Mamanya Chanan mendorong daun pintu dan sambil langkah masuk ia berkata, "Mama akan tidur di sini malam ini. Mama kesepian di rumah sendirian"
"Hah?!" Chanan sontak menarik rahang bawahnya lebar-lebar dan Gandasuli langsung menutup pintu lalu menguncinya rapat. Kemudian gadis cantik itu menyapa mamanya Chanan, "Selamat malam, Ma" Dan setelahnya ia mencium punggung tangan mamanya Chanan.
Mamanya Chanan langsung menarik Gandasuli ke dalam pelukannya dan berkata, "Ah! Menantu Mama yang baik hati dan cantik ini. Mama sayang banget sama kamu" Mamanya Chanan kemudian mendaratkan ciuman di keningnya Gandasuli.
Lalu, mamanya Chanan yang bernama Ratih itu, menoleh ke Chanan dan berkata, "Kok malah bengong? Buruan bawa masuk mesti Mama yang cantik ini ke kamar kalian dan buatkan Mama cucu yang cakep-cakep, sana!"
Namun, Chanan justru bergeming di tempatnya.
Mamanya Chanan menghela napas panjang dan langsung menarik tangan Chanan dan tangan Gandasuli lalu melangkah lebar ke pintu kamarnya Chanan. Setelah sampai di depan pintu kamar putra tampannya, wanita berumur kepala lima yang masih sangat cantik itu membuka pintu kamar Chanan, mendorong Chanan dan Gandasuli masuk ke dalam lalu wanita itu menutup pintu dan menguncinya dari luar.
Chanan langsung menggedor pintu dan berteriak, "Ma! Jangan reseh! Kalau dikunci dari luar, gimana kita keluar besok pagi?!"
"Mama akan bangun pagi jam lima dan membukanya. Buruan bikin cucu buat Mama" Teriak mamanya Chanan dari arah luar.
Chanan mendengus kesal kemudian menatap Gandasuli.
Gandasuli mengerjapkan matanya sebanyak dua kali lalu gadis manis itu berkata, "Aku akan tidur di lantai, Kak. Jangan khawatir! Aku tidak akan mengganggu tidur Kakak"
"Baiklah. Karena kamu yang minta, silakan tidur di lantai" Chanan menyerahkan selimut dan satu bantal ke Gandasuli lalu nai ke ranjang dan tidur begitu saja.
Gandasuli melihat Chanan dan bergumam di dalam hatinya, dasar pria nggak peka dan tidak punya hati nurani. Bisa-bisanya dengan santainya ia membiarkan aku tidur di lantai. Padahal aku tadi cuma basa-basi dan berharap dia bilang, biar aku yang tidur di lantai dan kamu di ranjang, tapi, ini, ini, kenapa dia justru membiarkan aku tidur di lantai. Dasar pria miskin etika, huh!
Gandasuli kemudian menggelar selimut dibatas lantai dan meletakkan bantal di ujung selimut. Lalu, gadis cantik berkulit putih itu merebahkan diri di atas lantai dengan wajah kesal.
Keesokan harinya, Gandasuli langsung bangun, melipat selimut dan meletakkan selimut dibatas kasur, lalu ia meletakkan bantal di sebelah kepalanya Chanan. Gandasuli mencebikkan bibirnya dan bergumam lirih, "Nyenyaknya dia tidur, huh! Tentu saja nyenyak. Dia tidur di ranjang" Saat Gandasuli mendengar suara ceklek, gadai cantik itu langsung berlari ke pintu dan saat mamanya Chanan membuka pintu, Gandasuli langsung mencium punggung tangan mamanya Chanan sambil berkata, "Selamat pagi, Ma"
"Wah! Berapa ronde yang kalian lakukan semalam sampai Chan KO kayak gitu, pfftttt!" Mamanya Chanan mengulum bibir menahan senyum.
Gandasuli yang tidak mengerti maksud ucapan mamanya Chanan langsung menyahut asal dengan angka yang terlintas di kepalanya saat itu, "Tiga ronde, Ma"
"Hah?! Beneran?!Wah! Mama nggak nyangka kalau anak Mama setangguh itu! Mama sebentar lagi akan punya cucu. Makasih, Sayang" Mamanya Chanan mencium kedua pipinya Gandasuli dengan pekik kebahagiaan Kemudian wanita cantik itu melangkah keluar dari kamarnya Chanan sambil berteriak, "Mama akan masak kerang biar kandungan kamu subur, Sayang"
"Saya akan bantu Mama memasak!" Sahut Gandasuli.
Di saat Gandasuli melangkah ingin menyusul mamanya Chanan, tangan Chanan langsung menahan lengan Gandasuli dan menariknya sampai gadis cantik itu jatuh terjerembab di atas dadanya Chanan.
"A.....apa mau kamu? Lepaskan aku! Tidak baik wanita dan pria berdekatan seperti ini" Gandasuli berucap sembari meronta karena Chanan memeluknya erat.
Chanan menggeram kesal, "Kenapa kau bilang tiga ronde tadi?"
"Karena aku suka angka tiga" Sahut Gandasuli dengan mengerjapkan matanya.
"Apa kau tahu apa maksud Mama soal ronde tadi?"
Gandasuli menggelengkan kepalanya dan menatap Chanan dengan wajah polos tanpa dosa.
"Kalau tidak tahu jangan jawab! Dasar bodoh!"
"Kalau orang tua nanya, ya, harus dijawab dong" Gandasuli menyahut dengan mendengus kesal.
Chanan ikutan mendengus kesal lalu berkata, "Sial! Kau sudah katakan tiga ronde dan akan terlihat aneh kalau tidak ada tanda kepemilikan di leher kamu"
"Tanda kepemilikan apa? Aduh! Ke.....kenapa kau menggigit leherku?" Gandasuli melotot kaget ke Chanan.
Chanan langsung mendorong tubuh Gandasuli sampai Gandasuli bangun dan menapakkan kaki di atas lantai. Kemudian pria tampan itu bangkit, berjalan santai ke kamar mandi sambil berkata acuh tak acuh, "Itu tanda kepemilikan karena kita sudah menghabiskan tiga ronde semalam, Sayang"
Gandasuli mengelus lehernya dan bergumam kesal, "Dasar pria gila"
Gadis cantik itu kemudian melangkah keluar dari kamar dan langsung menuju ke dapur untuk membantu mamanya Chanan memasak.
Mamanya Chanan melirik leher menantunya dan wanita yang bernama Ratih itu kembali mengulum bibir menahan senyum bahagia. Wanita yang sudah menginjak kepala lima itu merasa sangat bahagia karena ia akan segera memiliki seorang cucu dari menantu pilihannya yang sangat cantik, lembut, sopan, dan baik.
"Terima kasih banyak udah bantuin Mama memasak dan terima kasih banyak kemarin kamu nelpon Mama menanyakan makanan kesukaannya, Chan. Mama bahagia melihat kamu perhatian sama Chan" Mamanya Chanan duduk di sebelahnya Gandasuli dan kembali mendaratkan ciuman hangatnya di pipi Gandasuli.
"Kamu mandi dulu, sana! Mama juga mau mandi" Mamanya Chanan kemudian bangkit berdiri dan Gandasuli pun ikutan bangkit berdiri.
Gandasuli masuk ke dalam kamar bertepatan dengan keluarnya Chanan dari dalam kamar mandi.
"Kyaaaaa! Kenapa kamu tidak pakai baju?" Gandasuli langsung berbalik badan dengan cepat.
"Apa?! Ini kamarku suka-suka aku, dong. Aku biasa keluar dari dalam kamar mandi seperti ini"
"Kenapa kamu telanjang?"
"Balik badan dulu dan lihat aku! Siapa yang telanjang, hah?!" Chanan berteriak kesal.
Gandasuli membalikkan badannya dengan perlahan, lalu ia menutup matanya dengan kedua tangan dan kembali berteriak, "Kyaaaaaa! Kamu nggak pakai baju"
"Aku pakai celana kolor. Aku memang suka bertelanjang dada kalau keluar dari dalam kama mandi dan memilih pakai baju di kamar ganti Buka dulu mata kamu! Dasar cewek mesum"
Gandasuli menarik pelan kedua tangannya dari kedua matanya kemudian ia menyusuri dada Chanan lalu menghela napas panjang dan sambil meringis malu ia berkata, "Hehehehe, iya, kamu nggak telanjang"
Wah! Dadanya kekar dan kulitnya putih banget. Apa dada Dewa Petir Adrakhs juga seperti ini kalau Dewa bertelanjang dada? Batin Gandasuli dan seketika itu wajahnya merona malu.
"Emang nggak. Hei! Apa kau ingin menyentuhnya?"
"A....apa?" Gandasuli tergagap kaget.
"Kau terus menatap dadaku dan wajah kamu memerah, tuh. Apa yang kau pikirkan?"
Gandasuli langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi dan berteriak, "Nggak ada! aku nggak mikir apapun!"
Chanan tergelak geli melihat tingkah polosnya Gandasuli. Kemudian pria tampan itu masuk ke kamar ganti untuk memakai kemeja dan celana panjang kainnya.
Gandasuli berteriak, "Kyaaaaaa!!!!!"
Chanan langsung berlari keluar dan mengerem laju larinya di depan pintu kamar mandi. Ia ketuk pintu kama
mandi sambil berteriak, "Hei! Kau kenapa?!"
"Aku jatuh terpeleset sabun. Aku nggak tahu yang mana sabun, jadi aku pencet semua botol lalu aku terpeleset. Huaaaaaa!!!! Sakit banget kakiku. Aku nggak bisa berdiri, huaaaaa!!!!!"
Brak! Chanan langsung mendobrak pintu kamar mandi dan dengan cepat ia menyambar jubah mandi, ia pakaikan jubah mandi ke tubuhnya Gandasuli lalu ia membopong Gandasuli keluar dari kamar mandi sambil mengomel, "Jadi orang, kok, ceroboh banget. Mandi aja sampai jatuh. Emangnya kamu anak kecil. Dasar bodoh!"
Gandasuli berucap, "Maaf"
Dan seketika Chanan mengumpat kesal di dalam hatinya saat wangi sabun mandi menusuk hidungnya dan rambut basah Gandasuli menyentuh pipinya, lalu kedua matanya menangkap gundukan kembar yang sedikit menyembul dari balik jubah mandi. Jantung Chanan relfeks berdegup abnormal dan pikirannya mulai berkelana ke sana ke mari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤
like nya dah mampir kk
2023-03-31
0
@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤
Mayan gratisan gak dilihat mubazir
2023-03-31
0
Be___Mei "Hiatus"
like akak 🥰
2023-03-08
0