Episode 12

semua siswa termasuk guru-guru yang berada di dalam kelas yang berbeda, berlari ke arah perpustakaan. kecuali enam remaja yang masih saling pandang satu sama lain dengan perasaan yang tidak menentu. kata mayat tadi membuat mereka merasa ngeri dan ada ketakutan.

"kita lihat yuk" ajak Ayunda kepada yang lain

"nggak ah, aku takut. itu mayat loh Ay mayat" Alea menggeleng kepala, menolak untuk melihat mayat itu

"dia nggak akan gigit kamu loh Al, aku sebenarnya takut juga tapi penasaran mayatnya siapa" ucap Ayunda

"kita nggak akan kenal, kita saja barusan masuk di sekolah ini. udalah kita di sini saja, malas aku pergi sana. ujung-ujungnya juga hanya pergi berdesakan" Danial menyandarkan badannya ke dinding

"tapi aku penasaran kenapa bisa sampai ada mayat di sekolah ini" Zain membuka suara

"nah kan, Zain juga pengen lihat. ayolah kita pergi sebentar saja" Ayunda merengek "Sat, ayo" Ayunda menarik lengan Satria

"nggak usah Ay, benar kata Danial kita nggak akan kenal sama mayatnya. mending di kelas saja" Satria menolak dengan memberikan senyuman manisnya kepada Ayunda

"ya udah deh" Ayunda akhirnya mengalah dengan bibir maju beberapa centi ke depan

mereka memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kelas. namun Danial melihat sosok yang melayang dari ekor matanya. ia berbalik cepat untuk melihat dan ternyata sosok itu adalah Jin. hantu itu melayang cepat menuju ke arah dimana semua orang berlari untuk melihat mayat yang ada di perpustakaan.

(dia ngapain mau ke sana) batin Danial

kini pergolakan dalam hati Danial mulai bermain. dirinya sebenarnya malas untuk saling berdesakan namun ia pun penasaran apa yang akan dilakukan oleh Jin di tempat ditemukannya mayat itu karena hantu itu mengarah ke perpustakaan.

"woi...aku ke perpustakaan ya" Danial berpamitan dan langsung berlari tanpa menunggu jawaban semua orang

"ih tadi katanya nggak mau sekarang malah pergi sendiri. curang banget sih" Ayunda memberenggut

"kita ikut sajalah, pengen tau mayatnya laki-laki apa perempuan" Kirana yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara

pada akhirnya mereka memutuskan untuk ikut. dengan langkah tergesa-gesa kelimanya berjalan ke arah perpustakaan. dari kejauhan sudah terlihat kerumunan siswa yang berada di depan perpustakaan. mereka melihat Danial ada diantara para siswa itu. mereka mengikis jarak mendekati Danial.

"gimana Dan...?" tanya Satria

"seperti yang kamu lihat, kita nggak bisa masuk ke dalam" Danial menjawab, kepalanya terus celingukan mencari seseorang

"nyari siapa sih kak...?" Alea bertanya sambil ikut celingukan memperhatikan sekeliling

"nggak nyari siapa-siapa" bohong Danial kemudian ia merangkul bahu Alea

(kemana lagi tuh setan) mata Danial memperhatikan sekitarnya, mencari sosok Jin yang sempat ia lihat tadi

penemuan mayat tadi membuat sekolah Citra Bangsa heboh terutama lagi semua siswa-siswi yang bersekolah di tempat itu.

kepala sekolah datang bersama beberapa guru setelah salah seorang siswa memberitahukan kepada mereka. semua siswa memberikan jalan kepada kepala sekolah, enam remaja itu mengambil kesempatan mengikuti langkah para guru dan kepala sekolah di belakang mereka hingga kini keenamnya sudah berada di depan.

kain merah menjadi penutup mayat yang belum mereka lihat entah perempuan atau laki-laki. darah yang merah dan kental tergenang di lantai yang berwarna putih. Alea bahkan hampir muntah melihat banyaknya darah itu. Zain memutar tubuh Alea agar tidak melihat ke arah mayat itu.

"kasian sekali ya"

"iya kasian banget, padahal dia cantik banget tapi kok malah jadi mayat seperti itu. ngeri banget"

"mayatnya perempuan ya...?" Satria yang mendengar beberapa siswi yang berbisik-bisik di dekatnya, memutar kepala dan bertanya

"iya, dia siswi kelas XI IPA 2. namanya Tantri" salah seorang menjawab

"kakak kelas ternyata" gumam Zain

Danial tidak habis pikir, sekolah yang begitu besar dan berkelas rupanya malah terjadi kasus pembunuhan. dalam pikirannya kalau bukan pembunuhan berarti bunuh diri, hanya dua kasus itu yang menjadi pernyataan semua orang.

mobil ambulan datang bersamaan dengan mobil polisi. tiga orang polisi datang bersama tiga orang perawat yang sudah menyediakan tandu untuk mengeksekusi mayat.

satu orang polisi berjabat tangan dengan kepala sekolah kemudian mayat itu langsung dimasukkan ke dalam kantung jenazah dan dibawa langsung ke mobil ambulan. untuk dibawa ke rumah sakit. sudah jelas pasti akan dilakukan tindakan otopsi.

untuk sementara perpustakaan ditutup, bahkan sudah dipasangkan garis polisi. kepala sekolah mengarahkan ketiga polisi itu ke kantor karena tentu saja mereka akan diinterogasi.

semua siswa di arahkan untuk bubar dan kembali ke ruang kelas masing-masing. saat itu Danial menemukan sosok yang dicarinya sejak tadi. Jin sedang berdiri di samping perpustakaan dan mengarah ke arah hutan belakang sekolah. Danial hendak melangkah untuk mendekati Jin namun Kirana menahannya.

"mau kemana Dan...?" tanya Kirana

"ke sana sebentar, sebentar saja. kalian pergilah duluan" Danial melepaskan tangan Kirana dari lengannya. ia berlari mengejar Jin yang sudah melayang meninggalkan perpustakaan

"Danial mau kemana...?" tanya Satria saat melihat sepupunya itu berlari meninggalkan mereka

"nggak tau, dia nggak bilang mau kemana. balik yuk, aku ngeri di sini" Kirana menarik Zain

"tunggu Danial dulu, jangan kita tinggal" ucap Ayunda

memang sudah tidak ada siswa-siswi di tempat itu selain mereka. hanya saja karena tidak ingin meninggalkan Danial seorang diri, maka mereka bertahan dengan berlindung di bawah pohon yang ada di samping perpustakaan.

sementara Danial mengejar Jin yang sudah masuk ke dalam hutan. diantara perbatasan antara pagar sekolah dan hutan, Danial berdiri di dekat pagar. sunyi sepi di tempat itu, bulu kuduknya mulai berdiri apalagi terlihat di dalam hutan sana berkabut seperti di film horor yang pernah ia tonton.

"Jin" panggilnya dengan perasaan mulai takut

Danial melangkah semakin mendekati pagar, tidak ada pintu keluar di tempat itu, yang ada hanya pagar besi yang tinggi dan di atasnya runcing seperti tombak.

"Jin" sekali lagi Danial memanggil namun hantu itu tidak memperlihatkan dirinya ataukah memang dia tidak ada di tempat itu

di luar pagar ada sebuah papan yang tertancap di batang pohon besar dengan bertuliskan area terlarang. dalam artian di hutan itu di larang bagi siapapun siswa yang akan masuk ke sana.

"kemana sih dia, dasar setan" dengan kesal Danial mengambil batu dan melemparnya ke luar pagar

karena tidak menemukan Jin, Danial balik badan untuk kembali. tepat saat itu suara auman seperti serigala terdengar dari arah hutan. tubuh Danial menengang seketika, ia merinding dan mengusap tengkuknya. perlahan ia kembali membalikkan badannya untuk melihat ke arah hutan. kabut tebal yang menyelimuti hutan membuat pandangan mata Danial hanya sampai beberapa meter saja.

"auuuuu"

"astaghfirullah"

Danial bahkan jatuh saking kagetnya. anehnya kakinya gemetar dan tidak dapat ia gerakkan. pengaruh takut luar biasa karena seumur hidupnya baru kali itu dia mendengar secara langsung suara binatang buas di dalam hutan sana.

"ayo dong kaki gerak, aku nggak mau mati di sini" Danial memukul kakinya agar bisa bergerak kembali sayangnya bahkan untuk menariknya saja begitu susah

dengan terpaksa Danial menyeret tubuhnya, hanya itu satu-satunya cara untuk menjauh dari tempat itu. apalagi suara auman itu semakin dekat dengan dirinya.

"hiks Jin, tolong aku" Danial ingin menangis, jantungnya bahkan berdetak lebih cepat dari biasanya. keringat dingin sudah mulai keluar dari keningnya. tubuhnya bergetar bahkan tangannya sudah basah dengan keringat

Grrrrr

suara itu bahkan mungkin hanya berjarak beberapa meter dari pagar yang masih terhalang oleh kabut. Danial menggigit bibir, matanya nampak sudah berkaca-kaca, dirinya benar-benar takut jika nanti itu binatang buas maka sudah pasti ia akan diterkam dan dimakan hidup-hidup.

"auuuuu"

"aa...mmmm"

teriakan Danial terhenti karena seseorang membekap mulutnya. sosok itu adalah Jin. Jin membawa tubuh Danial melayang lebih cepat bersembunyi di balik pohon beringin yang ada di belakang sekolah.

"sssttt" Jin meletakkan jari telunjuknya di bibir mengisyarakatkan agar Danial tidak bersuara dan Danial mengangguk pelan

"tunggu di sini" ucap Jin dengan pelan namun Danial menggeleng cepat dan memeluk tubuh Jin dengan erat. Danial tidak ingin ditinggalkan seorang diri, dirinya benar-benar takut dan tidak ingin Jin pergi

maka dengan terpaksa Jin tetap diam dipeluk oleh Danial. ia tau remaja itu sedang ketakutan sekarang apalagi detak jantungnya berpacu begitu cepat seperti telah melakukan lari maraton sejauh berpuluh kilometer.

merasa telah aman, Jin mendudukkan Danial di rerumputan agar Danial mengendalikan dirinya.

"kamu kemana saja, aku panggil-panggil kamu nggak nyahut. kamu budeg ya" Danial menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan begitu rakus karena sejak tadi ia bahkan sering menahan nafas

"kamu datang mencariku...?" tanya Jin

"nggak, aku datang mencari setan" dengan kesal Danial menjawab

"oh, ya sudah kalau gitu. aku panggil para setan penghuni hutan itu untuk datang berkenalan denganmu" Jin hendak berdiri

"eh jangan" dengan cepat Danial menahan lengan Jin "aku mencari kamu tau, kamu kan setan" ucapnya dengan wajah cemberut

Jin melihat lekat wajah Danial yang sudah dipenuhi keringat. ia pun mendekat dan melap keringat Danial menggunakan tangannya. tentu saja hal itu membuat Danial kaget, namun Jin hanya memasang wajah datarnya saat Danial menatapnya dan kembali ia menggeser tubuhnya.

"kamu takut...?" tanya Jin

"tentu saja, apakah di dalam hutan sana ada binatang buas. serigala atau semacamnya, suara tadi sangat menyeramkan" masih teringat dalam kepala bagaimana suara itu membuat Danial merinding

"kalau kamu takut dari sekarang, bagaimana nanti kamu akan menghadapinya" Jin menata lurus ke depan

"maksud kamu...? menghadapi siapa...?" kening Danial mengkerut

"lupakan saja, nanti juga kamu akan tau"

"apakah kamu memang suka main tebak-tebakan seperti ini. tinggal bilang saja apa susahnya sih" Danial memasang wajah kesal

"sudah jangan menangis nanti aku belikan kamu permen karet" Jin mengejek

"cih...siapa juga yang menangis"

"nah tadi itu mata siapa yang berkaca-kaca sampai nggak mau ditinggal"

"itu bukan aku, kamu pasti salah lihat" Danial enggan untuk mengaku karena merasa malu

"hmmm...." Jin manggut-manggut " mungkin tadi itu setan penunggu belakang sekolah ini ya"

"hei...sejak kapan aku jadi setan. aku tampan membahana seperti ini kamu bilang setan, kamu rabun ya, pakai kacamata riben sana" Danial semakin kesal dipanggil setan sedang Jin terkekeh karena ia merasa jika Danial kesal remaja itu terlihat lucu dimatanya

"menyebalkan....malah tertawa lagi" Danial melemparkan daun-daunan ke arah Jin

"kamu lucu" Jin semakin tertawa lebar

"kimi lici" karena semakin kesal digoda oleh Jin, Danial melompat dan menaiki tubuh Jin kemudian memukulnya sedang Jin tidak membalas. ia hanya menutup wajahnya menggunakan lengannya

sekian menit mereka di tempat itu barulah Satria dan yang lainnya datang mencari Danial. tadinya mereka akan menunggu saja namun karena sudah terlalu lama Danial pergi maka mereka sepakat untuk menyusulnya ke arah belakang sekolah.

"kamu ngapain di sini, di tungguin dari tadi" Zain ikut duduk di samping Danial

mereka semua duduk dan melihat ke arah hutan.

"kak Danial kok berani sendirian di sini" ucap Alea " hutan itu serem banget loh, pasti banyak setannya" lanjutnya dengan mengapit lengan Satria

"kamu ngapain sih di sini...?" tanya Satria

"nggak ngapa-ngapain, hanya pengen menghirup udara segar saja" jawab Danial

karena Danial sudah mempunyai teman, Jin berdiri dan melayang mendekati pagar pembatas.

(mau kemana...?) Danial bertanya dalam hati karena Jin mendengar suara batinnya

"kembalilah ke kelas jangan lama-lama di tempat ini. aku pergi sebentar" setelah mengatakan itu, Jin menembus pagar dan melayang masuk ke dalam hutan

"segar dan adem juga di sini ya" Ayunda bersandar di bahu Zain

"kita balik yuk" ajak Danial

"yaah, baru juga kami sampai" keluh Kirana

"udah balik, kita kan harus masuk lagi" Danial berdiri, dirinya tidak ingin berlama-lama di tempat hampir membuatnya kencing di celana saking takutnya ia tadi

akhirnya mereka memutuskan untuk kembali, semua orang lebih dulu melangkah sementara Danial menoleh sekilas dan berharap dalam hati agar Jin baik-baik saja. entah mengapa ia merasa kalau ada yang tidak beres dengan hutan terlarang itu, seperti mempunyai aura yang begitu gelap dan menakutkan.

penemuan mayat tadi membuat pihak sekolah memulangkan semua siswa lebih awal. tentu saja semua siswa bersorak gembira, karena mereka pulang lebih awal dari jam pulang biasanya.

satu persatu siswa-siswi meninggalkan sekolah, sementara enam remaja tadi masih berada di dalam kelas membereskan buku-buku mereka. masih ada satu orang siswa lagi yang sedang menunggu mereka di luar, dia adalah ketua kelas X2.

"kamu tunggu siapa...?" tanya Zain setelah mereka semua keluar

"tunggu kalian, aku mau kunci pintu kelas kita" jawabnya

"oh maaf ya, kami pikir kamu menunggu seseorang" Satria tidak enak hati

"tidak apa-apa" ia tersenyum dan mulai mematikan kipas angin juga lampu. setelahnya ia menutup pintu dan menguncinya

"kita belum berkenalan, nama kamu siapa...?" tanya Danial

"nih" ia menunjuk papan nama di baju sekolahnya

"Sharlin Gunawan" ucap mereka semua

"iya, salam kenal ya" Sharlin tersenyum kepada mereka semua

"salam kenal juga, semoga kita bisa berteman baik ya" Alea tersenyum

"tentu saja, kalau begitu aku ke ruangan kepala sekolah dulu ya" ucap Sharlin

"lah mau ngapain, bukannya mau pulang ya" Ayunda heran

Sharlin hanya tersenyum dan meninggalkan mereka semua. kepergian Sharlin membuat mereka pun juga meninggalkan kelas. karena jemputan mereka belum datang, mereka memutuskan untuk jalan kaki sampai di jalan utama setelah itu mereka akan menunggu taksi untuk pulang.

"ini masih tempo loh, gimana kalau kita jalan-jalan saja dulu" Kirana memberikan ide

"dengan pakaian seragam sekolah seperti ini...?" timpal Alea

"kan bisa gantian, tinggal beli baju" jawab Kirana

"ini sih memang masih tempo, tapi kita mau jalan-jalan kemana...?" Zain merespon

" ke mall atau kemana gitu"

"nggak ah, malas aku. mending pulang ke rumah" Satria menolak

"aku juga malas" timpal Danial

"ya udah pulang saja kalau gitu, di rumah kak Danial sama kak Satria ya" ucap Alea

"nah setuju, pengen main sama dedek Samudera dan Ragel" timpal Kirana

semuanya setuju untuk ke rumah keluarga Sanjaya. sebelum itu, mereka telah menghubungi sopir yang akan menjemput mereka agar tidak lagi datang ke sekolah karena keenamnya sudah dalam perjalanan pulang.

Terpopuler

Comments

mia allina

mia allina

yg di tunggu2 akhirx up juga, makasih yha Thor 🙏😊

2023-05-20

1

V3

V3

Alhamdulillah stlh 7 purnama akhirnya novel Panggil Aku Jin up lagi ,, dh terlalu lama Loch menghilang nya. 🤭🤭
sampai lupa lagi kn aku mereka anak siap saja 🤭🤭
Daniel anak Adam Ratu
Satriya anak El Syakir dan ...
Alea anak Alana dan Leo
Ayunda anak Melati dan Bara
Kirana anak Kevin apa yaa ❓
maaf klu jd salah habis dah lama bgt gak up , jd lupa kn , faktor Umur nich 🤣🤭

2023-03-19

1

𝓡𝓲𝓳𝓱𝓪𝓵𝔃

𝓡𝓲𝓳𝓱𝓪𝓵𝔃

Alhamdulillah.. setelah sekian lama menunggu.. akhirnya Update juga ini cerita.. hehehee.. Makasih ya thor Awan Biru.. 🙏😁

2023-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Extra part
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Extra part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!