga berniat hanya ingin menunggu di depan toilet saja. Tapi sampai disana, samar-samar Dirga mendengar Senja sedang berbicara dengan seseorang.

"Itukan Ayahnya Senja, kenapa tiba-tiba dia ada disini, atau jangan-jangan dia mengikuti Senja sejak tadi? "

Karena penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan, Dirga berusaha menguping dari balik tembok di depan toilet.

"Apa yang kau lakukan, Nak. Kenapa menyerang orang begitu? "

"Dia yang meyerangku duluan, Ayah. " Protes Senja tak terima dirinya di jadikan tertuduh.

"Ayah tahu, tapi tetap saja kau tidak bisa menyerang orang begitu saja. Apalagi di tempat umum begitu. Kau tidak lihat bagaimana orang-orang melihatmu heran tadi? "

Senja terdiam. Kali ini dia tidak bisa menyangkal ucapan Ayahnya karena memang benar adanya. Semua orang di resort tadi menatapnya dengan pandangan aneh. Mereka seperti tidak percaya kalau seorang gadis yang terlihat pendiam dan sederhana ternyata sanggup menyerang orang seperti monster.

Di balik tembok Dirga tercengang.

'Dari mana Ayahnya Senja tahu kalau dia habis menyerang orang? berarti benar dia mengikuti Senja sejak tadi'

Kali ini pria itu hanya berani berspekulasi dalam hati, takut suaranya terdengar oleh Senja ataupun Ayah nya.

Melihat putrinya terdiam dengan rasa salah, Bayu menjadi iba melihatnya. Ia juga tahu betul kalau Senja tidak akan menyerang siapapun selama dia tidak di ganggu.

"Lain kali jangan seperti ini lagi ya. " Sambil menepuk-nepuk pundak putri cantiknya.

"Iya, Ayah. Maaf. " Senja makin tertunduk.

Batu samudra tersenyum.

"Kau tidak perlu minta maaf pada Ayah. Ayah tahu kau tidak bersalah. Ayah hanya tidak mau ada yang mencurigaimu. "

'Hah curiga, curiga tentang apa? 'Dirga semakin menajamkan pendengaran nya. Semakin penasaran dengan arah pembicaraan mereka.

"Kedepannya kau harus lebih bisa meredam amarahmu. Jangan membuat orang takut. Apalagi sekarang kau sudah semakin dekat dengan Dirga" Sang Ayah kembali memberikan wejangan yang di tanggapi Senja dengan anggukan kepala.

"Ayah hanya tidak ingin mereka tahu tentang siapa kau sebenarnya. Ayah tidak ingin mereka tahu kalau kau bukan anak manusia. "

Deg! Jantung Dirga seperti berhenti berdetak. Ia terkejut bukan main. Matanya membulat sempurna.

'Apa ! bukan manusia? '

Dirga menutup mulutnya sendiri. Ia tidak mau sampai kelepasan bicara. Namun sumpah demi apapun. Apa yang baru saja di dengarnya seperti seperti ledakan bom atom yang tak hanya memekakkan telinga namun juga membuat jantungnya terasa seperti mau meloncat keluar.

Pria itu beringsut menjauhi tembok. Tubuhnya terasa gemetar. Ia berharap ia hanya salah dengar tadi. Tapi nyatanya memang tidak. Pendengaran nyamasih cukup baik. Ia dengan jelas memdengar kalau Ayah nya Senja mengatakan kalau Senja bukan anak manusia.

'Kalau Senja bukan anak manusia, lalu dia anak siapa, dia keturunan siapa? '

Seperti tak sanggup mendengar fakta baru tentang Senja. Dirga memilih pergi. Ia masuk ke dalam mobilnya dan langsung menghempaskan badannya di kursi kemudi.

Senja bukan anak manusia, Senja bukan anak manusia. Kalimat Bayu tadi masih saja menggaung di telinga.

Dirgantara memfokuskan fikirannya. Mencoba mengingat saat pertama kali bertemu Senja. Mencoba mengumpulkan semua fakta tentang keanehan Senja.

Senja yang matanya kemerahan dan bahkan bisa menjadi sangat merah kalau sedang marah. Senja bisa berlari secepat kilat bahkan seperti orang menghilang. Senja yang mudah sekali marah. Dan masih banyak lagi kejanggalan Senja yang sempat terekam di memori otak Dirga.

Dirga mengusap wajahnya. Jadi inilah jawaban dari semua keanehan Senja. Jadi inilah alasan kenapa Senja dan keluarganya menutup diri dari dunia.

Lalu kalau dia bukan anak manusia, apakah mungkin dia anak han...

Dirga tak berani melanjutkan pikiran buruknya. Selama ini dia beranggapan kalau segala keanehan Senja itu semata-mata hanya karena dia mempunyai kelainan saja. Dirga mengira salah satu keluarga Senja mungkin mengidap kelainan genetik sehingga membuat mereka berbeda dari yang lain.

Meski jujur Dirga kerap merasa kalau mata merah dan tatapan tajam Senja memang meyerupai mata iblis. Tapi sekali lagi Dirga tetap menganggap bahwa itu hanya kelainan gen saja.

Namun hari ini. Sebuah fakta tentang siapa Senja terungkap jelas. Bahkan Ayahnya sendiri yang mengatakan nya.

Kalau Senja memang bukan anak manusia, lalu siapa dari kedua orang tuanya yang bukan manusia, Apakah ayahnya, atau ibunya, atau jangan-jangan kedua orang tuanya memang bukan manusia?

"Agghhh..! " Dirga mengacak-acak rambutnya sendiri. Masih saja tidak percaya tentang kebenaran yang baru saja terungkap.

"Pantas saja Ayah dan ibunya Senja terlihat masih sangat muda. "

Dirga memang bukan tipe orang yang percaya tentang hal-hal di luar nalar. Tapi kalo tidak salah dia dulu pernah melihat sebuah film yang mengungkap fakta kalau ada makhluk yang tidak mengalami penuaan. Dirga fikir itu hanya sekedar film saja. Tapi hari ini dia membuktikan sendiri kalau hal-hal semacam itu memang ada.

Dirgantara menghela nafasnya. Mencoba menetralisir perasaan tak karuan juga syok yang masih terasa.

"Kalau benar dia bukan manusia, lalu aku harus apa sekarang? apa mungkin aku menjalin hubungan dengan----"

Lagi-lagi tak berani melanjutkan kalimatnya.

"Tapi aku bahkan baru mendapatkannya, apa mungkin aku harus langsung melepaskan nya, apa aku bisa?"

Dirgantara menundukkan kepalanya di kemudi mobil. Rasa bingung, syok, dan tidak percaya semuanya bercampur menjadi satu. Ia benar-benar tak tahu harus berbuat apa sekarang. Ia tak tahu harus bagaimana menghadapi kekasih barunya yang ternyata bukan manusia.

Dirgantara tidak menyadari kalau dari kejauhan ada sosok yang sedang memperhatikannya. Sosok tinggi tampan dengan mata merah itu mengeluarkan seringainya sambil berucap

"Kau sudah mengetahui kan? jadi jangan berharap bisa lepas darinya. Mari kita lihat seberapa besar kau mencintainya. "

Terpopuler

Comments

Samira

Samira

cinta beda alam terulang lagi

2023-05-05

1

Anislin Jupe

Anislin Jupe

GK pa Dirga..selama kmu gak menyakiti senja

2023-03-15

2

Peni Sayekti

Peni Sayekti

maju terus dirga

2023-03-08

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tentang Dirga
2 02. Pertemuan kedua
3 Semakin penasaran
4 Bertemu seseorang
5 Kecewa
6 Di hantui bayangan
7 Dia menyebut namaku
8 Kegelisahan Senja
9 Bayu samudra pulang
10 Lagi-lagi terkejut
11 Semakin komunikatif
12 Penjelasan Queenzi
13 Merasa bodoh
14 Menyatakan Cinta
15 Apa itu tadi..?
16 Ada apa dengan Senja
17 Ada apa dengan Senja, 2
18 Membuka hati
19 Kejadian tak terduga
20 Aku harus apa sekarang?
21 Serangan mendadak
22 Mencoba melupakan
23 Sama-sama tersiksa
24 Tak sanggup lagi
25 Semakin banyak tahu
26 Rasa penasaran Queen
27 Di terima dengan baik
28 Tamu istimewa
29 Kencan pertama
30 Tak sengaja bertemu
31 Bertukar energi
32 Melihat secara langsung
33 Pesan Ayah
34 Interogasi yang menyudutkan
35 Tentang restu orang tua
36 Tegas tapi bijaksana
37 Paus terdampar
38 Khawatir
39 Makan malam yang menegangkan
40 Perdebatan sengit
41 Lolongan panjang
42 Bekerja sama
43 Nostalgia
44 Cemburu
45 Rahasia masa lalu
46 Berjuanglah, Nak.
47 Dress hitam pembunuh rindu
48 Kesabaran ku setipis tisu
49 Bayu samudra sakit
50 Gazebo
51 Tak canggung lagi
52 Melemaskan otak
53 Lama tak bertemu
54 Operasi plastik
55 Sebelum pergi
56 Pagi yang indah
57 Senja yang bijaksana
58 Bertemulah dengannya
59 Bicara baik-baik
60 Kepergian Bayu Bamudra
61 Akhirnya mengalah
62 Bekerja sama lebih solid
63 Senja yang makin bijaksana
64 Senang melihatmu bahagia, Nak
65 Hiburan tersendiri
66 Maaf, Ibu
67 Menahan emosi
68 Maaf dan terimakasih
69 Realita tak seindah ekspektasi
70 Ambisi tingkat tinggi
71 Bukan hal yang mudah
72 Hanya pertanda
73 Sakit yang kian menggigit
74 Mencari bantuan
75 Tentang mistis
76 Energi positif
77 Teman masa kecil
78 kenang-kenangan
79 Fakta mengejutkan
80 Dukungan penuh
81 Bukan urusanku
82 Memberi peringatan
83 Dia bukan manusia
84 Lolongan kesakitan
85 Hilang kendali
86 Antara hidup dan mati
87 Pengorbanan terbesar
88 Dewa penolong
89 Cakrawala Leonil Aksa
90 Usaha yang sia-sia
91 Teman baru
92 Kembali menghangat
93 Merindu
94 Melepas rindu
95 Wulan sakit
96 Meminta restu
97 Telepati
98 Perundungan
99 Semakin parah
100 Telepati, 2
101 Tertangkap basah
102 Janji suci
103 Semangat baru
104 Kabar baik dan buruk
105 Selamat jalan, Ayah ... Ibu
106 Pengumuman
Episodes

Updated 106 Episodes

1
01. Tentang Dirga
2
02. Pertemuan kedua
3
Semakin penasaran
4
Bertemu seseorang
5
Kecewa
6
Di hantui bayangan
7
Dia menyebut namaku
8
Kegelisahan Senja
9
Bayu samudra pulang
10
Lagi-lagi terkejut
11
Semakin komunikatif
12
Penjelasan Queenzi
13
Merasa bodoh
14
Menyatakan Cinta
15
Apa itu tadi..?
16
Ada apa dengan Senja
17
Ada apa dengan Senja, 2
18
Membuka hati
19
Kejadian tak terduga
20
Aku harus apa sekarang?
21
Serangan mendadak
22
Mencoba melupakan
23
Sama-sama tersiksa
24
Tak sanggup lagi
25
Semakin banyak tahu
26
Rasa penasaran Queen
27
Di terima dengan baik
28
Tamu istimewa
29
Kencan pertama
30
Tak sengaja bertemu
31
Bertukar energi
32
Melihat secara langsung
33
Pesan Ayah
34
Interogasi yang menyudutkan
35
Tentang restu orang tua
36
Tegas tapi bijaksana
37
Paus terdampar
38
Khawatir
39
Makan malam yang menegangkan
40
Perdebatan sengit
41
Lolongan panjang
42
Bekerja sama
43
Nostalgia
44
Cemburu
45
Rahasia masa lalu
46
Berjuanglah, Nak.
47
Dress hitam pembunuh rindu
48
Kesabaran ku setipis tisu
49
Bayu samudra sakit
50
Gazebo
51
Tak canggung lagi
52
Melemaskan otak
53
Lama tak bertemu
54
Operasi plastik
55
Sebelum pergi
56
Pagi yang indah
57
Senja yang bijaksana
58
Bertemulah dengannya
59
Bicara baik-baik
60
Kepergian Bayu Bamudra
61
Akhirnya mengalah
62
Bekerja sama lebih solid
63
Senja yang makin bijaksana
64
Senang melihatmu bahagia, Nak
65
Hiburan tersendiri
66
Maaf, Ibu
67
Menahan emosi
68
Maaf dan terimakasih
69
Realita tak seindah ekspektasi
70
Ambisi tingkat tinggi
71
Bukan hal yang mudah
72
Hanya pertanda
73
Sakit yang kian menggigit
74
Mencari bantuan
75
Tentang mistis
76
Energi positif
77
Teman masa kecil
78
kenang-kenangan
79
Fakta mengejutkan
80
Dukungan penuh
81
Bukan urusanku
82
Memberi peringatan
83
Dia bukan manusia
84
Lolongan kesakitan
85
Hilang kendali
86
Antara hidup dan mati
87
Pengorbanan terbesar
88
Dewa penolong
89
Cakrawala Leonil Aksa
90
Usaha yang sia-sia
91
Teman baru
92
Kembali menghangat
93
Merindu
94
Melepas rindu
95
Wulan sakit
96
Meminta restu
97
Telepati
98
Perundungan
99
Semakin parah
100
Telepati, 2
101
Tertangkap basah
102
Janji suci
103
Semangat baru
104
Kabar baik dan buruk
105
Selamat jalan, Ayah ... Ibu
106
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!