Episode 9

"jadi hari ini kita akan kemana...?" tanya Ayunda

mereka kini tengah menyusuri panjangnya jalan raya yang tidak akan bisa mereka ukur hanya menggunakan kedua kaki mereka. segala peralatan yang mereka bawa, di buang ke tempat sampah karena barang-barang itu sudah tidak lagi mereka perlukan. kini yang tersisa hanya seragam sekolah dan juga tas tempat penyimpanan makanan yang di bawa oleh Kirana tadi.

"ke tempat dimana tidak ada manusia yang juling seperti Jeki" jawab Danial yang sedang memainkan jari-jarinya

"ke rumah aku aja yuk, gimana" Alea memberikan usul

"kalau nggak ada om Leo aku nggak mau. kita pasti kena marah sama tante Alana. kalau ada om Leo kan dia bisa belain kita" Satria menolak

"tante Alana juga marah karena kita juga yang salah kan. tante Alana orangnya baik kok, hanya kita saja yang nakal ya jadinya tante Alana jelas marah lah" ucap Zain

"hummm terus kita kemana dong. aku malas pulang ke rumah, mama sama papa lagi nggak ada di rumah" timpal Kirana

"kita ikuti saja jalan raya ini, kalau sudah capek baru berhenti" ucap Danial

Jin tidak lagi bersama mereka padahal tadi hantu itu mengikuti mereka keluar dari pagar sekolah. Danial celingukan mencari keberadaan hantu itu namun bahkan matanya sudah menelisik ke segala arah ia tidak melihat keberadaan makhluk gaib itu.

"cari siapa Dan...?" tanya Satria

"bukan siapa-siapa" Danial menggeleng dan memfokuskan pandangannya ke arah depan

semakin jauh mereka melangkah tanpa mereka sadari keenamnya telah berada di depan rumah kosong yang pernah mereka jadikan tempat untuk berteduh dari derasnya hujan.

"ini rumah yang kemarin kan, kok bisa kita datang di sini" Kirana menggaruk kepala

"kita kan punya kaki Ki, ya jelas bisalah" timpal Alea

"bukan begitu bego, maksud aku tuh perasaan kita nggak lewat di jalan kemarin deh, ini kenapa kita malah sampai di sini" jawab Kirana

mereka belum masuk ke dalam halaman rumah, keenamnya masih diam di tempat dan melihat sekitar. hingga kemudian Danial melangkahkan kakinya untuk mendekati pagar rumah tersebut.

"eh Dan, mau kemana" Zain menahan lengan Danial

"mau masuk, di sini nyaman untuk bersantai" Danial langsung menarik Zain dan ikut masuk bersamanya

"ih masa bersantai di rumah serem ini sih, kamu lupa ya kemarin kamu pingsan di tempat ini" Kirana mengeraskan suaranya agar kedua remaja yang sudah berada di teras rumah itu dapat mendengarnya

"ayo masuk, ngapain masih di situ" Danial memanggil mereka

ketiga gadis itu saling pandang kemudian mereka melihat ke arah Satria yang masih menelisik sekitarnya.

"kak, pulang aja yuk" Alea mendekati Satria

"masih tempo, udah masuk aja. lagian di rumah ini juga nggak ada apa-apa, kemarin aku sama Ayunda sampai masuk ke ruang dapurnya mencari toilet" Satria menyusul kedua temannya di dalam

karena para lelaki sudah berada di teras rumah maka dengan terpaksa ketiga gadis itu menyusul mereka.

Danial membuka pintu dan seperti biasa pintu yang sudah berkarat itu mengeluarkan bunyi khas miliknya. mereka semua masuk ke dalam dan berkumpul di ruang tengah.

meong...meong

suara kucing terdengar di telinga mereka. dari arah dapur, kucing putih yang sempat mencakar Danial kemarin menghampiri mereka semua dan kucing itu langsung mendatangi Danial naik di pangkuannya.

"dia seperti sudah kenal sama kamu Dan" ucap Ayunda

"kami memang sudah saling kenal" Danial mengelus dengan sayang bulu kucing itu

tatapannya beralih ke arah pajangan foto yang sempat jatuh dan pecah kemarin. seketika Danial terkejut karena foto itu masih utuh seperti pertama kali ia melihatnya. bahkan darahnya yang pernah menetes di lembaran foto itu, sudah tidak ada. bersih seperti sebelumnya. bingkainya pun tidak memiliki kerusakan sama sekali, kacanya pun tidak ada yang retak.

(bagaimana bisa) batinnya seakan tidak percaya

"rumah sebagus ini kok malah di tinggal ya" Zain meraih bantal sofa dan membaringkan tubuhnya

"mungkin mereka telah menemukan tempat yang lebih baik dari rumah ini" jawab Satria yang sedang memperhatikan pajangan foto berukuran besar

meong.... meong

kucing putih itu melompat dari pangkuan Danial dan berlari ke arah dapur. Danial bangkit dari duduknya dan mendekati foto Jin, yang sempat jatuh dan kacanya retak.

"bagaimana bisa foto ini bisa utuh kembali tanpa cacat sedikitpun" gumam Danial

"dia ganteng ya, seperti orang-orang luar" Kirana datang dan berdiri di samping Danial

"tapi dia setan" spontan Danial menjawab

"setan...?" Kirana mengernyitkan dahinya dan memutar kepala melihat Danial

"bukan...bukan apa-apa, aku ingin pipis" Danial melenggang pergi

rupanya rumah itu untuk sampai di dapur harus melewati satu ruangan lagi yang lebih luas dari ruangan tengah. sepertinya itu adalah tempat bersantai atau ruang keluarga. ada dua buah kamar di ruangan yang luas itu dan terdapat satu piano yang berada di sudut ruangan terletak di dekat jendela.

kreeeek

pintu salah satu kamar terbuka, Danial refleks memutar badan dan melihat ke arah kamar itu.

"Jin, kamu kah itu...?"

tidak ingin teman-temannya mendengar, Danial memanggil pelan namun tidak ada jawaban dari hantu itu. begitu besar rasa penasaran dan juga seakan di bisik untuk masuk ke dalam kamar itu, Danial memantapkan hati untuk melangkah selangkah demi selangkah dan kini dirinya telah berada tepat di depan kamar.

pintu kamar belum terbuka lebar, ia kemudian mendorong pintu itu dan di dalam keadaannya nampak gelap. mungkin karena jendela kamar tidak di buka dan juga di tutup rapat oleh gorden.

Danial masuk ke dalam dan meraba-raba dinding kamar, mencoba mencari saklar lampu untuk menyalakan lampu di kamar itu.

klak

keadaan kamar menjadi terang, Danial dapat melihat keadaan kamar tersebut. ada lemari kayu, kursi dan meja belajar, kamar mandi, ranjang yang khusus untuk satu orang dan ada beberapa pajangan foto di atas nakas. baju seragam sekolah masih tergantung di samping lemari, pakaian seragam sekolah SMA. beberapa buku tulis tertata rapi di atas rak dan juga banyak buku-buku baca lainnya.

sebuah lukisan indah ada di kamar itu. rumah di tengah hutan, dan di pagari oleh kayu. dua patung makhluk yang mengerikan, entah binatang apa, berdiri tegak di depan rumah. mempunyai taring yang begitu panjang. gigi atasnya bahkan melewati hidungnya dan gigi bawahnya melewati dagunya. Danial sampai merinding melihat lukisan itu.

Danial mendekati rak buku dan mengambil satu buku tulis.

"Keanu Alexander" Danial membaca tulisan yang ada di lembar pertama buku itu

tulisan tangan yang begitu rapi, bahkan Danial takjub dengan tulisan itu. tulisan tangannya saja tidak seindah tulisan yang ada di dalam buku itu. ia pun mengambil buku-buku yang lain. di antara buku-buku itu, matanya tertuju pada satu buah buku yang bersampul merah.

"iblis" Danial membaca judul buku yang ada di lembar pertama

satu demi satu, lembaran buku itu ia buka. hanya membaca sekilas dan ia berpindah lagi ke lembaran berikutnya.

"sepertinya ini menarik" Danial tertarik dengan buku tersebut

ia menyimpan kembali buku tulis serta buku baca yang ia ambil tadi. kini perhatiannya teralih ke salah satu buku yang ada di atas nakas. buku album yang berukuran kecil dan berwarna hitam.

"Keanu Alexander" Danial membaca lagi tulisan yang terdapat di buku album itu

ia membuka halaman pertama buku tersebut dan membaca tulisan itu.

"iblis vs Tuhan" gumam Danial

tiga kata yang terdapat dalam lembaran kertas kecil itu membuat Danial mengernyitkan dahinya.

"apakah orang ini penyembah iblis, kenapa dia begitu terobsesi dengan hal-hal mengerikan seperti ini"

tidak ingin berlama-lama di tempat itu, Danial langsung keluar. ia menyimpan buku album itu dan hanya membawa buku bersampul merah tadi. tepat setelah ia menutup pintu, di dalam kamar terlihat sosok yang sedang berada di atas lemari. ia tersenyum tipis kemudian akhirnya menghilang.

Danial kembali ke ruang tengah, di sana teman-temannya sedang bermain kartu.

"darimana kak...?" tanya Alea

"dari kamar mandi. aku lapar nih, pulang yuk" ajak Danial

"yah, lagi seru nih. baru juga main" Zain mengeluh

"kalau gitu biar aku yang cari makan di luar, kalian mau makan apa. mungkin tidak jauh dari sini ada warung makan" Satria bangkit karena dirinya tidak ikut bermain kartu

"apa saja yang penting bisa di makan" jawab Ayunda

"aku temani" ucap Danial

keduanya meninggalkan keempat teman mereka yang masih bermain kartu. mereka berdua mengambil arah sebelah kanan karena dari arah kiri tadi, mereka tidak melihat warung makan saat sedang menyusuri jalan raya.

"Sat, kita harus bilang apa nanti sama bunda dan mama kalau kita pulang"

"ya bilang jujur apa adanya kalau kita nggak di terima di sekolah itu"

"terus kalau mereka tanyakan alasannya bagaimana. aku takut nanti bunda cekewa"

"kecewa Dan kecewa" Satria terkekeh karena memang Danial sangat susah untuk menyebut dengan benar kata itu

"sama saja kan, ada wa wa-nya juga"

"ya beda lah" Satria menggeleng kepala "coba ikuti aku ya, pelan-pelan" lanjutnya

"ke"

"ke"

"ce"

"ce"

"wa"

"wa"

"kecewa"

"cekewa"

"hahaha" Satria ngakak karena tidak bisa menahan tawa

"ke ce wa...pelan pelan"

"ke ce wa" Danial mengikuti instruksi Satria

"nah itu baru benar"

"cekewa"

"ya salam" Satria menepuk jidatnya "suka-suka hati engkaulah" Satria angkat tangan sedang Danial hanya cengengesan

"gimana Sat, nanti kalau bunda sama mama cekewa bagaimana...?"

Satria menghela nafas kemudian berhenti sejenak sebelum akhirnya melanjutkan lagi perjalanan.

"ya mau bagaimana lagi, kita ikuti saja alurnya. yang penting kamu harus tau, bagaimanapun kita, bunda sama mama pasti akan mengerti. mereka kalau tau permasalahannya pasti akan membela kita berdua" Satria merangkul Danial

"terus teman-teman bagaimana. mereka kan nggak salah tapi main ikut kita saja"

"karena mereka tidak ingin kita pisah sekolah. tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. pulang nanti kita beritahu bunda sama mama dan mencari sekolah yang tepat untuk kita masuki"

"semoga nggak bertemu dengan si Jeki lagi"

"iya... semoga saja"

mereka menemukan warung makan nasi padang. jadilah mereka ke tempat itu dan memesan enam porsi lengkap dengan minumannya. setelah pesanan mereka siap, keduanya kembali untuk pulang ke rumah kosong tadi.

hari itu mereka lalui dengan bercengkrama di rumah kosong, tempat tinggal Jin yang tidak di ketahui oleh kelima dari mereka namun diketahui oleh Danial. bahkan Danial berharap ia melihat hantu itu namun sampai mereka pulang, Jin tidak memperlihatkan dirinya.

malam harinya setelah makan malam, keluarga Sanjaya berkumpul di ruang keluarga. Samudera di pangku oleh ayah Adnan sedang Ragel sibuk dengan mainan mobil-mobilnya. bersama Galang, Ragel terus cekikikan karena selalu di gelitik oleh anak pertama Zidan Sanjaya itu. Gauri sibuk dengan mainan masak-masak miliknya. Zidan belum pulang dari kantor karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.

sementara di sofa tempat duduk Danial dan Satria, keduanya saling sikut menyikut untuk siapa yang lebih dulu membuka suara. Airin dan Seil kini sedang terlibat percakapan bersama ibu Arini dan Vania.

Galang yang melihat kedua adiknya itu, menghela nafas sebelum akhirnya bangkit dari duduknya dan mendekati keempat wanita yang sedang mengobrol itu.

"tante Airin, tante Seil...aku mau bicara" Galang berdiri di dekat mereka

keempatnya menoleh dan menatap Galang yang kini sedang melihat Airin dan Seil.

"mau bicara apa sayang, ayo duduk di sini" Seil menepuk sofa di sebelahnya dan Galang langsung mengambil tempat itu

"Galang mau bicara apa...?" tanya Airin

sebelum membuka mulutnya, Galang melihat ke arah Danial dan Satria yang menunduk dan saling meremas jemari mereka. padahal tadi di rumah kosong keduanya begitu enteng menganggap masalah itu namun sekarang mereka malah tidak berani memberitahu kedua wanita yang telah melahirkan mereka.

"ini tentang Danial dan Satria" ucap Galang mengalihkan pandangan ke arah dua wanita tadi

"memangnya mereka kenapa...?" tanya Seil

"mereka berdua....tidak diterima di sekolah SMA xxx"

"loh kenapa...?" ibu Arini bertanya

"ada masalah apa sayang, kenapa mereka tidak di terima di sekolah itu. bukannya kamu ketua OSIS, kenapa bisa seperti itu" Vania mengeluarkan suara

"mereka.... terlibat perkelahian mah. sebenarnya kasus itu sejak kemarin namun aku masih bisa mengatasinya namun kali ini kepala sekolah langsung yang memutuskan karena sudah kedua kalinya" jawab Galang

terdengar helaan nafas dari mulut Airin dan Seil. keduanya saling melihat ke arah dua remaja yang kini sama sekali tidak berani mengangkat kepala.

"maafin Danial bun, tapi Danial nggak mungkin diam begitu saja kalau ada orang yang berusaha menindas Danial. itu yang diajarkan ayah sama papa" Danial bersuara, bukan membela diri namun mengatakan yang sebenarnya

Airin dan Seil bangkit dari duduk mereka dan menghampiri kedua anak itu. mereka duduk di samping mereka.

"apa yang diajarkan ayah dan papa memang sudah benar. bunda nggak marah sama Danial, ayo angkat kepalanya. memangnya apa yang kamu lihat di lantai itu" Airin mengangkat dagu anaknya

Seil melakukan hal yang sama dan tersenyum lembut menatap putranya.

"mama nggak marah...?" tanya Satria

"kenapa harus marah, memangnya apa yang telah kamu lakukan...? Seil bertanya lembut

"bunda sama mama benaran nggak marah...?" tanya Danial

"tidak" Airin dan Seil menjawab bersamaan

Danial dan Satria tersenyum lebar kemudian memeluk masing-masing ibu mereka. mereka begitu bersyukur memiliki ibu yang mempunyai hati yang lembut kasih sayang seluas samudera.

Terpopuler

Comments

V3

V3

kekakuan si Daniel jiplakan nya Adam ,, ngomong nya jg sama 🙈🤣🤣🤣

2023-02-25

1

V3

V3

ooouuhhh ..... sweet bgt sih keluarga mereka 😘😘

2023-02-25

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Extra part
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Extra part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!