Nayra yang sadar Queen sangat marah padanya hanya mampu tertunduk menghindari tatapan tajam gadis itu yang seolah hendak merobek wajahnya.
Masih terbersit tanya di benak Nayra tentang apa yg terjadi antara atasannya dan Queenzi. Kalau memang tadi mereka bertengkar, seharusnya dia mendengar pertengakran itu sehingga mengurungkan niatnya untuk mengetuk.
'Tapi ini tidak ada suara sama sekali. Tapi kalau tadi mereka sedang bermesraan lantas kenapa sekarang Pak Dirga malah mengusir Nona Queen? '
Sambil menunggu Dirga memeriksa dan menandatangani berkas yang ia bawa, hati Nayra terus saja berspekulasi.
"Lain kali iangan biarkan siapapun masuk ke ruanganku tanpa seizinku. "
Selesai menandatangani, Dirgantara kembali memeberi titah yang lagi-lagi membuat Nayra terlonjak kaget. Namun meski begitu, ia cukup mendengar dengan jelas apa mandat dari Bos tampannya itu.
"Baik, Tuan. Tapi kalau Nona Queen---"
"Ya, termasuk dia juga. " Potong Dirga sebelum Nayra sempat melanjutakan kalimatnya.
"Oh, baiklah. Tuan. " Menjawab dengan wajah bingung
Dirga menatap sekertarisnya sejenak. Dan seolah paham apa yang ada di pikiran gadis itu, Dirga pun berusaha menjelaskan.
"Aku sudah tidak bersama Queen lagi. "
"Apa ! kalian sudah putus? " pertanyaan spontan yang keluar dari mulut Nayra. Gadis itu sangat terkejut mendengar ucapannya Bos nya. Saking terkejutnya ia sampai keceplosan mengatakan itu. Untung saja dia langsung tersadar dan langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"Maaf, Tuan. Maksud saya---"
"Ya betul. Saya sudah putus dengan Queen. Jadi mulai sekarang dia tidak bisa lagi keluar masuk seenaknya di ruanganku. Atau kalau perlu di kantorku ini. "
"Baik, Tuan. Saya mengerti. Saya tidak akan bertanya lagi. "
Nayra mengangguk dalam-dalam kemudian pamit undur diri dari ruang kerja si Bos tampan. Meski di hatinya masih penasaran kenapa Bos Dirga bisa putus, tapi dia tidak mungkin menanyakan itu. Baginya kalau Tuan Dirga sudah memberi mandat, maka itu yang harus di laksanakan.
"Huufhh.. "
Dirgantara menghela nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarlannya dengan cukup kasar. Suara desah nafasnya bahkan sangat jelas terdengar.
Pria itu gusar. Ia bingung, tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Quennzi.
Tidak mengerti kenapa masih begitu agresif melihat Queenzi. Pria itu nerharap itu hanya sekedar nafsunya sebagai pria normal, bukan karena perasaannya yang masih memcintai gadis itu.
'Tapi kalau aku memang sudah benar-benar tidak menyukainya, harusnya aku juga tidak akan semudah itu tergoda.'
'Ada apa denganku? apa benar aku sudah tidak mencintai Queen? tapi kenapa dadaku masih berdebar tadi?
"Aaakhh..! " Dirga menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi, lalu kemudian melipat tangannya dan menjadikan tangannya sebagai penyangga kepala
Tiba-tiba ia merasa sangat bodoh. Sesaat tadi saat Queenzi mengatakan masih sangat mencintainya Dirga sempat mempercayainya. Dia bahkan bahkan berdebar mendengar itu. Untung saja Nayra datang menyadarkannya.
Kalaupun benar Queenzi masih sangat mencintainya, kalaupun benar gadis itu tidak pernah berselingkuh dengan pria manapun, tapi tetap saja Dirga sudah terlanjur sakit hati saat mendengar kata-kata Queenzi waktu itu.
Dan kalaupun benar gadis itu hanya sekedar bercanda, tapi tetap saja itu sangat menciderai perasaan Dirga. Ia merasa menjadi pria bodoh dan harga dirinya merasa di injak-injak.
"Queen, harusnya kau tidak pernah mengatakan itu. Karena itu sudah ku anggap sebagai kesalahan besar. Kalaupun aku bisa memaafkan mu. Tapi aku tetap tidak akan bisa kembali padamu. Apalagi sekarang sudah ada---"
Dirga berhenti sejenak dari monolognya
"Senja... " pelan tapi pasti menyebut nama itu
"Iya, benar, bukankah aku sudah tertarik pada gadis itu? aku bahkan merasa sudah jatuh hati padanya. Tapi kenapa saat Queen datang tadi aku menjadi goyah? "
Dirga sudah persis seperti orang dengan gangguan jiwa, bicara sendiri. Di jawab sendiri. Hatinya benar-benar berkecamuk saat ini. Ia sedang berusaha meyakinkan perasaannya sendiri.
Pria itu kemudian memejamkan matanya. Menenangkan pikirannya. Supaya dia bisa fokus menentukan pilihan. Siapa sebenarnya yang ia sukai saat ini, Queen atau Senja?
Dan saat mata terpejam sempurna. Yang ada di benaknya, yang ada kepalanya yang ada di pelupuk matanya adalah Senja. Bayangan gadis itu cukup nyata berada di di fikirannya, bahkan saat ini iya yakin kalau gadis itu juga sudah berhasil merajai hatinya.
Dirga membuka kembali netranya lalu tersenyum cukup damai. Ia sudah sangat yakin dengan perasaannya saat ini.
Rasa cintanya pada Queen memang sudah tak lagi ada. Dan apa yang baru saja terjadi tadi semata-mata hanya karena ingatan masalalunya dan nafsu sesaat. Tidak lebih dari itu
Dirga yakin posisi Queen saat ini sudah di gantikan oleh Senja. Meski Senja sendiri belum benar-benar jadi miliknya. Tapi Dirga yakin dia bisa memenangkan hati gadis polos itu. Dan dia akan berusaha keras untuk itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
endang
digoda gitu aja dirga lgs nafsu laki laki kok plin plan
2023-09-09
1
Fatonah Fatonah
semangat terus Thor. cerita nya bagus keren
2023-03-07
1