Episode 16

Sore hari Adira pulang setelah seharian menguras keringat guna mencari pundi-pundi rupiah untuk menafkahi putra semata wayangnya.

Mobil milik Adira hampir memasuki garasi rumahnya, tetapi hal itu tak dapat dilakukan manakala ada sebuah mobil Ferarri terparkir di depan rumah Adira hingga membuat akses jalan mobilnya terhambat.

"Mobil milik siapa itu? Apa mungkin tamu tetangga? Ck... Lalu bagaimana caranya aku masuk?" Gumam Adira berdecak.

Terpaksa Adira akhirnya memarkirkan mobil di depan rumah tetangganya, meski tak enak hati mau tak mau Adira harus melakukan itu.

Wanita yang memiliki rambut hitam panjang tersebut pun keluar dari kendaraan beroda empat miliknya, berjalan menuju rumah, sesaat Adira mengamati mobil mewah itu sebelum ia masuk ke dalam kediamannya.

Dahi Adira berkerut kala pintu rumah nampak terbuka dengan lebar sedangkan tidak ada siapa-siapa di luar, apakah pengasuh Elvis lupa menutup pintu? Kenapa sampai teledor seperti ini? Bagaimana jika ada orang jahat melihat dan mengambil kesempatan dan masuk ke dalam rumah.

Sembari melangkah Adira berteriak untuk memanggil si pengasuh yang entah sedang apa.

"Mira kenapa pintunya terbu......." Seketika Adira terhenti kala melihat ruang tamu dipenuhi orang-orang yang tidak Adira kenal.

"Itu dia, mbak Adira" tunjuk Mira sang pengasuh.

Seolah masih belum paham Adira terlihat mematung tanpa bergerak sedikit pun, pikirannya mendadak kosong sekaligus bertanya-tanya.

Seorang lelaki tua berdiri menghampiri Adira, Adira tampak memandang orang tersebut hingga bola matanya terbelalak lebar ketika menyadari siapa pria paru baya dihadapannya.

"Pak RT?" Ujar Adira, ia baru sadar jika salah satu dari mereka adalah RT nya terdahulu ketika masih tinggal di Jakarta. Mungkin karena sangat lama tidak pernah bertemu Adira sedikit pangling dengan orang-orang yang datang ke rumahnya.

Mungkinkah dua orang lainnya juga Adira kenali? Pikir Adira.

"Mbak Adira, apa kabar?" Seru pak RT mengangkat tangan.

Lamunan Adira buyar ketika mendengar pertanyaan yang diajukan padanya, buru-buru Adira menormalkan kembali kesadarannya.

"B-baik pak, anda apa kabar?" Adira menyambut jabatan tangan.

"Alhamdulillah saya baik, sudah lama kita tidak bertemu" jawabnya.

Adira mengangguk sebagai tanggapan, namun ekor matanya sesekali melirik pada dua lelaki yang masih duduk di sofa. Dua pria berjas berusia matang, dan salah satunya seperti tak asing bagi Adira.

"Pak RT, k-kenapa anda bisa ada disini?" Lanjut Adira bertanya.

Pak RT nampak menghela nafas, seolah ragu menjawab pertanyaan Adira.

"Sebaiknya mbak Adira duduk dulu, ada hal penting yang akan kami sampaikan" tuturnya.

Adira semakin bingung, namun ia tetap menuruti permintaan pak RT. Adira duduk di sebelah Mira, dan langsung dihampiri oleh Elvis yang terlihat ketakutan ketika kedatangan orang-orang yang tidak ia kenal.

"Mama......!!" Dekap Elvis pada Adira.

Panggilan Elvis sontak membuat seseorang disana menimbulkan reaksi, namun tetap berusaha tenang.

"Sebelumnya kami minta maaf sudah menganggu waktu istirahat mbak Adira, kami datang disaat mbak Adira baru saja pulang bekerja, memang rasanya tidak tepat. Kami sudah pernah datang kemarin tetapi tidak ada siapapun di rumah ini, dan hari ini kami memutuskan untuk datang kembali karena kami rasa kami tidak bisa menunda waktu lagi" kata pak RT berbasa-basi.

"Maaf pak RT, tapi saya tidak mengerti. Menunda waktu apa yang anda maksud?" Sergah Adira.

"Mbak Adira, saya kemari tidak sendiri. Ada dua orang yang datang bersama saya. Perkenalkan beliau ini Tuan Eza dan yang satunya asisten beliau, Tuan Rafa" ucapnya memperkenalkan kedua orang berbadan besar disana.

Adira memandang kedua orang itu dengan seksama, Tuan Rafa nampak seperti seseorang yang tak asing bagi Adira tetapi ia sendiri tak yakin apakah mereka pernah bertemu atau tidak. Tapi yang satunya Adira memang baru pertama kali melihat, pria yang katanya bernama Eza itu terlihat menatap tajam dirinya, aura dingin yang dipancarkan pria tersebut seperti menyimpan kebencian pada Adira.

"S-siapa mereka, pak RT?" Sahut Adira terbata-bata, mendadak jantungnya berdetak tak berirama, gelisah menghampiri wanita berusia tiga puluh tahun itu.

"Mbak Adira.... Sebenarnya, tuan Eza ini....."

Pak RT seperti mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan ucapannya.

"Beliau Ayah kandung nak Elvis"

DUARRRR!!!

"A-APA??!!!!"

Bukan petir ataupun halilintar, Adira merasa dunia seakan hancur mendengar kabar tersebut!! Omong kosong apa ini??? Tidak! Semua yang dikatakan pasti bohong! Adira tak akan percaya dengan mudahnya!!!

Mira yang berada disana juga terkejut bukan main, jadi selama ini ayah dari Elvis masih hidup??

"T-tidak mungkin!!! A-apa yang barusan anda katakan pak?? Jangan bercanda, jangan katakan omong kosong ini!" Ujar Adira sedikit meninggi, bukannya tak sopan, Adira hanya merasa panik serta gelisah.

"Semua yang dikatakannya benar! Saya.... Ayah kandung anak itu" potong Eza berucap.

Adira menggeleng-gelengkan kepala, tangannya spontan mempererat Elvis ke dalam dekapan. Seolah sang putra akan direbut saat itu juga.

"Mama....." Cicit Elvis makin ketakutan.

"Tidak, tidak mungkin!! Sudah tujuh tahun lamanya tak ada satu orangpun yang datang dan mengaku sebagai keluarga kandung putra saya! Mereka pasti sudah tiada, anda jangan macam-macam Tuan. Saya bisa melaporkan anda ke pihak berwajib" entah keberanian darimana seorang Adira menuntut pria yang belum ia ketahui bagaimana latar belakangnya, mungkin jika Adira tau nyalinya akan ciut detik itu juga.

Eza mengepalkan kedua lengannya ketika mendengar kata-kata Adira, dalam hati ia mengumpat wanita itu. Memangnya siapa dia? Punya kekuasaan apa sampai-sampai mau melaporkannya?!!

Tapi tatapan bocah kecil yang meringkuk itu mampu memadamkan api dalam diri seorang Eza, ia tak boleh sampai membuat pertemuan pertama dengan putranya kacau hanya karena sikap yang ia tunjukkan.

"Saya punya bukti jika anak yang anda namai Elvis ini adalah putra kandung saya!! Jika anda masih belum percaya, saya bersedia untuk melakukan tes DNA" tegas Eza tak gentar, kerinduan akan sang putra membuatnya akan melakukan saja agar eza tak kehilangan lagi darah dagingnya untuk yang kedua kali. Sudah cukup tujuh tahun ini jarak memisahkan keduanya.

Tubuh Adira bergetar, perlahan firasatnya mengatakan jika pria itu tak berbohong, tatapan matanya menjelaskan keraguan Adira. Adira semakin berkaca-kaca, ketakutan kehilangan Elvis semakin menjadi-jadi.

"Mama.... El takut" lirih Elvis mencengkram baju Adira seerat mungkin.

"Elvis...." Gumam Eza menyebut nama sang putra, ia sangat ingin memeluk anaknya semenjak datang kesini, tapi Eza tahu diri, untuk saat ini yang Elvis tahu dirinya bukanlah siapa-siapa.

"Mama disini sayang, jangan takut...." Bisik Adira menenangkan Elvis yang sepertinya paham betul apa yang tengah dibicarakan oleh mereka.

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

kepala eza hrs digetok pake sdkop klo kek gini caranya. tu bocah g gedhe sndiri. dasar oon

2025-04-03

0

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

woooyy dulu kemana aja . kepala eza minta di getok udah gak ada kabar cari putranya tau tau udah besar mau di rebut pakai mengandalkan kekuasaan pula.

2024-07-07

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

🅴🅼🅼🆈 🅾🅻🅰🅽🅶 🅺🅰🆈🅰 🅱🅾🅻🅴🅷 🆈 🅰🆁🆁🅾🅶🅰🅽🆃 🅶🆃

2024-04-21

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!