Chanan membuka matanya dan sontak bergeser mundur dan dengan wajah ketakutan ia berteriak, "Siapa kamu?! Kenapa kau bisa masuk ke dalam rumahku dan me.......makai........" Chanan sontak menunduk dan mengangkat wajahnya kembali dengan cepat untuk berkata, "Hei! Itu kaosku! kembalikan!"
Gandasuli bangkit berdiri dan dengan wajah kesal ia berkata, "Usap dulu darah yang hampir kering di lubang hidung kamu lalu keluarlah cari kalungku!"
Chanan sontak mengusap kedua lubang hidungnya dengan punggung tangan dan ia menemukan ada darah kering di sana.
Kenapa aku tiba-tiba mimisan? Batin Chanan dengan wajah kebingungan.
Saat hawa dingin mulai membelai kulit polosnya, Chanan langsung mengambil kaos yang ada di keranjang baju kotor lalu memakainya untuk sementara karena kaosnya dipakai oleh gadis asing yang masih berdiri di depannya dengan wajah penuh amarah dan mata melotot.
"Ke....kenapa kau menatapku seperti itu, hah?! Harusnya aku yang marah dan melotot ke kamu saat ini karena kamu sudah masuk ke dalam rumahku tanpa ijin.Tapi, sebentar!
Gimana kamu bisa masuk ke rumahku? Aku udah aktifkan alarm pintu rumahku. Kamu tidak mungkin bisa masuk ke sini tanpa memasukkan password dan passwordnya hanya aku dan Leo yang tahu. Apa Leo yang membantu kamu masuk ke sini, hah?!"
"Keluar dan cari kalungku sampai ketemu lalu perbaiki kalung itu! Cepat!" Gandasuli mengarahkan jari telunjuknya ke jendela.
"Hei! Cewek gila! Kau masuk ke rumah orang lalu kau suruh aku keluar dari rumahku sendiri lewat jendela? Emangnya kau siapa? Cih!" Chanan berkacak pinggang dan menyeringai kesal.
Gandasuli langsung melangkah maju dengan pelan sambil berteriak, "Kamu yang gila! Kamu lempar kalungku ke sana begitu aja! Aku benci kamu!!!!!!"
Bruk! Punggung Chanan membentur tembok dan tubuh Gandasuli menubruk dada Chanan.
Chanan mengernyit saat ia merasakan ada sesuatu yang kenyal dan hangat menyentuh dadanya. Seketika fantasinya menari-nari liar tanpa ia perintah dan sebelum hidungnya mimisan lagi, ia mendorong wanita itu dengan keras sambil berteriak, "Aaaaaaa!!!!! Jangan dekati aku, menjauh lah dariku!!!!!" Sampai wanita itu terjatuh di atas lantai cukup keras. Gandasuli mengaduh kencang dan seketika berubah wujud menjadi kelinci.
Chanan ternganga kaget lalu bergumam lirih dengan wajah ketakutan, "Di mana wanita tadi? Apa aku melihat han....han.....hantu? Pantas aja ia gila! Wong dia hantu, cih! Keluarlah! Aku nggak takut sama hantu!"
Gandasuli bergegas keluar dari kaos yang menutupi tubuhnya. Lalu, dengan wujud kelinci, Gandasuli berteriak kesal, "Aku bukan hantu dan aku tidak gila!!!!!!!"
Chanan terkejut setengah mati, ia mengangkat kedua alisnya ke tas dan menarik rahangnya lebar-lebar ke bawah dan langsung jatuh bersimpuh di atas lantai saat ia melihat kelinci yang dia beri nama Snowy, bisa berbicara. Kemudian pria itu jatuh perlahan di atas lantai dan pingsan.
Gandasuli mendengus kesal, "Dasar pria.lemah. Jatuh pingsan terus" Lalu, Gandasuli berubah menjadi manusia dan kembali memakai kaos pria itu, kemudian ia melompati jendela sambil bergumam, "Aku akan cari sendiri kalungku. Aku tidak bisa berharap banyak pada pria lemah itu"
Gandasuli tersenyum lebar saat ia berhasil menemukan kalungnya. Kemudian ia melompat kembali masuk ke dalam rumah lewat jendela, menutup jendela itu, lalu ia berjongkok di depan pria yang masih pingsan itu.
Gandasuli terus berjongkok di depan pria itu kemudian ia bergumam, "Aku harus membangunkannya. Tapi, kalau aku bangunkan, emm, dia pasti marah-marah lagi. Apa aku biarkan saja ia tidur di sini? Lagian dia udah jahat sama kau. Dia buang kakungku dan dia mendorongku sampai pantatku sakit tadi"
Gandasuli hendak bangkit berdiri, namun kemudian ia berjongkok kembali dan sambil menggelengkan kepalanya ia berkata, "Nggak! Aku nggak tega membiarkan ia tidur di lantai yang dingin ini. Aku akan bangunkan dia saja! Karena aku nggak kuat kalau harus menggendongnya"
Tuk,tuk,tuk,fuk, Gandasuli kembali menusuk pipi pria itu dengan ujung jari telunjuknya sambil berkata, "Hei! Bangun! Di sini dingin. Kalau kamu nggak ingin kedinginan, maka bangunlah!"
Chanan membuka mata, langsung bangun dan bangkit berdiri lalu berlari kencang masuk ke kamarnya.
Brak! Chanan menutup pintu kamarnya dengan ketakutan dan langsung menguncinya. Chanan kemudian bersandar ke daun pintu dan sambil mengelus-elus dadanya ia bergumam, "Apa aku sakit jiwa sekarang ini? Kenapa aku bisa berhalusinasi separah ini? Aku tiba-tiba melihat ada wanita cantik di rumahku, lalu wanita itu menghilang dan muncul Snowy. Dan aku lihat Snowy bisa berbicara. Aarrgghhh!!!! Apa ini karmaku karena aku selalu menolak wanita yang dijodohkan Mama ke aku? Mama, maafkan aku!!!!"
Tok,tok,tok,tok! Gandasuli mengetuk pintu kamarnya Chanan dengan kesal.
Chanan terlonjak kaget dan langsung berteriak, "Pergi! Pergi ke asal kamu! Jangan ganggu aku! Dasar hantu gila!!!!!"
"Aku sudah katakan ke kamu kalau aku bukan hantu! Sekarang kamu harus bertanggung jawab!"
"Sial! Tanggung jawab apa! Aku bahkan belum pernah ketemu sama kamu lalu kenapa kamu bisa hamil denganku, hah?!" Chanan berteriak kesal dari dalam kamarnya.
"Aku tidak hamil! Siapa yang bilang kalau aku hamil! Dasar pria gila aneh, kasar dan suka nuduh! Aku pengen kamu bertanggung jawab memperbaiki kalungku!" Teriak Gandasuli dengan tidak kalah kesalnya.
Sial! Berani benar ia ngatain aku dan terus membahas soal kalung. Chanan kemudian berbalik badan dengan kesal dan langsung membuka pintu kamarnya untuk menyemburkan, " Berani benar kau ngatain aku" Chanan lupa akan rasa takutnya dan langsung bersedekap dengan mendelik di depan Gandasuli.
"Aku nggak ngatain kalau itu fakta. Kamu itu emang pria aneh, gila, kasar, dan suka nuduh"
"Dengar! Kamu hanyalah halusinasi yang timbul dari pikiran tidak warasku. Sekarang, hus, hus, hus! Pergilah!" Chanan mengisahkan telapak tangannya berulangkali di depan Gandasuli.
"Kamu itu gila, tapi kamu tidak berhalusinasi. Ini nyata. Sekarang perbaiki kalungku! Pria harus bertanggung jawab memperbaiki barang yang sudah ia rusakkan" Gandasuli berkacak pinggang di depan Chanan dengan wajah kesal.
Chanan menghela napas panjang kemudian berkata, "Oke anggap saja kamu nyata dan aku tanya sama kamu, perbaiki apa? Tanggung jawab apa? Kalung apa, hah?! Kenapa dari tadi kau ribut terus soal kalung dan tanggung jawab, cih!"
"Ini! Ini kalungku. Tanpa kalung ini dewa petir tidak bisa melacak keberadaanku dan aku tidak bisa kembali ke kahyangan tanpa pertolongan dewa petir. Dan tanpa kalung ini, kalau aku berubah wujud dari kelinci ke manusia, maka aku akan telanjang dan.........."
"Hah?! Sebentar! Sial! Aku tidak boleh pingsan lagi! Fokus, Fokus, Chan! Jadi, kamu adalah Snowy, kelinci putihku?"
"Hmm" Gandasuli mengangukkan kepalanya dengan cepat dan Chanan kembali mengangkat kedua alisnya ke atas secara bersamaan dan menarik rahang bawahnya lebar-lebar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Be___Mei "Hiatus"
🤭🤭🤭
2023-02-27
0
Senajudifa
😂😂😂
2023-02-20
0
Ucy (ig. ucynovel)
semakin menarik
2023-02-18
1