Pagi-pagi aku terbangun dengan alarm yang biasanya ku atur pada jam 6:30. Tapi aku baru sadar jika sekarang sudah memasuki hari sabtu, yaitu salah satu hari libur di akhir pekan.
Aku bangun dan beranjak dari kasur untuk langsung duduk di depan layar monitor. Lalu menekan tombol power mesin komputer ku dan bersiap untuk bermain game atau melihat beranda sosmed.
Tetapi sebelum itu aku berniat untuk mandi terlebih dahulu. Ketika aku hendak masuk kamar mandi,
...[TINUNGGG TINUNGGG]...
Tiba-tiba bel di kamarku berbunyi seperti ada seseorang yang menekannya dari luar, "Hmm tamu di pagi hari? sangatlah langka."
Kemudian aku berjalan ke pintu depan untuk membuka pintu. Awalnya aku berfikir kalau itu adalah seseorang yang tidak ku kenal, namun ketika kubuka . . . .
...[KRITTTTTT]...
"Pagi Nico, aku membawakan mu sarapan" ternyata itu adalah Hana dari sebelah.
"Apa aku sedang bermimpi?" aku menampar wajahku sembari memandangi makanan itu.
"Hahahaha, sudahlah. Ini aku membuat rotinya kelebihan, maka itu akan kuberikan kepadamu sisanya." Hana memberikanku sarapan roti yang dilihat sangatlah lezat sekali.
"Tapi kamu sendiri sudah makan kan?" tanya ku.
"Tidak akan kuberikan jika aku masih lapar. Cepatlah makan, aku tahu kalau kamu pasti belum makan apa-apa" Hana sangat perhatian.
Aku tersenyum sembari melihat roti ini, "terimakasih Hana, kamu adalah orang pertama selain keluarga yang sangat perhatian kepadaku."
"Eh?" Hana terkejut.
"Aku pasti akan menikmati roti ini . . . ." lalu ketika aku melihat Hana, wajahnya sudah memerah sembari memandangiku.
"Hana?" cek ku.
"Eh . . .eh . . .t . . .tidak, ya ya ya silahkan dinikmati ahahahahaha" lalu Hana dengan cepat berlari dan kembali ke dalam apartemennya.
"Aneh. Tapi dia imut" heran ku, "baiklah saatnya makan" kemudian aku kembali ke dalam apartemen.
Sementara itu dari balik pintu depan apartemen Hana. Hana merunduk dengan wajah merahnya, dia memegangi wajahnya seperti merasakan sesuatu.
"A . . .apa yang barusan dia katakan . . . ." jantung Hana berdetak kencang.
Lalu di kamar, aku menikmati sarapan itu sembari mengecek beranda sosmed ku. Akhirnya untuk kali ini, aku melihat Cristiano Ronaldo kembali mengangkat trofi nya setelah ia sudah lama bermain di liga Arab.
"Wew, ternyata fisik tidak mengenal usia sama sekali" kagum ku.
Selang beberapa waktu, ketika aku sudah makan dan bosan mengecek beranda sosmed. Aku mendapatkan notifikasi dari seseorang yang tidak dikenal.
"Hmm, tumben sekali. Siapa yang menyebar akun sosmed ku?" heran ku.
Lalu aku melihat notifikasi dari orang itu, "for MN."
"Interesting" kemudian aku meng-klik kanan mouse ku ke notifikasi itu.
Lalu terbukalah sebuah pesan yang ternyata dari sekolah, "apa ini?"
"Surat Undangan Festival Infamous tahun ini."
"Ouh, hanya surat undangan. Ayah sudah memberitahuku sebelumnya."
Aku membaca keseluruhannya dan berniat untuk mengikuti festival itu sesuai perintah ayah. Awalnya aku tidak ingin ikut, tetapi ketika bintang tamunya ada, "Justin Bieber!"
Seketika aku langsung semangat dan tidak sabar menunggu festival itu nanti. 6 bulan lagi sampai menuju festival, banyak kegiatan yang harus kujalani terlebih dahulu.
Tetapi aku berniat untuk mencari followers dengan membuat konten terus menerus sampai aku dapat melampaui followers kakakku sendiri, Akira.
"Baiklah, sudah waktunya mandi" kemudian aku meninggalkan komputer ku yang masih menyala dan langsung beranjak dari kursi.
Aku juga ingin mencuci piring bekas sarapan roti ku yang diberikan Hana sebelumnya. Setelahnya aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tetapi ketika aku sedang di dalam kamar mandi. Notifikasi dari komputer ku muncul, dan itu adalah dari kakak. Tapi satu notifikasi muncul lagi, dan ternyata itu adalah notifikasi dari salah satu sponsor sekolah.
...[Beberapa menit kemudian]...
"Huaahhh, segarnya" aku sedang mengeringkan rambutku dengan handuk.
Aku yang baru sadar jika komputer ku aktif sedari tadi, seketika aku langsung menuju depan monitor dan mengecek sesuatu jika ada yang terjadi selama aku mandi.
"Eh, notifikasi?" aku membuka pesan setelah ku klik notifikasi yang masih mengambang di desktop.
"2 pesan belum dibaca"
"Dari kakak dan dari . . . ." setelah ku analisa asal dari pesan itu, "sponsor sekolah? pemerintah?" seketika aku terkejut dan langsung mementingkan untuk membuka pesan itu terlebih dahulu.
"Maaf kakak, aku sayang denganmu. Tapi ada sesuatu yang belum pernah kulihat sebelumnya."
Setelah kubuka, aku membaca keseluruhan isi pesan itu :
"Yth. Mikhail Nico"
"Festival Infamous dari sekolah Infamous akan diselenggarakan 6 bulan lagi. Dengan hormat, kami mengundangmu bersama selebritis lain untuk menghadiri festival ini menanti."
"Tetapi disini kami dengan hormat, mengundangmu bukan sebagai murid dari sekolah Infamous ini. Melainkan sebagai selebritis juga dengan akun sosmed mu yang sudah mencapai -- juta itu."
"Maka itu dengan hormat, kami tetap akan merahasiakan identitas mu sebagai . . . ."
Aku membaca keseluruhan dan seketika membuatku melupakan pesan dari kakak sebelumnya.
Kemudian ekspresi ku berubah yang tadinya ingin bersenang-senang, menjadi mode sosmed ku dan membuat story di sosmed. Lalu aku mengambil helm dari laci bawah kabinet, kemudian aku mengambil foto wajahku dan di share di story sosmed ku dengan caption, "Tebak siapa yang diundang ke suatu festival?"
Setelah itu aku kembali meletakkan helmku di dalam laci untuk disembunyikan dari orang-orang. Aku berharap Hana juga tidak tahu identitas ku sampai festival nanti. Aku berharap mereka semua tidak tahu identitas ku, yaitu "@secondson"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments