Bab 4. Gigitan Maut

"Hei, kalian! Jangan coba-coba mendekati wanitaku!"

Seorang pria tiba-tiba muncul dari dalam kegelapan. Dia lalu bergerak cepat menyelamatkan Flo dari para pengganggu itu.

"Aku tandai wajah kalian semua! Kalau sekali lagi berani mendekati calon istriku, kalian akan lenyap dari muka bumi ini," ancam Alden.

Para wanita itu langsung berlari menjauh sambil meringis kesakitan. Mereka semua tidak berani menoleh ke belakang lagi.

"Hah, aku pasti udah gila. Masa dia menggigit leher dan menghisap darah cewek-cewek itu?" pikir Floretta, sebelum akhirnya pingsan.

"Floretta!" seru Alden. Dia bergerak cepat menangkap gadis itu, sebelum tubuhnya menyentuh lantai.

Brak! Alden membuka pintu apartemennya dengan kasar. Dia lalu membaringkan tubuh Floretta yang terkulai lemas, di atas tempat tidur. Pria itu kemudian membentangkan selimut tebal di sekujur tubuh gadis mungil itu.

"T-tuan? Apa yang terjadi?"

Para pelayan yang baru aja terjaga, berdiri di depan pintu kamar. Wajah mereka tampak ketakutan, seperti baru saja melakukan kesalahan fatal.

"Kalian tanya apa yang terjadi?" ucap Alden dengan intonasi tinggi. Dia lalu keluar dari kamar Flo, dan menutup pintu dengan rapat.

"Apa perintahku tadi kurang jelas? Jangan biarkan gadis itu meninggalkan apartemen ini satu langkah pun. Tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya, selain aku," kata Alden dengan mata berapi-api.

"Maafkan kami, Tuan. Ini kesalahan dan kelalaian kami. Kami tidur terlalu nyenyak, sampai nggak nenyadari kalau dia keluar dari sini. Kami pantas dihukum," ujar salah seorang pelayan.

"Sudahlah, aku lagi nggak berminat menghukum kalian bertiga. Tapi mulai detik ini, aku melarang kalian untuk tidur. Jaga gadis itu, jangan sampai kabur lagi. Atau kalian akan jadi santapan peliharaanku," perintah Alden disertai sebuah ancaman.

...🦇🦇🦇...

"Uh ..." Floretta mengedipkan matanya yang silau. Seberkas sinar matahari yang cukup redup, masuk melalui celah ventelasi jendela.

"Eh, sekarang udah pagi? Jadi aku gagal kabur dari sini?" seru Floretta sembari mengedipkan matanya berkali-kali.

Udara di kota itu sudah terasa semakin dingin, menandakan musim dingin akan segera tiba.

Ceklek! Floretta membuka pintu kamarnya secara perlahan. Setelah memastikan keadaan aman, dia pun melangkahkan kakinya menuju keluar.

"Kau sudah bangun, Floretta?"

"Astaga! Ya ampun! Oh, jantungku yang malang," seru Floretta. Dia terkejut melihat seorang pria yang duduk santai di sofa paling ujung, dengan secangkir kopi di tangannya.

Floretta mendadak malu. Tampilannya yang kusut karena bangun tidur, sangat kontras dengan penampilan rapi dari pria itu. Alden mengenakan kemeja hitam polos, yang dipadukan dengan celana jeans. Sebuah arloji mahal, melingkar di tangan kirinya. Lalu rambutnya yang hitam, ditata rapi dengan minyak rambut beraroma Almond.

"A-anda nggak pergi bekerja, T-tuan?" tanya Floretta sembari merapikan rambutnya dengan jari. Sudah terlambat baginya untuk kembali ke dalam kamar dan merapikan diri.

"Duh, aku sedih karena kamu masih memanggilku Tuan." Alden meletakkan cangkir yang dipegangnya ke atas meja. "Aku memang mau pergi ke kantor, kok. Tapi setelah memastikan keadanmu baik-baik aja. Kamu nggak terluka kan, waktu hampir kabur tadi malam?"

Wajah Flo memerah, ketika mendengar kalimat sindiran pria itu. " M-maaf, aku hanya ..."

"Haah, rupanya hanya aku yang menganggapmu spesial. Tapi kamu masih menjaga jarak denganku. Bahkan mau kabur dari sini," ucap Alden sambil mengerucutkan bibirnya.

Floretta memandang Alden dari ujung kepala, hingga ke ujung kaki berkali-kali. "Kayaknya ada kejadian penting tadi malam saat aku kabur, tapi apa, ya? " Flo bertanya-tanya dalam hati. Dia merasa telah melupakan sebuah kejadian penting.

"Kenapa kamu memandangku seperti itu?" tanya Alden dengan heran.

"Eh, anu .. Nggak ada apa-apa, kok." Flo menahan malu, karena kepergok sedan memperhatikan Alden.

"Oh iya. Hari ini aku udah bikin janji dengan designer gaun ..."

"Aku nggak mau menikah denganmu, Alden!" jerit Flo, tanpa menunggu Alden menyelesaikan kalimatnya.

"Kamu udah lihat kan, tadi malam? Satu langkah saja kamu keluar dari ruangan ini, maka para gadis itu akan menyerbumu seperti zombie," kata Alden dengan santai.

"Aku akan umumkan di media sosial, kalau rencana pernikahan kita batal. Dan aku mengizinkan semua gadis di kota untuk mendekatimu. Jadi aku bebas keluar dari sini," kata Flo dengan tegas.

"Cerdik juga gadis ini. Dia nggak bisa diancam menggunakan kekerasan. Aku harus lebih berhati-hati mengatasinya," pikir Alden semakin waspada.

"Duduklah dulu. Kita bicarakan hal ini baik-baik," kata Alden sembari menepuk-nepuk sofa di hadapannya.

Flo menatap Alden dengan ragu. Namun karena pria itu tidak menunjukkan sikap arogan seperti kemarin, akhirnya gadis sembilan belas tahun itu pun menurut.

"Maaf kalau kata-kataku kemarij melukai hatimu, Floretta. Aku nggak bermaksud merendahkanmu."

Raut wajah Alden mendadak sedih. Nada suaranya pun terdengar lebih rendah.

"Sebenarnya kamu adalah wanita yang cerdas dan baik hati. Karena itulah aku memilihmu," sambung Alden lagi.

"Itu pasti bohong, kan? Aku yang hanya lulusan SMP, mana bisa dibilang wanita cerdas?" balas Floretta dengan ketus. Dia masih belum bisa mempercayai Alden, meskipun pria itu berbicara dengan nada lembut.

"Tingkat pendidikan nggak bisa jadi tolak ukur untuk kecerdasan seseorang. Banyak orang dengan lulusan universitas ternama malah nggak punya kecerdasan attitude," kata Alden lagi.

Floretta tidak bisa membantah kalimat Alden barusan. Dan hatinya sedikit merasa senang, mendengar pujian itu.

"Duh, aku pasti udah gila. Aku nggak boleh terlena sama pesonanya," ucap Flo dalam hati.

"Aku nggak akan memaksamu lagi untuk menikah denganku," kata Alden. "Tapi aku berharap kamu bisa memikirkannya lagi karena niatku benar-benar serius," imbuhnya.

"Kenapa aku nggak melihat kebobongan dari sorot matanya?" pikir Flo tanpa menjawab ucapan Alden barusan.

"Aku masih nggak mengerti. Kamu bisa memilih siapa pun untuk jadi istrimu. Bahkan para gadis di luar sana berlomba-lomba untuk memilikimu, Alden. Tapi kenapa kamu malah memilih gadis miskin kayak aku?" Flo mengulangi pertanyaan yang sama seperti kemarin.

"Aku nggak bisa mengatakannya sekarang. Tapi percayalah, aku hanya ingin melindungimu dan aku membutuhkan kecerdasanmu itu," jawab Alden.

Jantung Floretta kembali berdebar cepat, mendengar ucapan Alden tersebut. Ini pertama kalinya dia mendengar seseorang ingin melindunginya.

"Lagi-lagi aku nggak bisa melihat kebohongan dari sorot matanya. Apa dia sedang menghipnotisku? Atau dia tahu, kalau aku nggak punya pilihan lagi," batin Flo.

"Baiklah, aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu. Tapi soal pernikahan aku belum bisa memutuskannya, sampai aku mengenalmu." Floretta akhirnya mengalah dan ingin mengenal Alden lebih dalam lagi.

"Kau serius? Terima kasih, Flo."

Floretta mengerutkan keningnya, ketika melihat wajah ceria dari pria itu. "Aneh, kenapa dia yang berterima kasih?" pikir Flo sembari menarik tangannya yang hendak digenggam oleh Alden.

"Lalu ada satu hal lagi. Jangan sentuh aku, kecuali kita menikah nanti," larang gadis itu dengan tegas.

"Uh ... Sabar, Alden. Kamu harus tetap bersikap baik, sampai mendapatkan gadis itu. Kamu nggak boleh kehilangan makhluk berharga ini," ucap Alden dalam hati, pada dirinya sendiri.

"Ngomong-ngomong aku penasaran, gimana tadi malam kamu mengusir cewek-cewek itu pergi? Kenapa mereka terlihat ketakutan gitu?" tanya Floretta. Dia masih belum bisa mengingat kejadian tadi malam dengan lengkap.

"Ah, aku mengancam akan memenjarakan mereka kalau masih mengganggumu," jawab Alden sambil memalingkan pandangannya dari Floretta.

"Hmm, kayaknya bukan itu, deh. Tapi hal yang lebih mengerikan lagi. Kenapa aku bisa lupa, ya?" ucap Flo dalam hati.

"Aku pergi ke kantor dulu. Kamu jangan coba-coba kabur lagi, ya," ujar Alden.

"Uh ... Iya, iya. Walau pun aku bakalan bosan menonton TV seharian, aku pasti akan mematuhimu, Tuan Alden," ucap Floretta sambil mengerucutkan bibirnya ke depan.

Setelah Alden pergi, Floretta pun menyalakan TV untuk menemaninya sarapan. Tiba-tiba mata Floretta membulat, melihat berita hangat yang ditayangkan di TV.

"Loh, itu kan cewek-cewek yang menyerangku tadi malam? Aku ingat bajunya. Mereka tewas karena luka misterius di lehernya? Kok bisa?" gumam Floretta dalam hati.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

siapa Flo sebenarnya kenapa Alden begitu memaksa buat menikahinya

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!