Bab 17. Mencuri Kesempatan

"Jadi kamu mau mematuhi Yang Mulia Raja dan membiarkan aku merintih kesakitan?" ucap Floretta sambil pura-pura merintih menahan sakit.

"Pokoknya aku harus berhasil membuatnya masuk ke dalam dan menjebaknya," pikir Floretta lagi.

"Bukan begitu, Yang Mulia. Apa perlu saya sampaikan hal ini pada Yang Mulia Raja, dan meminta dokter datang ke sana?" Pelayan itu memberikan sebuah usul.

"Jangan! Aku nggak mau membuat Yang Mulia Raja khawatir. Pekerjaannya sangat menumpuk," tolak Floretta dengan tegas.

"Kalau kamu melaporkannya, itu cuma menambah pikirannya saja. Aku hanya perlu segelas air hangat dan madu. Ah, kalau ada jahe juga lebih bagus," Floretta berusaha membuat sang pelayan percaya tipu dayanya, dan terjebak ke dalam jebakannya.

"Baiklah, saya akan membawakannya," ucap Lily mengalah.

Beberapa menit kemudian, pelayan yang usianya sebaya dengan sang tuan putri itu pun datang, dan membawakan permintaan Floretta tadi. Istri dari raja vampir itu pun langsung menyelipkan tubuhbya ke balik selimut, lalu nemasang wajah sakit.

"Maaf, kami tidak menyimpan jahe di dapur. Jadi aku menggantinya dengan kayu manis dan buah pala," ucap Lily seraya menyodorkan air panas dengan rempah dan madu kepada sang tuan putri.

"Terima kasih, Lily," ucap Floretta sambil menebar senyumannya.

"Apa sakit perutnya sangat parah, Yang Mulia? " tanya Lily khawatir. "Apa perlu minum obat?" sambung sang pelayan.

"O-oh, nggak kok. Cuma rasanya agak sedikit kembung. Kayaknya aku belum terbiasa dengan cuaca di sini," ucap Floretta sambil menepuk-nepuk perutnya.

"Tolong ambilkan selimut lagi. Aku masih merasa kedinginan, padahal suhu penghangat ruangan sudah maksimal," pinta Floretta dengan lirih.

"Baik, Yang Mulia."

Diam-diam wanita itu menarik ponsel milik pelayannya ke dalam selimut, ketika Lily mengambil sebuah selimut tebal dari dalam lemari.

"Terima kasih, Lily. Tapi sekarang aku sedikit lapar. Apa kamu bisa membuatkan aku bubur gandum?" pinta Floretta lagi.

"Baiklah, aku akan meminta koki istana untuk ..."

"Jangan suruh mereka membuatnya. Aku masih belum bisa mempercayai orang-orang di sini." Floretta memotong ucapan Lily, dan menghalangi wanita itu untuk mencari ponselnya. "Tolong kamu saja yang membuatnya, Lily," sambung Floretta dengan wajah memelas.

"Baik, Yang Mulia. Aku akan membuatkannya. Yang Mulia bisa beristirahat dulu sembari menunggu," ucap Lily dengan patuh. Pelayan yang memiliki kulit seputih salju itu bergegas pergi ke dapur.

"Ini kesempatanku. Waktu itu aku pernah melihat dia memasukkan keyword HP-nya. Semoga dia belum mengubahnya."

Jemari Floretta dengan cepat mengetikkan angka-angka di layar ponsel milik pelayan pribadinya. Tep! Kunci layar ponsel itu langsung terbuka. Istri dari raja vampir itu pun segera mengecek isi ponsel milik sang pelayan.

"Ternyata benar, aplikasi di ponsel mereka berbeda," gumam Floretta. Dia lalu mempelajari peta dunia vampir dan manusia melalui aplikasi khusus yang dimiliki ponsel Lily. "Ah, rupanya perbatasan antara dunia manusia dan sihir ada di Danau Lachlan?"

Floretta juga mencari informasi lain tentang vampir. Sayangnya dia nggak menemukan apa-apa, selain mengetahui bahwa Lily melakukan pemesanan puluhan botol darah premium, dari sebuah pabrik yang terletak di Provinsi Timur Laut.

"Puluhan botol darah? Darah apa? Jadi di sana ada pabrik pengemasan darah dalam botol?" Floretta bergidik ngeri, mengetahui informasi itu. "Biasanya setiap sore ada truk makanan dari istana yang pergi menuju ke sana, kan?" sambungnya.

Floretta yang memiliki pendengaran cukup tajam itu, selalu mencuri dengar obrolan para pelayan yang berlalu lalang depan kamar.

"Kalau begitu, Ini satu-satunya kesempatanku untuk bertahan hidup."

Wanita itu melirik keluar pintu, penjagaan terlihat begitu ketat. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Floretta mengganti gaunnya dengan celana dan baju milik Alden yang dia temukan di dalam lemari. Dia juga mengenakan sebuah topi dan masker untuk menyamarkan penampilannya.

Setelah itu Floretta berusaha membuka jendela yang memiliki kunci berlapis. Menggunakan bantuan seprai yang dia ikat di tepi jendela, Floretta pun melarikan diri dari sana.

"Kalau menurut denah, parkiran terdekat dari dapur istana ada di sebelah barat daya. Semoga saja aku bisa menemukan truk makanan itu. Kalau tidak, aku terpaksa naik truk sampah di malam hari," ucap Floretta dengan nekat.

Ternyata nasib baik menyertai Floretta. Wanita itu lolos menyeberangi kebun istana karena cahaya matahari yang sangat redup. Dari kejauhan dia melihat truk makanan yang baru saja mengantar bahan makanan dari dunia manusia.

Ketika sang supir sedang berbincang dengan pelayan dapur, Floretta pun menyelinap masuk ke dalam mobil, dan bersembunyi di balik kotak-kotak yang tersusun rapi.

Rencana Floretta ini sebenarnya memiliki resiko yang sangat tinggi dan rentan gagal. Lengah sedikit saja, dia bisa ketahuan. Tetapi wanita itu sudah nekat dari untuk kabur dari sana.

Meskipun di dunia manusia nanti Floretta harus mengganti identitasnya dan kembali menjadi babu, menurutnya itu jauh lebih baik daripada menyerahkan nyawa pada para vampir itu.

...🦇🦇🦇...

Tiga puluh menit kemudian, di Ecarlatte Castle. Tepatnya kamar Yang Mulia Raja.

"Yang Mulia, ini buburnya."

Lily sang pelayan membawakan bubur sesuai permintaan Floretta. Tetapi wanita itu tidak menemukan Floretta di mana pun. Dia malah mendapati kamar sudah berantakan dan jendela terbuka lebar.

"Astaga! Y-yang Mulia Putri Floretta?"

Lily mulai panik, ketika menyadari bahwa istri dari sang raja melarikan diri dari kamarnya. Dia lalu bergegas memberitahu para pengawal, dan mencari sang putri di seluruh bagian istana.

Tak menemukan ponselnya di mana pun, pelayan yang masih belia itu menggunakan telepon khusus untuk layanan kamar, dan melaporkan kejadian buruk tersebut pada sang raja.

"Yang Mulia! Yang Mulia Floretta tidak ada di kamarnya," lapor Lily pada Alden. Suaranya terdengar gemetar dan ketakutan.

"Apa? Kok bisa? Sudah kalian cari ke ruangan lain?" tanya Alden dengan gusar.

"Sudah, Yang Mulia. Tetapi juga tidak ada," jawab Lily dengan wajah panik.

"Di mana Leon? Mungkin Floretta sedang bersamanya?" Alden mempertanyakan keberadaan pengawal pribadi istrinya tersebut.

"Leon nggak bisa dihubungi sejak tadi, Yang Mulia," jawab Lily dengan suara gemetar. Dia sudah pasrah, jika kali ini dipecat bahkan di hukum mati oleh sang raja.

"Pengawal, cepat cari dan periksa seluruh istana. Lalu cek CCTV juga," perintah Alden pada para pengawal yang saat itu sedang mendampinginya. Dia juga bergegas ke kamar, dan memastikan keadaan di sana.

"Astaga! Dia kabur melalui jendela seperti malam itu? Kenapa alarm pengaman tidak berbunyi?" pikir Alden bingung.

Biasanya alarm pengaman akan berbunyi dan memanggil para pengawal dengan segera, jika ada seseorang yang berusaha merusak dan membuka kamar raja dengan paksa.

"Sialan! Harta berhargaku kabur gitu aja. Padahal aku hampir saja mendapatkan simpatinya. Aku pastikan dia akan kembali lagi ke sini, dan bertekuk lutut di bawah kekuasaanku," batin Alden sambil menyeringai lebar.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Astri

Astri

ehh maksudx ini apaan

2023-06-03

0

Susi Pratiwi

Susi Pratiwi

mantap👍
lajut thor semangat

2023-02-14

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!