Bab 14. Tidur Sekamar

"Yang Mulia mau menggunakan dress panjang motif pink floral, atau midi dress dengan renda warna biru muda ini, untuk menemani Yang Mulia Raja makan siang?" tanya Lily pada Floretta yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk kimono.

"Kenapa kalian berbohong padaku?" ucap Floretta tanpa membalas pertanyaan para pelayan itu. Tatapannya begitu dingin dan mengintimidasi.

"Maafkan kami, Yang Mulia. Kami hanya menjalankan perintah dari Yang Mulia Raja," ucap Lily sambil membungkukkan tubuhnya dalam-dalam.

"Jadi intinya kalian kompak membohongiku?" ucap Floretta lagi.

"Bukan begitu, Yang Mulia."

"Berhenti memanggilku 'Yang Mulia', Lily. Aku muak mendengarnya," sela Floretta dengan ketus. Dia mengganti handuknya dengan dress floral yang terletak di atas tempat tidur, tanpa bantuan para pelayan.

"Jadi apa kamu dan Bu Magenta juga bangsa vampir?" tanya Floretta pada pelayannya lagi.

"Iya, benar," jawab Lily dengan wajah menunduk.

"Haaah, pantas saja aku gak pernah lihat kalian makan roti dan sayur mayur. Jadi cairan merah di dalam kulkas itu darah manusia untuk sarapan kalian?" kata Floretta.

"Y-yang Mulia masih mengingatnya?" Lily sedikit terkejut dengan pengakuan Floretta barusan.

"Oh, jadi kalian sengaja membuat aku lupa? Apa aku mau kalian jadikan santapan makan malam?" balas Floretta.

"Tidak, Yang Mulia. Cairan di dalam kulkas itu bukan darah manusia, melainkan darah hewan. Dan Yang Mulia Raja tidak pernah berpikir untuk menjadikan Anda mangsa. Karena ..." Lily mendadak menghentikan kalimatnya.

"Karena apa?" tanya Floretta penasaran.

"Kami tidak berani mengatakannya, tanpa izin dari Yang Mulia Raja," sahut Lily menutup rahasia sang raja vampir itu rapat-rapat.

"Huh, ada rahasia apa lagi di antara mereka?" pikir Floretta penasaran.

...🦇🦇🦇...

Tok! Tok! Tok!

"Alden, ini aku," ujar Floretta mengetuk pintu kamarnya, yang sementara waktu digunakan oleh Alden.

"Masuklah," sahut Alden dari dalam.

Wanita dari ras manusia itu membuka pintu perlahan. Dia melihat Alden sedang sibuk di balik laptopnya, serta beberapa tumpuk berkas yang harus ditandatangani.

"Kenapa datang ke sini? Kakimu sudah sembuh?" tanya Alden dengan wajah khawatir. Pria itu berdiri dari kursi kerjanya, lalu duduk di sofa bersama Floretta.

"Lumayan," sahut Floretta sambil berjalan berjingkat-jingkat. "Apa aku menganggu pekerjaanmu, Yang Mulia?" sambung wanita itu.

Alden sedikit terkejut mendengar istrinya memanggil dia dengan sebutan "Yang Mulia". Tetapi sesaat kemudian pria tampan itu kembali tersenyum.

"Aku nggak terganggu, kok. Justru aku senang kalau kerja ditemani kamu," sahut Alden. "Tapi tumben banget kamu keluar dari kamar? Apa kamu sudah nggak takut lagi tinggal di sini?" tanya Alden penasaran.

"Siapa bilang aku nggak takut lagi? Padahal aku tinggal di tengah-tengah ras pemangsa manusia. Tapi sepertinya mereka nggak akan menyerangku dalam waktu dekat, karena darahku aromanya nggak enak," ucap Floretta.

"Ah, maaf. Kamu pasti mendengar para pelayan bergosip, ya?" ujar Alden meminta maaf.

"Kenapa kamu meminta maaf?" tanya Floretta dengan wajah berkerut. "Justru aku sedikit merasa lega, walau pun agak sakit hati juga sih dengarnya. Kayak lagi ngomongin bau badan gitu," sahut Floretta lagi.

"Tapi Al, aku mau tanya satu hal padamu. Apa sebelumnya ada vampir yang menikahi manusia?" tanya Floretta penasaran.

Alden mengangkat wajahnya, ketika mendengar pertanyaan tidak terduga itu.

"Aku nggak tahu. Tetapi sepertinya aku yang pertama menikahi manusia," kata Alden lagi.

"Kalau darahku tidak berguna untukmu, lantas kenapa kamu menikahiku? Setelah mendengar ucapan para pelayan, aku jadi semakin bingung," kata Floretta lagi.

"Sejak awal aku sudah bilang, kan? Aku nggak pernah berniat untuk mencelakaimu," tegas sang raja vampir.

"Lalu apa tugasku di sini? Aku bukan benalu yang hanya bisa menghabiskan isi kulkas, lalu tidur seharian, kan?" tanya Floretta mendesak suaminya untuk jujur.

"Tugasmu di sini hanya menemaniku setiap hari," jawab Alden singkat.

"Hah?" gumam Floretta sembari mengerutkan keningnya cukup dalam.

"Kamu pasti udah dengar ceritanya dari para pelayan, kan? Kalau aku ini selalu makan sendirian sejak orang tuaku meninggal?" tanya Alden. Floretta pun mengaggukkan kepalanya.

"Aku butuh seorang teman yang bisa diajak berbincang dan membuatku nyaman. Makanya aku memilihmu sebagai istriku," ujar Alden sambil menatap Floretta dengan hangat.

Hati wanita itu berdebar kencang, saat mendengar jawaban dari suaminya. Tapi hanya berselang beberapa detik, perasaan itu kembali memudar. Bisa saja pria itu hanya menggombal, sampai keinginannya tercapai, kan?"

"Kalau aku membuatmu nyaman, lalu gimana dengan tunanganmu? Bukankah tunanganmu itu wanita cerdas dari kalangan bangsawan vampir? Apa dia yang akan menjadi ratu, seperti kata anggota dewan?" ujar Floretta.

Wanita cantik itu tidak sadar, jika dalam kalimatnya itu terselip rasa cemburu.

"Suatu saat nanti aku akan menjelaskannya padamu," ucap Alden menolak memberikan jawaban, dari pertanyaan istrinya tersebut.

Floretta hanya menarik napas panjang untuk menutupi rasa kecewanya, saat melihat reaksi suaminya tersebut.

"Sekarang aku antar kamu kembali ke kamar, ya. Kamu istirahat saja sampai waktu makan malam nanti," ucap Alden lagi.

"Kita belum selesai bicara,Yang Mulia," ucap Floretta menolak pergi dari sana.

"Ada apa lagi?" tanya Alden dengan lembut. Matanya yang berwarna biru kehijauan, menatap sang istri dengan kasih sayang.

"Dia ini sebenarnya baik atau jahat, sih? Kenapa susah banget menebak isi hatinya?" Pikiran Floretta kacau balau saat melihat wajah tampan dan senyuman memikat dari suaminya teraebut.

"Kenapa? Kok diam? Ku pikir ada yang mau kamu tanyakan?" ujar Alden.

"Ah, iya. Memang ada yang mau aku tanyakan, kok," ucap Floretta buru-buru mengembalikan kesadarannya. "Kenapa sejak tadi aku nggak melihat Yang Mulia Raven? Apa dia nggak tinggal di istana ini?" tanya Floretta dengan berbisik.

"Oh, dia tinggal di sini juga, kok. Cuma kalau siang gini kerjaannya cuma tidur. Dasar kalong!" ucap Alden setengah menggerutu. "Kenapa kamu tanyain itu? Dia nggak bakalan berani ganggu kamu, karena ada aku di sini," sambung Alden lagi.

"Aku cuma penasaran aja, kok. Tapi seandainya aku ketemu dia lagi, aku harusa bagaimana?" tanya Floretta dengan wajah serius.

"Jangan melawannya. Cukup perlakukan dia layaknya seorang raja," sahut Alden dengan nada suara sangat rendah.

"Kenapa gitu? Kan kamu yang raja di sini?" ucap Floretta bingung.

"Saat ada yang melawannya secara terang-terangan, Raven hanya membuatnya menjadi seonggok mayat. Tak peduli bangsawan vampir sekali pun," sahut Alden. Floretta bergidik ngeri mendengarnya.

"Tetapi selama orang itu patuh dan bermanfaat baginya, Raven akan membiarkannya hidup. Jadi satu-satunya cara agar kamu bisa tinggal di istana dengan tenang, harus membuatnya menyukai keberadaanmu di sini," jelas Alden lagi.

"Gimana caranya aku membuatnya menyukai keberadaanku? Dengan sesama vampir aja dia bisa membunuh, apalagi manusia seperti aku?" tanya Floretta pada sang suami.

"Aku yakin kamu pasti bisa. Itu juga salah satu alasanku membawamu ke sini, untuk melunakkan hatinya yang beku," jawab Alden.

"Hah? Maksudnya?" Floretta semakin tidak mengerti.

"Jangan terlalu dipikirkan, nanti kamu pasti akan paham dengan sendirinya, kok," ucap Alden. "Sekarang aku antar kamu ke kamar untuk istirahat, ya. Aku tahu, kakimu masih belum sembuh, kan?" Lagi-lagi Alden bersikap manis pada istrinya.

"Tapi kamarku kan di sini, Yang Mulia," ucap Floretta dengan tegas.

"Oh, benar juga. Apa kita tidur berdua aja malam ini?" goda Alden.

"Jangan, deh. Aku masih mau hidup sampai tua. Jangan sampai kita di geruduk sama Anggota Dewan gara-gara tidur sekamar lagi," tolak Floretta dengan tegas.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Susi Pratiwi

Susi Pratiwi

up.nya jangn satu episode aja thor. biasa 2 episode

2023-02-13

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!