Bab 12. Dia Berbahaya

"Jadi dia perempuan pilihan Yang Mulia? Kenapa seleranya rendah banget, sih?"

Para pelayan di sepanjang koridor saling berbisik, ketika Floretta berjalan menuju ke kamar. Mereka bahkan tidak mempedulikan perasaan Floretta, yang bisa mendengar jelas obrolan mereka.

"Aku nggak ngerti deh sama pilihan Yang Mulia. Aku pikir dia memilih cewek ini karena kecantikannya, atau rasa darahnya yang lezat. Tapi rupanya aromanya saja sudah bikin aku mual. Rasanya udah pasti nggak enak," ujar seorang pelayan sambil menatap Floretta dengan remeh.

Istri dari raja vampir itu mendadak menghentikan langkah kakinya. "Hah? Aroma darahku nggak enak?" Entah kenapa Flo sedikit senang mendengar kalimat itu. Bukankah dia seharusnya tersinggung disebut bau busuk?

"Yang Mulia, tolong abaikan saja ucapan mereka," bisik Leon Hazel, pemuda yang mengawal Floretta.

"Huuufff..." Floretta pun nenghembuskan karbondioksida melalui hidungnya, dan melanjutkan langkahnya kembali.

"Tapi kasihan banget, deh. Baru aja menikah dua hari udah ditinggal sendirian di kastil ini. Apalagi nanti malam si gila itu pulang," bisik para pelayan itu lagi.

"Wah benar juga. Mencium aroma kecoak saja sudah membuat Yang Mulia Raven membabi buta, apalagi manusia dengan darah menjijikkan itu?" timpal yang lain.

"Yang Mulia Raven? Apa dia yang dimaksud Alden tadi?" pikir Floretta dalam hati. "Ah, tunggu! Namanya Raven? Artinya dia saudara laki-laki dari Alden, kan?" Floretta menjadi sedikit penasaran dengan sosok saudara iparnya yang misterius tersebut.

"Ah, kayaknya besok pagi kita harus menyiapkan gaun hitam untuk ke pemakaman," bisik mereka sambil tertawa mengejek.

"Hentikan! Aku bisa mendengar semuanya! Dan tidak akan ada yang mati malam ini. Aku jamin itu!" ucap Floretta dengana nada membentak.

Manusia itu lalu melangkahkan kakinya lebih cepat lagi, agar cepat sampai ke dalam kamar.

"Yang Mulia, saya ada di ruangan sebelah. Kalau ada apa-apa segera panggil saya melalui telepon," ucap Leon sambil membungkukkan badannya untuk memberi hormat.

"Ya, terima kasih," jawab Flo tanpa senyum di wajahnya.

...🦇🦇🦇...

"Astaga! Aku ketiduran!"

Floretta melirik ke arah jendela. Langit sudah tampak gelap. Sementara itu jam di ponselnya menunjukkan pukul delapan malam.

Terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari Alden di ponselnya. Ada pesan singkat juga yang dikirim oleh sang raja.

"Kamu nggak apa-apa, kan? Aku akan usahakan pulang malam ini juga," tulis Alden.

"Haaah ... Mau dia pulang cepat atau nggak, tetap aja aku tinggal bersama ratusan vampir di sini," ucap Floretta.

Krucuk! Perut wanita itu terasa melilit. Dia merasa cairan di dalam lambungnya telah penuh. Perutnya sudah berbunyi minta diisi.

"Ah, aku tadi pagi kan nggak sarapan, ya? Bodohnya aku. Harusnya aku bawa saja buah-buahan tadi ke kamar."

Wanita itu menyesali sikap angkuhnya. Sekarang dia bingung, bagaimana caranya untuk mengisi perutnya yang kelaparan. Sedangkan para pelayan tidak bisa masuk, karena dia mengunci pintu rapat-rapat.

Pandangan Floretta berhenti, tatkala melihat sebuah kulkas besar di sudut ruangan.

"I-ini isinya makanan normal, kan? Bukan darah atau jasad manusia? Sejak kapan ada kulkas di sini? Apa mereka memasukkannya saat aku dan Alden sarapan tadi?"

Dengan tangan gemetar, Floretta membuka kulkas dua pintu itu dengan perlahan.

"Astaga! I-ini beneran?"

Mulut Flortta menganga lebar, melihat kulkas itu dipenuhi dengan beragam jenis buah, sayur, roti, telur dan susu.

"Ternyata Alden sudah menyiapkan ini semua untukku?" Wanita itu sedikit merasa terharu dengan perhatian yang diberikan raja vampir itu.

Tok! Tok! Tok! Floretta tidak serta merta membukanya. Dia mengambil sebuah pisau buah dari samping kulkas untuk senjatanya.

Tok! Tok! Tok! Pintu kamarnya kembali di ketuk.

"Mau sampai kapan kau mengurung diri di dalam sana? Cepat buka, sebelum aku dobrak!" Terdengar seorang pria berbicara di balik pintu.

"Alden? Dia udah pulang rupanya."

Floretta menyembunyikan pisau tadi di balik bajunya, lalu bergerak membuka pintu.

"Berani-beraninya kau berada di kastil ini, wanita busuk! Kau juga menyembunyikan pisau buah di balik baju untuk membunuhku?"

Seorang pria dengan ekspresi marah, berdiri tepat di depan pintu kamar Floretta. Pria itu terlihat mengenakan kemeja dan celana hitam, lalu dilapis dengan sweater berwarna krem. Garis rahang pria itu tampak mengeras, dan taringnya yang panjang terlihat dengan jelas.

"A-alden? Kenapa dia berubah jadi jahat?" pikir Floretta bingung. Wanita itu berusaha menutup pintu kamarnya, untuk menghalangi pria itu masuk.

"Wah, kau mencoba menghindar dariku rupanya."

Pria itu bergerak cepat, dan menahan agar pintu tidak tertutup. Sementara tangan kirinya merebut pisau yang disembunyikan Floretta di balik baju, dan membuangnya jauh-jauh.

"Aromamu sangat busuk! Mengganggu penciumanku. Kenapa berani-beraninya tinggal di kastil ini dan megganggu kenyamamananku, sih? Sebagai hukumannya, kau harus mati," ucap pria itu. Gigi taringnya yang panjang, membuat leher floretta merasa ngilu.

"Tunggu! Dia bukan Alden. Terus siapa dia? Raven si gila itu?"

Floretta bisa merasakan lututnya sangat lemas, seakan tidak mampu menopang tubuhnya lagi. Ditambah lagi belum makan seharian, membuat tenaga Floretta berada di titik terendah.

"Gawat! Padahal Alden sudah mengingatkanku, agar tidak keluar kamar di malam hari dan membuka pintu sembarangan. Sekarang aku harus apa?" pikir Floretta panik.

"Kenapa kau terdiam di situ? Kau nggak mau mengajakku masuk ke dalam?"

Kedua bola mata pria itu membulat besar. Langkah demi langkah, dia mendekati Floretta.

"K-ku mohon, jangan bunuh aku," ucap Floretta lirih.

Suaranya terdengar parau dan gemetar. Matanya melirik ke kiri dan ke kanan untuk mencari benda yang bisa dia jadikan senjata. Namun kepalanya yang mendadak ngeblank, tidak bisa memikirkan sesuatu.

"T-tolong! Siapa pun tolong aku!" Floretta yang dalam keadaan terdesak, akhirnya berteriak meminta bantuan.

Suasana tampak sepi. Tidak terlihat para pelayan berlalu lalang seperti biasanya. Bahkan Leon yang diberi tugas untuk menjaga Floretta pun tidak terlihat batang hidungnya. Hanya terdengar gema suara Floretta di lorong tersebut.

"Ke mana semua orang? Ini kan baru jam delapan malam? Apa mereka takut sama pria gila ini? Atau sengaja?" pikir Floretta cemas.

"Hah? Kau mau meminta bantuan? Hahaha ... Mana ada di sini yang mau membantumu!" Pria itu tertawa terbahak-bahak.

Ini kesempatan Floretta untuk kabur. Dia langsung menutup pintu rapat-rapat dan bersembunyi di balik lemari.

Brak! Pintu kamar dibuka dengan kasar. Pria itu masuk ke dalam dengan mata merah menyala. Ekspresinya lebih mengerikan di bandingkan tadi.

"Mau ke mana, kau? Urusan kita belum selesai. Kau harus mati malam ini juga. Jangan ada ratu, sampai aku menjadi raja."

Pria itu melangkahkan kaki dengan cepat mendekati Floretta.

"Kenapa pria ini nggak menyerah, sih? Katanya darahku baunya nggak enak?" Floretta terus mencari sesuatu di sekelilingnya, yang bisa dijadikan alat untuk melawan pria itu.

Pria mengerikan itu sudah sampai di hadapan Floretta, lalu mencekik lehernya kuat-kuat.

Bugh! Floretta menendang bagian vital pria itu sekuat tenaga. Ternyata tendangan itu cukup ampuh. Pria itu melepaskan cengkeraman tangannya di leher Floretta dan meringis kesakitan.

"Ini kesempatan keduaku untuk kabur! Kali ini nggak boleh gagal!"

Floretta membuka jendela kamarnya. Dadanya berdesir melihat taman istana yang terletak jauh di bawah sana.

"Duh, kenapa kamarku harus ada di lantai tiga, sih? Aku bisa mati kalau melompat ke bawah!"

Wanita berkulit pucat itu menoleh ke belakang. Pria yang menjadi korban tendangannya tadi masih meringis kesakitan. Tak mau melewatkan kesempatan ini, Floretta mengulurkan kain gorden keluar jendela, lalu turun dengan bantuan kain itu.

"Lebih baik aku mati karena terjatuh, dari pada mati ditangan para vampir itu!" batinnya dalam hati.

Grasak!

Floretta bisa merasakan seluruh urat syarafnya menegang dan mengirimkan sinyal sakit, saat tubuhnya mendarat di atas rerumputan taman istana itu.

"Kyaaa! Astaga! Kok dia sudah ada di sini?"

Floretta nggak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, saat melihat sepasang sepatu dan celana panjang hitam di hadapannya. Padahal dia sendiri baru saja beberapa detik mendarat di tengah taman istana tersebut.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

di jadikan ratu vampir tp tdk memiliki kelebihan apapun sama dgn mati konyol Flo..

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lamaran Mendadak
2 Bab 2. Aku Nggak Mau
3 Bab 3. Patuh atau Mati
4 Bab 4. Gigitan Maut
5 Bab 5. Dipaksa Menikah
6 Bab 6. Kehilangan Dirinya
7 Bab 7. Keluarga Durhaka
8 Bab 8. Royal Wedding
9 Bab 9. Bukan Keluarga
10 Bab 10. Sang Raja Vampir
11 Bab 11. Balada Bawang Putih
12 Bab 12. Dia Berbahaya
13 Bab 13. Perhatian Sang Raja
14 Bab 14. Tidur Sekamar
15 Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16 Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17 Bab 17. Mencuri Kesempatan
18 Bab 18. Perempuan Spesial
19 Bab 19. Menjual Istri Raja
20 Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21 Bab 21. Karena Aku Suamimu
22 Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23 Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24 Bab 24. Raja Cacat
25 Bab 25. Mendadak Berubah
26 Bab 26. Demi Suamiku
27 Bab 27. Hadiah dari Raja
28 Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29 Bab 29. Hilang Lagi
30 Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31 Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32 Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33 Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34 Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35 Bab 35. Membunuhmu
36 Bab 36. Membunuhmu (2)
37 Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38 Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39 Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40 Bab 40 - Keputusan Floretta
41 Bab 41. Calon Selir
42 Bab 42. Merajuk
43 Bab 43. Malam Pertama?
44 Bab 44. Malam Pertama? (2)
45 Bab 45. Rahasia Alden
46 Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47 Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48 Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49 Bab 49. Ratu Dihatiku
50 Bab 50. Tempat Terlarang
51 Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52 Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53 Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54 Bab 54. Adegan XX
55 Bab 55. Masih Manusia?
56 Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57 Bab 57. Sang Pelayan
58 Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59 Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60 Bab 60. Ruangan Misterius
61 Bab 61. Jangan, Pangeran!
62 Bab 62. Perhatian Sang Raja
63 Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64 Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65 Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66 Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67 Bab 67. Jebakan
68 Bab 68. Mati
69 Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70 Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71 Bab 71. Wanita Spesial
72 Bab 72. Akal Licik Erlina
73 Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74 Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75 Bab 75. Teman Tapi ...
76 Bab 76. Bulan Madu
77 Bab 77. Bulan Madu (2)
78 Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79 79. Serangan Mendadak
80 Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81 Bab 81. Terlambat
82 Bab 82. Bukan Darah Blue
83 Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84 Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85 Bab 85. Misteri Darah Floretta
86 Bab 86. Sihir Amore
87 Bab 87. Golden Blood
88 Bab 88. Rahasia Besar Istana
89 Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90 Bab 90. Berikan Darahmu
91 Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92 Bab 92. Penyesalan Alden
93 Bab 93. Benda Terkutuk
94 Bab 94. Dia Siapa?
95 Bab 95. Penyihir Agung
96 Bab 96. Pengkhianat
97 Bab 97. Ujian Calon Ratu
98 Bab 98. Gagal
99 Bab 99. Coronation
100 Bab 100. Akhir Kisah Mereka
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Lamaran Mendadak
2
Bab 2. Aku Nggak Mau
3
Bab 3. Patuh atau Mati
4
Bab 4. Gigitan Maut
5
Bab 5. Dipaksa Menikah
6
Bab 6. Kehilangan Dirinya
7
Bab 7. Keluarga Durhaka
8
Bab 8. Royal Wedding
9
Bab 9. Bukan Keluarga
10
Bab 10. Sang Raja Vampir
11
Bab 11. Balada Bawang Putih
12
Bab 12. Dia Berbahaya
13
Bab 13. Perhatian Sang Raja
14
Bab 14. Tidur Sekamar
15
Bab 15. Malam Pertama yang Tertunda
16
Bab 16. Rencana Rahasia Sang Raja
17
Bab 17. Mencuri Kesempatan
18
Bab 18. Perempuan Spesial
19
Bab 19. Menjual Istri Raja
20
Bab 20. Jangan Nodai Istriku
21
Bab 21. Karena Aku Suamimu
22
Bab 22. Aku Siap Jadi Tumbal
23
Bab 23. Benar, Kami Meminum Darah Manusia
24
Bab 24. Raja Cacat
25
Bab 25. Mendadak Berubah
26
Bab 26. Demi Suamiku
27
Bab 27. Hadiah dari Raja
28
Bab 28. Hanya Untuk Kamu
29
Bab 29. Hilang Lagi
30
Bab 30. Alasan Kamu Memilihku
31
Bab 31. Pertemuan Anggota Dewan
32
Bab 32. Pembatalan Pernikahan
33
Bab 33. Alasan Menjadi Ratu
34
Bab 34. Pendamping Ideal Sang Raja
35
Bab 35. Membunuhmu
36
Bab 36. Membunuhmu (2)
37
Bab 37. Mantan Tunangan Raja
38
Bab 38. Rahasia Sang Ratu
39
Bab 39. Tandatangan Pembatalan Pernikahan
40
Bab 40 - Keputusan Floretta
41
Bab 41. Calon Selir
42
Bab 42. Merajuk
43
Bab 43. Malam Pertama?
44
Bab 44. Malam Pertama? (2)
45
Bab 45. Rahasia Alden
46
Bab 46. Perintah Sang Pangeran
47
Bab 47. Sang Mantan Tunangan
48
Bab 48. Floretta Sang Pelakor
49
Bab 49. Ratu Dihatiku
50
Bab 50. Tempat Terlarang
51
Bab 51. Sang Putri dan Pangeran
52
Bab 52. Makan Malam Mengerikan
53
Bab 53. Ke Mana Semua Bajuku?
54
Bab 54. Adegan XX
55
Bab 55. Masih Manusia?
56
Bab 56. Keputusan Sang Pangeran
57
Bab 57. Sang Pelayan
58
Bab 58. Rencana Licik Sang Pangeran
59
Bab 59. Melayani Sang Pangeran Vampir
60
Bab 60. Ruangan Misterius
61
Bab 61. Jangan, Pangeran!
62
Bab 62. Perhatian Sang Raja
63
Bab 63. Rahasia Kelam Sang Pangeran
64
Bab 64. Sihir Ajaib Sang Putri
65
Bab 65. Rahasia Kematian Orang Tua Floretta
66
Bab 66. Tragedi Ulang Tahun Raja
67
Bab 67. Jebakan
68
Bab 68. Mati
69
Bab 69. Mencintai Istri Sang Adik
70
Bab 70. Godaan Pangeran Raven
71
Bab 71. Wanita Spesial
72
Bab 72. Akal Licik Erlina
73
Bab 73. Cinta Pertama Sang Pangeran
74
Bab 74. Sang Ratu Pelakor
75
Bab 75. Teman Tapi ...
76
Bab 76. Bulan Madu
77
Bab 77. Bulan Madu (2)
78
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia
79
79. Serangan Mendadak
80
Bab 80. Serangan Mendadak (2)
81
Bab 81. Terlambat
82
Bab 82. Bukan Darah Blue
83
Bab 83. Diselamatkan oleh Racun
84
Bab 84. Gufo si Burung Hantu
85
Bab 85. Misteri Darah Floretta
86
Bab 86. Sihir Amore
87
Bab 87. Golden Blood
88
Bab 88. Rahasia Besar Istana
89
Bab 89. Wujud Asli Pria Itu
90
Bab 90. Berikan Darahmu
91
Bab 91. Rencana Keji Raven Black
92
Bab 92. Penyesalan Alden
93
Bab 93. Benda Terkutuk
94
Bab 94. Dia Siapa?
95
Bab 95. Penyihir Agung
96
Bab 96. Pengkhianat
97
Bab 97. Ujian Calon Ratu
98
Bab 98. Gagal
99
Bab 99. Coronation
100
Bab 100. Akhir Kisah Mereka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!