Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda

"Apa kita tidur berdua aja malam ini?" ucap Alden tiba-tiba.

"Apa? Jangan, deh. Aku masih mau hidup sampai tua. Jangan sampai kita di geruduk sama Anggota Dewan gara-gara tidur sekamar lagi," tolak Floretta dengan tegas. Dia bahkan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Tanpa banyak bicara, Alden tiba-tiba mendekati sang istri.

"Gyaaa! Apa yang kamu lakukan?"

Floretta menjerit kuat, sampai Leon Hazel dan para pengawal yang berada di luar ruangan buru-buru membuka pintu untuk melihat apa yang terjadi. Namun dengan isyarat mata, Alden mengusir mereka semua.

"Aku akan mengantarmu ke kamar, lalu istirahat," jawab Alden sambil memasang wajah tidak bersalah.

"Tu-turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri, kok," ucap Floretta sambil menepuk-nepuk dada Alden.

"Kakimu masih sakit, Flo. Aku bisa melihat kamu jalan sambil menahan rasa sakit tadi," ujar Alden sembari melangkahkan kakinya menuju keluar kamar milik Floretta, yang sementara waktu dia gunakan.

"Tapi gimana nanti kalau dewan istana melihat kita? Kamu mau membuat kekacauan besar di sini?" ucap Floretta sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan. "Aku juga malu dilihat oleh para pelayan seperti ini," sambung wanita itu dengan berbisik.

"Kenapa harus takut dan malu? Kita kan udah resmi menikah. Kalau mereka memarahi kita, tunjukkan saja surat nikah kita," sergah Alden tanpa rasa bersalah sedikit pun.

"Tapi tetap aja aku merasa nggak nyaman, Al," ucap Floretta masih menutup wajahnya dengan tangan.

Kamar mereka yang berjarak sekitar dua puluh meter, membuat banyak pengawal dan pelayan mampu melihat mereka berdua. Meski kedua matanya tertutup, telinga Floretta mampu mendengar suara bisikan dan ejekan dari para pelayan yang membicarakannya.

...🦇🦇🦇...

Alden meletakkan Floretta di atas kasur empuk miliknya dengan sangat hati-hati.

"Bukalah matamu, kita udah sampai. Hanya tinggal kita berdua di sini," bisik Alden seraya melepaskan pelukannya dari tubuh mungil Floretta.

Jantung Floretta semakin berdegup kencang, saat mendengar mereka hanya berdua saja di kamar itu. Ketika wanita itu membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan sang suami, yang berjarak kurang dari satu sentimeter dari wajahnya. Kedua tangan Floretta pun reflek mendorong agar Alden menjauhinya.

"Kenapa, sih? Kita kan udah suami istri. Kamu sendiri kan yang bilang, aku boleh menyentuhmu jika kita udah menikah?" Alden berbisik sembari menggenggam kedua tangan wanita itu.

Duh, Floretta yang posisinya berada di bawah, tidak bisa bergerak sama sekali. Jantungnya bahkan terasa mau copot.

"Apa kamu tahu? Berapa lama aku menahan diri untuk nggak menyentuhmu? Mana ada laki-laki yang sudah menikah bisa tahan nggak menyentuh istrinya sama sekali?" sambung Alden dengan suara sangat rendah.

Floretta sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Aroma wangi dari rambut dan tubuh pria itu membuat serotonin dalam tubuhnya semakin meningkat. Dia hanya berharap, semoga Alden tidak bisa mendengar suara jantungnya yang semakin berisik.

"Degup jantungmu kuat banget? Kamu juga merasakan hal yang sama denganku, kan?" ucap Alden, masih dengan posisinya yang sangat dekat dengan Floretta.

"Uh, jantung sialan! Gak bisa banget diajak kerja sama," umpat Floretta dalam hati.

"Sekarang kamu istirahatlah. Aku akan menunda malam pertama kita, sampai kamu benar-benar merasa siap dan nyaman," ucap Alden sambil mengecup kening istrinya dengan lembut. Pria itu lalu menjauhkan tubuhnya dari Floretta, dan duduk di tepi tempat tidur.

"E-eh? Apa kamu bilang? Jadi kita beneran mau ngelakuin itu?" ucap Floretta sambil membuka kedua matanya lebar-lebar.

"Ya iyalah, terus menurutmu apa tujuan kita menikah?" balas Alden sambil menahan tawa. Dia baru sekali melihat wanita yang benar-benar lugu seperti ini.

"Ya, aku nggak tahu. Tapi aroma darahku kan nggak enak. Emangnya kamu sanggup dekat-dekat denganku?" tanya Floretta.

"Kamu masih meragukanku? Apa kita lakuin sekarang aja biar kamu percaya?" Alden mendadak mengunci pintu melalui remote khusus yang terletak di tepi tempat tidur.

"Heeeh? Apa? Nggak! Aku nggak mau!" Wanita itu buru-buru menarik selimut tebal, hingga menutupi kepalanya.

"Sudahlah, aku cuma bercanda, kok. Lagian ini masih siang, pekerjaanku masih menumpuk," kata Alden sembari membuka kembali kunci pintu kamar tersebut, yang hanya bisa diakses menggunakan sidik jarinya.

"Sudah, ya. Aku tinggal dulu. Kalau ada apa-apa kamu bisa meneleponku atau pelayan," ucap Alden sambil menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh sang istri.

"Fyuh, syukurlah. Ku pikir dia beneran mau ngelakuin itu." Floretta bernapas lega, ketika melihat punggung Alden menghilang di balik pintu.

...🦇🦇🦇...

Alden menghembuskan napas panjang sebanyak dua kali, sebelum mengetuk sebuah ruangan yang memiliki pintu besar dengan ukiran naga di depannya.

"Ini aku," ucap Alden singkat, sembari mengetuk pintu beberapa kali.

Pintu yang terbuat dari kayu pohon sequoia berumur ratusan tahun itu akhirnya terbuka. Aroma buah pinus yang khas langsung menyeruak indra penciuman Alden.

Ruangan bernuansa klasik itu terlihat sangat rapi dan bersih, dengan patung-patung hewan mendominasi setiap sudutnya. Itu adalah hasil buruan sang pemilik kamar ini, dari hutan-hutan di kerajaan mereka.

Tanpa menunggu perintah, Alden langsung duduk di sebuah sofa empuk berwarna putih bersih, yang ditopang dengan kayu jati berwarna cokelat tua dan ukiran yang sangat indah. Sofa tersebut dipesan khusus dari Asia sepuluh tahun yang lalu, sebagai kenang-kenangan kunjungannya di sebuah negara kepulauan tropis.

"Ada apa kamu ke sini?" tanya Raven tanpa senyum di wajahnya. Mata pria itu tetap fokus pada sebuah buku yang sedang dibacanya.

"Bagaimana hasil kunjungan ke Kerajaan Verenian kemarin?" tanya Alden.

"Langsung ke intinya saja. Aku tahu, kamu bukan mau membicarakan hal itu di sini," tegas Raven, enggan menjawab pertanyaan sang adik barusan. Dia bahkan tidak menoleh sama sekali, pada sang raja yang juga adik kandungnya tersebut.

"Baiklah, aku akan jujur. Kak, aku mohon jangan ganggu dan lukai Floretta," pinta Alden berterus terang.

"Sejak awal aku penasaran, kenapa kamu tiba-tiba mengunjungi kamarku? Ternyata untuk meminta hal ini?" ucap Raven sambil menyeringai lebar.

hhSaudara laki-laki dari raja vampir itu melemparkan buku yang dibacanya ke atas meja. Dia lalu memuta kursinya menghadap ke arah Alden.

"Kau pikir kau siapa, bisa memerintahku seenaknya?" bentak Raven.

"Aku nggak akan menyebut diriku sebagai raja. Ini permohonan seorang adik pada kakaknya," ucap Raven dengan nada lembut namun penuh harapan.

"Itulah maksudku, kenapa kau bisa menikahi gadis manusia? Kerajaan kita udah melemah karena dipimpin oleh raja bodoh sepertimu. Tapi kamu malah menambah masalah saja dengan menikahi gadis lemah seperti dia?" ucap Raven dengan ketus.

"Katakan padaku tentang asal usul gadis itu," pinta Raven setengah memaksa.

"Aku nggak bisa mengatakannya," ucap Alden tegas.

"Kenapa? Kamu mengambilnya dari panti asuhan? Atau dari tempat hiburan malam?" cibir Raven, memaksa Alden untuk membuka suara.

(Bersambung)

Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!