Bab 10. Sang Raja Vampir

"Alden, kamu membohongiku?" Floretta mencecar Alden dengan pertanyaan menusuk, setelah mereka memasuki sebuah ruangan besar, yang terlihat seperti ruang bersantai.

"Flo, tenanglah dulu. Masih ada para pengawal di sini," bisik Alden seraya meletakkan jari telunjuknya di depan bibir.

"Aku nggak peduli. Jelaskan padaku semuanya. Ini cuma lelucon, kan? Mana ada vampir di dunia ini?" seru Floretta tak sabaran. Dengus napasnya yang kasar dan berat, terdengar jelas oleh Alden.

"Ya, baiklah. Aku mengaku. Aku memang raja vampir. Selama ini bangsa kami hidup berdampingan dengan manusia," jawab Alden dengan jujur.

"Jadi kamu memaksaku menikah denganmu, hanya untuk menjadikanku hidangan makan malam?" tanya Floretta dengan kening berkerut.

Kali ini Alden yang menghembuskan napasnya secara perlahan. Dia lalu melirik ke arah sang istri yang baru saja dinikahinya beberapa jam, dengan tatapan sinis dan seringai lebar.

"Flo, aku nggak pernah memaksamu untuk menikah denganku. Ah, awalnya sih iya. Tetapi setelah itu kan keputusan kembali aku serahkan padamu," jawab Alden dengan nada datar dan intonasi rendah. Gigi taringnya yang selama ini tersembunyi, akhirnya terlihat dengan jelas.

"Cih! Benar juga." Floretta tak bisa menampik fakta itu. Dia lah yang telah menyetujui lamaran Alden padanya, tanpa berpikir panjang.

"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Aku nggak akan melakukan sesuatu padamu. Percayalah, sayangku," kata Alden seraya menggenggam erat tangan Floretta.

Wanita yang kini resmi berstatus menyandang nama sebagai Nyonya Black itu hampir muntah, ketika Alden memanggilnya dengan kata sayang.

"Sekarang kamu beristirahatlah. Kamu pasti kelelahan dengan rangkaian upacara penikahan hari ini," ucap Alden. Dia lalu memerintahkan seorang pelayan untuk mengantar sang istri ke kamar.

...🦇🦇🦇...

"Dasar manusia bodoh! Bisa-bisanya dia nggak tahu, kalau dia menikahi raja vampir."

"Aku masih nggak percaya, kita harus memanggil makanan kita itu dengan sebutan Yang Mulia Putri Floretta."

"Untuk apa Yang Mulia Raja menikahi manusia rendahan seperti dia? Padahal calon istrinya jauh lebih cantik dan bermartabat dari wanita itu."

"Kau masih bertanya? Tentu saja karena darahnya. Malam ini Yang Mulia pasti akan menghabisinya."

Floretta menunduk sedih, mendengar bisik-bisik dari para pelayan tersebut. Dia merasa seperti seekor kambing yang hendak dibawa ke kandang singa kelaparan.

"Aku harus hidup. Bagaimana pun caranya, aku harus tetap hidup," tekad Floretta dalam hati.

"Ini kamar Anda, Yang Mulia. Karena Dewan Penasehat Istana belum menyetujui Anda menjadi Ratu di sini, jadi untuk sementara Anda dan Yang Mulia Raja akan menggukan kamar terpisah," jelas pelayan atau dayang istana yang usianya diperkirakan sekitar empat puluh tahunan itu.

"Terima kasih," jawab Flo singkat. Hatinya merasa sangat lega, karena dia tidak tidur sekamar dengan vampir malam ini.

"Silakan istirahat, Yang Mulia. Semua barang-barang kebutuhan Anda sudah ada di kamar. Yang mulia bisa memanggil kami dengan telepon yang tersedia, kalau memerlukan sesuatu," jelas pelayan itu lagi.

"Ya, terima kasih," jawab Flo tanpa semangat.

"Di mana Lily dan Bu Magenta? Apa mereka juga seorang vampir?" pikir Floretta resah. "Ah, aku jadi teringat sebotol darah yang ada di kulkas. Pantas saja mereka menyimpan darah itu, rupanya itu adalah makanan utama mereka," sambung wanita malang itu dalam hati.

...🦇🦇🦇...

Keesokan paginya di Ecarlate Castle, Kediaman Raja Vampir, Alden Black.

"Yang Mulia, mohon izinkan kami masuk."

"Pergi kalian semua, vampir sialan! Jangan berani mendekati kamarku," jerit Flo dari dalam.

"Kami hanya ingin membantu Yang Mulia bersiap-siap untuk sarapan pagi," seru para pelayan dari balik pintu, yang sudah terbuka setengah.

"Lihat saja, kalian tidak akan bisa memakanku," ujar Flo.

Wanita itu memegang sebuah pedang mainan yang dia temukan di dalam lemari sebagai senjatanya.

"Ah, aku udah lama nggak menggunakan pedang. Tapi kurasa ini sudah cukup untuk menghalau mereka sementara waktu. Kalau saja kamarku tidak berada di lantai atas, aku pasti sudah kabur dari sini tadi malam," batin Floretta dengan resah.

"Tapi ini melelahkan sekali. Sudah semalaman aku terjaga, supaya tidak ada yang masuk. Mau sampai kapan aku berada di sini? Apa tidak ada cara lain untuk pergi dari tempat ini?" pikir wanita dari ras manusia tersebut.

"Floretta, sudah hentikan. Kamu bikin para pelayan kesulitan." Alden tiba-tiba muncul di kamar Floretta.

"Ba-bagaimana kamu bisa masuk? Aku kan sudah mengunci pintunya?" ucap Flo dengan tatapan heran. Dia juga menyilangkan senjata itu di depan badannya.

"Itu bukan hal penting sekarang. Turunkan pedangmu, kamu bisa terluka nanti," pinta Alden pada istrinya.

"Penipu! Dari awal aku sudah merasa ada yang kamu sembunyikan. Aku berusaha tidak mempedulikannya, karena kamu selalu bersikap baik padaku. Tetapi aku salah besar."

Suara Floretta terdengar parau dan bergetar. Sepertinya dia telah menangis semalaman.

"Padahal sudah jelas tidak ada yang menganggapku berharga. Sudah jelas tidak akan ada orang aneh yang tiba-tiba melamarku. Apalagi yang kamu inginkan, kalau bukan karena darahku?" seru Floretta dengan intonasi tinggi.

"Sudah berapa banyak wanita yang kamu perlakukan begini? Seharusnya dari awal aku tidak mempercayaimu!" Wanita itu menjerit histeris.

"Flo, tolong dengarkan aku ..."

"Jangan mendekat, kalau kamu tidak mau mati!" ancam wanita itu.

Slap! Pedang yang berada di dalam genggaman Flo tiba-tiba melayang dan berpindah ke tangan Alden. Wanita itu melongo dibuatnya.

"Apa itu barusan? Sihir?" gumam Flo dalam hati.

"Kamu pikir aku bisa mati dengan mudah, hanya karena benda seperti itu?" Alden menatap Floretta dengan tajam. Matanya berubah menjadi berwarna merah dan menyeramkan.

"Uh, badanku tidak bisa bergerak. Padahal dia nggak memegangku." Floretta menggigil ketakutan. Dia tidak pernah melihat makhluk semengerikan ini

"Kenapa aku harus mati dengan cara seperti ini? Apalagi hanya karena seorang manusia sepertimu," ucap Alden lagi. Pedang mainan yang terbuat dari besi itu meleleh di tangan Alden.

"Ayo bersiap, lalu sarapan denganku. Hari ini kita ada jadwal untuk mengunjungi kota selatan," kata Alden.

Kali ini nada suaranya kembali turun, dan bernada lembut seperti biasanya. Warna merah di matanya pun telah menghilang.

...🦇🦇🦇...

"Daging barbeque? Uh, kenapa rasanya perutku mual, ya? Jangan-jangan sausnya terbuat dari darah manusia?" Floretta menutup mulutnya, yang hampir saja memuntahkan isi perutnya.

"Jangan takut, ini semua makanan manusia biasa, kok," ucap Alden memahami isi kepala sang istri. "Lalu, aku juga tidak akan meminum darahmu sebagai makanan utama," sambung Alden lagi.

"Hah? Apa dia bisa dipercaya? Sedangkan identitasnya saja bisa disembunyikan," batin Flo menatap makanan di piring dengan mual.

"Daging ini berasal dari peternakan sapi di kota yang akan kita kunjungi nanti. Lalu saus tomat dan cabainya berasal dari kebun terbaik di dunia manusia. Ah, kalau kamu penasaran, boleh kok mengunjungi dapur," Kata Alden berusaha meredakan kekhawatiran Floretta.

"Uh, tetap saja aku masih merasa khawatir. Aku masih bisa merasakan tatapan sinis mereka yang ingin menghisap darahku sampai kering," batin Flo lagi.

"Pelayan, tolong tinggalkan kami berdua saja. Lalu tutup pintunya," ucap Alden tiba-tiba.

"Sekarang sudah aman, kan? Silakan ma -"

Alden menghentikan ucapannya, ketika matanya menangkap sebuah benda yang tergantung di leher Floretta.

"Flo, kamu memakai kalung bawang putih?" seru Alden.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

dr mana Flo mendapatkan bawang putih..??

2024-06-15

1

Astri

Astri

alden baik ko

2023-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!