Episode 6

Zain yang hampir jantungan karena Danial langsung berlari kemudian berjalan pelan untuk menyebrang ke sebrang. setelah sampai ia langsung memeluk Danial dengan erat. pengendara motor yang jatuh di bantu oleh Satria untuk bangun.

"mas nggak apa-apa...?" tanya Satria

"nggak apa-apa hanya lecet sedikit. tapi bagaimana dengan anak itu...?" laki-laki itu mengarahkan pandangannya ke arah Danial dan Zain

"seperti dia baik-baik saja. aku mewakili saudaraku meminta maaf ya mas, mas sudah terluka sebaiknya mari aku antar ke rumah sakit"

"tidak perlu saya buru-buru. syukurlah kalau dia tidak apa-apa. bilang padanya aku minta maaf, aku tadi tidak melihatnya dan tiba-tiba saja di sudah berada di depanku untungnya aku tidak menabraknya"

Satria takjub dengan sikap laki-laki itu. biasanya jika orang lain mereka akan marah-marah dan menuntut namun untuk orang itu malah dirinya yang meminta maaf.

Satria membantu laki-laki itu membangunkan motornya kemudian ia menaikinya.

"aku pergi dulu, beritahu saudaramu untuk berhati-hati jika lain kali"

"iya mas, terimakasih banyak" Satria tersenyum

kini Satria menghampiri Danial dan Zain yang masih berada di sebrang jalan.

"Dan, kamu nggak apa-apa...?" tanya Satria

Danial tidak menjawab namun matanya menelisik di sekitarnya mencari seseorang. ia mencari sosok yang menyelamatkannya tadi, laki-laki yang ia larikan dengan ketakutan, laki-laki itulah yang menolong Danial namun sekarang laki-laki itu tidak terlihat oleh matanya.

"kemana perginya" gumam Danial

"kamu mencari seseorang, kenapa dari tadi kamu celingukan saja" ucap Zain

"kalian tidak melihat seseorang, laki-laki yang menyelamatkan aku tadi...?" tanya Danial

"laki-laki yang mana...?" tanya Satria

"laki-laki yang...yang"

"yang mana...?" Zain ikut melihat sekitar namun ia tidak melihat adanya laki-laki yang ia sebukan Danial. yang ada hanyalah para pengendara motor dan mobil

(*jelas mereka nggak bisa melihatnya dia kan...dia kan setan) batin Danial

(astaga...jadi...jadi aku sekarang dapat melihat setan) pekik Danial dalam hati*

"woi Dan kamu kenapa sih dari tadi bengong aja. perasaan kamu nggak ketabrak deh tapi kenapa otak mu malah geser seperti ini" Zain membuyarkan lamunan Danial

"enak aja otakku masih di tempatnya ya nggak bergeser sama sekali" Danial mencebik

"ya sudah ayo kembali ke rumah sakit" ucap Satria

"nggak mau" Danial menggeleng

"lah, kamu masih sakit Bambang..kamu ini kenapa sih heran aku" ucap Zain

"pokoknya aku nggak mau ke rumah sakit...nggak mau nggak mau nggak mau titik" Danial tetap tidak ingin ke rumah sakit

"kamu nggak mau ketemu om Adam, tadi aku sudah memberitahu mereka kalau kita di rumah sakit" ucap Zain

"ayah akan datang...?" mata Danial mulai berbinar

"makanya ayo kembali ke rumah sakit" ucap Satria

karena ingin bertemu ayahnya maka dengan terpaksa Danial mengikuti mereka. sebenarnya ia benar-benar takut kembali ke rumah sakit, ia takut bertemu dengan laki-laki itu meskipun sebenarnya ia yakin kalau laki-laki itu yang menyelamatkannya namun tetap saja Danial tidak berani untuk bertemu lagi dengannya. masih terbayang bagaimana wajahnya yang mengerikan ia lihat dalam mimpinya bahkan setelah bangun dari tidurnya pun ia dapat melihat kembali laki-laki itu.

namun satu hal yang membuat Danial mengingat apa yang diucapkan oleh laki-laki itu dalam mimpinya, hal itu membuat Danial menghentikan langkah sementara Satria dan Zain terus melangkah tanpa tau kalau Danial berhenti.

"dia bilang aku pernah ke tempatnya" gumam Danial

"tapi tempat dimana, perasaan aku baru kali ini melihatnya" gumamnya lagi

karena tidak ingin ambil pusing Danial kembali melangkah. tepat setelah kakinya menginjak pekarangan rumah sakit, ia langsung melihat Adam dan yang lainnya yang sedang berada di halaman rumah sakit.

"ayah" panggil Danial

mendengar suara anaknya, Adam menoleh dan ia melihat Danial sedang berlari ke arahnya.

bugh

Danial menabrak Adam dan memeluknya sementara ia pun membalas pelukan putranya itu.

"kamu tidak apa-apa, ada yang sakit nggak...?" Adam memeriksa setiap inci tubuh anaknya

"aku baik-baik saja, aku ingin pulang. aku kangen bunda sama dedek Ragel" ucap Danial

tim samudera telah bertemu dengan anak-anak mereka. semuanya begitu lega karena anak-anak mereka dalam keadaan baik-baik saja meskipun Ayunda terluka di lutut dan sikunya.

"maaf pah" Satria menunduk saat El-Syakir menatapnya dengan dingin

El-Syakir menghela nafas kemudian menarik putra sulungnya itu dan memeluknya.

"kita pulang, mama di rumah sangat mengkhawatirkan mu" ucap El-Syakir dan Satria mengangguk

mereka semua memutuskan untuk pulang, Danial tidak ingin di rawat lagi karena ia ingin di rawat oleh bundanya di rumah. Adam menghubungi Zidan untuk memberitahu kalau anak-anak telah di temukan dan meminta pamannya itu untuk pulang karena mereka dalam perjalanan pulang ke rumah.

saat Adam dan yang lainnya baru saja sampai, mobil Zidan pun baru saja memasuki halaman rumah. mereka datang bersamaan.

"paman" panggil Danial

"kamu tidak apa-apa...?" Zidan melangkah mendekati Danial

"dia membuat kehebohan di rumah sakit paman, lari terbirit-birit karena dikejar setan" ucap Alea memberitahu

"ih itu mulut...pengen banget aku ruqiah" Danial kesal dan mencebik

di dalam rumah setelah mendengar suara mobil di luar, para istri langsung berhamburan untuk melihat dan mereka semua bahagia melihat anak-anak mereka telah pulang.

"sayang" Airin berlari

"bunda jangan lari-lari" Danial panik melihat Airin berlari ke arahnya

ia memeluk putranya itu dan menciumi seluruh wajahnya.

"kamu darimana saja sih nak, jantung bunda hampir copot kamu nggak pulang-pulang" Airin menangkup wajah Danial

"maaf Bun, jangan nangis nanti cantiknya hilang" Danial menghapus air mata bundanya

Seil memeluk erat Satria begitu juga yang lainnya. mereka memeluk anak masing-masing. begitu bersyukur karena suami mereka membawa pulang anak-anak mereka.

setelahnya tim samudera meminta izin untuk pulang dan kini tinggallah keluarga Sanjaya.

"dedek Ragel mana Bun...?" tanya Danial

"sudag tidur, sekarang kamu ke kamar bersih-bersih terus langsung istirahat" Airin membelai kepala Danial

"aku lapar mah" Satria merengek kepada Seil

"aku juga lapar sayang" ucap El-Syakir

"kalau begitu kalian semua bersih-bersih biar kami menyiapkan makanan" ucap Airin

"suruh bibi saja sayang, kamu nggak boleh capek-capek" Adam merengkuh Airin

" ya sudah, aku mau memberitahukan bibi dulu" Airin patuh kepada suaminya

Danial dan Satria ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri. sementara Adam dan El-Syakir pun menuju ke kamar mereka.

Danial sebenarnya mengantuk dan ingin sekali merebahkan tubuhnya di kasur namun tidak mungkin ia tidur dalam keadaan belum mandi. setelah melakukan ritual mandinya, ia keluar dari kamar menuju ke ruang keluarga. di sana semuanya telah berkumpul bahkan ada Ragel dan juga Samudera.

Danial begitu senang melihat dua bayi itu. ia pun melangkah cepat dan mengambil tubuh adiknya dari pangkuan Airin. El-Syakir kini sedang memangku Samudera yang asik bermain dengan Gauri.

mereka pun memutuskan untuk makan malam karena semua keluarga telah berkumpul. Danial menggendong Ragel menuju ke meja makan sementara Samudera di ambil alih oleh ibunya karena bayi itu mulai rewel ingin segera tidur.

di meja makan Ragel memakan bubur yang dibuatkan olen Airin. bayi satu tahun itu di suapi oleh Danial dan dengan lahap memakan makanannya.

"Gauri juga mau bubur seperti adik Ragel" ucap Gauri

"memang Gauri suka...? tanya Airin

"suka, kemarin Gauri makan kok di suapi sama nenek" Gauri menjawab polos

ibu Arini tersenyum kemudian bangkit dari duduknya mengambilkan bubur untuk Gauri setelah itu ia menaruh mangkuk yang berisi bubur di depan anak itu.

"terimakasih nek" Gauri tersenyum lebar

"dibahiskan ya" ibu Airin mengelus lembut kepala Gauri

"iya" jawabnya dengan semangat

selesai makan karena tidak sanggup lagi menahan kantuk, Danial maupun Satria berpamitan untuk ke kamar mereka.

tiba di dalam kamarnya, Danial langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan mulai memejamkan mata. sayangnya tidurnya terusik karena ia mendengar suara gemericik air di kamar mandi.

Danial bangkit dan mempertajam pendengaran dan ia benar-benar mendengar suara air di kamar mandi miliknya.

"kok seperti ada orang mandi ya" gumamnya

ia turun dari kasur dan melangkah mendekati pintu kamar mandi.

cek lek

dengan pelan ia membuka pintu dan memasukkan kepalanya, tidak ada orang di dalam bahkan suara gemericik air tidak terdengar lagi.

"apa iya telingaku yang bermasalah" gumamnya menggaruk kepala

ia pun kembali menutup pintu dan berbalik hendak kembali ke kasur namun saat itu juga Danial begitu terkejut melihat siapa yang sudah berada di dalam kamarnya.

"k-kamu" Danial tidak sanggup menggerakkan tubuhnya

"kita bertemu lagi Danial Zabdan Sanjaya" ucap sosok itu tersenyum menyeringai

Danial mematung di tempatnya, tubuhnya tidak dapat bergerak sama sekali dan bahkan ia tidak dapat mengeluarkan suara. wajahnya mulai pucat dan keringat dingin mulai keluar melalui pori-pori di keningnya.

laki-laki itu melayang mendekati Danial dan berdiri tepat dihadapannya. bahkan Danial tidak bisa hanya untuk sekedar menutup matanya, ia seakan di paksa untuk terus menatap sosok itu.

laki-laki itu mengendus-endus tubuh Danial dan kemudian ia berbisik.

"aku suka bau darahmu" bisiknya

laki-laki itu dengan sengaja mencakar lengan Danial hingga mengeluarkan darah. ia kemudian tersenyum puas dan kembali melayang duduk di kasur.

"t-tolong jangan bunuh aku" Danial mulai bisa mengeluarkan suara

"kalau aku ingin kamu mati, untuk apa tadi aku menyelamatkan mu" ucapnya

sosok itu melayang ke arah jendela dan menyibakkan kain gorden, ia melihat ke arah luar yang terang karena lampu. setelahnya ia kembali ke tempat duduknya tadi.

"kamu telah melakukan perjanjian darah denganku" ucapnya dengan tatapan tajam

"perjanjian darah...?" a-apa maksud mu...?" Danial tentu saja kaget

"bukannya kamu mengenalku, lihat aku baik-baik...dimana kamu pernah melihatku"

"bagaimana aku tau dimana aku pernah melihatmu"

Danial belum bisa menggerakkan tubuhnya, hanya mulutnya yang dapat ia gerakkan, semua itu karena kendali dari laki-laki itu.

"di rumah kosong tempat kalian berteduh dari turunannya hujan"

"bagaimana bisa kamu..."

Danial mencoba mengingat kejadian tadi sore. menurutnya ia tidak melihat orang lain selain hanya ia dan teman-temannya di rumah itu. namun jika ia perhatikan, wajah laki-laki yang ada di depannya terasa tidak asing baginya. ia seperti pernah melihatnya tapi entah dimana.

"ganteng-ganteng lah mereka ini"

Danial teringat dengan pujiannya yang ia berikan kepada dua anak remaja yang berada di dalam bingkai foto. hingga kemudian ia membekab mulutnya karena telah mengingat siapa sosok yang ada di depannya itu.

"k-kamu yang ada di foto itu"

"bagus, rupanya ingatanmu tajam juga"

"apa yang kamu inginkan, jika kamu marah karena aku memecahkan bingkai foto mu aku minta maaf aku benar-benar tidak sengaja. tolong jangan bunuh aku, aku belum ingin mati...aku belum menikah" Danial merengek

"astaga... bisa-bisanya sekian banyak hal, yang kamu ingat adalah pernikahan" laki-laki itu mendengus kesal

"tapi itu kan memang kenyataannya"

"otak mu ternyata mesum juga. lupakan tentang khayalan mu itu. sekarang kamu adalah milikku dan aku adalah milikmu, darahmu telah menyatu denganku"

"apa maksud kamu, aku tidak mengerti"

"aku akan membunuhmu dan menguasai ragamu"

deg

mata Danial melotot dan mulutnya menganga. bahkan untuk menelan ludah pun ia seakan tidak mampu.

"audzubillahi minasyaitonirrajim bismillahirrahmanirrahim laaillaahillallah Muhammadarrasulullah ALLAHU AKBAR"

tepat setelah menyerukan takbir, Danial dapat menggerakkan tubuhnya. sementara laki-laki itu kepanasan seperti terbakar di saat Danial membaca doa.

"brengsek...APA YANG KAMU LAKUKAN PADAKU" teriaknya kepanasan

Danial hendak kembali membaca doa namun tiba-tiba tubuhnya melayang dan menghantam dinding. ia menempel di dinding itu sementara laki-laki itu melesat cepat dan mencekik Danial.

uuugghhh

seakan lehernya diikat dengan tali lalu di tarik, Danial kesakitan dan bahkan kehabisan nafas.

braaaakkk

Danial di lempar lagi dan kali ini ia menghantam meja belajarnya. laki-laki itu kembali mendekatinya dan mengangkat tubuh Danial ke atas tanpa memegangnya. hanya sorot matanya yang tajam saja membuat Danial seperti itu.

"salahmu karena melakukan perjanjian darah denganku. kita sudah terikat, sekarang aku akan masuk ke dalam tubuhmu dan menguasai jiwa dan ragamu"

"laahaula walakuwata illabillah"

aaaggghh

braaaakkk

praaaaaang

kembali laki-laki itu kepanasan dan Danial di lempar lagi ke dinding mengenai meja tempat lampu tidur hingga benda itu jatuh dan pecah.

"KURANG AJAR"

semakin marah laki-laki itu, ia kemudian menatap tajam Danial dan seketika tubuh remaja itu terangkat dan menghantam langit-langit kamar kemudian ia di hempaskan lagi ke bawah.

bugh

"aaaggghh...BERHENTI" teriak Danial dengan tenaga yang sudah sangat menipis

laki-laki itu hendak menyerang lagi namun ia terdiam karena suara teriakan Danial.

"bagaimana kalau kita ubah perjanjiannya" ucap Danial berusaha untuk bangkit

"apa maksudmu...?"

penampakan laki-laki sekarang menjadi menakutkan seperti sosok yang Danial lihat dalam mimpinya. padahal tadi dirinya tidak seperti itu, hanya wajah pucat dengan bibir yang biru serta mata birunya yang indah tapi kali ini laki-laki itu berwujud mengerikan. Danial begitu ketakutan namun ia menekan dalam hati untuk berani.

"kita ubah perjanjian darah itu. kamu bilang kita sudah terikat bukan, maka kalau begitu kita bisa saling hidup berdampingan. aku milikmu dan kamu milikku namun dalam jiwa yang berbeda dan ragaku tetap milikku"

Danial tau ia tidak bisa melawan laki-laki itu maka ia harus mempunyai cara untuk bisa membuat laki-laki itu tidak menyerangnya lagi.

"kita bisa menjadi tuan dan abdi. namun aku tidak ingin menjadi abdimu karena derajat ku jauh lebih tinggi darimu. aku tau kamu pasti bukan semata-mata hanya untuk menguasai ragaku saja bukan namun kamu akan melakukan sesuatu hal yang belum terselesaikan tapi dirimu terlanjur mati. kamu akan menyelesaikan masalah itu menggunakan ragaku, benar begitu bukan...?"

"aku akan membantumu, kita sudah terikat maka aku akan membantumu untuk menyelesaikan urusanmu namun seperti yang aku katakan tadi, kita hidup berdampingan bukan dengan dirimu masuk ke dalam tubuhku"

laki-laki itu mencoba untuk memahami apa yang dikatakan oleh Danial.

"bagaimana...? tenang saja aku tidak akan bisa lari karena kita sudah saling memiliki satu sama lain bukan"

"baiklah" akhirnya laki-laki itu setuju dan Danial bernafas lega

"tapi aku tidak mau menjadi abdimu. aku ingin kita menjadi teman dan partner. apapun yang menjadi urusanku kini menjadi urusanmu dan urusanmu akan menjadi urusanku"

Danial mengangguk, tidak ada cara lain selain setuju. ia tau kalau sebenarnya dari dirinya sudah salah, meskipun tidak sadar namun yang namanya perjanjian dengan makhluk gaib adalah hal yang salah. tapi Danial akan mengiring kesepakatan itu ke arah menurut kemauannya. melarang hal-hal yang tidak bisa dilakukan olehnya nanti.

"jadi...kita partner sekarang. lalu...aku harus memanggil kamu dengan panggilan apa...?

"panggil aku Jin"

Terpopuler

Comments

V3

V3

bgtu lah awal mula nya Daniel punya teman makhluk ghaib

2023-02-24

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Extra part
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Extra part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!