Gandasuli adalah gadis yang ceria dan tidak bisa berdiam diri. Dia suka berjalan-jalan dan mengobrol dengan banyak orang sebelum ia disihir menjadi seekor kelinci oleh ibu tirinya. Gandasuli bukan hanya cantik secara fisik, ia juga memiliki hati yang sangat cantik. Ia murah senyum, suka menolong orang tanpa pamrih, dan tak segan memasang badan demi orang lain.
Dewa Adrakhs merenung di istananya. Dia sangat merindukan keceriaannya Gandasuli. Namun apa daya, mesin pelacak kalungnya Gandasuli belum selesai diperbaiki.
"Kenapa Anda tidak menyentuh makanan Anda sama sekali, Dewa?"
"Aku tidak berselera" Sahut Adrakhs dengan acuh tak acuh.
"Dia hanya seekor kelinci yang nakal, Dewa. Kenapa Dewa semurung itu dan tidak berselera.makan?" Tanya pelayan pribadinya Dewa Adrakhs yang secara diam-diam jatuh cinta pada Dewa Adrakhs.
Dewa Adrakhs sontak menoleh tajam ke pelayan pribadinya, "Jaga bicara kamu! Dia kesayanganku. Jangan pernah berkata kalau dia hanyalah seekor kelinci yang nakal"
"Maafkan saya, Dewa" Sahut pelayan. pribadinya Dewa Adrakhs dengan wajah ketakutan.
"Keluar kamu! Aku ingin sendirian saja saat ini"
Pelayan pribadinya Dewa Adrakhs langsung menundukkan wajah dan melangkah mundur dan saat ia sampai di depan pintu, ia menutup pintu tanpa bersuara dan berbalik badan dengan bersungut kesal, "Huh! Apa hebatnya, sih, kelinci nakal itu. Kenapa sampai bisa membuat Dewa Adrakhs selalu murung dan tidak berselera makan?"
Gandasuli duduk termenung di tepi ranjang dan langsung bergumam, Aku bosan berada di sini. Apa aku jalan-jalan saja, ya? Tapi, aku takut masuk ke dalam ruang sempit yang bisa naik ke atas tadi"
Gandasuli kemudian bangkit berdiri dan berjalan pelan meninggalkan kamar yang ada di depan meja kerjanya Chanan.
Gadis berkulit putih bersih itu kemudian berjalan ke meja kerjanya Chanan, dia membaca tulisan di papan yang terbuat dari kaca, "Dokter Chanan Rahardian, Sp. B. Apa itu Sp. B?" Lalu, Gandasuli duduk di kursi dan tersentak kaget saat kursi itu bergerak. Gandasuli melongok ke bawah dan langsung memekik kagum, "Wah! Kursi ini ada rodanya. Pantas aja bergerak pas aku duduk. Keren!" Gandasuli kemudian tersenyum semringah dan ingin bermain dengan kursi beroda itu.
Gadis berparas sangat cantik itu menggoyangkan pinggulnya ke kanan dan saat kursi itu meluncur ke kanan, gadis itu memekik, "Asyiknya!" Dan tertawa renyah saat kurai itu membentur dinding dan berhenti dengan sendirinya. "Hahahahahaha! Asyik juga bermain dengan kursi ini"
Saat ia ingin menggoyangkan pinggulnya ke kiri, pintu terbuka dan Chanan langsung mendelik kaget saa ia menemukan kursinya diduduki Gandasuli dan kursi itu telah melesat jauh dari mejanya.
Gandasuli langsung melompat turun dari kursi beroda itu dan tersenyum semringah ke Chanan, "Ah! Akhirnya kau kembali. Aku kesepian dan.........."
"Kenapa kau bermain-main dengan kursiku? Kembalikan ke tempat semula, cepat!" Chanan mendelik.
Gandasuli langsung berbalik dan duduk kembali di kursi beroda itu.
"Kenapa kau malah duduk lagi?"
Gandasuli mengabaikan pertanyannya Chanan dan langsung menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan berteriak, "Horeeeee!" Saat kursi itu meluncur menuju ke meja. Gandasuli lalu mengerem laju kursi itu dengan kakinya.
Chanan menatap tingkah konyolnya Gandasuli dengan menautkan kedua alisnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Apa aku boleh bawa pulang kursi ini? Aku menyukainya, hehehehehe"
"Nggak boleh! Minggir! Aku mau kerja. Kembali ke kamar" Chanan berjalan mengitari meja kerjanya dan menarik tangan Gandasuli dengan kasar agar gadis itu bangkit berdiri dari kursinya.
Gandasuli merengut dan terpaksa bergeser ke kanan saat Chanan mengambil alih kursi itu.
"Kenapa masih berdiri di sini?" Chanan melirik Gandasuli.
Gandasuli langsung menjawab dengan bibir yang masih mengerucut lancip, "Aku bosan di kamar. Nggak ada kegiatan. Mau jalan keluar, aku takut masuk ke ruangan sempit yang bisa bergerak naik tadi dan........"
Ceklek, pintu terbuka dan perawat yang selalu mendampingi Chanan dan sering menyatakan perasaannya ke Chanan melangkah masuk ke ruang prakteknya Chanan.
Chanan langsung bangkit berdiri, mencium pipi Gandasuli dan langsung berkata saat Gandasuli terlonjak kaget, "Jangan khawatirkan aku! Aku akan baik-baik saja. Aku nggak akan kecapekan"
Gandasuli menoleh kesal ke Chanan dan langsung bergumam di dalam hatinya, siapa yang mengkhawatirkan dia?
Dan di saat Gandasuli hendak membuka mulut, Chanan langsung menyusupkan wajahnya ke telinga Gandasuli lagi dan berkata dengan berbisik, "Jangan protes! Ini bayaran untuk reparasi kalung kamu dan bayaran selama kamu tinggal di rumahku dan makan gratis. Kau harus membantuku menjauhkan wanita manapun yang ingin mendekatiku termasuk dia"
Gandasuli mendengus lirih kemudian menganggukkan kepala.
Chanan menarik wajahnya dari telinga Gandasuli kemudian menepuk pelan pucuk kepalanya gadis itu dan dengan senyum mesra ia berkata, "Sekarang tunggu aku di kamar, ya!"
Gandasuli melangkah ke kamar dengan wajah pura-pura tersenyum padahal hatinya mengumpat kesal, dasar cowok gila! Kalau ada maunya aja manis banget sikapnya.
"Anda sangat mencintai Istri Anda, ya Dok. Selamat untuk pernikahan Anda, Dok. Tapi, kenapa tidak ada undangan resepsi?"
Chanan duduk sambil memakai masker dan sarung tangannya dan berkata tanpa menatap perawat itu, "Dia masih kuliah. Aku nunggu dia lulus kuliah dulu baru aku adakan resepsi besar-besaran"
"Hah?! Masih kuliah?"
Wah! Kalah telak aku. Gadis itu masih sangat muda dan sangat cantik. Hiks,hiks, hiks. Bye, bye, cinta pertamaku. Batin perawat dengan nametag Wulan itu.
"Jangan bahas Istriku lagi! Panggil pasien sesuai urutan antrean" Ucap Chanan tanpa mengangkat wajahnya dari berkas-berkas yang ada di mejanya.
"Baik, Dok"
Dua jam berlalu dan Gandasuli diserang rasa kebosanan yang akut. Lalu, gadis itu bangkit berdiri kemudian berjalan ke jendela kamar itu. Ia mencoba membuka jendela kaca transparan yang besar itu, dan naik ke jendela itu untuk melompat turun di halaman samping ruang prakteknya Chanan. Di sana Gandasuli menemukan beberapa sangkar burung burung Gadis itu langsung berlari kegirangan menghampiri sangkar burung terdekat lebih dahulu, "Hai!"
Burung Beo itu menyahut, "Hai!"
"Wah! Kamu bisa bicara juga?"
"Iya" Sahut burung beo itu.
"Aku Gandasuli. Temanku, temanku, temanku" Sahut burung beo itu.
"Hah?! Apa kamu Rory sahabatku? Kamu juga ditangkap oleh manusia bumi, ya?"
"Iya" Sahut burung beo itu.
"Kasihan kamu dikurung begini. Beruntungnya aku tidak ditaruh di sangkar seperti ini kayak kamu. Tapi, jangan khawatir aku akan lepaskan kamu, ya. Kasihan kamu dikurung di sangka seperti ini" Dengan entengnya Gandasuli membuka sangkar burung itu.
Burung Beo itu terbang keluar dari sangkar dan langsung bertengger di pundak Gandasuli.
"Wah! Kamu kangen, ya sama aku. Aku juga kangen sama kamu. Pas kita masih di kahyangan hanya kamu temanku satu-satunya karena saudara tiri dan ibu tiriku tidak pernah mau mengobrol denganku. Tapi, kamu waktu itu belum bisa bicara. Manusia bumi yang menemukan kamu yang mengajari kamu bicara, ya?"
"Iya" Sahut burung beo itu.
Gandasuli lalu menggedikkan pundaknya sambil berkata, "Terbanglah! Kembalilah ke kahyangan dan tolong mampir ke istana petir ya, katakan ke Dewa petir kalau aku ada di sini"
"Iya" Sahut burung beo itu.
Gandasuli melambaikan tangan ke burung beo itu dengan tawa bahagia.
Lalu, Gandasuli berlari ke sangkar berikutnya dan ia lepaskan juga burung di sangkar itu sambil berkata, "Terbanglah bebas dan sampaikan salamku ke dewa Adrakhs, ya?!"
Empat sangkar burung telah terbuka dan keempat penghuni sangar itu sudah terbang bebas ke angkasa. Gandasuli tertawa riang dan sambil berlari melompat-lompat, ia mendekati sangkar yang terakhir.
Gadis itu hendak membuka sangkar yang terakhir, tapi ia justru terlonjak kaget ketika ada suara menggelegar bak petir di siang bolong menusuk tajam telinganya, "Snowy!Apa yang sudah kau lakukan, hah?! Kau........kau ...... kenapa kau lepaskan semua burung itu?! Apa kau tidak tahu berapa harga semua burung itu?! Hadeeeehhhhh!!!!!!!! Snowyyyyyyyy!!!!!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Senajudifa
lanjutthor
2023-03-08
0
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
makin suka dengan ceritanya.. 😘😍🥰
2023-03-06
0
@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤
waduh gandasuli emang blom pernah y duduk di kursi yang ada rodanya gitu
2023-03-05
0