Chanan bergegas masuk ke dalam mobil dan langsung berkata ke supir pribadinya, "Buruan ke restoran sebelum Mamaku datang bersama dengan cewek nggak jelas lainnya"
"Baik, Tuan"
"Di mana Roy? Nggak ikut sama kamu? Apa dia nggak makan siang?" Tanya Chanan
"Pak Roy banyak kerjaan hari ini" Sahut Pak Bejo, supir pribadinya Chanan.
Roy adalah nama asisten pribadinya Chanan yang membantu Chanan mengerjakan tugas dan pekerjaannya di Rahardian Grup. Sejak papanya meninggal dunia tiga tahun yang lalu, sebagai putra tunggal Chandresh Rahardian, otomatis menggantikan posisi Papanya menjadi Presdir, namun kesibukan dia sebagai dokter beda termuda dan sedang naik daun,membuat Chanan merekrut asisten pribadi.
Ketika dokter muda nan tampan itu datang Gandasuli tengah memainkan jari jemarinya di atas meja.
Chanan langsung duduk di sebelahnya Gandasuli dan bertanya, "Kenapa belum pesan apa-apa?"
"Aku nggak ngerti caranya pesan makanan"
"Tinggal pilih dan tulis, apa susahnya?"
"Aku terbiasa menulis memakai kuas. Aku nggak bisa menulis pakai alat tulis yang disodorkan padaku tadi. Mbaknya bilang apa, ya, tadi, emm, pensil" Sahut Gandasuli.
Chanan memukul jidatnya dan langsung berkata, "Aku akan ajari kamu menulis pakai pensil dan pulpen nanti. Sekarang mau pesan apa?" Tanya Chanan sambil mengayunkan tangan memanggil salah satu pelayan restoran yang berdiri tidak jauh dari mejanya.
Pelayan restoran menghampiri mejanya Chanan dan langsung bertanya, "Mau pesan apa, Tuan? Ini buku menunya silakan dipilih dan saya akan mencatat pesanan Anda"
"Pesan apa?" Chanan menoleh ke Gandasuli.
"Terserah kamu aja. Pokoknya sayuran dan minumnya air putih saja dan jangan es"
Pelayan restoran yang masih berdiri di samping mejanya Chanan itu sontak berkata, "Pantas saja kalau pacar Anda bukan hanya cantik sekali, tapi juga memiliki postur tubuh yang bagus Makanannya sayur terus"
"Ah! Biasa aja" Sahut Chanan sambil terus menatap buku menu yang ada di depannya.
"Terima kasih banyak, Mbak. Tapi, malang benar nasib saya. Pacar saya ini biasa aja wajahnya dan tidak punya perasaan" Sahut Gandasuli dengan senyum lebar.
Pelayan restoran itu sontak mengulum bibir menahan senyum geli.
Chanan sontak menoleh tajam ke Gandasuli dan di saat Chanan ingin menyemburkan protes,terdengar suara seorang wanita, "Lho, ini siapa, Chan, kok cantik banget?"
Siapa wanita ini? Cantik dan wangi banget. Gandasuli bergumam di dalam hatinya sambil mengulas senyum ramah.
"Duduk dulu, Ma. Aku udah pesankan makanan dan minuman kesukaannya Mama"
Oh! Ternyata ini Mamanya. Mamanya cantik kenapa anaknya biasa aja? Bagiku pria yang paling tampan sedunia itu, ya, Dewa Adrakhs. Gandasuli berkata di dalam hatinya sambil melirik ke Chanan
Gadis yang datang bersama mamanya Chanan pun mengagumi kecantikannya Gandasuli dan berkata di dalam hatinya, siapa yang duduk di sebelahnya Kak Chanan? Dia cantik banget.
"Nama kamu siapa anak cantik? Apa kamu teman kerjanya Chanan? Apa kau seorang perawat?" Tanya Ratih, mamanya Chanan.
Gandasuli tersenyum lalu berkata, "Nama saya Gan ........."
"Snowy. Namanya Snowy, Ma. Dia masih delapan belas tahun. Masih kuliah dan......."
"Kuliah di mana?" Mamanya Chanan masih belum bisa mengalihkan pandangannya dari gadis yang cantik jelita itu.
"Sa.....saya tidak......."
"Di Universitas Bakti Negeri. Ambil jurusan seni" Sahut Chanan asal.
Gandasuli menoleh kaget ke Chanan dan Chanan menoleh ke Gandasuli dengan tersenyum lebar.
"Oh! Ini Jelita. Dia dan Chanan teman sedari kecil. Jelita umurnya dua puluh tahun dan dia adalah calon Istrinya Chanan"
"Senang berkenalan dengan Anda berdua" Gandasuli sontak bangkit berdiri dan membungkukkan badannya dan Chanan langsung menarik Gandasuli untuk duduk kembali.
"Aku juga senang berkenalan denganmu. Panggil aku Lita" Sahut gadis cantik yang duduk di sebelah mananya Chanan. Lalu, wanita yang bernama Jelita itu menatap Chanan untuk berkata, "Apa kabar Kak? Aku sangat merindukan Kak Chan"
Chanan mengabaikan Jelita dan Gandasuli langsung mencubit dagu Chanan dan mengarahkan pandangannya Chanan ke Jelita sambil berkata, "Ada orang bertanya, tuh, tatap matanya dan jawab pertanyannya!"
Chanan menepis tangan Gandasuli dari dagunya dan langung menoleh tajam ke Gandasuli sambil menggeram, "Kau ingin mati, ya?!"
Jelita sontak bergumam di dalam hatinya, kenapa dia berani mencubit dagu Kak Chan? Dan kenapa Kak Chan tidak bersin-bersin pas gadis itu menyentuhnya? Padahal Kak Chan biasanya bersin-bersin kalau ada orang menyentuhnya.
"Dia sopan sekali, Chan. Dia juga sangat cantik. Namanya juga unik. Mama suka" Mamanya Chanan tersenyum lebar melihat tingkahnya Gandasuli.
Melihat mamanya menyukai Gandasuli, Chanan langsung merangkul bahu Gandasuli dan berkata, "Snowy adalah tunanganku, Ma"
"Apa?!" Ratih dan Jelita memekik kaget secara bersamaan dan mengabaikan minuman mereka yang telah datang.
Chanan mempererat rangkulannya di bahu Gandasuli dan kembali berkata, "Iya! Ini tunanganku"
"Ka......kapan kamu bertunangan dengan gadis ini? Mama belum pernah bertemu degannya dan kenapa tiba-tiba kau katakan kalau kau sudah bertunangan dengannya, Chan?" Ratih masih mendelik kaget
"Kak! Tunangan Kakak sejatinya adalah aku. Aku dan Kakak sudah dijodohkan sejak kecil. Kenapa dia bisa jadi tunangan Kakak?" Gadis yang bernama Jelita langsung merengut dan bersedekap kesal di depan Chanan dan Gandasuli.
Chanan menatap tajam gadis yang bernama Jelita dan berkata, "Lancang kau! Kapan kita pernah bertunangan?"
Gandasuli hanya bisa berdiam diri mengikuti sandiwara yang dimainkan oleh Chanan karena ia ingin Chanan segera memperbaiki Kalungnya setelah sandiwara ini usai.
"Tante, katakan ke Kak Chan kalau aku dan Kak Chan sudah dijodohkan sejak kecil" Gadis yang bernama Jelita langsung menoleh tajam ke mamanya Chanan.
Ratih menoleh ke Jelita dan berbisik ke Jelita, "Coba kau sentuh tangan Chan yang ada di atas meja"
Tanpa banyak bertanya, Jelita langsung menyentuh tangan Chanan dan seketika itu juga Chanan bersin-bersin lalu sambil mendelik kesal, ia menarik keras tangannya dari genggaman tangannya Jelita.
Jelita tersentak kaget saat ia melihat Chanan bersin-bersin tanpa henti dan gadis itu langsung berkata, "Maaf, Kak. Aku tidak sengaja melakukannya"
Ratih langung bangkit berdiri lalu berjalan mengitari meja.
Semua mata mengikuti pergerakannya Ratih.
Dan semuanya terkejut saat Ratih memeluk Gandasuli dan berkata, "Mama menyetujui kamu menjadi tunangannya Chanan karena kamu tidak membuat Chanan bersin-bersin saat kamu menyentuh Chanan Kamu juga sangat cantik, lembut dan sopan. Mama menyukaimu, Nak"
Chanan langsung bangkit berdiri dan tersenyum lebar mendengar ucapan mamanya dan gadis yang bernama Jelita langsung merengut dan pergi meninggalkan Mejanya Chanan begitu saja tanpa pamit ke Ratih, Chanan, apalagi ke Gandasuli.
Gandasuli hanya bisa berkata, "Iya, Tante"
Ratih yang masih memeluk Gandasuli langsung berkata, "Jangan panggil Tante! Panggil Mama"
"Hah?!" Gandasuli sontak menoleh ke Chanan yang tengah tersenyum lebar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
oh, jadi Gandasula itu berasal dari khayangan ya? 🤔🤔
2023-03-04
0
Be___Mei "Hiatus"
lagi kak el 🥰
2023-02-27
0
Om Rudi
lanjut lagi
2023-02-21
0