"Air liur Lo menetes, tuh" Chanan menggeram kesal.
Leo sontak mengusap dagu dengan punggung tangannya dan Gandasuli tertawa lepas melihat tingkah konyolnya Leo.
Kedua pria tampan berprofesi dokter itu mengarahkan pandangan mereka ke Gandasuli dan tertegun menatap tawa indah yang terlukis di wajah cantik Gandasuli.
Gandasuli menoleh ke Leo lalu ke Chanan sambil bertanya, "Air liur kalian menetes, tuh"
Chanan refleks mengusap dagunya, Leo berteriak, "Kena juga, Lo!" Dan Gandasuli kembali terbahak-bahak tiada henti Samapi air matanya keluar dan perutnya sakit saking kerasnya ia tertawa.
Chanan langsung berteriak ke Leo, "Mau mampus, Lo!"
"Siapa kamu?" Leo mengabaikan Chanan dan memilih untuk langsung duduk di sebelahnya Gandasuli.
Gandasuli menggeser pantatnya untuk menjauhi Leo sambil berkata, "Kita pernah ketemu, kok lupa"
Chanan menggeser pantat untuk menjauhi Gandasuli sambil mendengus kesal dan melotot ke Leo.
"Hah?! Kapan? Perasaan stok wanita yang cantiknya pakai banget kayak kamu udah menipis di kehidupanku, hehehehehe" Leo meringis ke Gandasuli.
"Dia Snowy" Sahut Chanan dengan kesal.
Leo menautkan alisnya ke Chanan dan langsung tertawa, "Buahahahahha! Kamu bercanda, kan?"
"Aku kelinci putih itu" Sahut Gandasuli.
"Pak Ogah jalan pakai galah. Wah! Kamu, kok, ikutan bercanda, sih" Leo menoleh kaget ke Gandasuli.
Blub! Gandasuli langsung berubah jadi kelinci putih karena kesal dikatakan bercanda oleh Leo.
Kedua bahu Leo sontak terangkat ke atas, alis pun ikut terangkat ke atas, lalu pria tampan itu menyemburkan, "Hah?! Oke, siapa saja pegangi aku! Aku mau pingsan, nih" Dan bruk! Leo jatuh menyamping dan pingsan di atas lantai.
Satu jam kemudian, Leo membuka mata dan langsung duduk, kemudian menarik kedua lututnya dengan ekspresi kaget lalu bertanya ke Chanan dengan setengah berbisik, "Di mana Snowy?"
"Di sini" Gandasuli muncul di depan Leo sambil meletakkan teh manis hangat di atas meja.
Leo masih duduk di atas sofa sambil memeluk kedua lututnya dan menatap Gandasuli sambil bertanya, "Kamu beneran Snowy ternyata"
"Iya. Dia memang Snowy. Dia kelincinya Dewa petir dan jatuh dari kahyangan" Sahut Chanan dan Gandasuli manggut-manggut membenarkan.
"Oke. Aku percaya karena aku udah pingsan. Lalu, kenapa kita nggak kembalikan Snowy ke kahyangan? Kalau kita disengat petir sama dewa petir karena ia mencari kelinci kesayangannya dan menemukannya di sini, kita bisa hangus kayak dendeng" Ucap Leo.
"Dewa petir Adrakhs itu baik hati dan nggak kejam. Cuma dia galak dan tegas banget orangnya" Sahut Gandasuli.
"Tuh! Buruan kembalikan Snowy ke Kahyangan, Chan!" Pekik Leo dengan wajah panik ketakutan"
"Masalahnya dia hanya bisa balik pakai kalung dia. Tapi, Kalungnya rusak" Sahut Chanan sambil melemparkan sorot mata tidak suka ke Gandasuli karena entah sudah ke berapa kali gadis itu memuji dewa petir yang namanya aneh itu di depan dia.
"Benerin dong" Pekik Leo dengan wajah yang masih tampak panik dan ketakutan.
"Masalahnya nggak semudah itu. Kalung itu punya komponen yang aneh dan aku masih nyari komponen itu"
"Aku bantu nyari dan aku juga akan bantu kamu memperbaiki Kalungnya" Sahut Leo.
"Benarkah, Kak? Makasih banyak" Sahut Gandasuli.
Chanan sontak menoleh kesal ke Gandasuli dan menyemburkan, "Hei! Kau panggil dia Kakak dan manggil aku Paman. Aku sama Leo, tuh, seumuran"
"Hehehehehe. Soalnya Kak Leo tampak jauh lebih muda daripada Pam, eh, Kak Chan, hehehehehe"
"Wah! Mana ada cowok somplak kayak Leo kau katakan lebih muda dari aku" Chanan mengerucutkan bibirnya.
"Jangan ngiri, sekali-kali nganan juga, entar nabrak tembok benjol jidat kamu, hahahahahaha"
Chanan melotot kesal ke Leo, "Berani benar kau tertawa lebar di depanku pas aku kesal kayak gini. Dia bukan hanya menyebutku Paman berkali-kali. Dia juga sudah membuatku kehilangan banyak uang. Semua burung mahal yang ada di teras samping ruang kerjaku dilepaskan semua sama dia"
"Wah! Bagus itu. Udah cantik, penyayang hewan pula. Cewek idaman, nih" Leo mengacungkan ibu jarinya ke Gandasuli.
Gandasuli tersenyum lebar dan dengan binar mata bahagia, gadis cantik itu berucap, "Terima kasih, Kak Leo"
"Sama-sama, Snowy cantik" Sahut Leo.
Plak! Chanan memukul kepala Leo sambil berkata, "Bagus kau bilang, hah?! Bagus gundulmu!"
"Aduh! Sakit! Kenapa kau pukul kepalaku, hah?!"
"Jangan kau puji dia cantik. Aku tidak suka"
"Kenapa?" Gandasuli dan Leo bertanya ke Chanan secara bersamaan.
"Dia, emm, dia ........Bukan hanya itu. Bukan sekadar seekor kelinci yang tersesat dan sudah banyak menimbulkan kerugian di hidupku hanya dalam hitungan hari saja" Sahut Chanan.
"Bukan hanya itu? Apanya yang bukan hanya itu?" Leo menatap Chanan dengan penuh tanda tanya.
"Aku sama Snowy sudah menikah secara sah. Dia Istriku" Chanan berucap dengan sangat cepat dan tanpa jeda. Berucap hanya dalam satu tarikan napas saja.
"Hah?! Aduh! Tercenut hatiku mendengar kalian sudah menikah. Pupus sudah harapanku" Leo meremas dadanya dan Gandasuli kembali terkekeh geli melihat sikap konyolnya Leo itu.
"Sudah, diam! Malas aku meladeni kekonyolan kamu. Aku mau ke rumah sakit lagi. Udah dapat telepon dari kamar operasi. Aku nitip Snowy. Jangan kamu jahili dia kalau kamu nggak ingin disihir jadi jambu monyet apa jadi kaktus brondhol atau jadi bunga bangkai"
"Hah?!" Leo langsung menoleh tajam ke Gandasuli dengan wajah ketakutan.
Gandasuli menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku nggak akan menyihir orang baik kayak Kakak. Jangan dengarkan orang aneh itu!"
Setelah punggung Chanan benar-benar menghilang, Leo menatap Gandasuli dengan sorot mata dan wajah serius, "Memang bener, ya, kalau dia sudah menikah sama kamu?"
"Iya, Kak. Mamanya Kak Chan yang memaksa kami menikah"
"Memang bener kamu bisa sihir?"
"Bisa. Tapi, hanya menciptakan bunga atau menghidupkan tanaman yang sudah mengering dan mati. Aku ini Dewi bunga di istana bunga. Namaku sebenarnya adalah Gandasuli yang memiliki arti bunga putih"
"Nama kamu unik tapi artinya sangat indah. Cocok untuk kamu. Lanjutan lagi cerita kamu" Leo tersenyum ramah ke Gandasuli.
Gandasuli tersenyum dan berkata, "Terima kasih, Kak" Lalu melanjutkan lagi ceritanya, "Ibu tiriku menyihirku jadi kelinci putih lalu membuangku ke hutan agar aku dimakan binatang buas. Namun, dewa petir menolongku. Dewa Adrakhs membawaku ke istananya dan melatih energi spiritualku agar aku bisa jadi manusia lagi. Namun, saat aku udah berhasil menjadi manusia, aku terpeleset di danau dan jatuh di kolam renangnya Chanan"
"Ibu tiri kamu kejam sekali. Kamu harus segera kembali ke kahyangan dan balas dendam. Kalau aku bisa ikut kamu kembali ke kahyangan aku mau bantu kamu balas dendam" Sahut Leo.
"Makasih, Kak. Kakak ramah dan baik. Aku suka bisa bertemu dengan orang ramah dan baik kayak Kakak di bumi ini selain Mamanya Kak Chan"
"Sama-sama" Leo tersenyum di depan Gandasuli.
Tiga jam telah berlalu, Chanan berjalan dengan wajah lelah menuju ke ruang kerjanya. Saat ia membuka pintu, ia dikejutkan dengan sosok wanita yang berdiri di depannya.
"Arabella Prist?" Chanan langsung membeku di tempat ia berdiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
makin suka dengan ceritanya 😘😍🥰
2023-03-06
0
Om Rudi
lankut lagi
2023-03-01
0
Ucy (ig. ucynovel)
iii,, banyak iler😂
2023-03-01
0