“Leon? Apa yang terjadi? Di mana Floretta?" seru Alden yang baru saja datang, melalui teleportasi itu.
"Beliau ada di sana, Yang Mulia," jawab Leon Hazel, sambil menunjuk ke arah alun-alun desa yang sedang ramai. Pemuda tampan berambut merah kecoklatan itu duduk santai di dahan sebuah pohon oak raksasa.
"Terus kenapa kamu malah diam saja di sini?" kata Alden dengan nada tinggi.
Leon mendadak menghadang sang raja vampir yang hendak bergerak menolong sang istri, dari serangan brutal para preman itu.
"Sepertinya kita perlu memberi pelajaran padanya, Yang Mulia. Agar Yang Mulia Putri Floretta sedikit jera kabur dari istana,” ucap Leon tanpa melepaskan cengekaraman tangannya di bahu Alden.
"Tetap saja itu berbahaya, Leon. Mana mungkin dia mengalahkan enam pria seorang diri," ucap Alden lagi.
“Siapa bilang ada enam? Lihat, hanya tinggal satu pemuda tampan yang berada di dekatnya,” tunjuk Leon lagi. “Nanti kalau dia benar-benar terdesak, aku akan datang menolongnya,” sambungnya.
Sementara itu di alun-alun desa ...
“Ayo bermain denganku, gadis cantik. Aku akan membuka segel wanitamu. Asal kamu tahu, aku ini lebih hebat dari Yang Mulia Raja,” bisik salah seorang pemuda tampan penuh rayuan. Tangannya menjalar di perut Floretta, dan bergerak semakin ke atas.
Gedubrak! Dengan dua gerakan cepat, Floretta berhasil melumpuhkan pemuda itu.
“Apanya yang hebat? Hanya begini aja kamu udah jatuh,” cibir Florettta, sambil menodongkan pisaunya pada pemuda mesum tadi.
“Sialan!” umpat sang pemuda sambil berusaha untuk berdiri.
Gubrak! Sekali lagi, Floretta melumpuhkan gerakan pria itu.
“Wow! Ternyata dia lebih hebat dari dugaanku,” seru Leon, melihat aksi Floretta yang sangat di luar dugaan. Alden pun tercengang melihat istrinya, yang ternyata sangat jago beladiri.
“Kau pikir kami bakalan mengalah begitu saja?”
Para lelaki bertubuh besar yang tadi menjauhi Floretta, kini kembali lagi sambil membawa beberapa senjata.
“Aku nggak takut!” kata Floretta sambil mengangkat pisau daging itu tinggi-tinggi.
Dengan segenap tenaga yang tersisa, Floretta melawan mereka semua. Gerakannya terlihat sangat profesional. Floretta mampu mengalahkan beberapa vampir tersebut hanya menggunakan sebuah pisau daging, dan gerakan bela diri yang sempurna.
“Sepertinya beliau tidak butuh bantuan kita, Yang Mulia. Kemampuan bela diri dan berpedangnya sangat bagus," ujar Leon. “Apa yang mulia sengaja memilih wanita pemberani seperti dia?” tanya Leon penasaran.
“Nggak, tuh. Aku aja baru tahu kalau dia bisa bela diri dan menggunakan pedang, eh pisau dengan baik,” kata Alden.
Raja vampir tersebut merasa takjub melihat banyaknya kemampuan tersembunyi dari sang istri. Floretta ternyata bukanlah wanita yang lemah dan hanya bisa menangis ketika mendapat sebuah masalah. Wanita cantik bertubuh mungil tersebut memiliki segudang akal, untuk meloloskan dirinya dari segala rintangan yang menghampirinya.
“Kau mau mencoba menghabisi kami semua? Sudah cukup main-mainnya. Kelompok kami terdiri dari ratusan orang, dan kau hanya sendirian.”
Argento menarik rambut panjang Floretta dengan kasar. Beberapa pria lainnya juga mencengkeram tangan Floretta dengan erat, dan merebut pisau yang sedang digenggamnya.
“Kalian yang seharusnya berhenti main-main. Lepaskan istriku, atau kalian berakhir di dalam penjara.”
Tiba-tiba seorang pria memakai baju kebesaran kerajaan, berdiri di depan Floretta yang tengah berjuang meloloskan diri.
“Y-yang Mulia?” Floretta terkejut, ketika melihat Alden Black muncul di sana. “Apa ada seseorang yang melaporkan keberadaanku?” pikir Floretta lagi.
“Itu Yang Mulia raja, kan? Kenapa raja ada di sini?”
Para penduduk desa yang tadi hanya menonton Floretta disiksa, saling berbisik dan perlahan menjauh dari sana. Mereka takut ikut terseret masalah hukum, karena sang raja telah datang.
“Maaf, Yang Mulia. Tetapi wanita ini sendiri yang memilih kabur dari istana, jadi wanita ini milik kami. Berdasarkan hukum di kerajaan kita, bila seseorang kabur dari istana … ”
“Ku bilang hentikan!" Bentak Alden sekali lagi. “Aku nggak sekejam Pangeran Raven Black. Tetapi jika seseorang berani mengganggu dan menyakiti istriku, aku akan lebih kejam dari Pangeran Raven,” ucap Raven memotong kalimat Argento.
Rahang Alden tampak mengeras. Kedua matanya memerah, dan taringnya yang tajam terlihat jelas dari sisi bibirnya. Ekspresi Alden sama persis dengan beberapa hari yang lalu, saat Floretta baru saja datang ke istana.
Tetapi entah kenapa kali ini Floretta tidak takut melihatnya. Dia justru merasa aman dengan kehadiran sang suami di sisinya. Tanpa sadar, air matanya mengalir deras di pipinya yang pucat.
Entah perasaan Floretta saja, atau udara di sekitarnya memang semakin panas hingga membuatnya berkeringat. Para vampir yang mengganggu Floretta tadi tampak kesakitan. Kulit mereka melepuh. Tetapi mereka belum menyerah untuk mendapatkan darah manusia tersebut.
Alden merentangkan kedua tangannya, lalu membuat gerakan seperti meninju ke depan. Kedua kakinya membentuk kuda-kuda yang kuat. Dari telapak tangan Alden keluar cahaya yang sangat terang dan menyilaukan.
Duarrr! Terjadi sebuah ledakan, hingga memercikkan salju di tanah ke mana-mana. Para vampir pun terhempas hingga jauh ke belakang. Mereka juga terlihat terluka parah. Anehnya, Floretta yang berada paling dekat dengan Alden justru baik-baik saja.
Leon Hazel beserta para prajurit kerajaan bergegas menangkap para vampir tersebut. Sementara prajurit lainnya mengamankan para vampir wanita dan anak-anak yang tidak terlibat.
“Melarikan diri dari istana memang dianggap mengkhianati kerajaan. Kecuali dia melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya, tanpa melukai siapa pun dan merampas apa pun dari istana,” ucap Alden setelah semua pembuat onar tersebut diborgol.
“Tetapi kalian juga harus ingat, melukai anggota keluarga kerajaan dapat dihukum seumur hidup bahkan hukuman mati,” lanjut Alden lagi.
“Tetapi semua ini salah dari anggota kerajaan juga. Kami hidup miskin dan kelaparan karena jarang mendapatkan makanan yang layak, serta kesulitan mendapatkan pekerjaan,” ujar pemuda tampan yang tadi hampir saja menodai Floretta.
Alden menarik napas cukup dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. Kedua alisnya bertaut melihat para vampir cilik terlihat kurus dan mengenakan pakaian compang-camping. Para vampir lanjut usia juga terlihat sayu dan lemas, seperti berhari-hari tidak makan.
Raja vampire tersebut mengakui, belum semua provinsi di kerajaannya makmur. Ditambah lagi beberapa pejabat daerah yang korupsi dan membiarkan rakyatnya terlantar.
“Maafkan aku, jika aku belum menjadi raja yang baik seperti ayahku. Tetapi aku datang ke sini tidak dengan tangan kosong. Aku membawa sedikit bantuan pakaian untuk musim dingin. Puluhan liter susu dan darah premium, serta puluhan ekor sapi untuk diternakkan di sini,” ujar Alden dengan nada rendah.
Raja vampir itu juga sedikit menundukkan tubuhnya sebagai permohonan maaf. Sontak semua vampir saling berbisik, karena itu adalah kejadian sangat langka. Anggota kerajaan yang sangat dihormati justru membungkukkan tubuhnya di hadapan rakyat jelata.
“Ah, aku juga ingin memperkenalkan seseorang secara resmi. Dia adalah Yang Mulia Putri Floretta Black, calon ratu kerajaan ini. Mohon hormati dia, seperti kalian menghormati anggota kerajaan lainnya,” titah Alden Black pada seluruh vampir di sana.
(Bersambung)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Sandisalbiah
salah satu keistimewaan Flo mulai terlihat..
2024-06-15
1
Susi Pratiwi
tambah seru, tambah bikin greget cerita thor. semangat thor up.nya
2023-02-16
5