Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja

"Itulah maksudku, kenapa kau bisa menikahi gadis manusia? Memangnya tunanganmu kurang cantik dan pintar aeperti apa lagi?" tanya Raven pada sang adik.

"Aku berhak memilih pendampingku sendiri, kan?" balas Alden berupaya menahan nada bicaranya, agar tidak semakin tinggi.

"Tidak. Kamu itu seorang raja, dan memiliki tanggung jawab besar untuk memilih ratu terbaik bagi rakyatnya," jawab Raven dengan tegas.

"Floretta adalah calon ratu yang terbaik bagi kerajaan ini, Kak. Aku sudah mengamatinya sejak lama," ucap Alden meyakinkan sang kakak.

"Manusia lemah itu?" cibir Raven. "Aku yakin, dia pasti tak sanggup melihat ras-nya meregang nyawa ketika kita mengambil darahnya. Terus, gimana dia menjadi ratu nanti?" sambung vampir tersebut.

Alden menundukkan kepalanya. Dia memang masih belum bisa berkata jujur pada Floretta tentang hal ini. Tetapi niatnya untuk tetap bersama wanita itu masih belum surut.

"Kak, ku mohon berikan dia waktu untuk beradaptasi di sini," pinta Alden pada sang kakak.

"Kerajaan kita udah melemah karena dipimpin oleh raja bodoh sepertimu. Tapi kamu malah menambah masalah saja dengan menikahi gadis lemah seperti dia?" ucap Raven dengan ketus. "Katakan padaku tentang asal usul gadis itu," pinta Raven setengah memaksa.

"Aku nggak bisa mengatakannya," ucap Alden tegas.

"Kenapa? Kamu mengambilnya dari panti asuhan? Atau dari tempat hiburan malam?" cibir Raven, memaksa Alden untuk membuka suara.

"Dia bukan wanita seperti itu, kak," bantah Alden.

"Ya terus? Apa dia sudah nengandung bayi dari benihmu?" tuduh Raven lagi.

"Kami bahkan belum ada bersentuhan sejauh itu." Kali ini Alden menjawab dengan nada sangat tinggi, hingga nembuat Raven terlonjak kaget.

"Ya terus kenapa? Kamu bahkan menikah di dunia manusia tanpa mengundangku dan anggota dewan di sini. Semua pernikahan kamu siapkan seorang diri. Tentu saja semua terasa aneh," kata Raven memandang Alden dengan tatapan curiga.

"Yang jelas niatku menikahinya bukan untuk menghancurkan kerajaan ini. Dia justru akan membawa manfaat bagi kita kerajaan ini nantinya," kata Alden meyakinkan sang kakak.

"Entahlah, aku masih meragukan ucapanmu itu. Tapi aku akan mempertimbangkan pilihanmu itu, kalau kamu mau menyerahkan jabatanmu padaku," ucap Raven sambil tersenyum licik.

"Nggak! Pasti ada alasan, kenapa ayah dan ibu membuat wasiat, agar aku meneruskan tahta ayah." Alden menolak menyerahkan tahtanya pada sang kakak dengan tegas.

"Yakin kamu mempertahankannya karena wasiat dari ayah dan ibu? Atau karena kamu memang bocah tamak yang menginginkan kedudukan dan kekuasaan?" balas Raven dengan nada datar dan mengintimidasi.

"Sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan kita setelah makan malam. Aku permisi dulu, kak."

Alden menghindari pertanyaan dari sang kakak, dengan alasan makan malam. Baru saja dia hendak keluar dari kamar sang kakak, HP-nya berdering. Dia langsung mengangkatnya.

"Yang Mulia! Yang Mulia Putri Floretta tidak ada di kamarnya," lapor Lily pada Alden. Suaranya terdengar gemetar dan ketakutan.

"Apa? Kok bisa? Bukannya pintu dikunci dari luar? Sudah kalian cari ke ruangan lain?" tanya Alden dengan gusar.

"Sudah, Yang Mulia. Tapi Yang Mulia Putri Floretta tetap tidak ada," lapor Lily.

"Wah, kenapa ini? Apa wanita pujaanmu sudah mulai nggak betah di sini?" sindir Raven sambil tertawa kecil.

...🦇🦇🦇...

Beberapa jam sebelum waktu makan malam.

"Fyuh, syukurlah. Ku pikir dia beneran mau ngelakuin hubungan suami istri denganku."

Floretta bernapas lega, ketika melihat punggung Alden menghilang di balik pintu. Dada wanita itu berdesir, melihat tubuh tegap dan bidang suaminya itu.

Pantas saja semua wanita menyukainya. Tidak hanya wajahnya yang rupawan, tapi sikapnya pada wanita pun begitu lembut dan memesona.

Meskipun pernah berpacaran sebelumnya, Floretta tidak pernah sedekat ini dengan seorang pria. Dia malah sekarang meragukan, apakah hubungannya dengan David dulu itu bisa dibilang pacaran atau tidak.

"Kalian semua, jaga dia baik-baik. Jangan sampai dia keluar satu langkah pun dari kamar ini. Jangan biarkan dia berkeliaran di istana dan mengacaukan rencanaku, sampai hari H nanti."

"Lalu kalian tolong siapkan dua gelas darah spesial untukku. Bawakan ke ruang kerjaku."

Floretta terkejut mendengar perintah yang diberikan Alden kepada para pengawal dan pelayan. Tubuhnya bergetar hebat, mengetahui bahwa Alden hendak mengambil darahnya.

"Hari H? Apa maksudnya? Apa yang dia rencanakan di belakangku?" batin Floretta cemas. Baru saja ingin mempercayai suaminya, dia malah mendengar sesuatu yang mencurigakan.

"Jadi situasinya sekarang, aku terjebak di tengah istana vampir hanya karena menghindar dari keluargaku? Kalau aku tokoh novel, saat ini pasti sedang ditertawakan sama para pembaca karena kebodohanku sendiri," ucap Floretta sambil memandang keluar jendela.

Wanita itu berjalan-jalan di dalam kamar sang raja yang begitu luas dan mewah. Bahkan jauh lebih luas daripada rumah yang dihuninya bersama paman dan bibinya selama ini.

Floretta memandang seisi kamar itu. Semua fasilitas sangat lengkap. Mulai dari ruang baca yang dipenuhi beragam buku, ruang bersantai yang menghadap ke taman istana dengan beberapa rusa di dalamnya, serta ruang tamu dan ruang makan yang sangat mewah.

Tetapi semua fasilitas itu tidak lantas membuat Floretta bahagia. Dia merindukan hari-harinya ketika masih bekerja di kebun kentang, milik seorang petani yang baik hati.

"Apa aku hanya akan dijadikan pajangan di sini? Alden punya tunangan yang cantik, kan? Setelah mereka menikah nanti aku harus bagaimana? Jangan-jangan aku akan dijadikan santapan pesta pernikahan mereka," ucap Floretta lagi.

Tanpa sadar, wanita itu menggigiti jari kukunya untuk menghilangkan rasa cemas. Floretta bahkan telah melupakan rasa sakit di kakinya, akibat melompat dari kamar semalam.

Ada hal yang lebih penting dari semua itu saat ini, yakni nyawanya. Apakah dia masih bisa merayakan ulang tahunnya yang ke dua puluh, jika tetap tinggal di istana vampir yang kelam ini?

"Tapi aku penasaran, di mana perbatasan dunia manusia dan dunia vampir? Kenapa selama ini tidak ada manusia yang mengetahuinya?"

Floretta yang ketakutan, kembali ke atas tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Dia lalu berselancar di HP-nya, membuka gugel dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bangsa vampir.

Sayangnya dia tidak menemukan informasi apa pun, selain film bertemakan vampir dan urban legend tentang sosok menyeramkan itu.

Tak kehabisan akal, Floretta pun mengambil beberapa buku dari lemari dan mencari informasi tentang kerajaan tersebut. Lagi-lagi hasilnya nihil.

"Masih ada beberapa jam sebelum waktunya makan malam. Aku harus melakukan sesuatu sebelum Alden kembali," ucap Floretta sambil menekan tombol call pada layar HP-nya.

"Ya, Yang Mulia? Ada apa?" sahut Lily melalui sambungan telepon.

"Apa aku bisa minta tolong sesuatu?" ucap Floretta dengan sedikit merintih.

"Tentu, Yang Mulia," jawab Lily lagi.

"Perutku agak sakit. Aku membutuhkan air hangat dan sedikit madu. Apa kamu bisa membawakannya?" pinta Floretta pada pelayan tersebut.

"Ah, i-itu ... Kami dilarang masuk oleh Yang Mulia Raja. Supaya tidak mengganggu Yang Mulia istirahat," ucap Lily dengan lirih.

"Jadi kamu mau mematuhi Yang Mulia Raja dan membiarkan aku merintih kesakitan?" ucap Floretta sambil pura-pura merintih menahan sakit.

"Pokoknya aku harus berhasil membuatnya masuk ke dalam dan menjebaknya," pikir Floretta lagi.

(Bersambung)

Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!