Pingsan

Seorang wanita cantik berumur empat puluh delapan tahun merangkul bahu seorang gadis berumur dua puluh tahun lalu berkata, "Chanan belum punya pacar. Tante akan atur perjodohan kalian segera"

Gadis berumur dua puluh tahun itu langsung tersenyum semringah dan berkata, "Terima kasih Tante"

"Nah! Kandang kamu udah datang. Kamu masuk kandang dulu, ya" Chanan memasukkan kelinci putih yang ia beri nama Snowy ke dalam kandang, menutup kandang itu, lalu menoleh ke Leo untuk berkata, "Ayo ikut aku! Aku akan bayar kamu"

"Aku mau kasih makan kelinci cantik ini dulu. Kamu masuk aja sendiri dan bawa uangnya ke sini. Aku nunggu uangnya di sini aja" Sahut Kek sembari memberikan wortel ke kelinci putih itu.

"Dasar menyebalkan. Udah minta bayaran masih nyuruh-nyuruh lagi" Chanan langsung mengerucutkan bibirnya.

Leo asyik memandangi kelinci putih itu dan berkata, "Kamu suka banget sama wortel, ya? Besok aku akan kasih kamu wortel lagi, ya"

Gandasuli langsung menganggukkan kepalanya karena ia memang sangat menyukai wortel.

Leo tersentak kaget dan sontak memundurkan kepalanya sambi berkata, "Kamu menganggukkan kepala barusan? Kamu ngerti sama omonganku?"

Gandasuli kembali menganggukan kepalanya.

"Wah! Kamu kelinci yang sangat pintar. Andai saja aku yang menemukan kamu lebih dahulu, aku akan bawa kamu ke mana pun aku pergi"

"Aku juga akan bawa dia ke mana pun aku pergi karena dia sangat cantik dan aku nggak tega meninggalkannya sendirian di rumah" Sahut Chanan sambil mengulurkan amplop panjang berwarna cokelat.

"Hei! Kau jongkok lah dan lihat, Snowy tidak hanya cantik, tapi juga sangat pintar"

Chanan berjongkok di sebelah Leo, lalu bertanya, "Apa yang ingin kau tunjukkan?"

"Perhatikan, ya!" Leo berkata tanpa mengalihkan pandangannya ke kelinci putih yang diberi nama Snowy oleh Chanan.

"Kamu suka wortel?" Tanya Chanan sambil menatap lembut kelinci bernama Snowy itu.

Gandasuli kembali menganggukkan kepalanya.

"Kamu suka sama.aku, dong. Karena aku yang membawakan wortel untuk kamu" Ucap Leo kemudian.

Gandasuli kembali menganggukkan kepalanya.

"Lihat, kan. Dia bisa kita ajak ngobrol" Leo menoleh ke Chanan dengan senyum semringah.

"Coba aku yang nanya" Chanan langsung menatap kelinci yang ia beri nama Snowy itu dan langsung melemparkan pertanyaan, "Kamu suka sama aku?"

Gandasuli menggelengkan kepalanya.

"Hahahahahaha! Kasihan, kasihan, kasihan. Snowy tidak menyukai kamu, hahahahahaha" Leo sontak tertawa dan Chanan langsung bangkit berdiri, lalu menendang Leo sambil berkata, "Pulang sana! Kamu udah bikin aku kesal, jadi pulang sana!" Chanan kembali menendang Leo.

Leo mengaduh dan sambil bangkit berdiri ia berkata, "Aku akan pulang. Tapi, besok aku akan datang ke sini lagi bawa wortel untuk Snowy. Makasih uangnya"

Chanan mengabaikan Leo dan kembali berjongkok untuk bertanya ke Snowy, "Kenapa kamu tidak menyukai aku? Apa karena aku tidak kasih wortel ke kamu?"

Gandasuli kembali menganggukkan kepala.

"Oke! Besok aku akan beli wortel yang sangat banyak. Apa kamu menyukai ideku ini?"

Gandasuli menganggukkan kepalanya.

"Dasar kelinci matre. Kamu cewek, kan? Nggak orang nggak kelinci, semuanya kalau cewek, tuh, matre. Awas aja kalau kamu mengkhianatiku seperti tunanganku dulu. Dia ninggalin aku karena waktu itu aku masih kere dan dia lebih memilih menikah dengan CEO kaya raya"

Apa itu tunangan? Apa CEO? Gandasuli berkata di dalam hatinya sambil mengerjapkan kedua matanya dan menatap Chanan dengan penuh tanda tanya.

"Kenapa kamu menatapku terus? Aku tahu aku ini memang sangat tampan dan banyak cewek suka sama aku. Kamu pasti juga begitu, kan? Kamu, kan, cewek"

Gandasuli langsung menggelengkan kepalanya berulangkali dengan cepat, lalu memunggungi Chanan.

"Hei! Kenapa kau gelengkan kepala kamu dan sekarang kamu memunggungi aku?"

Gandasuli bergeming.

Chanan lalu bangkit berdiri dan berkata, "Oke! Kamu tetap di sini dan aku akan masuk ke dalam. Aku juga laper dan mau makan dulu setelah itu tidur. Besok aku dapat dinas pagi. Besok kamu aku jaga ke kantorku"

Sepeninggalnya Chanan, Gandasuli bergumam di dalam hatinya, Orang yang aneh. Dia nggak tampan sama sekali kenapa bilang kalau dirinya tampan? Lebih tampan dewa petir dong. Dewa petir adalah pria paling tampan di dunia ini.

Gandasuli kemudian membuka pintu kandang dan melompat keluar. Dia meraba kalungnya dan tersentak kaget saat ia tidak menemukan kalungnya. Gandasuli sontak memekik, "Wala, wala, wala! Tanpa kalungku bagaimana bisa dewa petir menemukan keberadaanku. Aku harus mencari kalungku. Gandasuli kemudian melompat-lompat sampai ke pinggir kolam renang dan melongok ke air, "Di dalam air jernih ini, kalungku juga ngga ada. Lalu, di mana kalungku?"

Gandasuli kemudian berputar badan dan melompat-lompat menuju ke dalam rumah sambil bergumam, "Apa kalungku ada di tangan cowok tadi? Kalau cowok itu memiliki kalungku dan memencet kalungku, maka habis sudah. Selamanya dewa petir nggak akan bisa menemukan aku dan itu artinya, aku nggak bisa pulang ke kahyangan, huhuhuhuhuhu"

Chanan merogoh sesuatu dari dalam kantong celana kolornya saat ia ingin memasukkan celananya itu ke dalam mesin cuci. Chanan menemukan gelang kecil dengan liontin berbentuk bulan sabit dan di tengah bulan sabit itu ada titik berwarna merah. Chanan mengamati gelang berliontin bulan sabit itu sambil memencet-mencet titik berwarna merah yang ada di tengah liontin itu. Kemudian ia membuang gelang yang ia temukan itu keluar jendela sambil bergumam, "Gelang aneh"

Bertepatan dengan melayangnya gelang itu keluar jendela, Gandasuli langsung berlari. Tanpa Gandasuli sadari, ia berlari dengan wujud manusia dan tanpa wanita cantik itu sadari, tanpa Kalungnya, dia tidak saja kehilangan kesempatan untuk ditemukan dewa petir dan pulang, namun dia juga telanjang saat berubah wujud menjadi manusia.

Gandasuli berlari sambil berteriak, "Kenapa kau buang kalungku!!!!!"

Chanan sontak menoleh ke asal suara dan seketika hidungnya mengeluarkan darah saat ia melihat ada seorang wanita berparas cantik jelita berlari dan berteriak ke arahnya dengan tubuh polos tanpa balutan kain apapun. Kedua lubang hidung Chanan meneteskan darah, dia mimisan cukup hebat, kemudian pemuda tampan itu jatuh pingsan.

Gandasuli sontak mengerem laju larinya dan menunduk ke pemuda yang jatuh pingsan di atas lantai dan. Seketika itu ia berteriak kaget, "Aaaaaaa!!!! Kenapa aku telanjang kayak gini?" Gandasuli kemudian mencopot kaos yang dipakai oleh pemuda yang jatuh pingsan di depannya. Lalu, Gandasuli memakai kaos pemuda itu. Kaos pemuda itu menjadi dress mini di atas lutut saat melekat di tubuh ramping dan pendeknya Gandasuli. Tinggi badan Gandasuli hanya seratus enam puluh dua centimeter sedangkan pemuda yang jauh pingsan itu tinggi badannya mencapai seratus delapan puluh lima centimeter.

Lalu, Gandasuli berjongkok, menusuk pipi pemuda itu dengan ujung jari telunjuknya sambil berkata, "Bangun! Hei, bangun!"

Terpopuler

Comments

⧼⎳ Bukan siapa-siapa

⧼⎳ Bukan siapa-siapa

singgah thor, udah aku tambahkan ke fav ya,,,,😍💕

2023-03-07

0

Om Rudi

Om Rudi

lanjut lagi

2023-02-13

0

ZasNov

ZasNov

Semangat ya Kakak..🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹

2023-02-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!