Menikah

"Sebelum kita memilih dress pengantin dan memilih hotel untuk pernikahan kalian, kita seharusnya menemui orangtua kami dulu, kan, cantikku?" Mamanya Chanan mengelus lembut rambutnya Gandasuli.

Chanan sontak tersedak nasi goreng pete yang ada di mulutnya. Pria tampan berprofesi dokter bedah itu langsung menyesap teh hangatnya dan bergegas menyahut, "Snowy yatim piatu, Ma"

Mamanya Chanan langsung mengelus pipi Gandasuli dan dengan wajah prihatin, wanita cantik itu berkata, "Mama turut prihatin. Mama akan jadi Mama kamu kalau kamu menikah dengan Chanan. Mama akan menyayangi kamu seperti Mama kamu sendiri"

Gandasuli hanya bisa mengucapkan kata, "Terima kasih, Ma"

Lalu gadis cantik itu menoleh tajam ke Chanan untuk melemparkan protes lewat tatapannya karena dengan seenaknya Chanan mengatakan dia yatim piatu padahal ayahnya masih hidup.

Chanan membalas tatapan Gandasuli dengan senyum lebar selebar-lebarnya sebagai kode agar Gandasuli diam saja dan tidak banyak protes.

Gandasuli kemudian menoleh ke mamanya Chanan untuk berkata, Tapi, Ayah saya ........"

"Ehem!" Chanan sontak berdeham sangat keras untuk memotong ucapannya Gandasuli. Kemudian ia bangkit berdiri untuk merangkul bahu Gandasuli dan berkata, "Ayahnya Snowy ada di kahyangan, Ma. Beliau hidup aman sentosa di sana"

Gandasuli menoleh ke Chanan dengan kesal.

"Apakah kamu tidak punya sanak keluarga yang lain, Snowy?"

Gandasuli menoleh ke mamanya Chanan dan berkata, "Saya........"

"Tidak punya" Sahut Chanan.

Gandasuli menghela napas panjang dan kembali menoleh ke Chanan dengan kesal, tapi Chanan mengabaikan lirikan kesalnya Gandasuli.

"Lalu, kamu tinggal sendirian di rumah kamu selama ini?"

"Iya!" Sahut Chanan dengan cepat.

"Chan! Kenapa kamu yang selalu menjawab pertanyaannya Mama?"

"Karena Snowy masih sedih. Snowy belum lama berpisah dengan kedua orangtuanya" Chanan menjawab pertanyaan Mamanya dengan wajah yang tiba-tiba sendu dan tampak sedih.

"Kalau begitu, kita langsung bawa Snowy ke rumah kamu. Biar ia menginap di rumah kamu"

Chanan memasang wajah kaget, "Hah?! Tapi, dia cewek aku cowok, Ma. Mana bisa tinggal satu atap berdua sebelum menikah dan ......."

"Mama akan nikahkan kalian sekarang juga kalau begitu dan kalian nggak boleh menolaknya. Kasihan Snowy"

"Hah?!" Gandasuli dan Chanan sontak menarik rahang bawah mereka lebar-lebar secara bersamaan.

Dan pada akhirnya, Gandasuli dan Chanan menyerah kalah pada kemauan keras Ratih. Beberapa jam kemudian, Chanan dan Gandasuli duduk di sofa sambil memegang buku nikah mereka masing-masing lalu memberi hormat ke Ratih.

Setelah Gandasuli dan Chanan menegakkan kembali badan mereka, Ratih langsung memekik kegirangan dan memeluk erat Gandasuli dan Chanan sambil berkata, "Mama senang akhirnya kamu menikah dengan gadis cantik yang tidak menimbulkan alergi bersin-bersin di kamu. Mama senang Istri kamu secantik ini. Istri kamu baik dan sopan. Jaga pernikahan kalian baik-baik, ya?! Setelah Snowy lulus, Mama akan adakan pesta pernikahan yang meriah untuk kalian"

Gandasuli dan Chanan hanya bisa membeku kaku di dalam dekapan hangatnya Ratih.

Ratih kemudian menelepon sekertaris pribadinya, "Belikan baju dari baju tidur, baju rumahan, sampai baju untuk jalan-jalan di butik langgananku"

"Untuk siapa semua baju-baju itu, Nyonya?"

"Untuk menantuku. Ukurannya M. Dia masih berumur delapan belas tahun. Beli yang sesuai dengan umurnya. Lalu, beli juga aksesoris, sepatu dan tas. Emm, ukuran sepatu kamu berapa, Nak?" Ratih menatap Gandasuli, namun Chanan yang menyahut, "Tiga tujuh, Ma"

"Oh! Oke. Ukuran sepatunya tiga puluh tujuh. Beli sepatu untuk pergi kuliah dan juga sepatu untuk jalan-jalan"

"Baik, Nyonya"

Setelah menata semua barang belanjaan sekertaris pribadinya, di lemari baru yang ada di kamar ganti, Ratih pamit pulang.

Chanan dan Gandasuli kemudian saling pandang.

Semua gara-gara kamu. Kita sudah jadi suami istri sekarang ini" Chanan bersedekap dan mendelik kesal ke Gandasuli.

"Kamu yang bilang kalau aku yatim piatu. Jadi, semua ini salah kamu dong. Lagian kenapa semalam kamu belum perbaiki kalungku. Kalau kalungku udah diperbaiki, aku bisa balik ke kahyangan kemarin malam dan nggak perlu mengikuti sandiwara kamu yang nggak jelas" Gandasuli ikutan bersedekap dan mendelik.

"Kau........"

"Apa?!" Gandasuli memajukan wajahnya dan Chanan langsung memundurkan wajahnya.

"Kemarin sudah malam dan aku capek banget mana bisa aku berpikir keras untuk memperbaiki kalung kamu. Dengarkan aku! Ini hanya pernikahan pura-pura. Aku akan segera memperbaiki kalung kamu dan langung mengurus perceraian kita saat kamu balik kahyangan dan.......

"Aku tidak........."

"Dengarkan aku sekali lagi!" Chanan langsung memotong ucapannya Gandasuli.

"Oke! Selesaikan dulu ucapan kamu" Sahut Gandasuli masih dengan bersedekap dan merengut kesal.

"Aku tidak mencintaimu. Aku tidak bisa mencintai wanita lain setelah tunanganku pergi meninggalkan aku. Jadi, walupun kita sudah menjadi suami istri yang sah saat ini, kita tidur terpisah. Kamu di sofa dan aku di kamar"

"Aku tidur di sofa lagi?"

"Iya. Karena kamu pendatang yang datang tak diundang, jadi kamu tidur di sofa selama kamu tinggal di rumahku ini. Kamu juga harus bersih-bersih rumah dan memasak karena kamu tinggal gratis di sini. Aku juga nggak akan memungut bayaran untuk memperbaiki kalung kamu" Chanan berkata dengan nada dan wajah tegas.

Gandasuli langsung melangkah maju dengan perlahan dan Chanan sontak melangkah mundur dengan perlahan.

"Aku nggak akan pernah jatuh cinta padamu dasar pria nggak punya etika, tukang bohong, dan kasar. Hatiku sudah ada yang memiliki. Dewa petir Adrakhs adalah pria paling tampan di dunia ini, dia juga baik, berhati lembut, dan punya etika"

Brak! Punggung Chanan membentur pintu kamar.

Chanan langsung mendorong bahu Gandasuli dengan telunjuknya sambil berkata, "Bagus itu! Aku juga nggak akan pernah jatuh cinta padamu! Gadis yang memiliki nama aneh, bisa berubah menjadi kelinci, masuk ke rumah orang tanpa permisi bukankah itu nggak etika, cih! Bisa-bisanya ngatain aku nggak punya etika"

Gandasuli langsung berteriak kesal ke Chanan, "Aku benci kamu!"

"Aku juga!" Chanan mendelik ke Gandasuli kemudian pemuda itu masuk ke dalam kamar dan brak! Pria itu menutup pintu kamarnya dengan keras dan kasar di depan Gandasuli.

Gandasuli menatap pintu kamar dengan wajah kesal dan napas terengah-engah menahan amarah.

Lalu, Gandasuli berbalik badan untuk melangkah ke sofa. Dia duduk di tepi sofa dan bergumam, "Aku sangat merindukan Papa dan dewa Adrakhs. Apa mereka juga merindukan aku saat ini?"

"Kenapa masih belum bisa dipakai alat pelacaknya? Aku ingin menemukan Gandasuli secepatnya. Kasihan Suli kalau kelamaan berada di tempat asing sendirian" Adrakhs menatap ke anak buahnya dengan kesal.

"Kasih kami waktu tiga hari lagi, Dewa. Kami akan lembur lagi memperbaiki alat pelacak ini"

"Baiklah! Aku kasih kalian waktu tiga hari" Sahut Adrakhs.

Chanan keluar dari dalam kamar untuk mengambil minum di dapur dan saat ia melintasi ruang keluarga, ia melihat Gandasuli tidur meringkuk di atas sofa. Melihat Gandasuli kedinginan, Chanan balik masuk ke dalam kamar untuk mengambil selimut. Ia menyelimuti Gandasuli lalu berjalan ke dapur sambil bergumam, "Aku butuh teman. Aku nggak akan biarkan kamu balik ke kahyangan secepatnya"

Terpopuler

Comments

Esther

Esther

datang Like bunga tentunya

2023-04-06

0

꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂

꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂

🌷 makin seru ceritanya 👍

2023-03-05

0

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

hallo aku mampir kk

2023-02-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!