Gandasuli menyembulkan kepalanya ke permukaan air. Seketika ia mengelus pucuk kepalanya saat ia merasakan pucuk kepalanya terantuk sesuatu.
Gandasuli sontak menatap apa yang ada di depan matanya saat ia mendengar suara pria mengaduh dan seketika itu juga gadis cantik jelita itu membeliak kaget kala ia melihat dada kotak-kotak.
Karena kaget, Gandasuli sontak memejamkan mata, lalu ia berubah wujud menjadi kelinci dan terjatuh ke dalam air, byur!
Mendengar suara byur, pemuda yang mengaduh dan menengadah ke atas sambil memegang pucuk hidungnya, sontak menunduk dan terkejut ketika ia melihat ada seekor.kelinci putih nan imut kepalanya timbul tenggelam di dalam air.
Pemuda itu langsung mengangkat kelinci putih nan imut itu dengan kedua telapak tangannya, lalu memeluk kelinci putih nan imut itu sambil bergumam, "Kok ada.kelinci jatuh di kolam renangku?" Pemuda itu langsung mengedarkan pandangannya dan kembali bergumam, "Tembok rumahku tinggi banget, mana mungkin kelinci ini bisa memanjatnya dan nggak ada pohon di sini" Pemuda itu lalu menengadah ke atas kembali dan bergumam, "Apa kelinci ini jatuh dari langit? Ah! Masak iya begitu?"
Merasakan dirinya didekap oleh pemuda itu dan pipinya menempel ke dada pemuda itu, Gandasuli sontak merasakan badannya panas lalu ia jatuh pingsan.
"Eh! Kok pingsan? Masak iya aku kasih napas buatan?" Pemuda itu lalu bergegas keluar dari dalam kolam renang dan dengan celana kolor yang basah kuyup dan bertelanjang dada, pemuda itu berlari kecil ke bangku yang ada di dekat kolam renang untuk meletakkan kelinci putih itu di sana.
Pemuda itu kemudian berjongkok di depan bangku dan menundukkan wajahnya untuk melihat kondisi kelinci itu, "Ah! Dia masih bernapas. Lebih baik aku panggil Leo ke sini" Pemuda itu langsung mengambil telepon genggamnya yang tergelatak manis di atas meja.
Leo adalah nama dari salah satu teman pemuda itu yang berprofesi dokter hewan.
"Halo, Yo! Cepetan kamu ke sini!"
"Untuk apa?"
"Ada kelinci masuk ke rumahku dan kelincinya pingsan"
"Kok bisa ada kelinci di rumah kamu?"
"Kalau ngobrol entar aja di kafe jangan di telpon kayak gini. Buruan ke sini!"
"Gila Lo! Oke Gue ke sana sekarang. Tolong jaga kelinci itu tetap hangat. Aku meluncur sekarang" Sahut Leo sembari menyambar kunci mobil dan berlari keluar dari kliniknya.
Pemuda yang menemukan Gandasuli bernama Chanan yang memiliki arti berawan. Nama lengkap pemuda itu adalah Chanan Rahardian, berumur dua puluh delapan tahun. Chanan adalah seorang dokter bedah terkenal yang gila akan kebersihan, kaku, tidak menyukai wanita sejak ia dikhianati oleh tunangannya, dan tidak suka melihat barang-barang yang dia tata rapi, berpindah tempat atau menjadi berantakan.
Chanan langsung menyelimuti kelinci putih yang ia temukan dengan handuk bersih dan kering, lalu ia peluk kelinci itu biar lebih hangat. Ia menuruti perintah Leo untuk menjaga kelinci itu tetap hangat.
Sepuluh menit kemudian Leo muncul di depan Chanan dengan tas kerjanya.
"Kok, cepet?"
"Kamu lupa, ya, klinikku, kan, dekat sama rumah kamu" Leo kemudian bergoyang sambil bernyanyi, "Temanku memang dekat. Lima langkah dari rumah, asyik-asyik, nggak usah kirim surat, SMS pun tak usah, kalau rindu......."
"Stop! Eneg gue lihat goyangan kamu dan suara fals kamu. Buruan periksa kelinci ini"
"Letakkan di dalam"
"Di sini aja! Ngapain ke dalam?" Chanan langsung menahan lengan Leo.
"Di sini dingin, Bro" Leo langsung bersedekap di depan Chanan.
"Kalau di dalam ditaruh mana? Aku,kan, belum tahu kelinci ini bawa penyakit atau tidak. Udah kamu periksa dia begini aja" Chanan mendekap erat kelinci itu.
"Eh! Kamu peluk kelinci itu? Kamu, kan, belum tahu kelinci itu bawa penyakit atau tidak"
Chanan tersentak kaget dan langsung menyerahkan kelinci yang masih pingsan dan berselimut handuk ke Leo sambil berkata, "Sial! Iya, ya. Kenapa aku tadi memungut dan memeluknya tanpa bersin dan lupa akan penyakit OCD-ku?" Lalu, pemuda itu langsung meraih botol spray yang berisi cairan sanitizer, lalu menyemprot kedua tangan dan seluruh dadanya dengan botol spray itu.
Leo menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kelincinya nggak papa. Aku bawa dia ke klinikku, ya, dan........."
"Oke! Bawa dia dan setelah kau pastikan dia aman, bawa ke sini besok sekalian kamu belikan kandang yang bagus untuk dia"
"Oke aku akan belikan kandang berwarna pink"
"Kok pink?"
"Kelinci ini cewek, Bro. Rumahnya harus berwarna pink, kan?" Leo yang masih mendekap kelinci itu mendelik ke Chanan.
"Wah! Cewek? Pantes aja dia cantik banget dan langsung membuatku terpikat sampai-sampai aku lupa sama penyakit OCD-ku"
"Oke. Aku bawa sekarang ke klinikku untuk aku periksa lebih lanjut. Ngomong-ngomong siapa namanya?"
"Nggak tahu" Sahut Chanan dengan santainya.
"Kok nggak tahu"
"Aku, kan, nemu, nggak beli. Mana aku tahu namanya"
"Kasih nama kalau gitu" Perintah Leo.
"Hei! Kenapa nggak kamu aja sekalian yang kasih nama ke dia"
"Aku sudah periksa dia. Kita bagi tugas dong. Sekarang kamu yang kasih nama"
"Hufftttt, oke! Karena dia putih banget kayak salju, aku kasih nama Snowy aja"
"Oke. Snowy ayo kita tinggalkan pria galak ini"
"Hei! Berani ngatain aku, nggak aku bayar kamu"
"Minta sama Mama kamu, dong, weeekkk!" Leo menjulurkan lidahnya lalu pergi meninggalkan Chanan.
Chanan langsung memakai kaosnya dan saat ia hendak berjalan ke kamar mandi, Leo muncul kembali di depannya dan berkata, "Kelincinya bangun. Kau mau lihat?"
"Ah! Matanya lentik, dia kelinci yang sangat cantik. Letakkan di bangku, Yo!"
Leo meletakkan kelinci putih nan imut dan memiliki mata lentik yang sangat cantik itu di atas bangku. Lalu, kedua pria tampan yang berprofesi dokter itu berjongkok secara bersamaan.
Kedua pria tampan itu tersenyum lebar sambil terus menatap kedua mata lentik kelinci itu.
Gandasuli mematung saat ia melihat ada dua pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya memandanginya terus.
"Dia nggak papa, kan?" Tanya Chanan sambil menoleh ke Leo.
"Nggak papa. Aku lihat dia sehat terlihat dari bola matanya yang sangat jernih, dia juga putih bersih, bahkan wangi lho. Coba kau cium"
"Ogah! Enak aja cium-cium. Kalau dia bersih, sehat, dan wangi, nggak usah kau bawa ke klinik kamu. Biar dia di sini aja temani aku"
"Lho! Kok gitu? Aku juga mau pelihara kelinci secantik ini" Leo langsung mengerucutkan bibirnya.
"Nggak boleh! Aku yang nemuin dia. Jadi, dia harus tinggal di sini. Emm, kamu bawakan saja kandang yang terbaik yang ada di klinik kamu ke sini. Cepat!"
"Wani Piro? Main perintah, kok, seenak jidat kamu. Cepat, cepat! Emang nggak pakai jalan dan ambil napas dulu!" Leo mendengus kesal.
"Aku kasih lima juta rupiah untuk biaya periksa dan kandangnya. Gimana, setuju? Kalau nggak setuju, batal! Aku beli besok di pet shop dan ........"
"Setuju!" Leo langsung ngacir meninggalkan Chanan.
Chanan langsung mengglengkan-gelengkan kepalanya dan berkata, "Dasar mata duitan"
Gandasuli masih mematung. Dia sama sekali tidak berani menggerakkan badannya.
"Snowy, karena kamu sehat dan mau tinggal bersamaku di sini, maka mulai besok, tiap pagi dan sore aku akan mandikan kamu. kita teman sekarang ini" Chanan mengelus puncak kepala kelinci putih itu dengan ujung jari telunjuknya dan berkata, "Aneh lho, aku sedekat ini dengan kamu, tapi aku nggak bersin-bersin dari tadi. Berarti kamu kita ini berjodoh dan cocok satu sama lain, Snowy. Ah! Kamu lucu banget, sih, Snowy"
Siapa Snowy? Kenapa dia menyentuhku dan terus menyebut nama Snowy? Batin Gandasuli.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Dewi
lanjut
2023-04-10
0
Be___Mei "Hiatus"
memei hadir 😍😍
2023-02-27
0
S R
Snowy oh snowy😍
2023-02-25
1