"Aku senang melihatmu menikmati waktu kamu di klinikku ini, tapi sekarang jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Aku harus mengantarmu pulang sebelum Chanan pulang dan tidak menemukan dirimu di rumah. Aku bisa dicincang habis sama dia" Ucap Leo dengan memamerkan deretan gigi putihnya.
"Baiklah. Terima kasih sudah membawaku ke kliniknya Kakak dan mengenalkan aku ke semua hewan yang ada di kliniknya Kakak. Kapan-kapan aku bisa main ke sini, kan?" Ucap Gandasuli sambil melangkah keluar.
"Boleh dong" Sahut Leo sambil mengunci kliniknya lalu berjalan mengiringi langkah Gandasuli menuju ke rumahnya Chanan.
"Yap! Lima langkah sudah sampai, hehehehehe. Masuklah dan kunci pintunya dengan rapat! Chanan selalu bawa kunci sendiri, jadi jangan tunggu dia dengan keadaan pintu tidak terkunci rapat. Jendela juga harus kamu tutup dan kunci dengan rapat!" Ucap Leo.
"Oke. Terima kasih, Kak" Gandasuli tersenyum sambil melambaikan tangan lalu masuk dan langsung mengunci pintu dengan rapat. Kemudian gadis itu berlari ke semua jendela untuk menutup dan menguncinya dengan rapat.
Leo melangkah kembali ke klinik yang sekaligus adalah rumah tempat tinggalnya sambil bergumam, "Sial! Aku lupa nanya ke Chan soal kembalinya Gandasuli ke kahyangan. Kalau beneran tiba-tiba dewa petir datang ke sini untuk membawa pulang Gandasuli, bagaimana dengan pernikahan mereka?"
"Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau........"
Bruk! Wanita yang bernama Arabella Prist itu langsung mengunci ucapannya Chanan dengan pelukannya.
Chanan mematung dan bertanya, "Kau sudah menikah. Kenapa kau datang ke sini dan memelukku sekarang ini, Bella?"
Alih-alih menjawab pertanyannya Chanan, wanita yang bernama Arabella Prist itu menangis sesenggukkan di atas dada bidangnya Chanan.
Chanan memegang kedua bahu wanita yang ia panggil Bella itu, kemudian mendorong pelan kedua bahu itu untuk menunduk dan bertanya, "Kenapa kau menangis?"
Wanita itu mendongakkan wajah cantiknya untuk menatap wajah tampan mantan kekasihnya dan Chanan sontak menegakkan wajahnya kembali lalu melepas kedua bahu wanita itu saat ia menyadari jarak wajah mereka sangat dekat.
Chanan mundur selangkah ke belakang lalu bersedekap untuk menutupi debaran jantung dan tangannya yang gemetar saat mantan kekasih yang masih sangat ia cintai dan rindukan, kembali hadir di depannya.
"Aku salah memilih pria,. Chan" Wanita yang bernama Bella itu masih menatap Chanan dengan derai air mata.
"Maksud kamu?"
"Dia suka main tangan. Aku sering dipukul dan aku menikahinya karena Papaku berhutang sama dia. Aku harus menikahinya untuk melunasi hutang Papaku"
"Benarkah begitu? Tapi, aku lihat kamu dan dia serasi. Dia sangat tampan, kaya raya, dan idaman para gadis. Lalu, kamu adalah seorang super model. Kalian sangat cocok dan kalian juga nampak bahagia di layar televisi"
"Kamu melihat tayangan pernikahan aku dan suamiku di televisi?"
"Iya"
"Untuk apa?"
"Untuk memastikan kalau aku benar-benar telah salah jatuh cinta padamu" Chanan masih bersedekap dan menatap Bella dengan wajah datar. Padahal jantung Chanan berdegup sangat kencang. Tidak bisa dipungkiri dia sangat senang Bella ada di depannya saat ini karena dia, masih sangat mencintai dan merindukan wanita itu.
"Bisakah kita pulang dulu ke rumah kamu? Kita bicarakan semua ini di rumah kamu?"
Bayangan Gandasuli dan kenyataan kalau dia sudah menikah langsung membuat Chanan memekik, "Tidak! Jangan!"
Bella terlonjak kaget dan Chanan langsung menyambung ucapannya, "Maksudku, kita ke hotel saja"
Bella langsung berkata, "Hah?!"
"Sial!" Chanan meraup wajah tampannya dan kembali membuka suara, "Maksudku, jangan di rumahku bicaranya! Mamaku ada di rumahku saat ini"
Chanan kemudian memiringkan kepala dan menautkan alisnya saat ia mendengar ucapannya sendiri.
Sial! Kenapa aku tidak mengatakan kalau aku sudah menikah dan Istriku ada di rumah? Kenapa aku justru mengajaknya ke hotelku? Batin Chanan.
"Baiklah! Kita ke hotel kamu" Bella langsung menarik tangan Chanan dan seperti orang yang terkena hipnotis,, Chanan mengikuti langkah wanita itu.
Wanita yang bernama Arabella Prist tersebut langsung duduk di kursi di depannya Chanan begitu mereka sampai di dalam restoran yang ada di dalam salah satu hotel milik Rahardian Grup.
"Silakan aja ikutan pesan, kamu mau pesan apa?" sahut Chanan masih dengan wajah kaget dan heran bagaimana wanita yang saat ini ada di hadapannya bisa berada di kota J.
"Tidak terima kasih, aku masih kenyang." jawab wanita yang sangat cantik dengan outfit keren bermerk dan berharga fantastis.
Setelah pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan Chanan. Pria tampan itu menatap wanita cantik itu tanpa ekspresi.
"Apa kabar?" tanya wanita tersebut.
Chanan masih menatap wanita cantik itu dan kembali teringat akan masa lalunya, ya, wanita cantik yang duduk di depannya kini adalah mantan tunangannya yang dulu mengkhianatinya. Arabella adalah nama yang cantik, secantik orangnya tetapi tidak dengan karakternya. Batin Chanan.
"Chan.........." Suara Adelia membuyarkan lamunan Chanan.
Chanan terlonjak kaget dan menatap Bella dengan canggung, "Ya, ada apa?"
"Kamu apa kabar ? Kok jadi canggung gitu, sih, sama aku?" sahut Arabella tanpa basa basi.
Chanan hanya menatap Arabella dan langsung menunduk menyantap makan siangnya yang sudah tersaji di depannya.
"Chan, apa kamu sudah menikah?"
Chanan menarik napas lalu menghembuskannya kesal saat ia menyadari dia menggelengkan kepala di beberapa detik yang lalu.
Sial Harusnya aku bilang sudah, kan? Kenapa aku justru menggelengkan kepala barusan? Sial! Batin Chanan.
"Chan, Kalau kamu belum menikah? Berarti kamu masih mencintaiku dan merindukan aku, kan?"
"Ada berapa daftar pertanyaan kamu? Kenapa juga kamu penasaran dengan perasaanku? Kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun, kan? Ingat kamu Istri orang saat ini" Ucap Chanan kemudian dengan wajah sok tidak peduli. Ia bahkan berucap tanpa melihat wanita itu. Chanan masih menundukkan kepala untuk menikmati makanannya.
Sial! Aku sudah bersikap dan berkata acuh tak acuh, tapi kenapa jantungku berdebar kencang saat ini? Chanan kembali mengumpat kesal di dalam hatinya.
"Chan, aku merindukanmu. Jujur aku sudah pulang ke Indonesia kemarin lusa. Tetapi aku tidak mempunyai nyali untuk menemuimu. Aku Istri orang, tapi hatiku masih sama. Hatiku masih mencintaimu, Chan" Arabella mengamati Chanan yang masih terus menunduk tidak menghiraukannya.
Sial Kenapa aku tidak menolak dia pas ia mengajakku ke sini, tadi. Harusnya aku bilang aku sudah menikah, jangan temui aku dan jangan ganggu aku lagi. Tapi, kenapa aku justru sekarang ini berada di sini dengan dia? Batin Chanan kesal pada dirinya sendiri
"Aku memang salah, tetapi aku sudah menyadari kesalahanku dan pengen menjalin kasih kembali dengan kamu, Chan. Aku akan mengajukan cerai dan kembali sama kamu. Aku tidak tahan hidup dengan suamiku. Suamiku kasar dan dia suka memukulku" Arabella berkata dengan genangan air mata yang mengumpul di kedua pelupuk matanya.
Chanan tidak merespons ucapannya Arabella. Ia mengayunkan tangan ke pelayan resto untuk menyerahkan kartu kreditnya guna membayar semua makanan yang dia pesan.
"Aku punya nyali menemui kamu sekarang ini karena desakan cinta dan rindu. Aku masih sangat mencintaimu, Chan. Aku sangat merindukanmu" Sahut Arabella sambil mengusap air matanya.
Chanan menunggu proses pembayaran sambil menatap wajah cantik wanita di depannya. Wanita yang masih sangat ia cintai dan sangat ia rindukan.
Chanan kembali mengumpat kesal saat ia mengambil tindakan impulsif lagi. Kenapa aku mengajak Bella ke sini, ke kamarku? Batin Chanan yang merasa heran dengan tindakannya sendiri.
Melihat Chanan berdiri mematung di depan pintu yang sudah setengah terbuka, Arabella langsung melangkah maju, mendorong tubuh Chanan untuk melangkah mundur sampai mereka berdua berada di dalam kamar, lalu wanita itu menutup pintu dengan tumit kakinya.
Wanita bertubuh tinggi dan ramping itu langsung menarik kerah kemejanya Chanan dan menabrakkan bibirnya ke bibir Chanan. Wanita itu nekat mencium bibir Chanan, lalu mengecupnya berkali kali dengan penuh kerinduan.
Chanan masih ragu untuk membalas ciumannya Arabella karena ia paham betul, Arabella sudah menikah dan dia juga sudah menikah.
Arabella semakin agresif saat tahu, Chanan tidak merespons ciumannya. Wanita itu nekat memperdalam ciumannya, menggigit pelan untuk membuka bibir pria itu dan tindakan Arabella itu membuat Chanan tanpa sadar membalas permainannya wanita itu. Ciuman mereka menjadi semakin dalam dan semakin menggairahkan.
Sementara itu, Gandasuli tengah menunggu dengan sabar kepulangan Chanan di meja makan. Gadis cantik itu sudah memasak semur daging untuk suaminya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Be___Mei "Hiatus"
semangat kak el 🥰
2023-03-06
0
S R
Semangat berkarya😍
2023-03-03
0
Om Rudi
Om hadir lagi
2023-03-01
0