"Bisakah kau mengenalkanku padanya? "
"Uhuk, uhuk, " Permintaan Dirga sontak langsung membuat Arya yang sedang menyeruput air kelapa muda menjadi tersedak.
"Berkenalan dengan Senja? kau serius? "
"Iya, kenapa memangnya, apa itu salah? "
Arya menggelengkan kepalanya.
"Tidak salah, Dirga. Aku hanya merasa aneh saja. Aku yakin di luar sana ada banyak gadis yang sangat ingin mengenalmu, tapi kau malah ingin mengenal gadis aneh itu." Arya tak dapat menutupi rasa herannya.
Dirga memandang ke laut lepas dengan pandangan yang sulit di mengerti.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku benar-benar di buat penasaran oleh gadis itu, dan menurutku dia itu sebenarnya sangat manis yah walaupun sedikit menyeramkan. " Ucap Dirga sambil sedikit tersenyum.
"Manis?"
"Hmm, " Dirga langsung mengangguk.
" Betulkan dia itu sebenarnya sangat manis?"
Arya semakin di buat tercengang dengan kalimat-kalimat Dirga
"Yah mungkin, kalau dia mau sedikit tersenyum. Tapi sayangnya dia pernah mau tersenyum. "
"Kau tenang saja, aku pasti bisa membuatnya tersenyum, " jawab Dirga mantap dan penuh keyakinan.
"Cih yakin sekali kau, bibir Senja itu terlalu kaku untuk tersenyum. Mana mungkin kau bisa melakukannya, " Ledek Arya tanpa bermaksud meragukan kemampuan Dirga. Namun yang ia tahu, Senja adalah gadis tanpa ekspresi yang sangat sulit untuk tersenyum.
"Kita lihat saja nanti, yang penting sekarang kau bantu aku kenalan dengannya. " Dirga bangkit dari duduknya.
"Sekarang? "
"Tentu, kapan lagi memangnya. "
"Tunggu dulu, Dirga. Kau ini sebenarnya hanya sekedar penasaran atau memang sudah jatuh cinta sih?"
"Hmm iya, aku hanya penasaran. Aku memang benar-benar hanya ingin tahu saja. " kembali Dirga terlihat gugup.
"Tapi kenapa aku merasa rasa penasaranmu itu berlebihan yaa. Jangan-jangan.. "
"Arya, Ayolah. Jangan berpikir yang bukan-bukan. Aku hanya ingin mengenalnya. " Sekali lagi berusaha meyakinkan, meski dia sendiri sebenarnya tidak yakin.
"Yah, baiklah. Lama tidak bertemu denganmu, aku rasa kau juga jadi semakin aneh, " Mau tidak mau Arya juga ikut beranjak meski sambil mengomel.
Kedua pria itu lantas berjalan menuju bibir pantai dimana Senja dan ibunya sedang menikmati pemandangan laut.
"Apa dia tidak berselancar? biasanya dia selalu berselancar? " tanya Dirga sambil berjalan.
"Entahlah, mungkin dia sedang sakit. Setahuku kalau dia tidak bermain selancar ya berarti dia sedang tidak enak badan."
"Ohh, apa dia sering begitu? "
" Maksudmu? " Arya memperjelas maksud pertanyaan Dirga
"Apa dia sering sakit? kau bahkan sampai hapal kalau dia tidak berselancar berarti sedang sakit."
"Ya begitulah, " Hanya itu jawaban Arya. Dia sendiri bingung harus bagaimana menjelaskan kannya. Senja memang aneh, tapi selama ini dia tak pernah ambil pusing dengan semua keanehannya. Karena toh semua itu bukan urusannya dan sama sekali tidak mengganggunya, jadi kenapa harus pusing-pusing memikirkannya.
Tapi berbeda dengan Dirga, sejak melihat Senja dan sadar akan keanehannya, pria dengan tatapan tajam namun memabukkan itu sudah di buat penasaran. Meski awalnya takut, tapi kini justru berubah jadi ingin tahu.
Dirga dan Arya sudah sampai di dekat Wulan dan ibunya berdiri. Arya yang menyapa terlebih dahulu karena memang dia yang lebih mengenal keduanya.
"Bibi, Senja. "
Keduanya langsung menoleh mendengar sapaan Arya.
"Ya, Arya. Ada apa? " Suara lembut Nawang Wulan berbaur dengan gemuruh ombak yang kebetulan sedang menepi.
"Anu, ini, Bi. Temanku ingin berkenalan dengan Senja dan juga Bibi tentunya."
Wulan langsung faham siapa yang di makaud Arya, namun tatapannya yang tadinya ramah berubah menjadi tajam, seolah tidak suka ada yang ingin mengenal anaknya.
Wanita paruh baya namun masih terlihat sangat cantik itu kemudian menatap anaknya, dan yang di tatap acuh tak acuh bahkan langsung membalikan mukanya kembali menghadap lautan lepas.
"Maaf, sepertinya dia tidak ingin berkenalan dengan siapapun. " Penolakan yang sangat halus di lontarkan oleh wanita itu.
Dan itu tentu membuat Arya dan Dirga merasa tidak enak hati. Terlebih Dirga. Dia merasa seperti sampah tidak berguna yang bahkan membuat Senja tidak ingin melihatnya.
"Bbi tenang saja. Dia ini temanku. Dia sama sekali tidak bermaksud mengganggu Senja. Dia hanya ingin mengenalnya. " Karena merasa tidak enak pada Dirga, Arya mengambil inisiatif untuk meyakinkan ibunda Senja.
Ibunda Senja tampak bingung. Ia sudah menolak tapi Arya masih memaksa. Ia kemudian berusaha bicara pada Senja.
"Senja, temannya Arya ingin kenalan denganmu. Apa kau mau? "
"Dia sudah tau namaku. " Senja menjawab datar dan tanpa menoleh.
Mendengar itu Nawang Wulan kemudian menatap Arya dan Dirga.
"Kalian dengar sendiri kan? Senja tidak ingin berkenalan dengan siapapun. "
Arya sebagai perantara bagi kedua belah pihak benar-benar merasa bingung. Sejujurnya meski tahu Senja itu dingin dan pendiam, tapi dia tidak menyangka reaksinya akan seperti itu. Tiba-tiba ia menjadi iba pada Dirga.
"Baiklah, Bibi. Tidak apa kalau Senja tidak mau. Mungkin lain waktu kami coba lagi. " Melirik pada Dirga yang wajahnya nampak kemerahan. Arya tau kalau Dirga pasti kesal sekali sekarang.
"Ya sudah kalau begitu, kami pamit dulu. Bibi. "
Wulan mengangguk "Ohya, kami juga sebentar lagi pulang. Sudah hampir gelap. "
Arya langsung menarik Dirga untuk pergi dari situ. Memalukan sekali ingin berkenalan dengan seseorang tapi orang itu tak sudi mengenal kita.
"Sial ! angkuh sekali dia. Ini sudah kedua kalinya dia menolak berkenalan denganku. Dasar gadis sombong ! " Sambil berjalan Dirga tak henti hentinya mengumpat.
"Sabar, Dirga. Jangan tersinggung, Senja memang begitu. Kan sudah ku jelaskan dari awal"
"Bagaimana tidak tersinggung, Arya. Dia terang-terangan menolakku. Bahkan melihatku saja dia tidak mau. "
"Ya mau bagaimana lagi, kan kau juga sudah tahu kalau dia memang begitu. "
Dirga terdiam. Dadanya bergemuruh menahan kesal. Bahkan kencangnya melebihi gemuruh ombak. Dia tak habis pikir, apa kurangnya dia sampai gadis itu berani menolak berkenalan dengannya. Padahal selama ini, tanpa perlu bersusah payah, banyak para gadis yang ingin kenal dan menjadi kekasihnya. Tapi gadis ini
"Akkhhh..!" Teriaknya kencang sambil menendang botol plastik bekas air mineral yang kebetulan berada di dekatnya. Untung saja tidak sampai mengenai siapapun.
Teriakan Dirga dan reaksinya menendang botol tentu membuat Arya terkejut bukan main. Bahkan benerapa orang sekitar juga sempat melihat dengan pandangan heran.
"Dirga. Tenanglah, jangan seperti itu. Kau mempermalukan dirimu sendiri. " Arya menepuk nepuk pundak Dirga untuk sekedar memberi dukungan.
Arya tahu betul, sejak kecil Dirga selalau bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan. Jika ada satu saja keinginnya yang tidak terkabul, maka dia pasti akan menjadi emosional seperti ini.
Dirga tak menyahut. Ia terus berjalan cepat menuju gazebo dan langsung menyeruput habis air kelapa yang tadi belum sempat di minumnya. Tenggorokannya terasa seperti tercekik.
Entah kenapa Dirga merasa penolakan Senja sama menyakitkannya dengan penghianatan Queenzi. Padahal kan Senja hanya tidak mau kenalan dengannya. Senja toh bukan kekasihnya yang memanfaatkannya dan berselingkuh dengan pria lain. Tapi kenapa rasanya semenyakitkan ini yaa..
Di sampingnya Arya hanya memperhatikan dengan pandangan iba. Pria yang biasanya berdidir tegak dan gagah seperti menara sekarang terlihat begitu menyedihkan. Tak ubahnya pecundang.
Arya lalu duduk di samping Dirga dan kembali menepuk pundak Dirga.
"Dengar kan aku, Dirga, " ucapnya dengan nada cukup serius.
"Aku tidak tahu maksudmu mendekati Senja itu apa. Tapi yang jelas, Senja itu memang tak pernah mengenal pria dan apalagi punya kekasih. Jadi kalau kau berhasil mendapatkan nya, maka kau akan jadi pria pertama yang bisa memilikinya. Atau bahkan mungkin menjamah nya. "
Dirga langsung menoleh. Perkataan Arya seperti cambuk bagianya yang kembali melecut semangatnya.
Arya benar. Senja itu tak pernah mengenal pria. Jadi mungkin wajar kalau dia bersikap seperti itu. Tapi aku yakin aku pasti bisa mengenalnya lebih jauh.
Dirgantara tersenyum tipis membayangkan apa yanga ada di fikirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ujung Harapan
anaknya Ardiansyah sama Maya bukannya cewe Thor?? dulu waktu masih bayi Wulan sama Bayu melihat anaknya Dian bilangnya melihat putrinya Maya Dian
2023-07-03
1
Endang Sri sugiarti
d tunggu ya.
2023-02-16
1
Endang Sri sugiarti
kapan dong la jutanx Mas Raga
2023-02-16
1