hari ini adalah hari pertama dimana Satria dan Danial serta keempat teman mereka akan masuk sekolah di SMA Citra Bangsa. baik Danial maupun Satria kini tengah bersiap-siap memakai seragam baru mereka.
Jin yang berada di dalam kamar Danial duduk memperhatikan remaja itu.
"apa ada yang salah dengan gayaku, kenapa melihatku seperti itu...?" tanya Danial yang sedang merapikan dasinya
"aku hanya sedang berpikir, apakah nanti mentalmu kuat untuk hari-hari selanjutnya" jawab Jin dengan datar
"kenapa bertanya seperti itu, seakan aku akan mengalami hal yang buruk saja. lagi pula aku ini bukan penakut ya meskipun punya rasa takut" Danial memasukkan buku-bukunya ke dalam tas
"baguslah, itu artinya aku tidak akan kerepotan mengurusi kamu nanti"
"ngapain juga kamu mau ngurusin aku, nggak jelas banget lah kamu ini. memangnya aku anak kecil apa"
cek lek
mendengar suara pintu terbuka, Jin seketika menghilang dan Danial menatap lurus ke arah pintu kamarnya. seorang wanita cantik masuk ke dalam kamar dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan yang khas warna putih itu.
"kenapa bun, kok kayak mencari sesuatu gitu" ucap Danial
"sayang...tadi kamu bicara dengan siapa...?" Airin menatap lekat putranya
gleg
Danial menelan ludah, ia baru sadar kalau ternyata suaranya tadi sedikit keras sampai terdengar dari luar. kini dirinya pusing harus menjawab apa.
"kenapa tidak menjawab" Airin mengusap lembut lengan Danial
"aku... nggak bicara sama siapa-siapa loh bun. mungkin bunda salah dengar"
"salah dengar gimana, jelas-jelas suaramu kedengaran di luar. bunda belum tuli sayang"
(aduh...harus jawab apa ini) Danial merukuti kecerobohannya
"Danial, kenapa malah melamun...?"
"eh nggak kok bun. gimana anak bunda ini, ganteng nggak dengan seragam sekolah yang aku pakai...?" Danial mencoba mengalihkan pembicaraan
"untuk anak bunda ini, apapun yang dipakai pasti selalu ganteng" Airin mencubit pipi Danial
"oh ya, terus lebih ganteng siapa aku sama ayah...?
"ganteng dua-duanya"
"kalau aku sama Ragel...?"
"lebih imut Ragel" Airin tersenyum "ayo turun, nanti kalian diantar sama supir saja ya. kalian kan belum beli motor" Airin merangkul bahu Danial dan keduanya keluar kamar
"kami akan diantar sopir om Leo bun. kami semua akan berangkat bersama-sama menggunakan satu mobil"
"lebih bagus lagi kalau begitu" Airin setuju
setelahnya mereka berdua melangkah keluar dari kamar.
(aku sangat yakin kalau tadi Danial sedang berbincang dengan seseorang) Airin menutup pintu dan sekali lagi mengedarkan pandangan kemudian ia meninggalkan kamar itu
di meja makan semua orang sedang berkumpul untuk sarapan pagi. Galang memangku Gauri sambil menyuapi adiknya itu karena gadis kecil itu sejak semalam terus menempel dengan kakaknya. Ragel berada di pangkuan Adam. bayi itu terlihat mangap-mangap dan menelan ludah saat Adam memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"kamu makan yang ini sayang" Adam menyuapi bubur kedalam mulut putranya namun Ragel menolak dan menutup rapat mulutnya tidak ingin memakan makanannya
tangan mungilnya terulur untuk mengambil makanan Adam di atas meja, segera Adam menjauhkan tangan Ragel.
"kasih aja mas, dia udah bisa makan kok tapi jangan terlalu banyak" Airin yang baru saja datang bersama Danial langsung mengambil tempat duduk di samping suaminya
"kalau ke selek bagaimana sayang...?" Adam ragu untuk menyuapi anaknya
"sini biar aku saja"
Airin menyuapi Ragel dengan nasi dan air sayur asem. hanya sedikit namun seketika membuat bayi itu bertepuk tangan kesenangan.
Samudera asik menyusu dipangkuan Seil dengan dot yang dipegang oleh Seil menggunakan tangan kiri sementara tangan kanannya ia gunakan untuk memegang sendok.
melihat itu, El-Syakir Langsung mengambil alih makanan istrinya dan menyuapinya.
"makasih yang" Seil menampilkan senyumannya
"sama-sama" El-Syakir mengelus kepala Samudera dengan lembut kemudian kembali menyuapi istrinya dan juga menyuapi dirinya sendiri
Ragel dan Samudera diambil alih oleh ayah Adnan dan ibu Arini. mereka membawa cucu-cucu mereka di ruang keluarga sementara para istri mengantar para suami di depan pintu.
"sayang, aku pulangnya telat ya soalnya banyak pekerjaan yang belum terselesaikan kemarin" ucap Zidan mencium kening istrinya
"iya mas" jawab Vania
"pergi dulu ya sayang" ucap El-Syakir mencium kening Seil
"iya yang" jawab Seil
Adam merengkuh pinggang Airin kemudian mencium keningnya. setelah semuanya berpamitan kini Danial dan Satria serta Galang yang mencium tangan ayah mereka.
para suami meninggalkan kediaman Sanjaya. Galang pun ikut berpamitan kepada semua orang dan pergi menggunakan motornya. kini tinggal Danial dan Satria yang sedang menunggu jemputan. hingga sebuah mobil putih masuk ke dalam halaman rumah dan berhenti di depan mereka.
"ayo kak" Alea menurunkan kaca mobil dan memanggil kedua kakaknya itu
"bun, mah, berangkat dulu ya"
Danial mencium tangan Airin kemudian ia mencium tangan Seil. Satria melakukan hal yang sama. keduanya masuk ke dalam mobil kemudian mobil itu kembali bergerak meninggalkan rumah besar itu
"apa perlu mereka diantar sopir saja setiap hari ya kak" ucap Seil yang masih menatap ke depan sementara mobil yang membawa putranya telah menghilang dari pandangan
"nanti kita bicarakan lagi. ayo masuk" aja Airin merangkul bahu Seil
SMA Citra Bangsa yang berada di kawasan selatan, membutuhkan waktu 40 menit untuk menempuh perjalanan. itu berarti setiap harinya anak-anak itu harus bangun pagi agar tidak terlambat ke sekolah. itu adalah pilihan mereka dan setiap pilihan harus menerima setiap konsekuensi yang akan muncul setelah pilihan itu diambil.
di pinggir jalan tertulis SMA Citra Bangsa 100 meter. di jalan setapak yang harus di lalui, mobil yang membawa anak-anak itu bergerak masuk. banyak siswa siswi yang juga baru saja datang, menggunakan kendaraan ataupun ada juga yang berjalan kaki.
setelah hendak sampai, di depan sana tertulis sebuah tulisan selamat datang di SMA Citra Bangsa. parkiran di sekolah itu berada diluar sekolah. mereka menyediakan parkiran untuk kendaraan para siswa siswi di luar pagar sementara kendaraan khusus guru bisa di bawa masuk ke dalam lingkungan sekolah karena parkiran untuk guru berada di dalam lingkungan sekolah.
sang sopir mencari tempat parkir yang masih kosong dan mematikan mesin mobil.
"pak Samsul mau menunggu kita di sini...?" tanya Alea
"tidak non, bapak harus ke kantor membawakan berkas pak Bayu yang ia lupa bawa tadi" jawab sopir yang bernama Samsul
"Om Bayu mah suka gitu, apa-apa di lupa. lama-lama nanti dia lupa sama kak Melan" ucap Alea
"nggak mungkinlah. masa pacarnya om Bayu sendiri mau dilupa" timpal Zain
mereka semua keluar dari mobil dan berdecak kagum dengan sekolah yang mereka datangi sekarang. begitu waow menurut mereka.
"jemput jam 4 sore nanti ya pak" ucap Ayunda
"siap non" jawab pak Samsul
segera keenamnya melangkahkan kaki masuk ke halaman sekolah. seperti di profil yang mereka lihat, taman indah yang luas begitu memanjakan mata. tempat duduk yang berjejer rapi dan dinaungi oleh pohon. setelahnya terlihat gedung sekolah kelas-kelas yang berjejer dan bertingkat.
"seperti sekolah di drama Korea ya" ucap Kirana dengan takjub
keenamnya langsung melangkah untuk mencari ruangan kepala sekolah. sementara yang lain berbaris di lapangan setelah bel apel pagi berbunyi.
"ruangan kepala sekolah yang mana ya...?" tanya Satria bingung
"tuh" Danial menunjuk gedung yang bertuliskan ruang kantor "sudah pasti disitu tempat para guru dan kepala sekolah berada" lanjut Danial
"ayo" Zain menarik tangan Kirana untuk ke gedung tersebut
gedung yang besar itu berada di sebelah kanan mushola dan di samping kiri mushola adalah perpustakaan yang juga cukup besar. keenamnya masuk ke dalam dan celingukan mencari guru.
"ada yang bisa saya bantu...?" salah seorang wanita datang menghampiri mereka
rok span yang panjang dan kemeja biru berlengan panjang serta rambut sebahu yang
lurus, wajahnya yang cantik membuat semuanya terpana melihat wanita itu.
"ada yang bisa saya bantu...?" tanyanya lagi karena anak-anak itu tidak ada yang merespon pertanyaannya
"eh maaf bu. kami mencari ruang kepala sekolah. kami siswa siswi baru di sekolah ini" Alea menjawab
"kalian tidak ikut MOS kemarin ya...?"
"nggak bu" jawab Ayunda
"ya sudah ayo saya antar. kebetulan ada juga siswa yang baru saja datang dan sekarang sedang berada di ruangan kepala sekolah" ucapnya
wanita itu masuk ke dalam dan mereka semua mengikutinya. di dalam berjejer meja-meja yang besar dan panjang dan buku-buku tergeletak di atasnya. sudah dengan nama masing-masing guru di setiap meja. mereka mengarah ke salah satu ruangan khusus yang ada di dalam kantor itu. di pintu tertulis ruangan kepala sekolah.
tok tok tok
cek lek
wanita itu membuka pintu dan mengucapkan salam kemudian masuk ke dalam.
"maaf pak, ada siswa-siswi yang lain yang baru saja datang"
"persilahkan mereka untuk masuk"
"baik pak"
wanita itu memanggil mereka dengan isyarat mata. semuanya mengucapkan salam dan mengayunkan langkah mendekati meja kepala sekolah. dua orang siswa memutar kepala untuk melihat siapa tamu selain mereka dan hal itu membuat keduanya terkejut begitu juga dengan keenam remaja itu.
"Jeki...?" kening Satria mengkerut
rupanya kedua siswa itu ada Jeki dan Dante. ternyata mereka juga masuk ke sekolah itu setelah tidak di terima di sekolah SMA yang pertama mereka inginkan.
Jeki menatap tajam ke arah mereka semua dan kembali memutar kepala menghadap ke arah kepala sekolah.
"ayo kita duduk di sofa saja" ucap kepala sekolah
ruangan yang luas dan mempunyai tempat duduk yang empuk juga besar. kepala sekolah bangkit dari duduknya begitu juga Jeki dan Dante. mereka semua duduk di sofa sementara wanita tadi pamit untuk keluar.
"kalian pasti salah satu anak dari Dirga Sanjaya kan, pemilik perusahaan Sanjaya grup" kepala sekolah melihat satu persatu anak-anak itu
"iya pak. Dirga Sanjaya adalah ayah saya dan mereka semua adalah keponakannya" Danial menjadi dan menunjuk semua teman-temannya
Jeki dan Dante mengangga mendengar kenyataan yang baru saja ia ketahui. ternyata Danial adalah anak pemilik perusahaan Sanjaya grup. siapa yang tidak mengenal perusahaan besar itu, bahkan ternyata ayah Jeki bekerja di perusahaan itu. seketika ia menelan ludah dengan susah dan menunduk saat Danial menatap ke arahnya.
(kenapa tuh anak) batin Danial merasa aneh dengan Jeki karena remaja itu tidak membalas tatapannya seperti biasanya
"pak Dirga sudah menghubungi saya dan memberitahu bahwa anak dan keponakannya akan masuk ke sekolah ini. tidak disangka banyak juga keponakan pak Dirga ya" kepala sekolah itu tersenyum ramah
kepala sekolah SMA Citra Bangsa masih terlihat muda. diperkirakan usianya tiga puluh tahun lebih.
kelapa sekolah mulai memanggil guru yang akan menjadi wali kelas mereka semua. anak-anak itu memohon agar di satukan dalam satu kelas sementara Jeki dan Dante memilih berada di kelas lain.
mereka semua kini tengah dalam perjalanan menuju ke kelas yang akan mereka tempati selama dua semester ke depan. rupanya wanita yang mengantar mereka tadi menjadi wali kelas mereka. keenamnya masuk ke dalam kelas X2.
setelah perkenalan dan basa-basi, mereka mulai menempati tempat duduk yang telah di sediakan. Danial bersama Satria, Zain bersama Kirana dan Ayunda bersama Alea.
pelajaran pertama mulai berlangsung, semua siswa-siswi diam dan mendengarkan. namun beberapa menit kemudian terdengar suara riuh di luar kelas. siswa-siswi yang dari kelas lain berhamburan keluar dan berlari ke arah barat.
wali kelas mereka yang bernama ibu Amanda keluar untuk menanyakan apa yang terjadi. sementara para siswa-siswi sudah berebutan untuk keluar kelas namun ibu Amanda menahan mereka.
"Marvel" panggil ibu Amanda
"iya bu" siswa yang bernama Marvel itu menghampiri ibu Amanda
"apa yang terjadi, kenapa semua siswa berhamburan...?" tanya ibu Amanda
"anu bu...a-ada mayat di perpustakaan"
deg
deg
deg
"mayat...?" semua orang tentu saja kaget mendengarnya
Danial dan yang lainnya saling tatap bahkan kini jantung mereka berdetak kencang. seumur-umur baru kali ini mereka mendengar ada mayat di sekolah. ibu Amanda segera berlari ke arah perpustakaan. semua siswa-siswi pun meninggalkan kelas dan berlari ke arah barat menuju perpustakaan.
__________________________________________
catatan :
mohon maaf sebelumnya, novel ini untuk sementara belum aku lanjutkan. aku masih ingin fokus pada novel satunya.
terimakasih telah membaca cerita PAJ. semoga kalian semua dalam keadaan terus sehat walafiat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Silvi Vicka Carolina
halah ketemu setan kepala hitam
2025-01-29
0
mia allina
Thor kapan donk upx😁🙏
2023-03-17
1
gizxvn²⁰
kapan episode baru nih??
2023-03-11
1