"Huff, baiklah tarik nafas mu Nico" dengan menghela nafas, aku berdiri di depan pintu apartemen Hana.
...[KRITTTTTT]...
Pintu dibukakan oleh Hana, "Nico, cepatlah sudah mau mulai" dia langsung menarik tanganku.
"O . . . oke" aku ikut saja apa yang dia suruh.
Akhirnya aku berada di ruang tamu apartemen Hana yang dekorasinya sangatlah rapih. Kamar wanita pasti selalu bersih dan wangi.
"Duduk saja di sofa Nico, aku akan mengambil popcorn" Hana mendorongku dan menyuruhku duduk.
Setelah aku duduk, kemudian aku mengecek ponselku sembari menunggu acaranya mulai. Aku melihat beranda sosmed yang isinya kali ini bukanlah tentang kakakku, melainkan seleb yang ku follow, yaitu Justin Bieber.
"Wah, JB sedang melakukan konser secara livestream di sosmednya" pukau ku.
"Oalah, kamu suka Justin Bieber toh" Hana melihat ponselku dari belakang.
"Oh jelas, aku suka beberapa albumnya."
Hana mengganti ekspresi wajahnya, "kupikir kamu akan terkejut tadi."
"Eh? maksudmu?" heran ku.
"Lupakan, ini dia popcorn nya. Dan ini kuberikan minuman untukmu." Hana memberikan minuman untuk ku.
Sedangkan popcorn nya satu untuk berdua.
"Baiklah kau siap?" Hana mematikan lampu, lalu ia mengganti channel di tv-nya.
"Hmm baiklah."
Aku berusaha untuk menonton dengan santai, tetapi Hana duduk di sebelahku dengan pakaian kasualnya. Aku sedikit melirik wajahnya, tapi aku mencoba untuk fokus melihat ke tv.
"AKHIRNYA SUDAH MULAIIII" Hana girang.
Lalu sinetron yang sering ditonton oleh Hana pun akhirnya dimulai juga. Ternyata pemeran dari sinetron ini memang benar berasal dari kelas kami, yaitu Erika Violet dan Hugo Seiba.
Meski aku tidak terlalu mengenal Hugo, tetapi aku masih mengingat wajah yang familiar di kelasku. Dan sekarang aku hanya akan menikmati ceritanya saja.
"Lihat-lihat," Hana menunjuk seseorang, "itu Hugo, pacarnya Erika" sembari makan popcorn.
"iya-iya aku tahu. Mereka pacaran hanya di sinetron kan?" tanya ku sembari ikut makan popcorn nya.
"Begitulah, aku harap mereka berdua juga pacaran di kelas" girang Hana.
"Rada mustahil" tanggapanku.
Seiring waktu kami menikmati ceritanya, popcorn semakin sedikit. Ceritanya semakin membuatku mengantuk jika tanpa makanan. Lalu aku mengambil 1 popcorn yang tersisa di piring.
Ketika aku mengambil dan mengangkatnya, "Eh?"
"Eh?"
Kami berdua saling bertatapan karena sama-sama mengambil popcorn yang tersisa di piring itu.
"Eh untukmu saja" aku memberikannya kepada Hana.
"Tidak tidak kamu pasti lapar, makan saja" Hana kembali membalikkan popcorn nya.
"Aku sudah cukup, untukmu saja" aku masih menekan dan mendorongnya ke Hana.
"Sudahlah . . ." semakin ditekannya popcorn itu, membuat tangan kami lepas dari popcorn nya.
"Ahh" Hana terjatuh ke badanku.
"Eh?" aku merasa sensasi yang tidak biasa.
Hana baru saja terjatuh ke badanku dan membuatku seketika tidak bisa berpikir cepat apa yang harus kulakukan.
"Ahh maaf, Nic--" Hana yang mengangkat badan dan wajahnya, ia memandangi wajahku, "Nico . . . ."
"Hana . . . ." kami saling bertatapan mata ke mata.
Entah secara otomatis badanku mendekati wajahnya dan ia juga merespon yang sama, yaitu saling mendekatkan.
...[KRINGGGG]...
Dering telepon ponselku berbunyi. Seketika membuat kami berdua sangat terkejut dan aku langsung mengambil ponselku.
"Ya, halo?" aku mengangkat telponnya.
"Nico, seharusnya kau tahu mengapa aku menelpon mu" ternyata itu adalah ayah yang menelpon.
"Sebentar," aku menahan telponnya untuk memberitahu Hana, "Hana maaf ini telepon penting, bolehkah aku kembali ke kamarku?"
"Eum . . . ya . . .ya tentu saja" wajah Hana masih memerah semenjak kejadian tadi.
Setelahnya aku langsung kembali ke kamar untuk mendengarkan apa yang akan ayah bicarakan.
Hana yang masih tidak bisa melupakan kejadian barusan membuatnya tidak bisa tenang. Wajahnya masih memerah sembari memegangi bantal untuk menutupi wajahnya, "bodoh."
...[Sementara aku di kamar]...
"Oke maaf, lanjutkan."
"Maaf jika aku juga jarang menghubungimu, aku dengar kau juga sudah masuk ke sekolah Infamous. Maka itu aku ingin berbicara sebentar saja."
"Silahkan ayah" aku siap mendengarkan.
"Setiap tahunnya sekolah itu mengadakan acara festival besar-besaran bahkan sampai mengundang banyak influencer dan artis juga. Tetapi akibat festival tahun kemarin, beberapa masalah selalu saja berdatangan kepadaku semenjak kejadian itu."
"Apa yang terjadi dengan festival tahun lalu?" tanyaku.
"Aku tidak ingin membicarakannya, tetapi suatu saat akan kuberitahu."
"Baiklah kembali ke pertanyaan."
"Nah, festival tahun ini akan diselenggarakan pada bulan Desember, atau sekitar 6 bulan lagi sampai festival diselenggarakan."
"Apa hubungannya dengan ku dan festival itu?" tanyaku kembali.
"Intinya aku hanya ingin kau harus ikut festival itu saja. Ikuti banyak lomba dan jadilah juara. Setelah itu kau boleh melakukan apa yang kau lakukan."
"Sepertinya ayah memberikan saran ini dari kakak bukan?"
"Tentu bukan."
Kemudian aku sedikit berpikir pikir untuk festival itu, "Bagaimana keadaan kakak?"
"Dia sering mengunjungi kantor ayah. Aku senang ia suka berkunjung."
"Aku tidak ke sana bukan berarti tidak sayang ayah ok?" dengan nada kesal.
"Ya ya tenanglah nak, apa yang kau lakukan sekarang?" tanya Mr. Mikhail.
"Sekarang?" kemudian aku kembali sadar bahwa aku baru saja meninggalkan kamar Hana, "oiya, ayah. Jika tidak ada yang penting lagi, aku ingin melanjutkan kegiatan ku."
"Ya, bersenang-senanglah." Lalu ayah mematikan telponnya.
Setelah aku kembali menaruh ponselku ke dalam saku, aku hendak ingin kembali ke kamar Hana. Namun aku seketika ingat momen saat popcorn habis barusan, "sial, apa yang tadi kulakukan!!??"
Lalu aku mengurungkan niat untuk kembali ke sana. Mungkin aku akan membuat alasan jika aku sebelumnya ketiduran, maka itu aku bisa menutup rasa malu kejadian tadi di kasurku.
"Baiklah, sudah waktunya ke kasur dan teriak."
Lalu aku berjalan masuk ke pintu kamar, berbaring, lalu . . . . "WAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!" aku berteriak dalam pikiranku dan berharap aku melupakan kejadian sebelumnya.
Dan aku juga berharap reaksi dari Hana tidaklah membuat dia terganggu dengan apa yang sebelumnya kita lakukan.
Daripada aku memikirkan hal itu terus, lebih baik aku tidur dengan menyetel musik di headset ku.
"Baiklah Justin Bieber, bikin aku tidur dengan lagu mu" lalu aku menekan tombol play di ponselku dan tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments