Bab 7. Keluarga Durhaka

Ting! Ting! Ting! Ting!

Belasan pesan masuk, saat HP Flo sudah tersambung ke jaringan wi-fi. Gadis cantik itu melihat nama pengirim pesan itu sambil membuang napas dengan kasar. Dia lalu membuka satu per satu pesan masuk itu.

"Flo, sayang. Kapan kamu mau mengirim uang pada Ibu? Ibu dengar gajimu sudah dibayar oleh pemilik restoran dan petani kentang itu."

"Wah, apa ini? Sejak kapan Ibu memanggilku sayang?" celetuk Flo, ketika membaca pesan itu.

"Flo, apa kamu membaca pesan dari Ibu? Kapan upacara pernikahan kalian akan dilaksanakan? Ibu sudah memilih gedung dan katering mahal untuk pernikahanmu nanti. Ibu juga udah menyusun seribu daftar tamu undangan."

"Apa? Kenapa Ibu melalukan hal itu? Padahal aku aja belum menerima lamaran Alden," kata Flo dengan gusar. Hatinya benar-benar kesal pada kedua orang tuanya, yang seakan-akan menjualnya pada seorang konglomerat.

Floretta kemudian membaca pesan berikutnya.

"Nak, kamu membaca pesan dari Ibu atau tidak, sih? Kenapa tidak dibalas? Kamu nggak melupakan jasa-jasa kami, yang udah membesarkanku dengan baik, kan?"

"Oh, jadi memberiku roti berjamur dan susu yang hampir basi itu namanya membesarkanku dengan baik?" cibir Flo.

Masih ada beberapa pesan lagi yang belum di bacanya.

"Flo, kamu masih belum mentransfer uang gajimu? Persediaan gandum dan telur di rumah sudah mau habis. Terus Tuan Cyan juga sudah menagih hutang kita. Kamu tega hidup bahagia di sana, sementara Ibumu hidup dalam kemiskinan?"

Floretta semakin muak membaca pesan-pesan dari ibunya tersebut. Bukannya ingin durhaka, tetapi selama ini dia lah yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Flo selalu hidup dalam kesulitan bagaikan anak buangan sejak kecil. Entah kenapa, dia baru bisa menikmati hidup setelah pindah ke apartemen ini.

"Flo, kamu beneran mau mengabaikan pesan dari Ibu? Hari ini Tuan Cyan datang lagi ke rumah, mengih hutang kita. Kenapa kamu membiarkan Ibumu seperti ini? Padahal kamu akan menjadi istri seorang konglomerat."

Hati Floretta semakin pedih, membaca pesan terakhir dari ibunya tersebut.

"Kenapa harus aku yang membayar hutangnya? Padahal uang itu selama ini digunakan sama Kak Vio untuk membeli make up dan baju-baju mahal."

Floretta tidak bisa lagi menahan air matanya, yang menggenang di pelupuk mata. Dadanya terasa sangat sesak. Rasanya dia sudah lelah, diperas seperti itu sejak kecil.

"Apa boleh kali ini aku menjadi anak yang durhaka?" pikir Flo dengan air mata menganak sungai di pipinya. Jemarinya terus membuka setiap pesan masuk ke HP-nya.

"Flo, Ayah udah bertemu dengan Alden kemarin. Katanya kamu mau menunda pernikahan. Kenapa? Kamu mau melepaskan rezeki nomplok ini? Padahal Alden benar-benar ingin menikahimu."

Kali ini yang mengirim pesan adalah Jayden Green, Ayahnya Floretta. Sikapnya sebelas dua belas dengan sikap sang ibunda, yang terus menerus memperlakukannya dengan kasar.

"Kalau kamu menolak menikah dengan Alden, maka Ayah terpaksa menikahkanmu ddngan anak Tuan Cyan, agar hutang kita segera lunas."

"Apa? Menikah dengan bocah manja pemabuk itu?" Flo bergidik ngeri, membaca ancaman dari ayahnya tersebut. "Apa aku nggak punya pilihan lain? Apakah hidupku hanya untuk dioper ke sana sini seperti bola?" bisik Flo dalam isak tangisnya.

Hanya tinggal satu pesan lagi yang belum dibaca, dan itu dari Violetta. Sebenarnya Flo enggan membukanya, tetapi hati kecilnya merasa penasaran dengan isinya. Pada akhirnya, jemarinya yang lentik itu membuka pesan terakhir tersebut.

"Hei, berani-beraninya kau menikah dengan orang kaya! Kau itu cuma terlahir untuk jadi pelayan. Batalkan pernikahan itu, atau aku akan mengganggu rumah tanggamu selamanya!"

Flo tertawa lebar membaca isi pesan tersebut. Tetapi air matanya mengalir lebih deras lagi.

"Belum puas dia merebut kekasihku, tapi sekarang dia malah berencana meanghancurkan rumah tanggaku?" gumam Flo sembari tertawa.

"Kenapa nggak ada satu pun yang menyayangi aku? Apa aku ini hanya budak di mata mereka?" jerit Flo dalam hati. Dia menangis dan tertawa dalam waktu bersamaan.

Tok! Tok! Tok!

"Flo! Apa yang terjadi padamu? Kamu sakit?" terdengar Bu Magenta memanggil Flo dari luar.

"Aku nggak apa-apa, Bu," jawab Flo sambil membuka pintu kamarnya.

...🦇🦇🦇...

"Uh, sejak kapan aku ketiduran di lantai begini? Badanku rasanya beku, karena menahan dingin semalaman." Floretta lalu berpindah ke kasur lalu menarik selimut.

Grroowll! Mendadak perutnya berbunyi. Floretta baru teringat, kalau tadi malam dia tidak makan. Setelah kecapekan menangisi nasibnya, gadis itu tertidur di lantai dan melewatkan waktu makan malam.

"Apa masih ada makanan di meja? " Flo berjalan berjingkat-jingkat menuju ke dapur, agar tidak membangunkan orang lain.

Ternyata wanita itu tidak menemukan apa-apa di atas meja makan. "Ah, sebaiknya aku minum susu saja untuk mengganjal perut," gumam Flo kemudian.

Gadis itu lalu membuka kulkas dan mengambil sekotak susu yang dibelinya tadi siang. Namun kedua matanya menatap sebuah botol berisi cairan berwarna merah pekat, yang disembunyikan di antara sayuran.

"Loh, ini apa? Jus strawbery? Atau jus delima? Katanya mereka nggak suka buah?"

Floretta yang merasa penasaran pun mengambil botol berwarna merah pekat itu. Dia lalu membuka tutupnya dan ...

"Huek! Ini darah? Kenapa ada darah di sini?" Seketika perut Flo pun mual, mencium bau amis dari dalam botol itu.

"Itu bukan urusanmu, dan cepatlah kembali ke kamar."

Seorang wanita tiba-tiba menegur Floretta. Bagaikan dihipnotis, gadis itu pun kemudian meninggalkan dapur tanpa banyak protes, sembari memegang sekotak susu.

...🦇🦇🦇...

Pagi harinya.

"Loh, kok aku tidur sambil bawa sekotak susu?" Flo ternyata melupakan kejadian yang dia alami tadi malam. "Ah, harum banget, kayaknya Bu Magenta lagi masak sop daging, deh," pikir Flo.

Gadis itu lantas membersihkan dirinya, dan mengenakan pakaian rapi. Kehidupannya saat ini benar-benar seperti sorang Nona Muda, dari keluarga kaya raya.

"Duh, perutku berbunyi dari tadi. Ibu masak apa?" Floretta yang telah berdandan rapi, melangkahkan kaki dengan riang, menuju ruang makan.

"Kayaknya kamu jadi lebih ceria, ya, saat aku lagi pergi." Tanpa Floretta sadari, seorang pria tampan duduk manis di meja makan. Seperti biasanya, tampilannya selalu rapi dan wangi.

"A-alden? Kamu udah pulang dinas?" Flo terperanjat, mendengar sapaan pagi yang tiba-tiba tersebut.

"Ya, aku pulang tadi malam," jawab Alden. "Duduklah, aku membawakan beberapa hadiah untukmu," ucapnya.

Pria bermata biru kehijauan yang indah itu lalu beranjak dari kursinya. Dia lalu menyerahkan sebuah koper biru yang cantik pada Floretta.

"Ambillah. Itu milik ibuku. Karena kamu nggak mau diberikan baju baru, jadinya aku membawakan baju-baju ini untukmu," kata Alden dengan nada rendah.

"Beneran aku boleh menerima ini?" Flo merasa nggak enak menerimanya, karena mengingat ibunda Alden sudah tiada.

"Ya, ambillah. Lebih baik kamu pakai, daripada dibiarkan lapuk di dalam lemari. Meskipun baju bekas, tapi kualitasnya masih bagus, kok," ucap Alden.

Floretta pun menuruti perintah Alden. Matanya terbelalak, melihat baju-baju mewah milik mendiang ibunda Alden.

"I-ini semua barang mahal, Alden. Rasanya aku nggak berhak menerimanya," ucap Flo dengan polos.

"Kenapa nggak? Kamu itu kan calon istriku. Yah, kalau kamu menerima lamaranku," jelas pria itu.

"Kenapa kamu baik sekali padaku? Ku pikir kamu marah, karena aku menolak semua perhatianmu waktu itu," kata Flo bingung.

"Untuk apa aku marah? Aku mengerti keadaanmu. Pasti rasanya sesak banget, dilarang ini dan itu," kata Alden sambil melempar senyum. "Percayalah, aku ada di sini untuk melimpahkan kasih sayangku padamu," sambung pria itu.

Flo menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Alden, aku menerima lamaranmu. Aku bersedia jadi istrimu," ucap Floretta tiba-tiba.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

semoga Flo tdk bodoh dgn menuruti semua permintaan keluarga toxic nya itu

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!