...[KRINGGGG]...
Bel istirahat berdering. Aku sudah memiliki janji dengan Touré untuk ke atap sekolah. Dan aku juga sudah meminta Hana untuk memantau orang-orang yang berada di sekitar Leo. Maka itu aku harus bertemu dengan Touré terlebih dahulu untuk bahas lebih lanjut mengenai pemantauan yang ia semalam lakukan di sekitar rumah Leo.
Kemudian aku berjalan ke tangga atap dan membuka pintu, "Nico, aku sudah menunggu mu."
"Apa aku telat?"
"Tidak, bahkan lebih cepat."
"Baiklah" aku menutup pintu atap sekolah, "beritahu hasilnya Touré."
Kemudian Touré mengambil ponsel di sakunya, lalu menunjukkan ku foto yang tadi.
"Memang, yang meneror Leo kemungkinan besar adalah seseorang yang sepantaran dengannya" tebak ku
"Apa kau memikirkan hal yang sama?" kata Touré.
"Hmm" aku mengangguk, "Ya, orang yang meneror Leo adalah, orang yang juga bersekolah disini."
Touré mengangguk.
...[KRRRKKK]...
Dari arah pintu ada sedikit suara yang menarik perhatian kami. Dari dalam jendela ada seseorang yang menguping pembicaraan dan melihat kami sedari tadi. Aku tidak dapat melihat jelas tampang orang itu.
"Hei!" aku dan Touré mengejarnya.
Orang itu menyadari keberadaannya, maka itu ia langsung melarikan diri dari sana secepat mungkin. Ketika aku sudah membuka pintu, orang itu sudah tidak ada dan hanya ada bekas minuman kaleng di pintu.
"Sial, dia lolos" aku memukul pintu.
"Setidaknya kita tahu kalau ada seseorang yang sudah mengetahui apa yang kita bicarakan" kata Touré.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanyaku.
Touré sempat terdiam, "ayo kita kembali ke atap."
"Bagaimana jika ia kembali?" tanya ku kembali.
"Tenang, aku sudah punya rencana" Touré meletakkan kaleng bekas minuman itu di dekat tangga dan sedikit disembunyikan.
Aku mengikuti apa yang dikatakan dia saja. Kami berdua kembali ke luar atap dan menutup kembali pintu. Tetapi kali ini kami berbicara di pembatas dan di pojokan atap agar tidak terlalu didengar oleh seseorang.
"Bagaimana malam nanti?" tanyaku.
"Tentu aku akan masih memantaunya. Kau sudah membayar ku untuk itu" jawab Touré.
"Ah tidak-tidak, aku takut jika kau kenapa-kenapa nanti malam" cemas ku.
"Serahkan padaku, aku sudah menguasai Capoeira di Jamaika dan Brazil. Sampai kulitku semakin hitam hahahaha" dia tertawa.
Aku senang jika ia tidak keberatan dengan pekerjaan ini.
"Hei, bukankah itu Leo?" Touré menunjuk ke bawah.
Kemudian aku melihatnya, "oh iya benar, itu Leo."
Seperti biasanya, ia selalu dikerumuni oleh banyak wanita yang cari perhatian kepadanya.
Tapi dari sana aku juga melihat Hana yang tidak jauh darinya sedang memantau Leo dari kejauhan.
Hana yang sedang mengawasi Leo, tidak sengaja melihatku di atap dan mengawasinya juga. Kemudian dia mengacungkan jempol nya kepadaku.
"Kerja bagus Hana" aku mengacungkan jempol ku kembali kepadanya.
"Kau sedang melihat ke siapa?" tanya Touré.
"Pemantau lain" jawabku.
...[KRINGGGG]...
Beberapa menit telah berlalu, jam istirahat sudah berakhir. Aku dan Touré berniat untuk kembali ke kelas, tetapi . . . .
...[KLANGGGG]...
"Suara itu" aku secepat mungkin bersama Touré lari ke arah pintu atap dan langsung membukanya.
"Eh?" kami berdua sama-sama terkejut.
Ada kucing bermain dengan kaleng yang diletakkan oleh Touré sebelumnya.
"Bagaimana bisa ada kucing disini?" aku mengangkat kucing itu dan mengelusnya.
Touré hanya terdiam memandangi kucing itu.
"Baiklah, bukan waktunya untuk bermain ya kucing" aku menurunkan kembali kucing itu.
"Meong" kemudian kucing itu lari entah kemana melalui tangga.
"Nico" Touré memanggil.
"Ya?"
"Apa kau yakin kucing berada disini secara tidak sengaja?"
Seketika aku terdiam dan sedikit terkejut apa yang dikatakannya.
"Hei, apa yang kalian lakukan disini? cepat kembali ke kelas" tiba-tiba ada petugas kebersihan datang kemari.
"Oh maaf, kami akan pergi" setelah itu kami berdua kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran.
Setelah aku masuk ke dalam kelas, untung saja masih belum ada guru masuk.
"Huff" aku menghela nafas di depan pintu, lalu berjalan ke tempat dudukku.
Ketika aku duduk, aku langsung mencari kemana Hana pergi.
"Sagi, dimana Hana?" aku mencolek Sagi yang sedang tertidur di kursinya.
"Entahlah, mungkin saja ia ke toilet" ternyata Sagi masih bangun.
"Sagi bisa bicara sebentar?"
"Hmm?" kemudian ia bangun dan menghadap ke belakang.
"Mendekat lah" aku menarik bahunya dan ingin membisikkan sesuatu, "apakah kau menemukan seseorang yang mencurigakan mendekati Leo?"
"Entahlah, aku memang tidak terlalu dekat dengannya."
Aku sedikit pasrah.
"Tapi sepertinya aku curiga dengan seseorang."
"Siapa?"
"Orang itu mung--"
...[SLRGGGGGG]...
Pintu kelas terbuka, ternyata itu Hana yang baru saja masuk membawa beberapa kertas lembar.
"Teman-teman, Bu Ellie sedang ada rapat. Beliau menitipkan tugas ini untuk semuanya."
"Okey" semuanya menanggapinya.
Setelah Hana membagikan tugasnya ke murid lain satu-persatu, ia kembali duduk ke tempat duduknya.
"Hana bagaimana?" aku memanggil Hana sembari berbisik.
Lalu tangannya mengarah ke bawah, "nanti akan ku jelaskan saat kita pulang nanti."
Aku menanggapinya dengan mengacungkan jempol. Setelah itu aku langsung mengerjakan tugas sampai semuanya selesai. Setelah selesai, masih ada waktu banyak sebelum bel pulang. Aku memasang headset ku dan menyetel musik, setelah itu aku tidur sampai menunggu bel pulang.
Setelah Sagi juga sudah selesai mengerjakan tugas, ia menghadap kebelakang untuk melanjutkan pembicaraan tadi.
"Nic--" ia ingin memanggilku, namun aku sedang tertidur sehingga Sagi tidak jadi melanjutkan pembicaraan tadi.
...[KRINGGGG]...
Bel pulang telah berdering. Aku yang mendengar dan terbangun oleh suara bel itu langsung bangun dan bersiap-siap untuk pulang.
"Hana, ayo kita pul--" aku melihat ke sebelah kursi.
Hana tidak ada di sebelahku.
"Hana sedang mengantarkan tugas-tugas tadi ke kantor guru" Sagi menjelaskan di depanku.
"Ouh" maka itu aku bersiap-siap untuk pulang saja.
Headset masih di telinga ku, aku mendengar lagu yang membuat ku nge-dance sembari berjalan.
Tiba-tiba, "Aww" aku tidak sengaja menabrak seseorang dan kami sama-sama terjatuh.
"Maaf, salahku tidak fokus berjalan" aku meminta maaf kepada orang itu.
"Tidak apa, aku juga sedang terburu-buru." Lelaki itu langsung berdiri dan berjalan menuju tangga atap.
Aku juga sudah berdiri dan kembali memasang headset ku,
"Nico, apa kamu menunggu ku?" dari belakang Hana menepuk pundak ku.
"Oh, kebetulan aku juga sedang mencari mu" Aku tidak jadi menggunakan headset, hanya digantungkan di leher ku saja.
"Seseorang sepertimu mencari ku? Hahahaha" kemudian dia dengan cepat berjalan ke tangga bawah.
Sepertinya wajahnya memerah. Aku langsung menyusulnya dan ikut berjalan bersamanya. Setelah keluar dari gerbang sekolah, beberapa gang sudah terlewati. Sekarang aku ingin kembali berbicara mengenai pemantauan tadi.
"Han--"
"Oke biar ku jelaskan" Hana menutup mulutku.
Lalu dia melepaskan kembali tangannya dari mulutku. Kemudian ia mulai menjelaskan pemantauan tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments