Bab 13. Perhatian Sang Raja

"Kyaaa! Astaga! Kok dia sudah ada di sini?"

Floretta nggak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, saat melihat sepasang sepatu dan celana panjang hitam di hadapannya. Kepala wanita malang itu mendongak, untuk melihat wajah pria yang berdiri di hadapannya.

"A-aku mohon. Jangan bunuh aku, Tuan."

Floretta mengatupkan kedua telapak tangannya di dada, dan memohon ampunan pada pria kejam di hadapannya. Dia tidak menyangka, kalau pria itu bisa menyusulnya hanya dalam beberapa detik.

"Flo ..."

"Aku akan pergi dari sini, kalau kalian tidak suka dengan keberadaanku. Tapi biarkan aku hidup," pinta wanita itu lagi.

Seluruh tubuh Floretta menggigil dan berkeringat dingin. Rasa sakit akibat terjatuh tadi semakin menjalar ke seluruh tubuhnya. Ditambah lagi perasaannya yang sangat was-was.

"Flo, tenanglah. Ini aku. Maaf aku datang terlambat." Pria itu mengulurkan tangannya, untuk membantu Floretta berdiri.

"Jangan bunuh aku, Tuan." Wanita dari ras manusia itu bergerak mundur menjauhi pria itu.

Grep! Tanpa berbicara lagi, pria itu meraih tubuh Floretta, dan menggendongnya. Dia lalu membawanya kembali ke dalam kastil.

...🦇🦇🦇...

"Sudah pagi, ya?"

Floretta mengedipkan matanya beberapa kali, saat seorang pelayan membuka gorden jendela. Butiran salju berwarna putih, terhampar di seluruh pepohonan di taman istana. Mentari tersembunyi di ufuk timur, dengan cahayanya yang malu-malu.

"Ternyata aku masih bisa bernapas pagi ini," kata Floretta sedikit bernapas lega. "Eh? Tetapi ini bukan kamarku, kan? I-ini di mana?" sambungnya lagi.

"Jangan banyak bergerak dulu, luka di kakimu masih cukup parah." Seorang pria berjalan ke sisi tempat tidur sambil membawa segelas susu hangat.

"A-alden?" Floretta menarik selimutnya hingga ke dada.

"Tenanglah, aku nggak akan mengganggumu," ucap Alden dengan lembut. "Ini, minum dulu. Jangan sampai kamu lemas kelaparan, karena nggak makan seharian seperti kemarin."

Pria itu memaksa istrinya untuk menghabiskan susu di gelas tersebut.

"Aku rasanya ingin marah dan protes pada Alden, tetapi rupanya dia benar-benar menyelamatkanku tadi malam. Dia juga memaksamu untuk mengisi perut pagi ini," batin Floretta dalam hati.

"Aku mengerti apa yang kamu pikirkan sekarang. Maafkan aku, karena meninggalkanmu sendirian di sini. Kamu pasti takut banget tadi malam," ucap Alden.

"Apa dia Yang Mulia Raven?" tanya Floretta setengah berbisik.

"Iya, dia saudaraku satu-satunya," jawab Alden.

"Tapi ini di mana?" tanya Floretta.

"Ini kamarku," jawab Alden singkat.

"Eeeh? Jadi tadi malam k-kita?" Floretta mendadak menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Hei, kamu mikir apa?" Alden tertawa mendengar pertanyaan sang istri.

"Maksudku, apa kita sudah melanggar aturan dari Anggota Dewan? Katanya kita nggak boleh berada satu kamar, karena pernikahan ini belum di setujui oleh mereka." Floretta mengulang pertanyaannya, untuk menghilangkan rasa malu.

"Aku tadi malam tidur di ruangan lain, kok. Jadi antara kita nggak terjadi apa-apa. Lagian mana tega aku meng-anu perempuan yang lagi terluka parah," kata Alden seraya tertawa lepas.

"Heeei, kan udah aku bilang, bukan seperti itu maksudku!" seru Floretta semakin malu.

"Tapi kalau dipikir-pikir lagi, semua masalah ini aku yang memulainya sendiri. Aku terlalu gegabah menerima lamaran pria tidak dikenal, hanya untuk menang dari Kak Violetta," gumam Floretta dalam hati.

"Jadi nggak ada gunanya aku marah pada Alden dan bersembunyi terus. Aku harus bersikap seperti biasa, agar mereka tidak lagi menganggapku remeh," pikir Floretta.

"Gimana? Apa badanmu sudah lebih segar setelah minum susu?" Alden membungkukkan tubuhnya, dan mendekatkan wajahnya pada Floretta.

"Lu-lumayan," ucap Floretta sambil memalingkan wajahnya. Dia tak sanggup melihat ketampanan Alden yang sudah sah menjadi suaminya itu.

"Kamu mau makan apa lagi? Biar aku masakkan untukmu," ucap Alden dengan tulus.

"Eh? Masak? Selama ini aku nggak pernah mendengar Raja turun ke dapur dan memasak untuk seseorang," ucap Floretta.

"Memang nggak ada. Jadi aku ingin memulainya. Nggak ada salahnya kan memasak untuk Ratu-ku sendiri? Gini-gini aku jago masak, loh," ucap Alden dengan bangga.

Jantung Floretta berdegup kencang mendengar kalimat Alden tersebut. Dia tersipu malu di anggap Ratu oleh pria tampan impian para gadis ini.

Sejak ayah dan ibu kandungnya meninggal dunia, Floretta tidak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang yang cukup. Bahkan ketika berpacaran dengan David sekali pun.

"Alden, ku harap semua kasih sayang yang kamu curahkan ini benar-benar tulus. Aku sampai merasa terharu mendengarnya," ucap Floretta dengan suara sangat rendah.

Wajah perempuan bertubuh mungil itu tertunduk sangat dalam. Dia tidak ingin Alden melihat pipinya yang bersemu merah bagaikan buah apel.

"Aku mengerti kalau sampai sekarang kamu masih belum percaya padaku. Aku cuma berharap, kamu nggak menolak semua perhatian dariku," ucap Alden.

"Ah, tetapi kenapa tadi malam kamu ketakutan saat melibatku?" tanya Alden mengalihkan topik pembicaraan.

"Ya salah kalian sendiri, kenapa mirip banget? Aku jadi salah mengira, kalau kamu itu Yang Mulia Raven?" sahut Floretta.

"Hah? Kok nggak bisa bedain, sih? Jelas-jelas suami kamu ini jauh lebih tampan dari pada cowok resek itu," balas Alden pura-pura ngambek.

"S-suami? Ah, benar juga. Status kami sekarang sudah sedekat itu," pikir Floretta.

"Lalu soal Kak Raven, aku minta maaf. Sikapnya memang seperti itu pada semua orang, apalagi pada orang baru seperti kamu," ucap Alden lagi.

"Kenapa kamu yang harus meminta maaf? Kenapa nggak dia sendiri aja yang datang meminta maaf?" tanya Floretta.

"Dengan sifatnya yang seperti itu, aku nggak yakin dia mau meminta maaf padamu," jawab Alden. "Syukurlah kakimu nggak terluka parah. Tapi ku harap kamu jangan berjalan jauh dulu sampai benar-benar sembuh," ujar Alden lagi.

"Maaf kalau pertanyaanku sedikit menyinggungmu, Tapi dia benar-benar saudara kandungmu? Bukannya posisi raja itu biasanya diserahkan pada anak tertua?" selidik istri dari Alden itu.

Raut wajah Alden berubah menjadi sedikit redup, mendengar pertanyaan sang istri. "Dia saudara kandungku satu-satunya," ucap Alden dengan lirih. "Itulah yang membuat dia semakin arogan, karena kedua orang tua kami mewariskan tahta kepadaku," sambung pria itu.

"Kenapa?" tanya Floretta lagi.

Alden menggeleng pelan. "Aku juga nggak tahu," ungkapnya.

Tok! Tok! Tok!

"Permisi, Yang Mulia. Kami membawakan pakaian ganti untuk Yang Mulia Putri Floretta," ujar beberapa pelayan dari luar.

"Silakan masuk," ucap Alden mempersilakan para pelayan untuk masuk ke dalam kamarnya. "Kalau begitu aku pergi dulu ya, Flo," ucap Alden pada istrinya.

Grep! Floretta reflek menarik ujung kemeja Alden.

"Jangan pergi," bisik Floretta hampir tidak terdengar.

"Apa? Jadi kamu membiarkan aku di sini, dan melihatmu mandi serta berganti pakaian? Duh, Ratu-ku mulai mesum, ya?" ujar Alden sambil menahan tawa.

"Bukan gitu maksudnya! Aku cuma gak mau ditinggal sendirian. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, memang sebaiknya kamu keluar aja," ujar Floretta meralat kalimatnya.

"Ya, ya ... Aku tahu kalau kamu itu cepat kangen sama aku. Tapi satu jam lagi kita bakal ketemu, kok. Jadi jangan kangen sama aku, ya," goda Alden lagi.

"Uh, bukan gitu juga maksudku, Alden," ucap Floretta dengan suara tinggi, sampai-sampai para pelayan yang baru saja masuk terkejut.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

masih penasaran dgn keistimewaan Flo sampai Alden memilihnya jd istri walau semua bangsa vampir menentangnya

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!