Episode 10

pukul 10 malam, semuanya menuju ke kamar masing-masing untuk istrahat. Ragel telah tertidur di pangkuan kakaknya. Gauri pun sudah berada dalam gendongan Galang dan membawanya ke kamar gadis kecil itu.

"bun, Ragel boleh tidur sama aku nggak malam ini" Danial berjalan menaiki satu persatu anak tangga

"boleh saja, tapi nanti kalau adik kamu bangun dan menangis minta susu bagaimana...?" Airin mengikuti langkah putranya

"tenang saja, aku kan kakak yang siaga. nanti kalau Ragel bangun aku akan membuatkan susu untuknya. boleh ya bun"

"ya sudah boleh. tapi nanti kalau kamu kewalahan, panggil bunda saja ya"

"makasih bun, aku pastikan Ragel nggak akan rewel malam ini"

Danial mencium pipi kanan Airin kemudian melangkah menuju kamarnya. sementara Airin pun masuk ke dalam kamarnya yang ia tempati bersama Adam. kamar Seil dan El-Syakir serta Satria juga berada di lantai dua begitu juga dengan Vania dan Zidan. hanya ayah Adnan, ibu Arini, Galang dan Gauri yang menempati kamar di lantai bawah.

dengan sangat berhati-hati, Danial membaringkan tubuh gembul adiknya di atas kasur dan kedua sisi ia berikan penghalang bantal guling agar nanti Ragel tidak terjatuh dari kasur.

Danial mencium pipi tembem adiknya itu kemudian ia melangkah ke arah jendela dan menutupnya.

"dia adikmu...?" Jin tiba-tiba sudah berada di dalam kamar dan duduk di samping Ragel

Danial terkesiap namun setelah melihat bahwa itu adalah Jin, ia melangkah dan duduk di samping adiknya.

"dia adikmu...?" Jin bertanya kembali

"iya, memangnya kenapa...?" Danial mengelus pipi Ragel yang sedang tertidur dengan pulasnya

Jin tidak menjawab, ia terus menatap lekat bayi itu membuat Danial merasa kalau Jin seperti sedang menginginkan adiknya.

"jangan macam-macam kamu, dia adikku" Danial berkata dengan tegas

"memangnya kamu pikir aku sejahat itu ingin memakan anak kecil" Jin melayang dan duduk di meja belajar

"lalu kenapa melihatnya seperti tadi"

"aku hanya gemas saja. dulu aku juga mempunyai adik yang masih bayi, tampan dan menggemaskan"

"lalu dimana adikmu itu sekarang...?"

Jin diam tidak menjawab. tatapannya lurus ke depan. ia pun mengalihkan pandangan ke arah rak buku yang ada di sampingnya.

"tadi aku ke rumahmu"

"lalu...?"

"emmm...kalau boleh aku tau, apakah kamu masih mempunyai keluarga...?" Danial bertanya dengan hati-hati takut menyinggung perasaan hantu itu

"keluarga...?" Jin bergumam pelan namun Danial masih mendengarnya

"dari foto yang aku lihat, kamu jelas tidak hidup seorang diri bukan"

"entahlah....aku sudah lama mati dan tidak ingat lagi keluargaku. mungkin mereka sudah bahagia sekarang tanpa aku" Jin mengarahkan tangannya ke depan dan satu buah buku tertarik melesat ke arahnya. seperti magnet yang menarik benda lain

Danial takjub dengan apa yang ia lihat. rupa-rupanya Jin memiliki kemampuan yang luar biasa. namun kemudian ia teringat dengan sesuatu yang ia ambil dari rumah kosong itu. segera ia bangkit dan berjalan ke arah meja belajar. ia membuka laci mejanya dan mengambil buku yang bersampul merah.

"aku mendapatkan ini di rumah mu tepatnya di sebuah kamar" Danial memperlihatkan buku itu kepada Jin

Jin hanya melirik sekilas kemudian kembali fokus pada buku yang ia baca.

"terus...?" tanyanya

"apakah ini bukumu...?"

"mungkin. aku tidak tau"

"namanya Keanu Alexander, aku menemukan ini di kamar itu. hanya ada dua orang anak laki-laki di rumah itu. yang bernama Keanu Alexander kalau bukan kamu berarti saudaramu"

"memangnya kenapa dengan buku itu...?" Jin menyimpan bukunya dan fokus kepada Danial

"ini buku tentang.... iblis. aku merasa tertarik untuk membacanya" Danial membuka lembar pertama

Jin tersenyum tipis sambil memperhatikan Danial membaca buku itu.

"apakah ini novel...?"

"baca saja maka kamu akan tau isi di dalamnya"

"nanti sajalah. tapi sepertinya buku ini seru. di dalamnya membahas tentang iblis yang menyeramkan. akan aku baca lain kali, sekarang aku ingin tidur terlebih dahulu. Danial menyimpan kembali buku itu dan ia beranjak ke ranjang berbaring di samping adiknya

"sudah memilih sekolah yang ingin kamu masuki...?"

"belum, aku akan menunggu ayah untuk mendiskusikan tentang hal itu" Danial menguap

"aku mau kamu masuk ke sekolah SMA Citra Bangsa"

Danial yang sudah ingin menutup mata, kembali bangun dan bersandar di ranjang.

"banyak sekolah di kota ini, kenapa aku harus masuk ke sekolah itu...?"

"di sana bagus dan pemandangannya pun bagus. kamu akan suka sekolah di sana"

"tapi di sana jauh sekali, bagaimana mungkin aku memilih sekolah itu sementara ada sekolah yang lebih dekat. katakan padaku, apa alasanmu merekomendasikan kepadaku sekolah itu. kamu tidak sedang merencanakan sesuatu kan...?" Danial menatap lekat ke arah Jin

"manusia memang selalu bermain dengan pemikirannya, tapi itu terserah kamu. kamu penasaran dengan apa yang aku rencanakan...?" Jin menatap tajam Danial "jangan selalu berburuk sangka kepada seseorang. sekarang tidurlah" Jin memutar badan membelakangi Danial

(aku yakin, ada sesuatu yang tidak beres dengannya) batin Danial

"jangan terlalu sibuk penasaran denganku, nanti kepalamu bisa botak" ucap Jin seketika

"nah benar kan kalau kamu bisa membaca isi hati seseorang. padahal tadi aku tidak bicara apapun dan aku hanya berbicara dalam hati tapi kamu langsung tau apa yang aku katakan dalam hati"

"apa kamu lupa kalau sekarang kita sudah terikat, darahmu telah menjadi darahku. jiwamu telah menjadi jiwaku begitu juga sebaliknya hanya raga saja sebagai pengecualian. aku hanya bisa mendengar isi hatimu tapi tidak dengan isi hati orang lain"

"wah hebat dong. berarti nanti jika aku meminta bantuan, aku tinggal memanggil kamu dalam hati maka kamu akan muncul" Danial berimajinasi

"kita memang akan saling membantu nantinya"

"maksud kamu...?" Danial mengernyitkan kening

Jin menyimpan bukunya dan melayang ke arah jendela kamar.

"semalat tidur"

Jin langsung menghilang dalam penglihatan Danial. karena memang sudah merasa mengantuk, Danial merebahkan diri di samping Ragel dan memeluk tubuh gembul bayi itu.

"selamat tidur kesayangan kakak"

cup

satu kecupan mendarat di pipi Ragel. Danial menutup mata dan menyusul sang adik ke alam mimpi.

dua hari tidak melakukan apapun selain berada di rumah dan bermain bersama adik-adik mereka, membuat Satria dan Danial merasa begitu senang. inginnya mereka tetap seperti itu namun hari ini adalah hari kepulangan Adam dan El-Syakir dan hari itu juga adalah penentuan sekolah dimana yang akan mereka masuki. tentunya orang tua mereka ingin sekolah yang terbaik untuk anak-anaknya.

"yang dekat-dekat sajalah nggak usah yang jauh-jauh" ucap Ayunda

mereka kini sedang berkumpul di halaman samping rumah di kolam renang sambil menikmati buah yang di sediakan oleh art di rumah itu.

"kan ada tuh sekolah yang nggak jauh dengan sekolah SMA xxx, mending di situ saja" ucap Zain

"harus berunding dulu lah sama ayah dan papa. memangnya kalian nggak mau beritahu orang tua kalian sekolah mana yang akan kalian masuki" timpal Satria

"kita sih dimana saja asal kita selalu sama-sama. mama sama papa juga setuju kalau aku tetap sama kalian terus" Kirana menjawab

sementara yang lain memilih sekolah, Danial malah sibuk dengan ponselnya. saat ini ia sedang memeriksa sesuatu di benda pipih itu. matanya tidak lepas dari apa yang menjadi tulisan di dalam layar ponsel itu.

"Dan, kamu lihat apa sih...?" tanya Zain dan ia memajukan kepala untuk melihat apa yang dibaca oleh Danial

"SMA Citra Bangsa" baca Zain

"kamu mau masuk ke SMA itu kak...? jauh loh itu" ucap Alea

"jauh tapi sekitarnya bagus loh. coba lihat, pas masuk ke dalam pagar sekolah kita sudah disuguhi dengan taman yang indah dan bunga-bunga yang cantik. terus, sekolah ini juga memiliki tempat kelas berbagai macam bakat yang ingin bisa diikuti oleh semua siswa. kelasnya setelah kelas wajib selesai" Danial menjelaskan

karena penasaran, mereka membuka ponsel dan mencari SMA Citra Bangsa di google. langsung muncullah sekolah besar itu yang ternyata banyak diminati oleh para pelajar.

"keren juga lah ini" ucap Satria

"tapi kok kayak di tengah hutan gini sih, pasti serem" ucap Ayunda

profil yang terlihat, SMA Citra Bangsa tidak berada di pinggir jalan seperti sekolah pada umumnya. sekolah itu harus melewati jalan setapak sekitar 100 meter. masih dalam jangkauan rumah-rumah penduduk hanya saja sekolah itu di kelilingi banyak pohon beringin dan juga di belakang sekolah itu adalah hutan yang luas.

"sekolah baru mungkin ya" ucap Kirana

"nggak mungkinlah. di sini tertulis sekolah SMA Citra Bangsa sudah berdiri sejak tahun 2003. berarti ini mah sekolah lama. nggak kalah keren dari sekolah yang lain meskipun letaknya jauh dari jalan poros" ucap Zain

"ada kelas les karate, wah bagus ini. bagaimana kalau kita masuk di sekolah ini saja. belajar karate supaya kita tidak mudah ditindas oleh orang-orang kurang kerjaan seperti Jeki kemarin" Danial mulai tertarik

"les menari dan piano ada juga. ini sekolah atau apa sih, keren banget. fix kita harus masuk di sini" Alea pun ikut tertarik

"jadi bagaimana...?" Danial menatap teman-temannya satu persatu

"aku setuju, tapi....jauh banget" Ayunda mengeluh

"kan kita bisa bawa motor" timpal Zain

"oke, aku setuju kita masuk di sini. tinggal bilang sama orang tua kita masing-masing" Satria berucap yakin

"jadi deal ya, kita masuk ke SMA ini" Danial bertanya lagi

"deal" semua orang berseru

Jin yang berada di tempat itu namun tidak terlihat oleh mereka bahkan Danial pun tidak melihatnya karena ia tidak menampakkan diri kepada remaja itu, ia tersenyum tipis sebelum akhirnya menghilang.

pukul 4 sore, para remaja itu pulang ke rumah masing-masing. saat akan hendak masuk ke dalam rumah, sebuah mobil berhenti di halaman rumah. Adam dan El-Syakir telah pulang dari luar kota. melihat mereka berdua, Dania dan Satria tersenyum.

"ayah"

"papa"

keduanya begitu senang dan menanti Adam dan El-Syakir melangkah mendekati mereka.

"kenapa berada di sini...?" tanya Adam

"kami mengantar teman-teman yang baru saja pulang yah" jawab Danial

"yah...yah"

Ragel bertepuk tangan dan berjingkrak-jingkrak di gendongan Airin saat melihat ayahnya. bayi itu ingin turun dan berlari ke arah Adam namun Airin menahan dan terus mengendong sampai ia berada di samping Adam.

"ulu ulu ulu...anak gantengnya ayah" Adam mengambil Ragel dari gendongan istrinya

Seil menghampiri suaminya bersama dengan Samudera yang terus merengek meminta ingin digendong oleh El-Syakir. bayi berusia lima bulan itu cekikikan saat sudah berada di gendongan ayahnya dan El-Syakir menciumi seluruh wajahnya.

"masuk yuk" ajak Airin

semuanya mengangguk dan masuk ke dalam rumah. mereka berkumpul di ruang keluarga.

"om Dirga...om El, oleh-oleh Gauri mana...?" gadis kecil itu langsung mengadahkan tangannya di depan keduanya

"oleh-olehnya di mobil sayang. Satria, tolong ambilkan ya" El-Syakir menyuruh anaknya

"iya pah" Satria bangkit dan menuju ke luar

Satria kembali dengan banyaknya oleh-oleh. Gauri melompat-lompat senang melihat hadiahnya. boneka beruang besar dan satu set alat memasak. Ragel yang dibawakan mobil yang berukuran besar langsung meminta untuk naik ke atas mobil itu. alhasil jadilah Adam kini bermain dengan putranya itu.

setelah makan malam, Danial dan Satria memberitahu bahwa mereka tidak diterima di sekolah tempat mereka mengikuti MOS kemarin. Adam dan El-Syakir menghela nafas mendengar alasan keduanya.

"masih banyak sekolah, pilih saja yang terbaik" ucap Zidan yang sedang memangku Gauri

"emmm sebenarnya kami sudah menemukan sekolah yang ingin kami masuki yah pah" ucap Danial

"sekolah mana...?" tanya Adam

kedua remaja itu saling pandang kemudian mengangguk bersamaan.

"SMA Citra Bangsa" ucap keduanya

"SMA Citra Bangsa...? jauh banget dek" Galang ternyata tau sekolah itu

"memangnya sekolah itu letaknya dimana...?" tanya Seil yang penasaran

"berada di wilayah selatan, tepat di hutan dan juga harus masuk jalan setapak sekitar 100 meter" Galang menjelaskan

"astaga sayang, kenapa memilih sekolah di tengah hutan" Airin tentu kaget

"banyak rumah warga di samping kiri-kanan bun. tapi memang di belakangnya adalah hutan. terlepas dari itu, sekolah itu juga tidak jauh keren dan bagus dari sekolah-sekolah yang lain. bahkan ada kelas les karate, musik, memanah dan masih banyak lagi sesuai bakat yang ada di dalam diri siswa. aku ingin masuk ke sana bun" ucap Danial yakin

"tapi tempat itu jauh" El-Syakir berkata lembut

"asal mereka suka sepertinya itu tidak masalah. mereka kan bisa naik motor" Vania menyetujui keinginan keduanya

"yang lain juga ingin masuk ke sana. kami semua akan masuk di sekolah itu. pah, ayah...kami mohon, izinkan kami masuk ke sekolah itu" Satria memohon

"izinkan saja nak, berada di dekat hutan bukan berarti sekolah itu berbahaya" ucap ibu Arini

"iya, asal mereka senang dan ingin menuntut ilmu. dimana saja tempatnya tidak menjadi masalah" ayah Adnan setuju dengan istrinya

"yah" Danial menatap dengan tatapan memohon

"hhh" Adam menghela nafas "baiklah" Adam akhirnya setuju

"papa" keduanya menatap El-Syakir

"kalau kalian tetap kekeuh, ya papa bisa apa" El-Syakir akhirnya mengalah

"makasih ayah"

"makasih pah"

Danial dan Satria memeluk ayah mereka masing-masing setelah itu bergantian mereka memeluk Adam dan El-Syakir. keduanya begitu senang, bisa mendapatkan izin sekolah di tempat yang mereka inginkan. sedang sosok yang sejak tadi memperhatikan mereka tersenyum tipis dan kemudian menghilang.

Terpopuler

Comments

warkop Teteh kuningan

warkop Teteh kuningan

kek nya si jin itu metong disana dah trs nnti di minta nyari pembunuhnya

2023-10-31

0

V3

V3

smg si jin gak punya maksud jahat apa pun.
kira² stlh team Samudra sdh pd menikah dan punya anak , apakah kemampuan nya msh ada atau sdh hilang ,, bgtu jg dg senjata yg mereka miliki apakah msh ada di dalam tubuh nya ❓❓ di
untuk ratu Sundari atau Airin apakah msh Sakti ❓❓❓❓🤔🤔🤔🤔
byk pertanyaan nih di kepala aku 🤔🤔🤔

2023-02-25

1

Kaa

Kaa

kemampuan tim samudera liat makhluk halus udh ilang ya???

2023-02-17

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Extra part
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Extra part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!