Bab 9. Bukan Keluarga

"Aku, Alden Black menerima Floretta Blue sebagai istriku selamanya," ujar Alden dengan lantang.

"Apa? Floretta Blue?" Para tamu undangan saling berpandangan. "Bukankah namanya Floretta Green? Mana mungkin Alden salah menyebut nama istrinya? Karena hanya ada satu keluarga Blue di sini, dan itu sudah belasan tahun yang lalu."

Suasana di ruang upacara pernikahan itu mendadak ramai. Para tamu yang diundang oleh Jayden dan Olive saling berbisik, dan menatap keluarga pengantin itu dengan sinis.

"Brengsek! Apa yang dilakukan Floretta dan pria kaya itu? Sengaja mau mempermalukan keluarga Green di sini?" gerutu Jayden.

Sementara itu, Floretta reflek melepaskan genggaman tangan Alden. "Kenapa dia bisa tahu nama asliku? Siapa dia sebenarnya?" pikir Flo resah.

"Sstt! Flo, tenanglah. Ini satu-satunya cara agar kamu bisa lepas dari kekangan mereka selamanya. Aku janji nanti akan menceritakan semuanya padamu," bisik Alden.

"T-tapi a-aku ..."

"Kalau kita menikah menggunakan nama Green, maka pernikahan kita tidak sah, walau pun tercatat di catatan sipil. Dan kamu akan terus di bawah bayang-bayang keluargamu," bisik Alden meyakinkan sang calon istri.

Floretta yang sedang dalam posisi tidak bisa protes pun akhirnya hanya diam dan mengalah. Meski demikian tubuhnya gemetar ketakutan.

"Siapa sebenarnya pria yang aku nikahi ini?" Hati Flo terus bertanya-tanya, sembari menjalankan rangkaian upacara pernikahan.

Matanya yang indah menatap wajah kedua orang tuanya dari kejauhan. Mereka terlihat sangat marah. Olive dan Jayden terlihat ingin protes, tetapi dihalangi oleh beberapa orang suruhan Alden.

Upacara pernikahan yang sakral dan khidmat itu berakhir dengan lancar, diiringi hujan salju untuk pertama kalinya di tahun itu.

"Luar biasa, pernikahan mereka direstui semesta. Mereka pasti akan menjadi pasangan yang bahagia selamanya," bisik para tamu.

Sebuah mitos yang diceritakan secara turun menurun, bahwa pernikahan yang dilaksanakan saat hujan salju pertama tahun itu, akan menjadi pernikahan paling langgeng dan bahagia selamanya. Hmm, tapi apa mitos itu benar?

...🦇🦇🦇...

"Alden, di mana putriku," tanya Jayden dengan nada tinggi.

"Oh, Floretta sedang berada di ruang pengantin untuk berganti baju," jawab Alden dengan santai. Dia bahkan tersenyum manis seperti biasanya, tanpa merasa bersalah sedikit pun.

"Antarkan aku padanya. Aku ingin berbicara dengannya," pinta Jayden.

"Nggak, bisa. Meskipun dia putrimu, tetap saja tidak sopan melihatnya berganti pakaian," tolak Alden dengan tegas.

"Aku ingin berbicara sebentar padanya, brengsek!" desak Jayden.

"Kalau gitu katakan saja padaku. Karena sekarang aku adalah suaminya," jawab Alden.

Jayden menggrutu kesal. Tetapi dia tidak punya pilihan lain saat ini. Mengulur waktu sama aja dengan membuang kesempatan.

"Kalau begitu aku katakan saja di sini. Pernikahan kalian nggak sah, karena kamu salah menyebut nama putriku," ungkap Jayden.

"Itu benar, kok. Karena nama keluarganya memang Blue, bukan Green. Jadi pernikahan kami sah," jawab Alden dengan tegas.

Jayden menggeram kesal. "Jadi Flo memberi tahumu semuanya? Tapi tetap saja pernikahan kalian nggak sah, karena namanya yang kamu sebutkan tadi nggak sesuai dengan dokumen resmi yang dikeluarkan nanti," ucap Jayden masih tidak mau menyerah.

"Aku memiliki akte kelahiran asli milik Flo, jadi semua nama di dokumen pernikahan menggunakan nama Floretta Blue. Sampai di sini sudah paham, kan? Sebaiknya kalian diam saja, daripada aku bongkar kebusukan kalian lainnya," ucap Alden sambil tersenyum tipis.

"Lalu gimana dengan hadiah pernikahan untuk kami?" tanya Jayden.

"Wah, dasar nggak tahu malu! Tadi kalian bilang pernikahanku dengan Flo itu nggak sah. Tapi hadiah pernikahan tetap saja kalian tagih."

Alden menyindir keluarga dari istrinya tersebut secara terang-terangan.

"Tentu saja kalian nggak dapat. Karena Floretta bukan bagian dari keluarga kalian. Atau lebih tepatnya keponakan jauh kalian," sambung Alden dengan angkuh.

"Tapi tetap aja kami yang mengasuh Flo sejak kecil. Kami sengaja mengganti nama belakang gadis itu, agar dia bisa memiliki keluarga yang utuh lagi," kilah Jayden.

"Dalam tradisi maupun undang-undang di tempat kita, tidak ada kewajiban pengantin pria untuk memberikan hadiah pernikahan pada keluarga yang mengasuhnya, jika dia nggak memiliki keluarga kandung. Sebagai gantinya, semua hadiah pernikahan itu akan berikan pada pengantin wanita."

Alden membeberkan alasan, mengapa dia tidak mau memberikan hadiah pernikahan pada keluarga sang istri, seperti tradisi yang berlaku selama ini.

"Hei, itu nggak adil!" protes Olive.

"Nggak adil? Memangnya seperti apa keadilan yang kalian pahami selama ini? Apakah memeras ketingat seorang gadis mungil itu adil namanya?" balas Alden.

"Kamu salah paham, Alden. Kami bukan mengambil gajinya, tetapi hanya membantunya mengelola uang, karena dia masih di bawah umur waktu itu," bantah Olive.

"Bukannya itu lebih aneh lagi? Dia masih di bawah umur, tetapi kalian malah menyuruhnya bekerja dan bukan sekolah," balas Alden dengan ketus.

"Kalau kalian penasaran dengan hadiahnya, aku memberikannya sebuah mansion besar di kaki bukit yang memiliki panorama danau. Lalu sebuah pabrik roti, sebuah toko buku di kota sebelah, dan beberapa set perhiasan mahal sebagai investasinya," ucap Alden.

"Uh... Terus gimana dengan hutang kami pada Tuan Cyano kalau kamu tidak memberikan hadiah pernikahan?"

"Kenapa Floretta harus bertanggung jawab sama hutang yang uangnya kalian gunakan untuk berfoya-foya?" sahut Alden sambil mencibir.

Jayden dan Olive hanya bisa menelan ludah, mendengar balasan telak dari Alden.

"Aku udah memberikan gaun, sepatu, tas dan perhiasan mahal untuk kalian pakai di pesta ini. Kalian bisa menjualnya lagi jika butuh uang. Jadi kalian berhentilah mengganggu istriku. Biarkan dia hidup bahagia bersamaku," ujar Alden menutup pembicaraan.

Floretta yang mendengar semua pembicaraan Alden dengan Jayden dan Olive itu hanya bisa menangis pilu. Dia sedih melihat sikap paman dan bibi yang sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri. Tapi di sudut hatinya yang lain, Flo juga merasa terharu, karena Alden membela dan melindunginya.

...🦇🦇🦇...

Setelah pesta pernikahan usai, Floretta pun resmi ikut bersama Alden untuk pulang ke kediamannya. Sepanjang perjalanan Flo tertidur. Rangkaian upacara pernikahan yang sangat panjang, membuat tubuhnya kelelahan.

"Flo, sayang. Bangunlah, kita sudah hampir sampai," bisik Alden, seraya mengecup kening istrinya.

Flo pun membuka matanya perlahan. Tetapi sesaat kemudian keningnya berkerut. Flo diam termangu menatap bangunan megah di hadapannya.

Bangunan-bangunan tinggi yang menjulang ke langit itu memiliki arsitektur yang sangat indah dan menakjubkan. Designnya yang unik dan klasik, membuat Flo merasa kembali ke abad pertengahan. Tamannya yang indah dan luas, ditumbuhi beragam tanaman yang saat ini tertutup oleh salju.

Seumur hidupnya Flo tidak pernah melihat tempat tinggal seseorang seluas ini. Dia merasa begitu kecil, dibandingkan rumah milik Alden Black yang kini resmi jadi suaminya itu.

"Ini di mana?" tanya Flo dengan bingung.

"Ini istana kita. Rumah kita mulai hari ini," jawab Alden.

"Hah? Aku pasti masih bermimpi. Memangnya ada tempat seperti ini di negaraku? Ini bahkan lebih mewah dari pada kantor dan rumah dinas walikota," pikir Flo bingung.

"Kamu nggak sedang bermimpi, sayang. Ini memang tempat tinggal kita selamanya," tegas Alden.

"Astaga! Yang benar? Sekaya apa pria ini, sampai dia memiliki istana ini?" pikir Flo dalam hati.

Namun semua pertanyaan Flo justru semakin bertambah, saat mereka sampai di halaman istana yang sangat luas. Beberapa orang berpakaian resmi, berjejer rapi seakan menyambut kedatangan mereka. Mobil yang mereka tumpangi lalu berhenti di depan lobby, lalu seseroang membukakan pintunya.

"Selamat datang Yang Mulia Raja," ucap mereka semua, sembari menundukkan tubuh.

"Yang Mulia Raja? Sandiwara apa ini?" Floreta semakin bingung. "Alden, kamu seorang Raja? Bukannya negara kita di pimpin oleh presiden?" bisik Floretta yang berjalan di sisi suaminya.

"Angkat wajahmu dan tersenyumlah, semuanya sedang melihat kita berdua," balas Alden tanpa menoleh ke arah istrinya.

Jawaban yang keluar dari bibir Alden membuat Floretta kesal sendiri. Bahkan hingga menikah pun, sang suami masih menyimpan banyak rahasia darinya.

Alden terus berjalan memasuki bangunan megah itu, sambil menggandeng tangan istrinya. Floretta tak memiliki waktu untuk ragu-ragu. Wanita yang resmi menyandang statu Yang Mulia Putri Floretta itu pun menyelaraskan langkah kakinya dengan sang suami, sembari tersenyum manis.

"Hei, aku nggak mengerti. Kenapa Yang Mulia memilih istri dari bangsa manusia, yang hanya makanan kita?"

"Bangsa manusia? Makanan?" Flo yang mendengar kata-kata itu langsung bergidik ngeri. "Jangan-jangan ... "

"Selamat datang Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Putri Floretta Blue, calon ratu di kerajaan vampir ini," ujar salah seorang pria dengan pakaian resmi serba hitam.

"Va-vampir?"

Mimpi indah yang ditawarkan oleh Alden pada Flo hancur seketika. Yang bisa dilihat di hadapan Flo saat ini hanyalah mimpi buruk.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

semoga Flo kuat.. terlalu banyak ujian dlm hidupnya... dan menjadi istri raja vampir merupakan kejutan terbesar sekaligus menyeramkan

2024-06-15

1

Astri

Astri

pnsran knp alden tba2 dtg d kehidupan flo.. apakah seblumx mereka pernh bertemu

2023-06-03

2

Alfarossa

Alfarossa

Makin seruuu

2023-02-11

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!