Cinta?

Sekretaris pribadinya Chanan berdiri di depannya Chanan dan langsung memberikan laporan ke Chanan perihal bisnis Rahardian Grup yang bergerak di hampir seluruh denyut nadi jagat raya ini. Rahardian Grup memiliki mall, rumah sakit, pabrik makanan dan minuman cepat saji, juga memiliki hotel bintang lima.

"Chanan menandatangani semuanya sambil menunggu Gandasuli selesai memasukkan semua baju kotor ke mesin cuci.

"Terima kasih kau sudah membuatkan identitas untuk Snowy dengan cepat. Aku sebenarnya hanya ingin menjadikannya tunangan pura-pura di depan Mama dan di depan mantan pacarku nanti. Tapi, malah sekarang aku dan dia terikat pernikahan" Ucap Chanan sambil mengembalikan semua berkas ke asisten pribadinya yang bernama Roy.

"Selamat Tuan muda untuk pernikahan Anda. Semoga langgeng sampai maut memisahkan kalian" Sahut Roy dengan tulus.

"Langgeng kepalamu" Chanan sontak menggeram kesal dan Roy langsung menundukkan kepala dan berkata, "Maafkan kelancangan saya, Tuan"

"Lupakan saja! Dia sudah datang. Kamu ke kantor dan aku akan ajak dia ke rumah sakit"

"Baik, Tuan muda" Sahut Roy.

Beberapa jam kemudian, Gandasuli melangkah keluar dari dalam mobil dan langsung bertanya sambil mendongak ke atas , "Ini rumah apa? Besar sekali dan bertumpuk"

"Ini rumah sakit. Tempat aku bekerja" Sahut Chanan sambil berlari kecil mengitari mobilnya.

"Bagus banget rumahnya, bertumpuk seperti kue bulan kesukaanku. Cuma kalau kue bulan warna kuning, ini putih"

"Jangan bahas kue bulan kamu! Kita harus segera masuk ke dalam. Ada pasien menungguku dan butuh dioperasi secepatnya"

Gandasuli menunduk untuk melihat tangannya saat Chanan menggenggam lalu menarik tangannya.

Gandasuli mengikuti langkah Chanan dengan sedikit berlari karena kakinya lebih pendek dari Chanan sehingga langkah lebarnya Chanan membuatnya sedikit berlari.

"Pagi, Dok" Seorang pria di depan pintu yang bisa membuka sendiri, menyapa Chanan.

"Hemm. bawa mobilku ke parkiran yang biasanya" Sahut Chanan.

"Baik, Dok"

"Pagi" Gandasuli tersenyum menyapa pria di depan pintu itu dan pria itu langsung menundukkan kepalanya ke Gandasuli.

Chanan mendengus kesal, "Jangan sembarangan membalas sapaan orang apalagi kalau itu pria. Kamu itu seorang gadis dan kamu itu Istriku" Chanan masih menggenggam dan menarik tangan Gandasuli untuk berjalan cepat masuk ke lift.

Ada seorang wanita berpakaian serba putih dengan rambut dicepol menyapa Chanan, "Pagi, Dok"

"Hemm" Sahut Chanan.

Satpam yang berjaga di pintu depan langsung masuk dan menghampiri wanita berbaju putih dengan rambut dicepol yang menyapa Chanan untuk berkata, "Lihatlah! Dokter Chanan Rahardian memegang tangan seorang gadis tanpa sarung tangan dan beliau nggak bersin-bersin"

"Iya, kau benar. Aku juga heran pas.menyapanya barusan. Gadis itu siapanya Dokter Chanan Rahardian, ya?" Sahut wanita berbaju putih dengan rambut dicepol itu sambil terus menatap arah perginya dokter Chanan dan gadis yang belum pernah ia jumpai sebelumnya.

"Hei! Kamu boleh menjawab sapaan wanita tadi kenapa aku nggak boleh menjawab sapaan pria tadi?"

Chanan yang masih menggenggam tangan Gandasuli, menarik tangan itu untuk ia bawa masuk ke dalam lift sambil berkata, "Tentu saja beda. Aku pria. Aku bisa.lebih bebas menyapa ataupun membalas sapaan siapa pun"

"Kenapa begitu dan............"

Ting! Pintu lift menutup sempurna dan bergerak ke atas.

Grab! Gandasuli sontak memeluk pinggang Chanan saat pintu lift menutup dan lift bergerak naik ke atas.

Chanan terkejut saat Gandasuli tiba-tiba memeluk pinggangnya. Pria tampan itu langsung menggeram, "Lepaskan pelukan kamu!"

"Aaaaaaaa! Nggak mau! Ruangan sempit apa ini? Apa ini ruang penyiksaan? Di kerajaan bunga ada ruangan sempit seperti ini, banyak kacanya dan ruangan itu ruangan penyiksaan. Aku takut! Jangan bawa aku ke ruang penyiksaan, hiks, hiks, hiks, hiks!" Gandasuli mempererat pelukannya dan dengan wajah pucat ia terisak lirih.

Chanan langsung mengurai paksa gelungan tangan Gandasuli dan sambi menggeram kesal ia berkata, "Buka mata kamu dan jangan menangis! Ini namanya lift. Bukan ruang penyiksaan! Lift ini membawa kita ke atas ke lantai yang kita inginkan dengan cara. memencet tombol angka-angka itu. Ruangan di atas adalah ruang kerjaku" Chanan menunjuk deretan tombol yang ada di samping pintu yang bisa membuka dan menutup sendiri.

Gandasuli mengusap titik air mata di pipinya kemudian berkata, "Banyak hal aneh di bumi ini. Ada pintu bisa membuka dan menutup sendiri dan pintu yang ini bukan hanya bisa menutup dan membuka sendiri, tapi juga bisa membawa kita naik ke atas?"

Ting! Pintu lift terbuka dan Chanan langsung menggenggam tangan Gandasuli dan menariknya keluar.

Gandasuli mengikuti langkah lebarnya Chanan dengan sedikit berlari.

Chanan membuka pintu ruang kerjanya dan langsung disambut sapaan seorang wanita berbaju putih dengan rambut dicepol rapi, "Pagi, Dok"

"Hemm. Siapkan semuanya dan kita ke kamar operasi setelah aku membawa Istriku ke kamar"

"Is......Istri?"

"Iya. Kenalkan ini Snowy. Dia Istriku" Chanan berucap tanpa melepas masker di wajahnya dan tanpa melepas tangan Gandasuli yang ada di genggamannya.

Pupus sudah harapan asisten pribadinya Dokter Chanan Rahardian yang sudah jatuh cinta pada Dokter bedah nan tampan itu sejak ia ditugaskan menjadi asisten pribadinya dokter tersebut.

Istri, kenapa tiba-tiba ada Istri. Batin asisten pribadinya dokter Chanan itu.

"Pagi" Sapa Gandasuli ke wanita yang masih tampak syok mendengar pria pujaan hatinya sudah menikah.

"Ah! Pagi Nyonya" Wanita itu tergagap menjawab sapaannya Gandasuli.

Chanan membawa Gandasuli ke ruang prakteknya. Dokter tampan itu memiliki ruangan khusus karena selain menjadi dokter bedah di rumah sakit swasta nomer wahid di jagat raya ini, dokter bedah yang sangat tampan itu juga menjabat sebagai direktur utama di rumah sakit swasta tersebut. Kok bisa? Bisa saja kerena rumah sakit tersebut, adalah miliknya.

Chanan membuka pintu dan langsung berbisik di telinga Gandasuli, "Kamu diam di sini, di kamar ini dan jangan pergi ke mana-mana sampai aku selesai menangani operasi pagi ini! Ingat, jangan keluyuran!"

Gandasuli menganggukkan kepalanya dan terlonjak kaget saat Chanan mendaratkan kecupan di pipinya.

Wanita berbaju putih dengan rambut dicepol itu langsung membuang muka.

Gandasuli menginjak kaki Chanan dan menggeram, "Kenapa kau cium pipiku, hah?!"

Chanan meringis kesakitan tanpa mengeluarkan suara, lalu ia menarik kakinya dan berbisik di telinga Gandasuli, "Wanita itu berulangkali menggodaku. Bahkan dengan tidak tahu malu ia pernah membuka kancing seragamnya. Aku ingin dia tidak menggodaku lagi. Kalau aku mencium kamu, dia tahu kalau aku mencintai kamu. Kamu Istriku"

"Cinta?" Gandasuli mendelik kaget.

Pletak! Chanan menyentil kening Gandasuli sambil berkata, "Ini sandiwara. Bukan sungguhan. Mana mungkin aku mencintai kamu, cih!" Lalu, Chanan pergi meninggalkan Gandasuli begitu saja.

Gandasuli menatap punggung Chanan yang menjauh dengan sorot mata kesal dan sambil mengelus keningnya, ia bergumam, "Sakit nih! Kenapa keningku disentil? Dasar pria aneh, kejam, dingin. Aku benci kamu"

Terpopuler

Comments

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

hallo kk aku mampir lagi

2023-03-05

0

Be___Mei "Hiatus"

Be___Mei "Hiatus"

lanjut

2023-02-28

0

Ucy (ig. ucynovel)

Ucy (ig. ucynovel)

semangat 💪

2023-02-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!