"Hoaaaaa!! hmmmm!" Chanan keluar dari dalam kamarnya dan sambil menguap lebar-lebar, ia meliukkan badannya ke kanan lalu ke kiri.
Sepeti biasa, Chanan selalu bangun jam setengah lima pagi. Dia selalu memasak sarapan sederhana seperti telur dadar, mata sapi, rebus bergantian tiap harinya, dan roti panggang. Setelah memasak sarapan, pria tampan itu langsung membereskan rumah dan di jam setengah enam pagi ia joging di sekitar rumahnya. Jam enam mandi, sarapan, dan bersiap pergi ke rumah sakit. Kalau dia dinas malam, dia bangun siang jam sepuluh dan melakukan joging di sore hari.
Di hari itu ia sengaja tidak langsung pergi memasak ke dapur, tapi memilih untuk langsung berjoging ria. Dia memakai sepatu jogingnya sambil bergumam, "Ada Snowy sekarang. Dia yang akan masak sarapan. Ah! Enaknya punya Istri. Aku bisa langsung joging, hihihihi"
Gandasuli bangun tepat di jam lima pagi. Dia terkejut dengan selimut yang ada di tas badannya, "Kenapa ada selimut? Apa pria aneh itu yang menyelimuti aku semalam?" Gandasuli kemudian melipat selimut itu dan meletakkannya di pojok sofa. Kemudian gadis berwajah cantik dan berkulit putih itu bangkit berdiri untuk melangkah ke dapur. Dia mulai memasak.
Gandasuli memasak sayur sup yang berisi sayur wortel, buncis, dan sawi untuknya, karena dia tidak suka makan daging. Lalu, ia memasak telur dadar dan memanggang roti untuk Chanan. Setelah selesai menata semua masakannya, Gandasuli masuk ke kamar mandi yang ada di dekat dapur untuk mandi dan memakai baju tidurnya lagi karena baju ganti ada di dalam kamarnya Chanan dan dia memilih tidak mengganggu Chanan sebelum Chanan keluar dari dalam kamar.
Setelah keluar dari dalam kamar mandi, Gandasuli berjalan ke halaman belakang rumah dan melamun di sana sambil menatap langit yang sangat cerah pagi ini.
"Dewa petir, aku di sini. Apakah kamu bisa melihatku di sini dari atas sana? Aku di sini dewa petir, lihatlah aku!" Saat Gandasuli meneteskan air mata kerinduannya pada dewa petir kesayangannya, wanita cantik itu berubah menjadi kelinci. Dalam wujud kelinci, Gandasuli mencoba untuk melompat-lompat sambil berteriak, "Dewa petir, aku ada di sini, aku sangat merindukanmu, huhuhuhuhuhu" Gandasuli menangis tersedu dalam wujud kelinci putih.
Chanan yang baru saja masuk ke dalam rumah, sontak berlari ke halaman belakang saat ia mendengar ada suara tangisan.
Gandasuli menangis cukup kencang sehingga suara tangisannya sampai ke pintu depan.
Chanan sontak berteriak, "Hei! Jangan menangis sekencang ini di pagi hari! Tetanggaku bisa bangun semua dan datang ke sini untuk protes"
Gandasuli melompat untuk berbalik badan. Lalu, ia melompat-lompat di depan Chanan sambil berkata, "Aku kangen sama dewa petir. Aku ingin dijemput olehnya dan dibawa pulang ke istana bunga. Aku kangen Ayahku juga, huhuhuhu"
"Daripada menangis, buruan masak sana! Aku lapar" Chanan mendelik kesal.
"Aku sudah masak" Ucap Gandasuli
"Kalau gitu masuk dan makan! Ayo! Aku udah lapar"
Gandasuli melompat-lompat masuk ke dalam rumah.
"Hei! Bisa nggak kamu jadi manusia lagi? Aneh kalau makan sama kelinci di meja makan" Chanan menunduk kesal.
"Kalau aku jadi manusia lagi, kamu harus berbalik badan"
"Kenapa aku harus berbalik badan?" Chanan mengernyit.
"Karena bajuku ada di halaman belakang dan kalau aku jadi manusia, aku telanjang. Aku nggak mau kamu melihatku"
"Cih! Aku juga nggak sudi melihat tubuh jelek kamu itu! Buruan masuk ke kamar, gih! Berubahlah jadi manusia dan sekalian ganti baju di sana, dan segera temui aku di ruang makan!" Chanan berbalik badan dan melangkah menuju ke ruang makan.
Gandasuli melompat-lompat menuju ke kamarnya Chanan.
Chanan berteriak tanpa menoleh ke belakang, "Jangan lupa ambil baju kotor kamu di halaman belakang dan masukkan ke dalam mesin cuci!"
"Baik" Teriak Gandasuli.
Gandasuli menoleh ke belakang dan saat ia melihat tidak ada orang di belakang, ia berubah menjadi manusia untuk membuka pintu dan bergegas masuk ke dalam. Tak lupa ia mengunci pintunya.
Selang lima belas menit Kemudian Gandasuli muncul di depan Chanan dan berkata, "Apakah aku boleh ikut kamu ke kantor kamu? Aku kesepian di sini sendirian"
"Duduk dan makan dulu! Kalau makan nggak boleh banyak bicara, nanti tersedak!" Perintah Chanan.
Gandasuli langsung duduk dan makan sup sayur buatannya.
"Hei! Kau cuma makan kayak gitu? Apa bisa kenyang dan punya tenaga untuk bersih-bersih rumah, mencuci baju, menyetrika, dan menjemur baju?"
"Katanya nggak boleh banyak bicara kalau pas makan, nanti tersedak"
"Ini rumahku. Suka-suka aku dong" Chanan mendengus kesal.
"Ini juga masakanku, jadi suka-suka aku dong mau makan apa" Gandasuli mendengus kesal.
"Hei! Kamu........kenapa kamu selalu menirukan dan membalikkan kata-kataku, hah?!"
"Aku belum memiliki banyak kosa kata. Jadi, kalau meniru kata-kata Paman, maafkan, ya, Paman. eh, Om. Kalau di bumi panggilan untuk seorang Paman itu, Om, kan?"
"Hei! Aku bukan Paman kamu apalagi kamu memanggilku Om. Emangnya aku Om-om apaan? Enak aja manggil Om, Paman. Panggil aku, Kak!"
Gandasuli memiringkan bibirnya kemudian berkata, "Kamu juga manggil aku hei, hei, hei! Kamu kasih aku nama Snowy, mengenalkan aku ke Mama kamu dengan nama Snowy padahal namaku Gandasuli, tapi sekarang memanggilku, hei, hei, hei!"
"Kamu.....berani benar kamu melawan omonganku, hah?! Aku jauh lebih tua dari kamu dan aku ini Suami kamu"
"Suami bohongan. Kalau kalungku udah jadi, aku akan balik ke kahyangan dan kita nggak akan bertemu lagi. Kita otomatis berpisah dan bercerai saat itu juga" Gandasuli menjulurkan lidahnya.
"Hei! Kamu ini kelinci bukan anak anjing. Kenapa suka banget menjulurkan lidah?"
"Suka-suka aku, dong, ini lidahku"
Chanan langsung diam membisu seribu bahasa. Dia masih butuh teman, dia juga butuh gadis yang bisa ia jadikan tameng untuk mengusir cewek-cewek di luar sana yang terus mengejarnya, dan dia masih butuh Gandasuli untuk ia jadikan alat pemicu kecemburuan mantan tunangannya dan alat penyelamat gengsinya. Mantan tunangannya, akan balik ke kota X Minggu depan dan dia nggak mau kalau mantan tunangannya menemukan dirinya masih jomblo, gengsi dong.
"Kenapa tiba-tiba diam?" Gandasuli bersedekap di depan Chanan dan menatap Chanan dengan wajah penuh tanda tanya.
"Oke! Aku nggak akan protes lagi kalau kamu memanggilku Paman. Tapi, jangan memanggilku Paman di depan Mama. Di depan Mama, kamu harus manggil aku, Kak"
Alih-alih menjawab iya, Gandasuli justru bertanya, "Kapan kalungku jadi? Apa kau sudah memperbaikinya?"
"Uhuk!" Chanan langsung meraih gelas dan meminumnya.
"Kapan kalungku jadi?" Gandasuli mengulangi pertanyannya dengan tidak sabar.
Chanan meletakkan gelas sambil berkata tanpa menatap Gandasuli, "Belum"
"Kenapa belum? Kau bisa memperbaikinya atau tidak sebenarnya?"
"Bisa. Cuma, ada komponen yang hilang. Aku perlu membelinya dan kemarin aku cari di toko sekitar sini nggak ada. Adanya di toko online. Aku akan beli secara online. Komponen itu dan aku rasa komponen itu datang dua Minggu lagi"
"Kenapa lama banget?" Gandasuli langsung merengut.
"Yang penting jadi dan kamu bisa pulang, kan?"
"Iya. Tapi, kenapa lama banget? Memangnya toko online itu apa? Jauh kah tempatnya?"
"Kamu nggak tahu toko online? Kamu nggak punya ponsel?"
"Apa itu ponsel?"
"Alat komunikasi canggih di bumi ini. Seperti ini" Chanan menunjukkan ponselnya.
"Nggak punya. Itu bukan kotak bedak?"
"Cih! Kotak bedak kau bilang? Enak aja! Asal kau tahu, ya, harga ponsel ini sepuluh juta rupiah"
Gandasuli mengerjap-ngerjapkan kedua kelopak matanya dan menatap Chanan dengan wajah penuh tanda tanya.
"Sial! Kau benar-benar belum pernah punya dan belum pernah melihat ponsel. Aku akan belikan kamu nanti dan aku akan ajari cara pakainya"
"Kenapa orang bumi suka repot. Berkomunikasi saja harus pakai alat seperti itu"
"Memangnya kalau di kahyangan, komunikasinya pakai apa?"
"Pakai merpati pos"
"Cih! Itu justru lebih merepotkan. Harus pelihara burung, bersihkan kandang, kasih makan dan............."
"Itu nggak merepotkan" Gandasuli mendelik ke Chanan.
"Oke! Terserah kamu. Karena kamu belum punya ponsel. Kamu ikut aku kerja. Tapi, ambil dulu baju kamu yang kamu tinggal di halaman dan masukkan ke mesin cuci! Lalu, temui aku di depan"
"Baik!" Pekik Gandasuli dengan wajah semringah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Be___Mei "Hiatus"
like akak 🥰
2023-02-28
0
Senajudifa
lama2 jth cinta beneran nih
2023-02-24
0
Ucy (ig. ucynovel)
hadir kak 😊
2023-02-24
0