Bab 5. Dipaksa Menikah

"Permisi Pak Direktur. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda. Saya udah mengatakan bahwa jadwal Anda hari ini padat, tetapi dia ngotot ingin bertemu," kata Brayne Brown, sekretaris pribadi Alden Black.

"Siapa dia?" tanya Alden sambil mengirim sebuah email dari laptopnya.

"Namanya Jayden Green. Katanya dia orang penting bagi Direktur," ujar Brayne lagi.

"Jayden ...?" gumam Alden sambil mengingat-ingat. Ah, suruh dia ke ruanganku sekarang," perintah Alden.

"Tapi Direktur, lima belas menit lagi kita akan meeting, untuk membahas ekspor produk kita ke luar negeri," kata Brayne mengingatkan.

"Nggak apa-apa. Aku jamin dia nggak betah lebih dari lima belas menit di ruanganku," kata Jayden dengan percaya diri.

"Baiklah, kalau gitu aku akan mengantarnya ke sini," kata Brayne.

"Ah, Brayne. Bisakah kamu bawakan permen mint saat ke sini nanti? Lidahku rasanya aneh, karena menghisap darah cewek-cewek jahat itu kemarin," pinta Alden sebelum sekretarisnya pergi.

"Baiklah," jawab Brayne singkat.

Beberapa saat kemudian.

"Halo, calon menantuku. Aku nggak menyangka perusahanmu jauh lebih besar, dari yang disebut oleh orang-orang," kata Jayden. Pandangannya menyapu seluruh sudut ruang kerja Alden yang mewah dan modern tersebut.

"Silakan duduk, Ayah," ujar Alden, mempersilakan tamu pentingnya untuk duduk. Dia juga meminta sekretarisnya untuk menghidangkan teh.

"Jadi, ada apa Ayah ke sini? Maaf aku belum sempat mengabari keadaan Flo, setelah membawanya pergi," tanya Alden dengan sangat ramah. Dia juga mengganti panggilannya terhadap Jayden, dari 'Bapak' menjadi 'Ayah'.

Jayden tersenyum sumringah, mendengar Alden memanggilnya dengan sebutan ayah.

"Ah, tidak apa-apa. Aku yakin, Flo pasti aman bersamamu," kata Jayden. Tidak ada raut wajah cemas tergambar di wajahnya, layaknya orang tua yang melihat putrinya pergi bersama seorang pria baru dikenal.

"Tapi kapan kamu mau menikahi putriku? Kabar lamaran kalian sudah tersebar di seluruh kota. Aku jadi pusing di tanya-tanya oleh orang terus," sambung Ayah dari Flo tersebut.

"Aku belum bisa menikahinya, Yah," jawab Alden dengan wajah serius.

"Eh? Kenapa? Bukankah kamu berjanji akan segera menikahinya?" Wajah pria empat puluh lima tahun itu berubah sedikit masam.

"Aku maunya juga begitu. Tetapi Flo menolaknya. Karena baru saja dikhianati oleh kekasihnya, jadi dia nggak mudah percaya padaku," jelas Alden.

"Haah .... Dasar gadis bod*h. Mana mungkin seorang pengusaha terkenal begini bakal menipunya?" gerutu Jayden, menunjukkan rasa kesalnya.

Alden hanya mengerutkan keningnya melihat sikap calon ayah mertuanya, yang berbeda dengan kebanyakan orang tua lainnya.

"Maafkan aku, Nak. Flo memang memiliki watak keras kepala sejak kecil. Pendidikannya juga cukup rendah. Jadi dia nggak bisa membedakan mana orang bermartabat, dan mana yang bukan."

Jayden berusaha menjelaskan keadaan putri bungsunya, agar Alden tidak membatalkan rencana pernikahan ini.

"Aku mengerti, Yah. Tetapi kami tetap butuh waktu untuk saling mengenal," sahut Alden.

"Kalian kan bisa saling mengenal setelah menikah? Sebelum musim dingin adalah waktu pernikahan yang terbaik," ujar Jayden sedikit memaksa.

"Ah, maaf. Aku bukannya memaksa pernikahan ini. Tetapi bagi kami keluarga perempuan, aib jika Flo terlalu lama tinggal di rumah pemberianmu, tanpa hubungan pernikahan," kilah Jayden, agar Alden tak menganggapnya aneh.

"Aku mengerti, Ayah. Aku nanti akan membujuk Flo lagi," janji Alden sambil tersenyum ramah.

"Oh, iya. Karena Flo bukan lulusan sekolah tinggi, jadi kami nggak terlalu menuntut pernikahan mewah seperti putri pertama kami, Violetta. Justru kehidupan setelah pernikahan itu yang lebih penting," kata Jayden mengingatkan.

"Jangan khawatir, Ayah. Aku pasti akan memberikan hadiah pernikahan yang cukup besar nantinya," kata Alden.

...🦇🦇🦇...

"Jadi, apa kamu udah memutuskan untuk menerima lamaranku?" tanya Alden, ketika menemani Flo makan malam.

"Ohok!" Flo yang sedang mengunyah daging kalkun itu pun tersedak. Alden buru-buru memberinya minum.

"Alden, ini baru sebelas jam sejak kamu memberiku waktu untuk berpikir," ujar Flo setelah meneguk segelas air putih.

"Ah, sayang banget. Padahal aku udah bertekad melepaskan status jomblo ini, sebelum tahun berganti," kata Alden sambil mengerucutkan bibirnya.

"Terus kenapa kamu malah memilih aku, dan bukannya para gadis yang mengejarku itu?" tanya Flo kemudian.

"Floretta, apa ada hal yang bisa aku lakukan, biar kamu menerima lamaranku?" tanya Alden tanpa merespon kalimat Floretta barusan.

"Alden ..."

"Apa pun yang kamu mau, pasti akan aku kabulkan. Atau kita pergi ke mall dan membeli baju baru untukmu," tawar pria tampan itu lagi.

"Alden, dengarkan aku dulu!" teriak Flo tiba-tiba.

"Oh, oke ..." Alden terkejut dengan sikap Flo yang tiba-tiba berubah.

"Maaf, aku nggak bermaksud membentakmu. Tetapi kamu harus tahu, aku nggak menolak dan memilih pria karena hartanya," kata Flo lagi.

"Kalau begitu karena apa?" tanya Alden penasaran.

"Aku ... Hanya butuh orang yang bisa membuatku nyaman dan aman," ujar Flo lirih. Dia sendiri ragu mengatakan hal itu.

"Hmm, baiklah. Aku nggak bisa memaksamu," sahut Alden. Pria itu meletakkan sendok dan garpunya di piring. Dia sudah selesai makan malam.

"Tapi aku serius untuk mengajakmu berbelanja, Flo. Ku lihat kamu cuma punya beberapa lembar baju, dan itu jauh lebih jelek daripada baju para pelayanku," kata Alden.

"Aku rasanya ingin di rumah aja seharian. Aku nggak sanggup menghadapi tatapan wanita yang menusukku, karena udah merebutmu dari mereka semua," jawab Flo.

"Floretta, kamu harus tahu satu hal. Kamu akan aman selama bersamaku. Tidak akan ada yang berani mengganggumu," ucap Alden.

Tatapan mata Alden yang menunjukkan ketulusan, membuat Floretta sedikit luluh. Tapi kepribadiannya yang sangat misterius, membuat gadis itu berpikir ulang untuk menerimanya.

"Kalau kamu nggak nyaman dengan tatapan mereka, aku bisa menyewa seluruh mall selama satu hari untuk berbelanja," bujuk Alden lagi.

"Nggak perlu, Alden. Aku jadi semakin sulit untuk menerimamu, kalau kamu kayak gini terus." Floretta kembali menolak perhatian yang diberikan Alden. "Aku juga pasti akan mengumpulkan uang, untuk membayar semua biaya, selama aku tinggal di sini," kata Flo dengan cepat.

Alden memandang Flo cukup lama tanpa berkedip. "Kamu mau terus terang-terangan menjaga jarak denganku?" kata Alden dengan sedih. "Baiklah, kamu boleh melakukan apa pun. Aku gak akan melarangmu lagi, termasuk membayar biaya sewa rumah ini."

Setelah mengatakan hal itu, Alden pun pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Flo.

...🦇🦇🦇...

"Selama tinggal di sini, rasanya aku seperti terlahir kembali. Aku tidak perlu bekerja keras lagi dari pagi sampai malam seperti dulu. Apa aku terima saja ya lamarannya?" pikir Flo mulai bimbang.

"Ah, nggak! Itu pasti cuma akal-akalannya saja. Aku pasti saat ini sedang dimanja sebelum dijual, seperti domba yang hendak disembelih," pikir Flo satu detik kemudian.

"Bu Magenta, apa aku tadi sudah bicara keterlaluan pada Alden? Kayaknya dia marah banget sama aku," kata Flo, saat baru selesai makan malam.

"Aku nggak bisa memihak salah satu di antara kalian berdua," jawab Bu Magenta, yang sudah lama bekerja sebagai pelayan di keluarga Alden.

"Kamu pasti bingung, karena dilamar secara mendadak seperti itu. Tapi dia juga nggak bisa disalahkan, karena sejak kecil dia harus bersikap ototiter untuk menjaga kedudukannya," jelas Bu Magenta.

"Ah, gitu rupanya. Pasti hidupnya berat sekali," kata Flo menanggapi.

"Mungkin kamu nggak tahu. Inilah pertama kalinya Alden tersenyum dan makan bersama orang lain sejak kedua orang tuanya meninggal beberapa tahun yang lalu?" kata Bu Magenta. Kedua alisnya bertaut, menunjukkan raut wajah sedih.

"Eh? Yang benar? Ibu bilang begitu karena ingin membujukku, kan?" ucap Flo.

Bu Magenta menggelengkan kepalanya dengan mantap. "Aku bilang gini, karena udah menganggap Alden seperti anakku sendiri. Aku sangat senang karena dia memilih calon istri berdasarkan kepribadiannya," ungkap Bu Magenta.

"Kata sekretaris pribadi Alden, sepanjang hari ini ayahmu meneror Alden untuk segera menikahimu. Tapi Alden menahannya, karena tak mau memaksamu," kata Bu Magenta lagi.

"Apa? Ayah meneror Alden?" Flo terkejut mendengarnya.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

itu krn ayah Flo gila harta.. mereka mengincar hadis pernikahan dr Alden..

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!