Baiklah

Mamanya Chanan menarik kursi lalu duduk di sebelahnya Gandasuli dan bertanya sambil mengusap rambut indahnya Gandasuli, "Sudah berapa lama kalian bertunangan?"

Gandasuli menoleh ke Chanan sebagai kode agar Chanan yang menjawab pertanyaan itu.

"Belum lama, Ma" Chanan menyahut sambil duduk kembali.

Gandasuli kebingungan menolak ke kanan lalu ke kiri saat Mamanya Chanan dan Chanan mengapitnya.

"Sudah satu tahun,kok, diam-diam saja, sih, Chan. Apa yang kau takutkan? Kamu punya tunangan secantik ini dan dia gadis yang sangat sopan. Kenapa kau sembunyikan?"

Gandasuli menoleh tajam ke Chanan dan langsung berkata di dalam hatinya saat ia melihat Chanan garuk-garuk kepala, tuh, pusing nggak kamu dicecar pertanyaan-pertanyaan aneh kayak gini. Silakan pusing sendri, Paman, hihihihi.

"Ayo kita makan terus kita pulang ke rumah bocah tengil ini. Kita pilih dress pernikahan dan........"

"Hah?!" Mulut Gandasuli kembali ternganga lebar lalu dengan perlahan Gandasuli menoleh ke Chanan.

Chanan tersentak dan langsung menghapus senyum lebar di wajahnya, memberikan tatapan kaget ke mamanya dan segera berkata, "Ma! Untuk apa dress pernikahan?"

"Kalian, kan, udah saling cocok. Udah bertunangan selama satu tahun, maka Mama pikir alangkah baiknya kalau Minggu depan kalian menikah"

"Hah?!" Chanan dan Gandasuli ternganga bersamaan dan bersitatap.

"Ma! Tidak!"

"Lho! Tidak? Kau mau main-main dengan Snowy? Mama kecewa sama kamu, Chan. Mama mendidik kamu dengan baik selama ini, tapi kenapa kau mau mempermainkan anak gadis orang, hah?! Kau mau Mama jewer telinga kamu sampai ke Ujung Kulon?!" Ratih sontak mendelik kesal ke anak semata wayangnya itu.

"Bu ....bukan begitu" Chanan menatap Gandasuli untuk meminta pertolongan, namun gadis itu hanya mengangkat kedua bahunya dengan wajah polos tanpa dosa.

"Kalau bukan begitu berarti kamu setuju menikah Minggu depan dan ........"

"Snowy masih kuliah, Ma. Itulah kenapa aku belum bisa menikahinya. Mahasiswi yang belum lulus kuliah tidak diijinkan menikah. Itu peraturan yang ada di kampusnya Snowy"

"Kan, pernikahan kalian bisa disembunyikan sampai Snowy lulus kuliah dan kamu jangan membuatnya hamil dulu. Pokoknya kalian terikat pernikahan yang suci dulu biar kalian berdua aman dari kecelakaan di luar nikah dan hati Mama pun tenang"

Chanan langsung mengacak-acak rambutnya dan mendelik ke Gandasuli yang tampak duduk tenang dan sedari tadi hanya manggut-manggut saja dengan wajah polos tanpa dosa.

Salah sendiri Paman bersandiwara. Batin Gandasuli sambil menahan geli.

Chanan langsung mencekal pergelangan tangan Gandasuli sambil menoleh ke mamanya, "Ma, aku dan Snowy ke luar bentar untuk ngobrol berdua dulu. Mama tunggu bentar di sini, ya?!"

"Hmm" Mamanya Chanan tersenyum lebar ke Chanan.

Chanan lalu memaksa Gandasuli untuk bangkit berdiri lalu berbisik, "Kita perlu bicara. Ikut aku!"

Gandasuli tersenyum ke mamanya Chanan dan berkata, "Saya pamit ikut Kak Chan dulu, Tante"

"Panggil Mama, dong" Sahut Ratih dengan senyum lebar.

"Ma" Gandasuli tersenyum canggung di depan Ratih dan Ratih langsung berkata, "Mama sayang kamu Snowy"

Chanan menghela napas panjang melihat mamanya yang sangat menyayangi Snowy hanya dalam hitungan menit. Lalu, pria tampan itu menarik Gandasuli dengan pelan di depan mamanya sambil tersenyum lebar penuh kepalsuan. Lalu, menarik kencang Gandasuli saat langkahnya sudah berbelok ke balik tembok dan terus melangkah lebar ke teras belakang restoran. Chanan mengabaikan jerit kesakitannya Gandasuli kerena Chanan cukup erat mencengkeram pergelangan tangannya.

Chanan menghentikan langkahnya di bawah pohon besar yang ada di teras belakang restoran tersebut lalu menghempaskan tangan Gandasuli dengan kasar ke udara.

"Aduh! Sakit! Kau cengkeram tanganku dari tadi dan sekarang kau hempaskan dengan sangat keras. Kenapa kau kasa banget, Paman, eh, Om"

Chanan menatap Gandasuli dengan sorot mata tajam dan dingin kemudian pria tampan itu menggeram, "Kenapa kau buat Mamaku menyukai kamu?"

Gandasuli ternganga kemudian dengan cepat ia tutup kembali mulutnya untuk berkata, "Perasaan aku diam saja dari tadi. Cuma membalas sapaan Mama kamu, nggak lebih. Lagian Tante Ratih begitu cantik, baik hati, dan lembut, eh, kenapa anaknya kayak Iblis gini, ya?"

"Kau........"

Gandasuli bersedekap dan melangkah maju dengan wajah kesal. Chanan sontak melangkah mundur sambil bertanya, "Apa yang ingin kau lakukan?*

Gandasuli memajukan wajahnya dan Chanan sontak memundurkan wajahnya.

"Kau mau apa, hah?!"

"Seharusnya aku yang kesal saat ini karena Om, eh, Paman dengan seenaknya mengganti namaku. Namaku Gandasuli kenapa jadi Snowy?"

Chanan mendorong bahu Gandasuli agar wanita cantik itu menjauh darinya. Kemudian pria itu berkata dengan ketusnya, "Karena nama kamu itu aneh. Mirip lagi judul lagu Jawa, Gambang Suling. Terdengar lucu dan asing di telinga"

Gandasuli langsung menusuk-nusuk dada Chanan dan sambil mendelik ia berkata, "Jangan kau hina nama pemberian almarhum Ibuku. Ibuku adalah Ratu bunga. Asal kau tahu, arti namaku adalah bunga putih karena kulitku putih!"

Chanan menepis kasar jari telunjuk Gandasuli dan berkata, "Nama itu artinya memang indah di kahyangan. Tapi, di sini terdengar aneh, titik! Kita bahas soal nama nanti aja! Sekarang kita bahas soal pernikahan kita. Mamaku minta kita menikah Minggu depan. Kau dengar sendiri, kan tadi?"

"Iya, aku dengar" Sahut Gandasuli dengan santainya.

"Iya aja, gitu? Kau merespons permintaan menikah dari Mamaku dengan sesantai itu? Hei! Kau ini wanita. Harusnya kau yang protes bukannya aku" Chanan mendelik kesal ke Gandasuli sembari berkacak pinggang.

"Kalau kamu bisa membetulkan kalungku secepatnya aku bisa pulang ke kahyangan dan nggak usah nikah sama kamu, kan"

"Sial! Benar juga"

"Aku memang selalu benar" Gandasuli menoel pucuk hidungnya sendiri dengan wajah bangga.

"Lalu, apa yang harus aku katakan ke Mama sekarang?"

"Terserah Paman"

"Hei! Stop memanggilku Paman. Panggil Kak!"

Gandasuli menjulurkan lidahnya lalu berlari pergi meninggalkan Chanan sambil berteriak, "Paman aku mau makan dulu!"

"Kau! Hei! Berhenti! Kita belum selesai bicara, Snowy!!!!!" Teriak Chanan sembari mengejar Gandasuli.

Sesampainya di meja, Mamanya Chanan langsung bertanya ke Chanan, "Gimana? Oke, kan? Kalau nggak oke, Mama akan kecewa, kalau Mama kecewa kau tahu sendiri, kan, Mama akan pusing, tensi Mama naik, dan Mama bisa berakhir di rumah sakit, berbaring lemas, tidak bisa ke mana-mana, dan........."

"Saya nggak ingin Mama jatuh sakit" Kenangan pas ibunya jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia, membuat Gandasuli trauma dan refleks berkata seperti itu sambil memeluk erat tubuh ramping mamanya Chanan.

Kenapa dia malah ngomong seperti itu dan memeluk Mamaku? Arrrrgghhh! Dasar gadis aneh. Chanan berkata di dalam hatinya dengan wajah kesal.

"Wah! Kamu perhatian banget sama Mama. Aku mau punya menantu cantik dan perhatian sama Mama yang seperti ini, Chan. Ayolah bilang setuju. Minggu depan. kalian menikah, ya?"

Chanan akhirnya melengkungkan tubuhnya dan berkata, "Baiklah, Ma"

Mamanya Chanan langsung memekik girang dan memeluk erat tubuh Gandasuli dengan senyum bahagia.

Terpopuler

Comments

Be___Mei "Hiatus"

Be___Mei "Hiatus"

Kak el lancar banget bab nya, juara euy 🤗🤗

2023-02-27

0

Om Rudi

Om Rudi

lagi dan lagi

2023-02-21

0

anak Ragil❤️💕

anak Ragil❤️💕

vaf 🥰🥰🥳

2023-02-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!