Episode 2

semua siswa baru dengan gugus masing-masing, menuju ke kelas sesuai gugus mereka. di depan kelas, telah tertancap papan nama dari kayu yang bertuliskan nama gugus setiap kelas.

yang paling membahagiakan adalah ternyata keenam remaja itu satu gugus. ketiga perempuan dari geng mereka melompat girang karena mereka tidak akan terpisah.

"bagus deh kalau kita satu gugus. aku malas mencari teman baru" ucap Alea yang kini sedang merangkul Danial dan Satria. gadis itu berada di tengah-tengah mereka

"punya teman baru bagus kali Al, jadi banyak teman. nanti belum tentu juga kita akan satu kelas" timpal Satria

"yah...tapi aku nggak mau pisah sama kak Satria dan kak Danial" Alea menunduk lesu

"kan ada kak Galang, tinggal minta aja sama dia untuk mengatur kelas kita nanti. biar aku yang menemuinya nanti, sekalian cuci mata" celetuk Ayunda

"pakai rinso sana kalau mau cuci mata" ucap Kirana

"ck, nggak harus pakai rinso juga kali. mataku akan kembali jernih kalau melihat senyum kak Galang" Ayunda mesem-mesem seperti orang yang tidak waras

plaaaak

"aw, Kirana" pekik Ayunda karena gadis itu menampar wajahnya

"memperherankannya, emang benar-benar udah gila lah kamu ini. malas ah dekat-dekat sama kamu, bisa-bisa aku ketularan gila" Kirana melengos pergi berlari kecil mendekati Zain yang berada di depan mereka semua

"kenapa...?" tanya Zain saat melihat Kirana datang dengan tiba-tiba

"nggak kenapa-kenapa, lagi pengen sama kamu aja" Kirana mengapit lengan Zain dan mereka melangkah beriringan

di dalam kelas peraturan pertama yang harus mereka patuhi adalah duduk bersama dengan lawan jenis. jika duduk sebangku dengan sesama jenis maka siap-siap mereka terkena hukuman.

Alea langsung menarik Danial untuk duduk di sampingnya, Ayunda menarik Satria dan tentu saja Kirana akan bersama dengan Zain. namun ternyata ada dua orang siswi yang datang menghampiri Danial dan Satria.

"hai, aku Indira dan ini teman aku Salsa" siswi yang bernama Indira itu mengulurkan tangan ke arah Danial

Danial tidak menyambut uluran tangan gadis itu. tanpa bicara, Danial hanya mengangkat papan nama miliknya yang terbuat dari gardus itu. di sana tertulis jelas nama remaja itu.

sedikit malu, Indira menarik tangannya dan membaca nama yang tertulis di depan mereka.

"Danial dan Satria. nama yang bagus, orangnya juga tampan. udah punya teman duduk nggak, kalau belum sama kita aja yuk" Salsa dengan percaya diri mendekati Satria

"kami sudah punya pasangan, jadi silahkan cari orang lain saja" ekspresi Satria yang datar tanpa senyuman membuat keduanya saling tatap menahan malu karena di tolak

Alea dan Ayunda maju ke depan dan merangkul mesra lengan kedua sahabat mereka. kedua gadis itu tersenyum manis ke arah dua siswi yang terlihat kesal dan kemudian mereka berdua kembali ketempat duduk mereka.

"centil banget, pengen ku cubit ginjalnya" ucap Ayunda

"kamu cemburu kak Satria di dekati cewek lain ya...?" Alea memicingkan matanya menatap dengan lekat gadis yang berambut sebahu itu

"enak aja, ya nggak lah...aku itu hanya kesal saja sama tingkahnya yang sok kecakepan" Ayunda balik badan dan duduk di samping Satria

salah seorang guru perempuan masuk ke dalam kelas mereka. dengan pakaian syar'i yang ia kenakan dan juga hijab panjang yang menutupi kepala dan dadanya. senyuman teduh sang guru membuat mereka semua seakan terhipnotis.

Danial bahkan terpana melihat kecantikan dan keanggunan guru itu. betapa tidak, saat wanita itu pertama masuk dia sudah menyuguhkan senyuman manisnya apalagi gingsul yang ia punya semakin membuat wanita itu begitu manis.

"masya Allah, ini bidadari apa malaikat ya" Danial menopang wajahnya dengan kedua tangannya

"itu mata tolong di kondisikan ya kak. kita ini masih sekolah, iya kali dia mau sama kakak" Alea mencebik

"aku hanya muji loh Al, siapa tau kan dia benar-benar jodohnya Danial Zabdan Sanjaya" Danial masih fokus dan senyum-senyum sendiri

"kamu aja masih bau minyak telon, udah sok-sokan bicara tentang jodoh. aku aduin sama ayah Adam nanti kalau kamu main mata sama guru" Zain berucap dengan berbisik agar dirinya dan Danial tidak di tegur oleh guru

"mulut ember kali lah kau ini Za" Danial mencebik

"bukan mulut ember, aku mulut jergen. kenapa nggak suka...?"

"nggak Ayunda nggak kakak, sama-sama nggak waras. memperherankannya" Alea memutar bola mata

"assalamu'alaikum semuanya" sapa guru tersebut

"wa alaikumsalam bu" jawab semuanya

"masya Allah ternyata siswa baru SMA xxx tahun ini cantik-cantik dan ganteng-ganteng semua. apa kabar, kalian semua sehat kan...?

"sehat bu"

"Alhamdulillah, semoga Allah selalu memberikan kita kesehatan. perkenalkan nama saya Maudy Fakhira, saya di sini sebagai guru yang mengajarkan pelajaran agama. salam kenal untuk kalian semua ya"

"ibu Maudy cantik" Danial berkata tanpa beban sedikitpun

semua orang langsung menoleh ke arahnya, sementara dirinya memasang wajah coolnya. Satria dan Zain menepuk jidat, sungguh teman mereka yang satu itu rada-rada geser otaknya.

"terimakasih banyak atas pujiannya, semua wanita memanglah patut di bilang cantik. kalau ganteng berarti dia laki-laki, betul begitu bukan semuanya"

"betul Bu"

"tapi ibu memang cantik kok, boleh minta nomor ponsel nggak Bu" siswa yang lain mulai memasang jurus jitu

ibu Maudy hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka. baginya semua remaja yang ada di depannya itu adalah anak-anaknya dan juga adik-adiknya yang harus ia didik sebaik mungkin nantinya.

karena telah memperkenalkan diri kini tiba saatnya satu persatu siswa baru memperkenalkan diri mereka di depan kelas sebelum mereka akan menerima materi dari ibu Maudy.

satu persatu mereka maju ke depan dan kini giliran Danial yang akan tampil. ia pun berjalan dengan santai dan berdiri di hadapan semua orang.

"perkenalkan nama saya Danial Zabdan Sanjaya. saya alumni siswa dari sekolah SMP xxx, semoga kedepannya kita bisa berteman baik"

"boleh minta nomor ponsel nggak...?" gadis yang bernama Indira bersuara

"mau mengirimkan aku pulsa ya...?" Danial bertanya dengan polosnya

pertanyaan Danial membuat Indira tersenyum kecut dan memasang wajah kesal.

"jadi cowok matre juga kamu ya" seorang siswa yang bernama Jeki di papan namanya mencemooh Danial

Danial memasang wajah datarnya dan melihat papan nama remaja itu. setelahnya tanpa menjawab cemoohan Jeki, Danial berlalu turun melangkah ke tempat duduknya karena sesi perkenalannya telah selesai.

selesai dengan perkenalan kini ibu Maudy memberikan materi untuk mereka. satu jam lamanya mereka duduk mendengarkan kini ibu Maudy keluar dan semua siswa baru mulai untuk istrahat.

"aku lapar, ke kantin yuk" ajak Kirana

"kamu tau letak kantinnya dimana...?" tanya Zain

"ya kan kita bisa tanya"

"ya sudah ayo, aku juga lapar" ajak Satria

mereka keluar kelas untuk menuju ke kantin. di depan kelas, mereka celingukan mencari kakak kelas untuk menanyakan dimana letak kantin di sekolah itu. saat itu Nagita dan Azka terlihat oleh mata mereka, dengan langkah terburu-buru mereka semua mengejar dua orang itu.

"kak Azka" panggil Satria

Azka berhenti begitu juga dengan Nagita. keduanya balik badan untuk melihat siapa yang memanggil mereka. enam remaja berlari ke arah mereka, suara kalung dari kaleng susu yang berisi kelereng saling menyahut satu sama lain. karena mereka tidak diizinkan untuk melepaskan semua atribut meskipun di luar kelas terkecuali topi yang terbuat dari daun kepala.

"jangan lari-lari" Nagita menegur mereka

"maaf kak. kakak berdua mau kemana...?" tanya Satria

"kita mau ke ruang guru, kenapa...apa kalian butuh sesuatu...?" tanya Azka

"kami lapar kak. kantin di sini dimana ya...?" Alea akhirnya mengutarakan tujuan mereka

"di arah barat, belok kanan...di samping mushola" Nagita menjelaskan dan tangannya menunjuk ke arah barat

"kak Galang mana kak...?" Ayunda menanyakan keberadaan pujaannya

"lagi sibuk dia. sudah sana ke kantin, jangan lama-lama karena waktu masuk sebentar lagi. jika kalian terlambat bisa-bisa kakak kelas akan menghukum kalian semua" ucap Azka

"ikut MOS ribet banget sih, kayak ikut pelatihan militer aja" Danial cemberut "pengen pulang. aku bolos boleh nggak kak, kangen sama dedek Ragel di rumah" lanjutnya lagi

Ragel Zabdan Sanjaya, adalah anak kedua dari Adam dan Airin. saat ini, Ragel baru berusia satu tahun. selisih usia dengan kakaknya memang sangatlah jauh.

"memangnya cuman kakak aja yang kangen Ragel. Alea juga kangen tau, apalagi sama baby Samudera" Alea menimpali

Samudera Ezra Sanjaya adalah adik dari Satria Ezra Sanjaya, anak kedua dari El-Syakir dan Seil yang masih berumur empat bulan. untuk Alea, dirinya saat ini masih seorang diri belum mempunyai saudara yang lain. Zain memiliki seorang adik perempuan yang duduk di kelas tiga SD yang bernama Zafirah Hanida. Ayunda memiliki adik laki-laki yang juga masih duduk di kelas tiga SD yang bernama Ali Muttaqin. sementara Kirana, gadis itu sama dengan Alea, mereka berdua untuk sekarang masih anak tunggal.

"kira-kira kalau kamu bolos, om Adam kayaknya akan menggantung kamu di pohon mangga. kamu tau kan om Adam seperti apa kalau menyangkut pendidikan" Azka menatap ke arah Danial

"iya iya, kenapa sih semua orang pada mau melapor sama ayah, heran banget" Danial menggerutu dan berjalan meninggalkan mereka namun langkahnya terhenti tatkala Satria memanggil namanya

"mau kemana woi, kantin itu di sana bukan di situ" ucap Satria

"hiks... menyebalkan"

dengan menghentakkan kakinya Danial berbalik dan melangkah lagi. ia melewati semua orang dan mereka hanya geleng-geleng kepala.

"kami ke kantin dulu ya kak" Kirana berpamitan

"iya, makan yang banyak biar tetap kuat menghadapi MOS" Nagita menjawab dengan senyuman hangat

mereka berpisah dengan kedua kakak kelas itu. mereka menyusul Danial yang sudah jauh melangkah di depan sana. tiba di kantin rupanya sudah di penuhi oleh para siswa baru yang lain. tidak ada lagi tempat duduk, padahal kantin itu begitu luas namun rupanya tempat duduk masih kurang untuk menampung siswa yang datang.

"yah udah penuh" Alea terlihat kecewa

"makan di luar aja yuk, di depan sekolah ini kalau nggak salah ada warung bakso sama Indomaret. sebelum bel masuk berbunyi sebaiknya kita pergi sekarang" Ayunda memberikan usul

"bolehlah, daripada nggak makan sama sekali. tapi bakalan di izinkan nggak" Zain terlihat ragu

"coba aja dulu, ayo. penghuni perutku sudah demo minta menurunkan harga barang" Danial melengos pergi mendahului mereka

"apa hubungannya coba cacing perut sama harga barang" ucap Kirana yang ikut melangkah bersama yang lain

"lagi eror dia" timpal Ayunda tertawa kecil

keenamnya melangkah mendekati pagar sekolah. namun sebelum keluar dari lingkungan sekolah, mereka mencari kakak kelas untuk meminta izin. harusnya mereka meminta izin kepada guru namun karena mereka tidak melihat satu orang guru pun, mereka akhirnya memutuskan untuk meminta izin kepada kakak kelas.

dua orang remaja laki-laki yang berpakaian seragam SMA, terlihat sedang melangkah untuk keluar dari pagar sekolah. melihat mereka berdua, dengan cepat Danial bergerak berlari menghampiri keduanya.

"kak...kakak" panggil Danial kepada dua orang itu

keduanya menoleh dan mengerutkan kening tatkala Danial sudah berada di samping mereka.

"ada apa...?" tanya salah satunya yang bernama Haikal karena terlihat dari papan nama yang ada di baju sekolahnya

kelima kawanan Danial menghampiri teman mereka itu dan berdiri di belakangnya. dua siswa tadi nampak melihat ke arah mereka semua sebelum akhirnya kembali menatap Danial.

"kakak berdua mau keluar pagar sekolah ya...?" tanya Danial

"iya, memangnya kenapa...?" tanya Aqil, teman dari Haikal

"kami boleh ikut nggak kak. kami mau pergi makan di warung bakso yang ada di depan sana" Danial menunjuk tempat tujuan mereka "di kantin sekolah udah penuh sama siswa yang lain" lanjut Danial

"30 menit lagi kalian akan masuk ke dalam kelas. kami izinkan tapi kalian harus cepat jika terlambat maka siap-siap di hukum. kalian mengerti...?" Haikal berucap tegas

"mengerti kak, kami akan kembali tepat waktu" Danial mengangguk cepat

"kalau begitu ikut kami" ucap Haikal

keenamnya mengikuti langkah kaki kakak kelas mereka itu. Haikal mendekati satpam sekolah dan dengan sigap satpam itu berdiri dan membukakan gerbang sekolah. setelah berada diluar lingkungan sekolah, mereka berpisah di tempat itu. Danial dan teman-temannya menuju ke warung bakso sementara kedua kakak kelas mereka pergi ke tempat lain.

baru menginjakkan kaki di dalam warung bakso itu, mata Danial serta semua teman-temannya langsung menangkap tiga orang siswa baru yang sama seperti mereka. salah satunya adalah Jeki, salah satu siswa yang satu gugus dengan mereka semua.

Jeki melihat mereka semua dengan tatapan sinis terlebih lagi Danial. namun Danial tidak menanggapi tatapan remaja itu, ia mengajak semua teman-temannya untuk duduk di pojokan sebelah kanan tidak jauh dari tempat duduk Jeki dan dua orang temannya.

mereka memesan bakso yang sama karena waktu makan mereka tidak banyak.

"itu si Jeki ngapain liatin kita begitu banget sih" ucap Zain yang risih karena Jeki terus melihat ke arah mereka

"begitu banget gimana maksudnya...?" tanya Satria

"ya begitu, matanya udah mau lompat aja dari tempatnya" timpal Zain

"dia katarak mungkin" Alea menjawab tanpa dosa

"orang yang katarak nggak bisa melihat loh Al, kamu kalau jawab suka ngasal deh" Kirana menimpali

"biarkan saja, nggak penting juga kan buat kita" ucap Danial

pesanan bakso mereka datang. dengan lahap mereka menyantap makanan itu sampai habis tak tersisa bahkan kuahnya pun tidak tersisa di mangkuk.

"Alhamdulillah kenyang" Ayunda mengusap perutnya

belum bernafas lega dan mencerna dengan baik makanan yang telah masuk ke dalam perut, suara bel masuk berbunyi. mereka semua kelimpungan dan gelapan. dengan perut yang kekenyangan, terpaksa mereka harus berdiri untuk segera ke sekolah.

"ini uangnya bu, terimakasih" Satria memberikan uang dua lembar warna merah dan bergegas keluar

jarak antara warung bakso dan sekolah bisa dikatakan sedikit jauh. mereka semua berlari dengan cepat untuk segera sampai di gerbang sekolah. rupanya Jeki dan kedua temannya berlari sama-sama dengan mereka. melihat Ayunda yang tertinggal di belakang, Jeki tersenyum licik dan mempercepat larinya. saat tiba di dekat Ayunda, Jeki mengait kaki gadis itu hingga Ayunda jatuh di aspal.

bugh

"aw" Ayunda jatuh ke aspal

"upsss... maaf, aku sengaja" Jeki tersenyum mengejek

"gila kamu Jek, masa cewek kamu begituin sih" teman Jeki merasa kurang suka dengan perlakuan Jeki

teman Jeki itu mengulurkan tangannya untuk membantu Ayunda berdiri. gadis itu menerima uluran tangan teman Jeki itu dan berusaha untuk berdiri. lutut dan siku Ayunda terluka.

sementara Danial dan yang lainnya sudah berhasil masuk ke dalam sekolah. namun ketika merasa ada satu teman mereka yang kurang, semuanya berbalik dan melihat Ayunda sedang di kerumuni oleh tiga orang siswa baru tadi.

"kurang ajar, mereka apakan Ayunda" Satria mengepalkan tangan dan berlari keluar dari gerbang

yang lain mengikuti Satria, pak satpam bahkan meneriaki mereka semua namun tidak membuat mereka berhenti.

"Ayunda, kamu kenapa...?" Satria menarik Ayunda untuk dekat dengannya

"aku jatuh, dan semuanya karena dia" Ayunda menunjuk Jeki

"apa yang lo lakuin sama temen gue bangsat" Satria tersulut emosi dan mendorong Jeki dengan keras

"memangnya apa yang aku lakukan. dianya saja yang lemah dan jatuh setelah di senggol sedikit" Jeki sama sekali tidak merasa bersalah

"kamu dicelakai sama dia Ayunda...?" tanya Danial memastikan

"dia mengait kakiku" Ayunda menjawab dan meringis sakit

buuaak

tanpa aba-aba Danial melayangkan bogem mentah di wajah Jeki. remaja itu tersungkur di aspal dengan bibir yang robek karena berdarah.

Terpopuler

Comments

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

katanya mos ...kok uda belajar

2025-01-28

0

warkop Teteh kuningan

warkop Teteh kuningan

Thor kan klo MOS 3 hari misal itu blom belajar materi masih d ajarin kakak kelas entah bermain atau apalah perkenalan gitu.

2023-10-30

0

Tiniroh

Tiniroh

aduhh siap siap ayah adam di panggil nih

2023-04-10

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Extra part
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Extra part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!