Bab 19. Menjual Istri Raja

“Cepat bayar! Kalian kan sudah melihat barangnya. Aku tidak berbohong, kan?”

Sang supir truk yang bernama Argento, dan temannya yang bernama Grigio itu mendesak para warga desa untuk segera membayar barang dagangan mereka. Argento juga merebut ponsel dari dalam saku Floretta. Untunglah, mereka tidak menyadari pisau yang diselipkan oleh wanita itu di dalam mantelnya.

Floretta yang tangan dan kakinya dipegang erat oleh dua orang pria hanya bisa pasrah. Wanita yang hanya mengisi perutnya dengan susu dan buah apel tersebut sudah mulai kehilangan tenaga untuk melawan para vampir ganas itu.

“Tunggu dulu. Dia memang cantik dan memiliki status yang sangat tinggi di kerajaan. Tetapi harga yang kamu berikan tetap saja terlalu mahal, untuk darah yang rasanya tidak terlalu enak ini,” tolak seorang pria, yang diduga adalah kepala desa di sana.

“Sombong sekali kalian! Padahal kalian hanya bisa meminum darah manusia setahun sekali, yang dibagikan gratis ketika perayaan ulang tahun raja,” balas Grigio.

“Ulang tahun raja bagi-bagi darah manusia?” Jantung Floretta berdebar cepat, mendengar pernyataan tersebut. “Apakah aku salah satu tumbal yang disiapkan Alden, untuk hari ulang tahunnya nanti?” pikirnya lagi.

“Kami akan mengeceknya dulu. Siapa tahu dia memiliki manfaat lain, selain darahnya.”

Seorang pria bertubuh paling besar dan berkulit sedikit gelap, menarik paksa Floretta dan menghempaskan tubuh kecil wanita itu ke badan mobil. Floretta sedikit memberontak dan hendak mengambil pisau dari dalam mantelnya, tetapi rupanya tenaga dan kecepatan pria itu jauh lebih besar dari dirinya.

“Coba kita lihat, apa tubuhnya semolek wajahnya?”

Brett!! Lelaki bertubuh tegap dan besar itu membuka mantel dan menarik baju kemeja yang dipakai oleh Floretta dengan kasar. Sontak saja kain putih itu robek. Seluruh kancingnya terlepas dan memperlihatkan bagian dada wanita itu yang hanya dibalut oleh korset.

“Wah! Apa ini? Kau rupanya menyimpan pisau di dalam mantel?” seru salah seorang vampire, yang berdiri di sebelah Floretta.

Pemuda itu mengambil pisau yang tergeletak di atas salju lalu … Sret! Dia melukai ujung jari telunjuk wanita itu, hingga aromanya menguar ke mana-mana.

“Tolong!” jerit Floretta sekuat tenaga.

“Haa? Kau berteriak minta tolong sama siapa di sini?” ucap Grigio terbahak-bahak. “Meskipun ada wanita di sini, mereka nggak akan peduli padamu. Asalkan mendapatkan setetes darah milikmu,” sambung pria itu lagi.

“Gimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Ku kira aku bisa aman setelah keluar dari istana. Ternyata keluar atau bertahan di sana sama aja.” Air mata mulai membasahi pipi tirus istri raja vampir tersebut.

Kedua tangan Floretta terentang dan digenggam oleh dua orang pria. Udara dingin menusuk hingga ke sum-sum tulangya. Beberapa pria sedang berusaha membuka korset milik Floretta, yang diikat dan dililit dengan erat itu. Mereka tampak kesulitan membukanya, sampai mereka berusaha merobeknya dengan pisau tadi.

“Andaikan Alden ada di sini, apa dia akan membantuku atau membiarkanku ternodai dan meregang nyawa?” Floretta teringat pada sang suami, yang selama ini selalu membantunya dan membuatnya aman.

“Tapi itu tidak mungkin. Aku bisa sampai di sini karena ulahku sendiri. Dia pasti saat ini sedang menertawaiku di istana, dan mencari wanita lain sebagai penggantiku,” batin Floretta.

“Hei, lihat! Dia menangis. Ternyata dia ingin lebih cepat mati. Dia pasti nggak tahu, rasa darahnya akan semakin lezat kalau dia ketakutan,” celetuk salah seorang remaja pria, yang melihat Floretta banjir air mata.

“Ssst, jangan bilang begitu. Kalau dia dengar bagaimana?” bisik salah seorang wanita yang berpakaian seperti budak.

“Biarkan saja dia mendengarnya. Toh emangnya apa lagi yang bisa dia lakukan di sini? HP-nya sudah disita sama Argento,” kata remaja itu lagi.

“Apa yang dibilangnya itu benar?” Floretta pun memutar otaknya, untuk melawan para vampir tersebut.

Sedikit demi sedikit korset yang di pakai Floretta pun terbuka. Sementara itu tetesan darahnya semakin banyak, membuat salju putih di bawahnya tampak memerah.

“Wah, ternyata rendahan sekali selera kalian, ya. Sampai tergoda melihat manusia yang hanya seonggok makanan ini. Apa kalian nggak pernah tidur dengan bangsa kalian sendiri?”

Floretta membuka mulutnya, dan memprovokasi para vampire itu dengan kalimat sindiran. Dia berusaha mengenyahkan rasa takutnya, dan menunggu para vampire itu sedikit lengah.

“Hei, jaga mulutmu, perempuan brengsek!” seru salah seorang vampire. “Kau tidak lihat pisau besar ini berada di depan dadamu? Meleset sedikit saja, pisau ini bisa menusuk jantungmu hingga terbelah dua,” ancam pria itu lagi.

Gulp! Hati Floretta mulai gentar, ketika melihatmata pisau yang tajam itu.

“Lawan rasa takutmu, Floretta. Hanya itu caranya kalau kau mau hidup. Ingat semua yang mereka lakukan padamu.” Floretta menyemangati dirinya sendiri.

“Hei, para vampir! Mati atau tidak, itu sudah nasibku. Tetapi membuat darahku lezat atau pahit, itu pilihanku. Kalian pikir wanita yang tidak pernah disentuh oleh raja ini, akan takut dengan sikap mesum kalian?” ucap Floretta dengan lantang.

“Uh, bau! Darahnya semakin bau! Sepertinya dia manusia dari kalangan budak!” bisik beberapa orang vampir.

Para lelaki yang tadi hendak mengeksekusi Floretta pun menjauh dari istri sang raja, sambil menahan isi perutnya yang hampir keluar.

“Berhasil! Usahaku mulai berhasil!” batin Floretta senang.

Keberanian Floretta pun muncul. Dia menggunakan kesempatan ini untuk menutup tubuhnya dengan mantel, dan mengambil sebuah pisau.

“Hei, brengsek! Kau mungkin bisa mengalahkan mereka, tapi tidak denganku!”

Seorang pemuda tampan berkulit kuning langsat dan rambut hitam legam, segera mencengkeram kedua tangan Floretta. Aroma wangi dari tubuhnya, menusuk indra penciuman Floretta.

“Ayo bermain denganku, gadis cantik. Aku akan membuka segel wanitamu,” bisik pemuda itu penuh rayuan.

...🦇🦇🦇...

"Yang Mulia, maafkan aku. Sepertinya ponselku di bawa oleh Yang Mulia Putri Floretta. Aku tidak menemukan benda itu di mana pun," ucap Lily sambil menunduk lesu.

"Benarkah? Kenapa nggak bilang dari tadi?" ucap Alden setengah membentak. Hatinya yang gusar, tidak mampu lagi mengontrol ekspresi dan nada bicaranya.

"Maaf, Yang Mulia. Saya baru menyadarinya," ujar Lily dengan lutut bergetar.

"Kalau memang begitu, kita bisa melacak keberadaan Floretta dari ponselmu," ujar Alden.

"Sepertinya tidak perlu, Yang Mulia. Barusan Leon menelepon, dan mengabari keadaan Yang Mulia Putri Floretta,” ujar salah seorang pengawal.

“Benarkah? Di mana dia sekarang? Gimana keadaan istriku?” tanya Alden tidak sabaran.

“Mereka ada di Desa Pauvre, Distrik Issolé,” jawab pengawal tersebut.

“Astaga! Sejauh itu?”

Alden terkejut, mendengar Floretta telah pergi hingga ke perbatasan kerajaan mereka, yang terkenal sebagai sarang bandit dan para pemberontak. Selain itu, Desa Pauvre adalah salah satu desa termiskin di kerajaannya.

“Siapkan pakaian hangat untukku. Aku akan segera pergi ke sana,” perintah Alden pada seluruh pelayannya.

(Bersambung)

Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!