Bab 6. Kehilangan Dirinya

"Sudah dua hari dia nggak datang ke sini. Apa dia benar-benar marah padaku? Terus aku harus apa?" ucap Floretta dalam hati.

Sejak matahari terbit, dia terus berdiri di dekat jendela tanpa lelah. Memperhatikan mobil dan orang-orang yang berlalu lalang di bawah sana.

"Kamu sedang apa, Flo?" tanya Bu Magenta yang meletakkan beberapa buku novel dan komik di atas meja.

"Oh, nggak apa-apa, kok. Aku cuma rindu keadaan di luar sana," sahut Flo tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.

"Udara di luar sudah sangat dingin. Pasti beberapa hari lagi akan turun salju," kata Bu Magenta.

"Ya, kayaknya gitu," ucap Flo. "Apa ini Bu?" tanya Floretta, ketika melihat tumpukan buku di atas meja. Rasanya nggak mungkin Bu Magenta akan membaca buku komik dan novel remaja seperti itu.

"Ini titipan dari Tuan Alden sebelum dia pergi dinas ke luar kota. Dia khawatir kamu akan bosan karena di rumah terus. Tapi karena Tuan Alden nggak tahu kamu suka apa, makanya dia memimjamkan beragam jenis buku," jelas Bu Magenta.

"Oh, jadi Alden lagi ke luar kota? Pantas dia nggak ada datang ke sini." Entah kenapa hati Flo sedikit lega mendengarnya.

"Kenapa? Kamu nenunggu kedatangannya beberapa hari ini?" tanya Bu Magenta sambil tersenyum kecil.

"Eh, apa? Nggak, kok," sahut Flo seraya mengalihkan wajahnya. Dia tak mau Bu Magenta melihat wajahnya yang memerah karena malu.

"Oh, iya. Apa aku boleh ke dapur untuk membantu menyiapkan sarapan? Aku bosan kalau cuma duduk-duduk sepanjang hari," tanya Flo pada pelayan senior itu.

"Tidak boleh, kami bisa dipecat kalau membiarkanmu bekerja. Apa kamu nggak kasihan sama kami, Flo?" balas Bu Magenta.

"Tentu saja nggak. Eh, maksudnya aku nggak akan membantah perintah Tuan Besar," sahut Floretta sambil menggaruk kepalanya. "Hari ini aku harus ngapan, ya? Bosan banget kalau cuma diam di kamar baca buku," pikir gadis itu.

...🦇🦇🦇...

"Astaga! Anda mau ke mana? Anda nggak berusaha kabur dari sini, kan?" Lily Ivory, salah seorang pelayan, menahan Flo yang hendak keluar rumah.

"Aku nggak akan kabur, kok. Aku cuma mau turun sebentar ke minimarket untuk membeli beberapa keperluan dan paket internet," ucap Flo.

"Paket internet? Kenapa Anda menggunakan data selular untuk mengakses internet? Padahal di sini ada jaringan wi-fi," ujar Lily seraya mengerutkan keningnya. "Lagian Tuan Alden melarang Anda untuk keluar sendirian," sambung pelayan itu.

"Hah? Di sini ada wi-fi? Kok aku baru tahu?" celetuk Flo.

Sedetik kemudian, gadis itu menutup mulutnya rapat-rapat sambil melirik Lily. Rasanya dia baru saja membuat kesalahan besar, dan hampir menghilangkan kesempatan untuk keluar dari apartemen ini.

"Ehem! Lily, pertama-tama jangan menggunakan bahasa formal denganku. Kita ini seumuran. Kamu boleh memanggilku Flo saja," ujar Floretta sambil melemparkan senyum manis penuh ramah tamah.

"Lalu yang kedua, aku tetap harus keluar untuk mengambil gajiku di ATM, dan membeli sesuatu. Kamu mau menemaniku, kan?" Ternyata Flo tidak kehilangan akal untuk menginjakkan kaki di luar apartemen.

"Haduuuh, tetap nggak bisa, Nona ... Maksudku Flo. Memangnya benda apa yang harus dibeli? Aku akan membelikannya untukmu." Lily tetap bersikukuh mematuhi aturan.

"Kamu tahu-lah, tamu bulanan perempuan. Aku juga harus menarik uang gajiku, sebelum diambil sama Ibuku. Kamu mau membantuku, kan?" bisik Flo. Gadis manis itu juga memasang wajah sedih untuk menjerat Lily.

"Terus kalau nanti ada yang mengganggu Nona lagi gimana?" tolak Lily dengan halus.

"Ini kan siang hari. Ada banyak pasang mata dan kamera CCTV yang mengawasi kita. Terus ada kamu juga yang menemaniku," rayu Flo agar Lily mau menemaninya keluar.

"Ta-tapi ..."

"Ayolah, kamu mau melihatku bersedih karena semua uang gajiku ditarik ibuku yang tamak itu?" Lagi-lagi Flo memasang wajah sedih bagaikan kucing yang kelaparan.

"Uh, ya udah deh. Tapi janji ya, jangan ke mana-mana selain minimarket," ujar Lily mengalah.

"Ok, aku janji," ujar Flo kembali tersenyum ceria.

"Kalau begitu aku siap-siap dulu," kata Lily.

Selang tiga menit kemudian, Lily pun kembali ke ruang tamu. Tubuhnya tampak membengkak, karena tiga lapisan jaket tebal yang membungkus tubuhnya. Wanita berkulit putih kemerahan itu juga membungkus jemarinya sengan sarung tangan super tebal.

"Lily, aku tahu sebentar lagi memasuki musim dingin, tetapi suhu di luar sana belum sedingin itu," ucap Flo, yang hampir tertawa melihat penampilan Lily. Pelayan itu tampak seperti ikan buntal yang terdampar di daratan.

"Ehm, sebenarnya aku memang nggak tahan dingin. Aku mempunyai riwayat sakit bronkitis," kilah Lily.

"Ah, jadi begitu? Ya sudah. Ayo kita pergi," ajak Floretta dengan semangat.

Setelah beberapa hari terkurung di lantai atas apartemen, ini hari pertama dia menghirup udara segar di luar.

"Tunggu dulu. Kamu juga harus pakai ini." Lily menyerahkan sebuah syal kepada Floretta.

"Ah, aku sih nggak perlu. Aku tahan dingin, kok," tolak Flo.

"Sebenarnya syal ini dari Tuan Alden untukmu. Tapi aku baru ingat memberikannya sekarang," bujuk Lily lagi.

Mau tidak mau Flo pun mengambil syal itu, lalu melilitkan di lehernya.

...🦇🦇🦇...

"Flo, ayo kita pulang. Kita udah terlalu lama di luar," ajak Lily. Wajahnya tampak cemas, sembari menoleh ke kiri dan kanan.

"Sebentar Ly, aku lagi memilih buah untuk persediaan di kulkas kita," kata Flo dengan santai.

"Loh, tadi katanya kamu cuma mau ambil uang dan membeli pembalut saja?" protes Lily.

"Ah, tanggung. Kita udah keluar juga, kenapa nggak belanja aja sekalian," ucap Flo lagi. "Kamu mau apa? Apel atau Strawberry?" ujar Flo seraya menyodorkan kedua macam buah itu di hadapan Lily.

Tak terduga, wajah Lily langsung berubah. Dia mendadak mual melihat kedua buah itu. "Ah, maaf. Aku nggak suka buah," ujar Lily kemudian.

"Oh, oke." Flo kemudian meletakkan buah, dan mengambil sekotak susu. "Kalau ini kamu mau, kan?" tanyanya lagi.

Lily mengangguk dengan cepat. "Kita nggak punya waktu lagi. Kita harus segera pulang," desak Lily.

Meski merasa aneh, tetapi Floretta mengikuti permintaan Lily. Dia pun segera menuju ke kasir.

"Hei, kamu Floretta si perebut Alden kami, kan?" Tiba-tiba seorang wanita datang, dan hendak melabrak Floretta.

"Ya, benar. Aku Floretta. Tetapi bukan aku yang merebut Alden kalian. Dia sendiri yang datang melamarku," balas Flo tanpa rasa takut.

"Halah! Dasar perempuan penggoda!" Wanita itu maju selangkah dan hendak menerjang Flo. Tetapi baru saja menyentuh kerah baju Flo, dia mendadak terjatuh. Tangannya yang menyentuh kerah baju dan syal milik Flo tiba-tiba melepuh seperti kena api.

"Hah? Apa? Ternyata dia memiliki sihir pelindung," seru wanita itu, lalu buru-buru pergi menjauhi Flo.

"Hah? Sihir pelindung apaan? Dasar cewek aneh," gumam Flo. "Tapi kenapa tangannya melepuh seperti terkena api gitu, ya?" pikir Flo merasa heran.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

wow.. ini pasti Alden yg buat utk. melindungi Flo... lagian kenapa Alden gak membinasakan keluarga Flo yg licik itu

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!