Dia lembut dan perhatian ternyata. Dia nggak cuma galak, egois, aneh, dan kaku. Batin Gandasuli yang terus menatap Chanan dengan senyuman.
Chanan meletakkan mangkuk bubur yang telah kosong di atas nakas sambil bergumam di dalam hatinya, kenapa aku bisa baik sama gadis lain selain Bella? Aku juga nggak alergi lagi saat aku dicium pipiku sama Mama pas Mama pamit untuk pergi kerja tadi. Apa alergiku sudah sembuh karena Gandasuli?
Masakan dia juga enak. Buburnya enak banget. Dia pandai memasak seperti dewa petir Adrakhs. Batin Gandasuli sambil melebarkan senyumannya.
Kenapa dia senyum terus dari tadi, ya? Ah! Biar aja. Aku abaikan saja. Batin Chanan.
"Sekarang minum obat" Chanan menyerahkan di butir pil ke Gandasuli dan gadis itu langsung menelannya sekaligus.
"Hei! Telan satu-satu! Apa nggak pahit dua pil kamu telan sekaligus?"
Gandasuli menggelengkan kepala sambil berkata, "Pil buatan dokter pribadinya dewa petir Adrakhs lebih pahit dari ini"
"Huuuffttt! Sabar, Chan! Istri kamu nyebut nama pria lain terus" Gumam Chanan lirih sambil membuka tutup botol air mineral lalu menyerahkannya ke Gandasuli sambil berkata, "Nih! Minum dulu!"
"Terima kasih. Apa hujannya sudah berhenti? Kalau hujan terus seperti ini, dewa petir Adrakhs sedang sibuk. Kasihan dia nggak ada yang masak kue bulan kesukaannya. Kalau dewa petir Adrakhs capek, dia selalu minta dibuatkan kue bulan dan........ hmpppthhhh!" Gandasuli membeliak kaget saat bibirnya dipagut oleh Chanan.
Chanan melepaskan bibir Gandasuli dan dia menatap gadis cantik itu dengan wajah penuh tanda tanya.
Gandasuli mengusap bibirnya dengan punggung tangan berulangkali sembari menyemburkan, "Hei! Kenapa kau menciumku?! Kenapa?!"
"A.....aku juga tidak tahu ke.....kenapa aku mencium kamu. Maafkan aku!" Chanan bangkit berdiri dan menatap Gandasuli dengan sorot mata kebingungan.
"Kau jahat!"Air mata mulai tergenang di kedua pelupuk mata gadis cantik itu.
"Hei! Jangan menangis! Sial! Kenapa kamu menangis? Apa aku jelek banget sampai aku nggak pantas mencium kamu? Apa aku ini penyakitan dan tampan menjijikan sampai kamu menangis kayak gitu, hah?!" Chanan mendelik ke Gandasuli.
"Bukan karena itu, hiks, hiks, hiks" Gandasuli tidak tahu lagi harus berkata apa. Tapi, yang pasti ia merasa sedih dicium pria lain padahal ia selalu memimpikan dewa petir Adrakhs yang menciumnya pertama kali di malam pernikahan mereka nanti.
"Lalu karena apa kamu menangis, hah?! Lagian salah kamu sendiri kenapa kamu terus menyebut nama pria lain di depan suami kamu"
"Kita bukan suami istri. Di pergelangan tanganku nggak ada tanda merahnya. Kalau di kahyangan, gadis yang sudah menikah di pergelangan bagian dalam tangan kanannya ada tanda merahnya. Nih! Lihat! Bagian dalam pergelangan tangan kananku nggak ada tanda merahnya. Hu, hu, hu, hu, hu, Kau jahat, hiks, hiks, hiks"
"Sial! Kalau di bumi beda, bodoh! Kita punya buku nikah. Jadi, kau Istri sahku. Kalau aku mencium kamu itu bukanlah suatu kesalahan"
"Tetap saja salah!" Gandasuli memekik kesal ke Chanan masih dengan isak tangis.
"Kau yang salah. Kau sebut nama pria lain di depanku! Dan hentikan tangisan kamu! Aku nggak suka! Kalau kamu masih menangis seperti itu, aku akan mencium kamu lagi dan kali ini ciumanku bisa lebih ganas dari yang tadi" Sahut Chanan dengan wajah merah padam dan napas terengah-engah.
Hiks! Gandasuli langsung mengentikan tangisannya dan Blub! Dia berubah menjadi kelinci dan bersembunyi di bawah tumpukan dressnya.
"Kebiasaan, nih! Kalau diomelin langsung berubah jadi kelinci. Terserah kamu mau sembunyi terus seperti itu! Aku keluar!" Pekik Chanan kesal sambil melangkah lebar keluar dari kamar.
Chanan menutup pintu dengan keras dan kembali bersandar di daun pintu sambil mengelus dadanya dan berucap, "Hufftttt! Kenapa aku bisa bertindak impulsif menciumnya? Sial! Dadaku, oh, dadaku! Kenapa berdegup sekencang ini?!"
Tiba-tiba Roy muncul di depan Chanan dan asisten pribadinya Chanan yang sangat cerdas dan setia itu langsung bertanya, "Tuan muda, apa Anda sakit? Kenapa Anda meremas dada Anda seperti itu dan menempel di daun pintu?"
Chanan menegakkan tubuhnya dan langsung berkata, "Aku baik-baik saja. Cuma kelelahan mungkin, jadi beberapa hari ini dadaku terasa sesak dan jantungku terus berdegup abnormal. Ada apa kau kemari?"
"Saya membawakan berkas penting untuk Anda tandatangani dan kedatangan saya kemari bersamaan dengan kedatangannya Nona Arabella, mantan tunangan Anda, Tuan" Sahut Roy.
"Hah?! Di mana dia sekarang? apa dia sudah masuk ke dalam rumah?"
"Sudah. Dia ikut masuk pas saya masuk ke dalam, tadi. Sekarang dia menunggu di ruang tamu. Dia memaksa ikut masuk ke sini, tapi saya larang"
"Sial! Katakan kalau aku nggak mau bertemu dengannya. Katakan kalau aku tidur"
"Baik, Tuan" Roy berbalik badan dan Chanan langsung mencekal lengan Roy sambil berkata, "Hei! Tunggu dulu! Aku akan kenalkan Istriku ke dia biar dia tidak menganggu aku lagi. Tujuanku memang ini pas aku menahan Snowy di sini. Suruh dia menungguku sebentar! Aku akan menemui dia bersama Istriku. Aku akan kenalkan Istri Cantikku ke dia"
"Iya, Tuan. Istri Anda jauh lebih cantik daripada Nona Bella. Nona Bella pasti langsung ngacir pergi dan nggak akan menganggu Anda lagi"
"Hei! Yang boleh memuji Istriku cantik itu cuma aku, suaminya. Kenapa kamu memuji Istriku cantik? Mau aku potong gaji kamu, hah?!"
"Maafkan saya, Tuan. Saya nggak akan mengulanginya lagi"
"Sana pergi! Temui Bella dan bilang ke dia untuk menungguku sebentar"
"Baik, Tuan" Roy benar-benar berbalik badan dan pergi ke ruang tamu untuk kembali menemui mantan tunangan bosnya.
Chanan mengetuk pintu karena ia paham betul jika ia masuk dan Gandasuli masih berwujud kelinci putih, ia akan melihat Gandasuli telanjang saat Gandasuli Berbah wujud menjadi manusia lagi, maka hidungnya akan berdarah dan dia bisa jatuh pingsan.
"Apa?!" Teriak Gandasuli dari dalam kamar.
"Apa kamu sudah berubah wujud?"
"Belum! Aku masih malas bertemu dengan kamu!"
"Kalau aku ajak beli salad buah kesukaan kamu dan aku ajak cari komponen untuk memperbaiki kalung kamu, apa kamu mau Berbah wujud menjadi manusia lagi dan menemui aku?"
"Sebentar!"
Hening beberapa saat, lalu terdengar teriakan dari dalam, "Masuklah! Aku sudah berubah menjadi manusia!" Teriak Gandasuli dari dalam kamar.
Chanan tersenyum penuh kemenangan saat ia membuka pintu kamarnya. Lalu, ia berdiri di depan ranjang dan berkata, "Sebelumnya aku mau minta tolong dulu sama kamu"
"Minta tolong apalagi, hah?!"
"Hei! Begitu ucapan kamu untuk aku yang sudah menolong kamu pas jatuh, mengobati kaki kamu, dan memasakkan bubur untuk kamu. Aku bahkan menyuapi kamu" Chanan bersedekap kesal di depan Gandasuli.
Gandasuli ikutan bersedekap dan mendelik sambil berkata, "Kerugianku lebih besar, tahu! Kamu menciumku dan ......."
"Oke. Kalau kamu nggak mau menolongku, aku juga nggak akan ajak kamu keluar untuk beli salad buah dan aku juga nggak akan perbaiki kalung kamu" Chanan berbalik badan dan Gandasuli langsung berteriak, "Tunggu! Aku akan bantu kamu!"
Chanan berbalik badan kembali dan tersenyum ke Gandasuli penuh kemenangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Ucy (ig. ucynovel)
perhitungan nih 😁
2023-03-04
0
SFairy
Sepertinya ada yang cemburu🤭
2023-03-04
0
Nabil abshor
🤭🤭🤭 cm diancam gt j udh lemes km snowy,,,,, jgn mau dikibulin,,,,🤣🤣🤣
2023-03-03
0