Episode 11

hari ini adalah hari pertama dimana Satria dan Danial serta keempat teman mereka akan masuk sekolah di SMA Citra Bangsa. baik Danial maupun Satria kini tengah bersiap-siap memakai seragam baru mereka.

Jin yang berada di dalam kamar Danial duduk memperhatikan remaja itu.

"apa ada yang salah dengan gayaku, kenapa melihatku seperti itu...?" tanya Danial yang sedang merapikan dasinya

"aku hanya sedang berpikir, apakah nanti mentalmu kuat untuk hari-hari selanjutnya" jawab Jin dengan datar

"kenapa bertanya seperti itu, seakan aku akan mengalami hal yang buruk saja. lagi pula aku ini bukan penakut ya meskipun punya rasa takut" Danial memasukkan buku-bukunya ke dalam tas

"baguslah, itu artinya aku tidak akan kerepotan mengurusi kamu nanti"

"ngapain juga kamu mau ngurusin aku, nggak jelas banget lah kamu ini. memangnya aku anak kecil apa"

cek lek

mendengar suara pintu terbuka, Jin seketika menghilang dan Danial menatap lurus ke arah pintu kamarnya. seorang wanita cantik masuk ke dalam kamar dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan yang khas warna putih itu.

"kenapa bun, kok kayak mencari sesuatu gitu" ucap Danial

"sayang...tadi kamu bicara dengan siapa...?" Airin menatap lekat putranya

gleg

Danial menelan ludah, ia baru sadar kalau ternyata suaranya tadi sedikit keras sampai terdengar dari luar. kini dirinya pusing harus menjawab apa.

"kenapa tidak menjawab" Airin mengusap lembut lengan Danial

"aku... nggak bicara sama siapa-siapa loh bun. mungkin bunda salah dengar"

"salah dengar gimana, jelas-jelas suaramu kedengaran di luar. bunda belum tuli sayang"

(aduh...harus jawab apa ini) Danial merukuti kecerobohannya

"Danial, kenapa malah melamun...?"

"eh nggak kok bun. gimana anak bunda ini, ganteng nggak dengan seragam sekolah yang aku pakai...?" Danial mencoba mengalihkan pembicaraan

"untuk anak bunda ini, apapun yang dipakai pasti selalu ganteng" Airin mencubit pipi Danial

"oh ya, terus lebih ganteng siapa aku sama ayah...?

"ganteng dua-duanya"

"kalau aku sama Ragel...?"

"lebih imut Ragel" Airin tersenyum "ayo turun, nanti kalian diantar sama supir saja ya. kalian kan belum beli motor" Airin merangkul bahu Danial dan keduanya keluar kamar

"kami akan diantar sopir om Leo bun. kami semua akan berangkat bersama-sama menggunakan satu mobil"

"lebih bagus lagi kalau begitu" Airin setuju

setelahnya mereka berdua melangkah keluar dari kamar.

(aku sangat yakin kalau tadi Danial sedang berbincang dengan seseorang) Airin menutup pintu dan sekali lagi mengedarkan pandangan kemudian ia meninggalkan kamar itu

di meja makan semua orang sedang berkumpul untuk sarapan pagi. Galang memangku Gauri sambil menyuapi adiknya itu karena gadis kecil itu sejak semalam terus menempel dengan kakaknya. Ragel berada di pangkuan Adam. bayi itu terlihat mangap-mangap dan menelan ludah saat Adam memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

"kamu makan yang ini sayang" Adam menyuapi bubur kedalam mulut putranya namun Ragel menolak dan menutup rapat mulutnya tidak ingin memakan makanannya

tangan mungilnya terulur untuk mengambil makanan Adam di atas meja, segera Adam menjauhkan tangan Ragel.

"kasih aja mas, dia udah bisa makan kok tapi jangan terlalu banyak" Airin yang baru saja datang bersama Danial langsung mengambil tempat duduk di samping suaminya

"kalau ke selek bagaimana sayang...?" Adam ragu untuk menyuapi anaknya

"sini biar aku saja"

Airin menyuapi Ragel dengan nasi dan air sayur asem. hanya sedikit namun seketika membuat bayi itu bertepuk tangan kesenangan.

Samudera asik menyusu dipangkuan Seil dengan dot yang dipegang oleh Seil menggunakan tangan kiri sementara tangan kanannya ia gunakan untuk memegang sendok.

melihat itu, El-Syakir Langsung mengambil alih makanan istrinya dan menyuapinya.

"makasih yang" Seil menampilkan senyumannya

"sama-sama" El-Syakir mengelus kepala Samudera dengan lembut kemudian kembali menyuapi istrinya dan juga menyuapi dirinya sendiri

Ragel dan Samudera diambil alih oleh ayah Adnan dan ibu Arini. mereka membawa cucu-cucu mereka di ruang keluarga sementara para istri mengantar para suami di depan pintu.

"sayang, aku pulangnya telat ya soalnya banyak pekerjaan yang belum terselesaikan kemarin" ucap Zidan mencium kening istrinya

"iya mas" jawab Vania

"pergi dulu ya sayang" ucap El-Syakir mencium kening Seil

"iya yang" jawab Seil

Adam merengkuh pinggang Airin kemudian mencium keningnya. setelah semuanya berpamitan kini Danial dan Satria serta Galang yang mencium tangan ayah mereka.

para suami meninggalkan kediaman Sanjaya. Galang pun ikut berpamitan kepada semua orang dan pergi menggunakan motornya. kini tinggal Danial dan Satria yang sedang menunggu jemputan. hingga sebuah mobil putih masuk ke dalam halaman rumah dan berhenti di depan mereka.

"ayo kak" Alea menurunkan kaca mobil dan memanggil kedua kakaknya itu

"bun, mah, berangkat dulu ya"

Danial mencium tangan Airin kemudian ia mencium tangan Seil. Satria melakukan hal yang sama. keduanya masuk ke dalam mobil kemudian mobil itu kembali bergerak meninggalkan rumah besar itu

"apa perlu mereka diantar sopir saja setiap hari ya kak" ucap Seil yang masih menatap ke depan sementara mobil yang membawa putranya telah menghilang dari pandangan

"nanti kita bicarakan lagi. ayo masuk" aja Airin merangkul bahu Seil

SMA Citra Bangsa yang berada di kawasan selatan, membutuhkan waktu 40 menit untuk menempuh perjalanan. itu berarti setiap harinya anak-anak itu harus bangun pagi agar tidak terlambat ke sekolah. itu adalah pilihan mereka dan setiap pilihan harus menerima setiap konsekuensi yang akan muncul setelah pilihan itu diambil.

di pinggir jalan tertulis SMA Citra Bangsa 100 meter. di jalan setapak yang harus di lalui, mobil yang membawa anak-anak itu bergerak masuk. banyak siswa siswi yang juga baru saja datang, menggunakan kendaraan ataupun ada juga yang berjalan kaki.

setelah hendak sampai, di depan sana tertulis sebuah tulisan selamat datang di SMA Citra Bangsa. parkiran di sekolah itu berada diluar sekolah. mereka menyediakan parkiran untuk kendaraan para siswa siswi di luar pagar sementara kendaraan khusus guru bisa di bawa masuk ke dalam lingkungan sekolah karena parkiran untuk guru berada di dalam lingkungan sekolah.

sang sopir mencari tempat parkir yang masih kosong dan mematikan mesin mobil.

"pak Samsul mau menunggu kita di sini...?" tanya Alea

"tidak non, bapak harus ke kantor membawakan berkas pak Bayu yang ia lupa bawa tadi" jawab sopir yang bernama Samsul

"Om Bayu mah suka gitu, apa-apa di lupa. lama-lama nanti dia lupa sama kak Melan" ucap Alea

"nggak mungkinlah. masa pacarnya om Bayu sendiri mau dilupa" timpal Zain

mereka semua keluar dari mobil dan berdecak kagum dengan sekolah yang mereka datangi sekarang. begitu waow menurut mereka.

"jemput jam 4 sore nanti ya pak" ucap Ayunda

"siap non" jawab pak Samsul

segera keenamnya melangkahkan kaki masuk ke halaman sekolah. seperti di profil yang mereka lihat, taman indah yang luas begitu memanjakan mata. tempat duduk yang berjejer rapi dan dinaungi oleh pohon. setelahnya terlihat gedung sekolah kelas-kelas yang berjejer dan bertingkat.

"seperti sekolah di drama Korea ya" ucap Kirana dengan takjub

keenamnya langsung melangkah untuk mencari ruangan kepala sekolah. sementara yang lain berbaris di lapangan setelah bel apel pagi berbunyi.

"ruangan kepala sekolah yang mana ya...?" tanya Satria bingung

"tuh" Danial menunjuk gedung yang bertuliskan ruang kantor "sudah pasti disitu tempat para guru dan kepala sekolah berada" lanjut Danial

"ayo" Zain menarik tangan Kirana untuk ke gedung tersebut

gedung yang besar itu berada di sebelah kanan mushola dan di samping kiri mushola adalah perpustakaan yang juga cukup besar. keenamnya masuk ke dalam dan celingukan mencari guru.

"ada yang bisa saya bantu...?" salah seorang wanita datang menghampiri mereka

rok span yang panjang dan kemeja biru berlengan panjang serta rambut sebahu yang

lurus, wajahnya yang cantik membuat semuanya terpana melihat wanita itu.

"ada yang bisa saya bantu...?" tanyanya lagi karena anak-anak itu tidak ada yang merespon pertanyaannya

"eh maaf bu. kami mencari ruang kepala sekolah. kami siswa siswi baru di sekolah ini" Alea menjawab

"kalian tidak ikut MOS kemarin ya...?"

"nggak bu" jawab Ayunda

"ya sudah ayo saya antar. kebetulan ada juga siswa yang baru saja datang dan sekarang sedang berada di ruangan kepala sekolah" ucapnya

wanita itu masuk ke dalam dan mereka semua mengikutinya. di dalam berjejer meja-meja yang besar dan panjang dan buku-buku tergeletak di atasnya. sudah dengan nama masing-masing guru di setiap meja. mereka mengarah ke salah satu ruangan khusus yang ada di dalam kantor itu. di pintu tertulis ruangan kepala sekolah.

tok tok tok

cek lek

wanita itu membuka pintu dan mengucapkan salam kemudian masuk ke dalam.

"maaf pak, ada siswa-siswi yang lain yang baru saja datang"

"persilahkan mereka untuk masuk"

"baik pak"

wanita itu memanggil mereka dengan isyarat mata. semuanya mengucapkan salam dan mengayunkan langkah mendekati meja kepala sekolah. dua orang siswa memutar kepala untuk melihat siapa tamu selain mereka dan hal itu membuat keduanya terkejut begitu juga dengan keenam remaja itu.

"Jeki...?" kening Satria mengkerut

rupanya kedua siswa itu ada Jeki dan Dante. ternyata mereka juga masuk ke sekolah itu setelah tidak di terima di sekolah SMA yang pertama mereka inginkan.

Jeki menatap tajam ke arah mereka semua dan kembali memutar kepala menghadap ke arah kepala sekolah.

"ayo kita duduk di sofa saja" ucap kepala sekolah

ruangan yang luas dan mempunyai tempat duduk yang empuk juga besar. kepala sekolah bangkit dari duduknya begitu juga Jeki dan Dante. mereka semua duduk di sofa sementara wanita tadi pamit untuk keluar.

"kalian pasti salah satu anak dari Dirga Sanjaya kan, pemilik perusahaan Sanjaya grup" kepala sekolah melihat satu persatu anak-anak itu

"iya pak. Dirga Sanjaya adalah ayah saya dan mereka semua adalah keponakannya" Danial menjadi dan menunjuk semua teman-temannya

Jeki dan Dante mengangga mendengar kenyataan yang baru saja ia ketahui. ternyata Danial adalah anak pemilik perusahaan Sanjaya grup. siapa yang tidak mengenal perusahaan besar itu, bahkan ternyata ayah Jeki bekerja di perusahaan itu. seketika ia menelan ludah dengan susah dan menunduk saat Danial menatap ke arahnya.

(kenapa tuh anak) batin Danial merasa aneh dengan Jeki karena remaja itu tidak membalas tatapannya seperti biasanya

"pak Dirga sudah menghubungi saya dan memberitahu bahwa anak dan keponakannya akan masuk ke sekolah ini. tidak disangka banyak juga keponakan pak Dirga ya" kepala sekolah itu tersenyum ramah

kepala sekolah SMA Citra Bangsa masih terlihat muda. diperkirakan usianya tiga puluh tahun lebih.

kelapa sekolah mulai memanggil guru yang akan menjadi wali kelas mereka semua. anak-anak itu memohon agar di satukan dalam satu kelas sementara Jeki dan Dante memilih berada di kelas lain.

mereka semua kini tengah dalam perjalanan menuju ke kelas yang akan mereka tempati selama dua semester ke depan. rupanya wanita yang mengantar mereka tadi menjadi wali kelas mereka. keenamnya masuk ke dalam kelas X2.

setelah perkenalan dan basa-basi, mereka mulai menempati tempat duduk yang telah di sediakan. Danial bersama Satria, Zain bersama Kirana dan Ayunda bersama Alea.

pelajaran pertama mulai berlangsung, semua siswa-siswi diam dan mendengarkan. namun beberapa menit kemudian terdengar suara riuh di luar kelas. siswa-siswi yang dari kelas lain berhamburan keluar dan berlari ke arah barat.

wali kelas mereka yang bernama ibu Amanda keluar untuk menanyakan apa yang terjadi. sementara para siswa-siswi sudah berebutan untuk keluar kelas namun ibu Amanda menahan mereka.

"Marvel" panggil ibu Amanda

"iya bu" siswa yang bernama Marvel itu menghampiri ibu Amanda

"apa yang terjadi, kenapa semua siswa berhamburan...?" tanya ibu Amanda

"anu bu...a-ada mayat di perpustakaan"

deg

deg

deg

"mayat...?" semua orang tentu saja kaget mendengarnya

Danial dan yang lainnya saling tatap bahkan kini jantung mereka berdetak kencang. seumur-umur baru kali ini mereka mendengar ada mayat di sekolah. ibu Amanda segera berlari ke arah perpustakaan. semua siswa-siswi pun meninggalkan kelas dan berlari ke arah barat menuju perpustakaan.

__________________________________________

catatan :

mohon maaf sebelumnya, novel ini untuk sementara belum aku lanjutkan. aku masih ingin fokus pada novel satunya.

terimakasih telah membaca cerita PAJ. semoga kalian semua dalam keadaan terus sehat walafiat.

Terpopuler

Comments

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

halah ketemu setan kepala hitam

2025-01-29

0

mia allina

mia allina

Thor kapan donk upx😁🙏

2023-03-17

1

gizxvn²⁰

gizxvn²⁰

kapan episode baru nih??

2023-03-11

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Extra part
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Extra part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!