Ada apa dengan Senja

"Ibu..! Ayah..!"

Senja berteriak memanggil kedua orang tuanya. Gadis itu baru sampai di rumah menjelang petang.

"Ibu..! " Panggilnya lagi, namun tetap tak ada jawaban. Justru nenek nya lah yang menjawab.

"Senja kau sudah pulang? " Nenek yang sedang menonton televisi terkejut mendengar Senja berteriak.

"Iya, Nek. Di mana Ayah dan ibu?"

"Mereka ada di taman belakang, pergilah temui mereka. Ibumu juga sudah menunggumu untuk makan malam. "

"Hmm." Senja mengangguk dan langsung menuju tempat yang di maksud nenek.

"Ayah, ibu..? " sapanya begitu sampai di belakang. Kedua orang tuanya sepertinya sedang bercengkrama sambil menikmati suasana malam yang mulai menjelang.

"Hay, Senja. Sudah pulang? " Sang ibu yang menjawab sedangkan sang Ayah hanya tersenyum melihat putri cantiknya.

"Iya, Aku baru saja pulang. " Senja menghempaskan badannya sambil membuang nafas kasar dan tak lupa gadis itu juga memasang wajah yang tidak bersahabat. Kalau sudah begitu, ibunya pasti langsung paham kalau ada yang sedang mengganjal di hati putri cantiknya.

Bayu dan Wulan saling pandang lalu kemudian Wulan mengangkat bahunya sebagai tanda bahwa ia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada putrinya.

"Ada apa, Nak. Apa ada yang membuatmu tidak nyaman hari ini? " Wulan berkata selembut mungkin. Ia tahu dalam keadaan seperti ini, itu berarti Senja sedang berada dalam mode ganas.

Gadis temperamen itu memandang ibu nya lalu Ayahnya secara bergantian.

"Tadi kau bilang kau mau bertemu Dirga saat di pantai. Tapi kenapa pulang dengan wajah seperti itu. Apa dia membuatmu marah? " Kali ini Sang Ayah mencoba menebak.

Senja tak menjawab dan lagi-lagi hanya memperhatikan Ayah dan ibunya.

"Ayo Senja. Bicaralah, ceritakan pada Ibu. " Pandangan lembut Wulan akhirnya mampu membuat Senja bicara. Tapi sayang yang keluar dari mulutnya sangatlah mengejutkan mereka.

"Kenapa aku harus terlahir berbeda, Ibu? "

"Apa maksudmu nak? " Meski tahu betul apa yang di maksud Senja, tapi Wulan tetap saja heran mengapa putirnya tiba-tiba berkata begitu.

"Kenapa aku harus terlahir berbeda? kenapa aku tidak bisa hidup normal seperti yang lainnya? dan kenapa aku harus punya orang tua seperti kalian?

"Senja ! apanyang kau bicarakan?"

Wulan yang terkejut langsung meninggikan suaranya. Emosinya langsung naik. Tak menyangka Senja akan bicara selancang itu. Untung saja Bayu sigap menenangkan. Ia langsung memegang tangan Wulan sebagai isyarat agar Wulan tidak terpancing emosi.

"Selama ini aku sudah berusaha menerimanya, Bu. Meski aku harus menutup diri dari dunia. Aku tidak pernah punya teman dan orang-orang selalu melihatku dengan tatapan aneh. Aku selalu berusaha iklas menerima takdirku. Tapi sampai kapan? Sampai kapan aku harus menyembunyikan diri ku dari dunia, sampai kapan? "

"Senja.. "

Mendengar anaknya meratap seperti itu, Wulan yang tadinya sempat emosi mendadak luruh seketika. Hatinya ikut hancur mendengar ratapan anaknya.

"Setiap saat aku ketakutan, Bu. Aku takut kalau sampai mereka tahu siapa aku dan siapa Ayahku yang sebenarnya. Apa Ibu tahu bagaimana rasanya jadi aku? kenapa aku harus punya Ayah seperti dia? " Senja dengan beraninya menunjuk wajah Ayahnya. Satu hal yang tidak pernah ia lakukan. Meski semarah apapun dia.

Wulan yang tak tahan mendengar putrinya terus mengutuki takdirnya hanya bisa menangis.

"Senja, ibu mohon jangan bicara seperti itu, hiks hiks.. " tangis Wulan tak terbendung.

"Biar bagaimanapun dia itu tetap Ayahmu, Nak, " ucapnya di sela-sela isak tangisnya. Sementata Bayu samudra yang dia anggap sebagai terdakwa atas semua takdir buruk yang menimpa Senja hanya bisa terdiam sambil terus menenangkan Wulan.

Bayu sendiri cukup syok mendengarnya. Tapi ia berusaha tetap mengerti bahwa putrinya hanya sedang marah.

"Senja, tenanglah. Ayah tahu bagaimana perasaanmu. Ayah tahu bagaimana sulitnya menjadi dirimu yang harus selalu menutupi identitas, yang harus selalau meutup diri dari dunia. Ayah tahu kau tersiksa nak. " Bayu akhirnya buka suara. Mencoba menenangkan

"Tapi Ayah juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena kenyataannya memang begitu. Kau memang putri Ayah. Jadi kalau kau memang ingin marah, marahlah pada Ayah. Luapkankan lah semua kekecewaanmu pada Ayah, karena sejak awal memang Ayah yang bersalah. " Berhenti sejenak sambil menatap Senja. Raut marah masih jelas terbaca dari wajah yang sebenarbya sangat cantik itu. Mata kemerahannya bahkan terlihat seolah menyala terbakar amarah.

"Ibumu tidak pernah bersalah, Nak. Jadi Ayah mohon jangan pernah menyalahkannya. Ibumu hanya jatuh cinta nak. Kami berdua hanya saling mencinta. Jika itu di anggap sebagai kesalahan, maka salahkan lah Ayah karena sudah hadir dalam kehidupan ibunu. "

Suara Bayu mulai bergetar, sedikit banyak ia tetap saja merasa sedih memdengar semua kata-kata putrinya tadi.

Terlebih saat Senja marah pada Wulan, Bayu sangat tidak terima itu. Seandainya bukan Senja pasti sudah langsung di hancur leburkan oleh Bayu. Karena baginya tidak ada yang boleh menyakiti Wulan.

Senja terdiam. Matanya meredup perkataan Ayahnya berhasil membuatnya tak berkutik. Meski tidak serta-merta meredakan amarahnya. Gadis itu tetap saja marah dan tak terima dengan semua takdirnya. Namun ia tak bisa lagi berkata-kata.

Akhirnya dengan masih menyimpan amarah yang membuncah, gadis itu bangkit lalu meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja.

Wulan yang berusaha mengejar langsung di tahan oleh Bayu.

"Biarkan saja, Sayang. " Sambil mencekal tangan Wulan yang hendak mengejar Senja.

"Biarkan dia meluapkan kekesalannya. Nanti kalau dia sudah tenang baru kita bicara lagi. Sekarang biarkan dia sendiri dulu. "

Wulan akhirnya mengangguk dan menuruti saran Bayu, masih dengan perasaan tidak mengerti, kenapa Senja jadi seperti ini.

"Ada apa sebenarnya dengan anak itu? pulang-pulang langsung marah begitu? " Wulan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Entahlah, tapi kalau aku tidak salah menerka itu pasti karena Dirga."

"Maksudmu Dirga sudah tahu tentang siapa dia lalu dia menjauhi putri kita? " kali ini Wulan yang mencoba menebak.

"Kalau soal itu aku tidak pasti. Tapi yang jelas marahnya Senja hari ini pasti karena Dirga. Putri kita sedang jatuh cinta, Sayang. Itu sebabnya dia jadi begitu. "

"Menurutmu begitu? "

"Hmm, bisa ku pastikan itu. " Bayu merangkul Wulan untuk kembali duduk. Untuk kembali menikmati waktu berdua mereka yang tadi sempat terganngu oleh Senja.

"Tapi aku kasihan padanya, Bayu. Baru kali ini aku mendengar semua keluh kesahnya tentang jati dirinya. Dia seperti tidak bisa menerima kalau dia itu memang berbeda. "

Bayu mengusap usap punggung tangan Wulan mencoba menyalurkan energi positif agar istri cantiknya itu tak lagi terbawa suasana.

"Tidak kusangka ternyata selama ini dia memendam semuanya. Ternyata selama ini dia sangat tersiksa, Bayu., " ucap Wulan lagi.

"Tidak sayang. Tidak begitu. Putri kita hanya sedang marah. Nanti kalau amarahnya sudah mereda dia pasti akan bisa berpikir jernih lagi. "

"Hmm, kasihan dia. Sejak kecil tertutup dari dunia. Tidak pernah mengenal siapapun selain kita dan bibi Fatma. Hufhh.. " Hela nafas Wulan cukup menggambarkan betapa ia juga sedih dengan nasib putrinya.

"Semoga suatu saat nanti ada orang yang bisa tulus mencintainya dan menerima dia apa adanya. "

"Ada, pasti ada, " ucap Bayu mengamini harapan istrinya.

Bersambung..

Sudah episod 16 nih, kok masih sepi aja.. Tolong donk dukungannya, supaya karya ini tetap berlanjut.

Buat yang udah singgah, please banget tinggalin jejaknya yaa.. Like, komen, rate, apapun itu. Author sangat berterimakasih

Terpopuler

Comments

Ujung Harapan

Ujung Harapan

semangat Thor

2023-07-03

0

Muhammad Febriansyah

Muhammad Febriansyah

semangat thor,jan lupa jaga kesehatan kalo badan nys sehat up nya juga banyak,hahaha wkwkw.

2023-04-14

1

Fatonah Fatonah

Fatonah Fatonah

lanjut Thor. semangat terus

2023-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tentang Dirga
2 02. Pertemuan kedua
3 Semakin penasaran
4 Bertemu seseorang
5 Kecewa
6 Di hantui bayangan
7 Dia menyebut namaku
8 Kegelisahan Senja
9 Bayu samudra pulang
10 Lagi-lagi terkejut
11 Semakin komunikatif
12 Penjelasan Queenzi
13 Merasa bodoh
14 Menyatakan Cinta
15 Apa itu tadi..?
16 Ada apa dengan Senja
17 Ada apa dengan Senja, 2
18 Membuka hati
19 Kejadian tak terduga
20 Aku harus apa sekarang?
21 Serangan mendadak
22 Mencoba melupakan
23 Sama-sama tersiksa
24 Tak sanggup lagi
25 Semakin banyak tahu
26 Rasa penasaran Queen
27 Di terima dengan baik
28 Tamu istimewa
29 Kencan pertama
30 Tak sengaja bertemu
31 Bertukar energi
32 Melihat secara langsung
33 Pesan Ayah
34 Interogasi yang menyudutkan
35 Tentang restu orang tua
36 Tegas tapi bijaksana
37 Paus terdampar
38 Khawatir
39 Makan malam yang menegangkan
40 Perdebatan sengit
41 Lolongan panjang
42 Bekerja sama
43 Nostalgia
44 Cemburu
45 Rahasia masa lalu
46 Berjuanglah, Nak.
47 Dress hitam pembunuh rindu
48 Kesabaran ku setipis tisu
49 Bayu samudra sakit
50 Gazebo
51 Tak canggung lagi
52 Melemaskan otak
53 Lama tak bertemu
54 Operasi plastik
55 Sebelum pergi
56 Pagi yang indah
57 Senja yang bijaksana
58 Bertemulah dengannya
59 Bicara baik-baik
60 Kepergian Bayu Bamudra
61 Akhirnya mengalah
62 Bekerja sama lebih solid
63 Senja yang makin bijaksana
64 Senang melihatmu bahagia, Nak
65 Hiburan tersendiri
66 Maaf, Ibu
67 Menahan emosi
68 Maaf dan terimakasih
69 Realita tak seindah ekspektasi
70 Ambisi tingkat tinggi
71 Bukan hal yang mudah
72 Hanya pertanda
73 Sakit yang kian menggigit
74 Mencari bantuan
75 Tentang mistis
76 Energi positif
77 Teman masa kecil
78 kenang-kenangan
79 Fakta mengejutkan
80 Dukungan penuh
81 Bukan urusanku
82 Memberi peringatan
83 Dia bukan manusia
84 Lolongan kesakitan
85 Hilang kendali
86 Antara hidup dan mati
87 Pengorbanan terbesar
88 Dewa penolong
89 Cakrawala Leonil Aksa
90 Usaha yang sia-sia
91 Teman baru
92 Kembali menghangat
93 Merindu
94 Melepas rindu
95 Wulan sakit
96 Meminta restu
97 Telepati
98 Perundungan
99 Semakin parah
100 Telepati, 2
101 Tertangkap basah
102 Janji suci
103 Semangat baru
104 Kabar baik dan buruk
105 Selamat jalan, Ayah ... Ibu
106 Pengumuman
Episodes

Updated 106 Episodes

1
01. Tentang Dirga
2
02. Pertemuan kedua
3
Semakin penasaran
4
Bertemu seseorang
5
Kecewa
6
Di hantui bayangan
7
Dia menyebut namaku
8
Kegelisahan Senja
9
Bayu samudra pulang
10
Lagi-lagi terkejut
11
Semakin komunikatif
12
Penjelasan Queenzi
13
Merasa bodoh
14
Menyatakan Cinta
15
Apa itu tadi..?
16
Ada apa dengan Senja
17
Ada apa dengan Senja, 2
18
Membuka hati
19
Kejadian tak terduga
20
Aku harus apa sekarang?
21
Serangan mendadak
22
Mencoba melupakan
23
Sama-sama tersiksa
24
Tak sanggup lagi
25
Semakin banyak tahu
26
Rasa penasaran Queen
27
Di terima dengan baik
28
Tamu istimewa
29
Kencan pertama
30
Tak sengaja bertemu
31
Bertukar energi
32
Melihat secara langsung
33
Pesan Ayah
34
Interogasi yang menyudutkan
35
Tentang restu orang tua
36
Tegas tapi bijaksana
37
Paus terdampar
38
Khawatir
39
Makan malam yang menegangkan
40
Perdebatan sengit
41
Lolongan panjang
42
Bekerja sama
43
Nostalgia
44
Cemburu
45
Rahasia masa lalu
46
Berjuanglah, Nak.
47
Dress hitam pembunuh rindu
48
Kesabaran ku setipis tisu
49
Bayu samudra sakit
50
Gazebo
51
Tak canggung lagi
52
Melemaskan otak
53
Lama tak bertemu
54
Operasi plastik
55
Sebelum pergi
56
Pagi yang indah
57
Senja yang bijaksana
58
Bertemulah dengannya
59
Bicara baik-baik
60
Kepergian Bayu Bamudra
61
Akhirnya mengalah
62
Bekerja sama lebih solid
63
Senja yang makin bijaksana
64
Senang melihatmu bahagia, Nak
65
Hiburan tersendiri
66
Maaf, Ibu
67
Menahan emosi
68
Maaf dan terimakasih
69
Realita tak seindah ekspektasi
70
Ambisi tingkat tinggi
71
Bukan hal yang mudah
72
Hanya pertanda
73
Sakit yang kian menggigit
74
Mencari bantuan
75
Tentang mistis
76
Energi positif
77
Teman masa kecil
78
kenang-kenangan
79
Fakta mengejutkan
80
Dukungan penuh
81
Bukan urusanku
82
Memberi peringatan
83
Dia bukan manusia
84
Lolongan kesakitan
85
Hilang kendali
86
Antara hidup dan mati
87
Pengorbanan terbesar
88
Dewa penolong
89
Cakrawala Leonil Aksa
90
Usaha yang sia-sia
91
Teman baru
92
Kembali menghangat
93
Merindu
94
Melepas rindu
95
Wulan sakit
96
Meminta restu
97
Telepati
98
Perundungan
99
Semakin parah
100
Telepati, 2
101
Tertangkap basah
102
Janji suci
103
Semangat baru
104
Kabar baik dan buruk
105
Selamat jalan, Ayah ... Ibu
106
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!