Episode 17

"Tuan Eza mengatakan jika beliau sudah mencari-cari keberadaan anaknya yang telah lama hilang beberapa tahun terakhir ini, dari yang saya dengar sempat terjadi masalah keluarga atas sebab hilangnya nak Elvis ketika baru beberapa hari dilahirkan. Namun saya tidak berani bertanya lebih dalam, yang pasti beliau datang ke rumah saya sembari membawa beberapa bukti terkait hilangnya seorang bayi tujuh tahun silam. Saya tak bisa menyembunyikan hal besar ini, karena jika memang benar beliau Ayah kandung dari nak Elvis maka anak itu juga harus tahu. Beliau meminta saya untuk mempertemukan mereka berdua, tetapi sayang mbak Adira sudah pindah ke Malang, dan beliau memohon pada saya untuk mengantarkannya kesini" jelas pak RT dengan detail, tak ada yang ditutupi dari Adira, pria tua itu berkata jujur sesuai apa yang diceritakan.

Setelah perdebatan di ruang tamu tadi, Adira meminta waktu untuk berbicara empat mata dengan pak RT di ruang makan, Adira ingin lebih leluasa mendengar cerita yang sebenarnya, sedangkan Elvis Adira suruh untuk masuk ke dalam kamar ditemani pengasuhnya.

Adira termenung dengan kepala yang berdenyut, ia tak pernah menyangka jika hal ini akan terjadi setelah sekian lama. Adira tidak berpikir bahwa keluarga kandung Elvis masih berniat mencari anak itu, tujuh tahun bukan waktu yang sebentar, kenapa mereka harus datang sekarang disaat rasa cinta dan sayang pada putra angkatnya sudah melekat bak ibu dan anak aslinya. Adira tak ingin kehilangan Elvis, Elvis sudah bagaikan setengah nyawa Adira dalam hidupnya, ia tak bisa membayangkan manakala dirinya harus berpisah dengan anak lelaki yang sudah ia besarkan selama tujuh tahun ini.

"A-apa niat dia kemari..... Untuk mengambil Elvis dari saya?" Sambung Adira menahan tangis sekuat tenaga.

Pak RT nampak tidak tega, ia juga paham betul apa yang dirasakan Adira, wanita sebatang kara yang tak punya siapa-siapa hanya putra angkat yang disayangi sepenuh hati, apakah harus kehilangan orang tersayang lagi?

"Jika memang benar, mbak Adira juga pasti akan selalu diizinkan untuk bertemu dengan nak Elvis" jawabnya tak memberi kepastian.

Adira memejamkan kedua matanya mendengar penuturan tersebut, seketika cairan bening lolos menembus kedua pipi Adira yang memerah. Hatinya serasa tercabik-cabik oleh ribuan pisau belati, perih rasanya padahal harusnya Adira bahagia karena akhirnya Elvis menemukan keluarga dimana ia berasal.

"Hiksss..... Saya belum siap kehilangan Elvis, pakkk...." Isak Adira tak terbendung lagi.

Pak RT pun ikut menatap sendu sang lawan bicara, mau bagaimana lagi, dunia memang kejam meski yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan. Pada akhirnya kita memang harus menerima kenyataan yang ada.

"Mbak Adira bisa bicara hal ini baik-baik dengan Tuan Eza, saya yakin beliau akan mengerti dan kalian bisa mengambil jalan tengah yang terbaik" saran pak RT memberi usul, meski ada keraguan mengatakan demikian.

Adira mencoba untuk tegar, ia segera menghapus asal air matanya yang berlinang.

"Bagaimana jika saya menolak pengambilan hak asuh tersebut pak? Bagaimana pun saya yang merawat dan membesarkan Elvis, meski saya hanya orang tua angkatnya" ujar Adira meminta saran kembali, masih belum rela jikalau orang tua kandung Elvis mengambilnya dari Adira.

Tetapi dengan cepat pak RT menggeleng.

"Saya rasa tidak mungkin, mbak"

"Kenapa, pak? Belum tentu juga mereka bisa merawat dan membesarkan Elvis dengan baik, Elvis pun belum tentu mau pergi bersama mereka" lanjut Adira.

"Saya mengatakan demikian bukan tanpa alasan, Tuan Eza bukan orang sembarangan. Beliau berasal dari kalangan berada, seorang pengusaha dan konglomerat, yang pasti punya kekuasaan tinggi. Sangat tidak mungkin jika mbak Adira akan berlawanan dengan beliau, apalagi melalui jalur hukum pasti Tuan Eza memiliki pengacara terbaik, tetapi diluar itu hakim pun akan mempertimbangkan dengan sangat matang dan mohon maaf jika saya lancang tapi.... Masa depan nak Elvis akan lebih terjamin" jelasnya lagi.

Deg!

Adira bagai ditampar kenyataan, semustahil itukah? Memang benar, ia hanyalah serpihan debu jika harus berhadapan dengan logam mulia. Tapi apakah serpihan debu ini tak berhak merawat berlian yang sudah ia jaga sepenuh hati???

***

"Saya berkenan jika harus merawat Elvis selama-lamanya" seru Adira ketika mereka sudah kembali ke ruang tamu dan berhadap-hadapan lagi dengan kedua pria yang masih setia menunggu disana.

Eza terdengar tertawa mengejek, setelah itu menatap tajam pada wanita yang tertunduk menutupi wajahnya yang sembab akibat tangisan di ruang makan tadi.

"Terimakasih, tapi saya rasa sudah cukup sampai disini! Seterusnya aku yang akan merawat anak kandungku sendiri" ketus Eza menekan kata 'kandung' seakan menyadarkan Adira yang bersikukuh mempertahankan Elvis.

"Tapi saya mohon jangan paksa anak itu, tolong beri dia waktu untuk menerima semua ini. D-dia... Dia bahkan belum tau bahwa aku hanyalah ibu angkatnya" pinta Adira bergetar, memohon belas kasih Eza agar tak membawa Elvis secepat mungkin, Adira yakin bocah itu akan merasa hancur ketika mengetahui kenyataan yang ada.

"Saya tak bisa berlama-lama terus disini, keluarga ku sudah menunggu di Jakarta. Kami harus segera pergi sesegera mungkin" ujar Eza tegas seakan menolak permintaan Adira.

"Saya mohon beri kami waktu seminggu lagi, Tuan. Saya ingin menjelaskan semuanya pada Elvis sebelum anda membawanya pergi, biarkan dia mengetahui fakta yang ada, saya tak ingin dia membenci saya suatu saat nanti" mohon Adira memberanikan diri menatap sang lawan bicara.

Sesaat keduanya beradu pandang dengan tatapan yang berbeda, mata tajam itu sesaat bertemu dengan mata yang dipenuhi genangan air yang mengkilap.

Di mana sorot mata sangar yang ditunjukkan wanita ini? Di awal ia menantang tetapi sekarang justru memohon belas kasihnya, gumam Eza dalam hati.

"Saran saya lebih baik memang kita memberi waktu untuk Nona ini menjelaskan pada Tuan Elvis, mungkin saja dengan begitu putra anda bisa lebih menerima kepergiannya" sanggah Rafa sang asisten.

Hal itu membuat Eza menghembuskan nafas kasar, jujur ia sudah tidak sabar membawa putranya pulang ke rumah dan bertemu keluarganya disana. Eza ingin menebus semua dosanya terhadap anak itu.

"Dua hari..! Aku beri waktu kalian dua hari dari sekarang untuk berpamitan, aku harap urusan mu dengan putraku sudah selesai lusa esok" tegasnya lagi memberi peringatan.

Dua hari?? Itu waktu yang sebentar untuknya dan Elvis menghabiskan waktu untuk yang terakhir kali. Banyak yang ingin ia sampaikan, belum lagi Adira tak sempat melaksanakan janji-janjinya pada Elvis, kekhawatiran semakin mengumpul di lubuk jiwanya. Adira takut.... Takut Elvis akan membencinya meski mungkin mereka tak akan pernah bisa bertemu kembali.

"Aku tak mau putraku berlama-lama tinggal disini, dia harus mendapatkan kehidupan yang layak. Tapi disini???" Eza menggeleng-gelengkan kepalanya seolah mencibir keadaan kehidupan Adira.

"Dia harus kembali ketempat dimana seharusnya dia berada" sambung Eza sebelum akhirnya ia beranjak dari sofa dan keluar dari rumah itu.

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

sombong bgts. ngegedhein jg kagak. udh 7 th. udh ckp mandiri. enak bgts. yg mati2an tu dri lahir smp 5 tahun. selbhnya tinggal poles

2025-04-03

0

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

sombong sekali eza ini tak ada sopan sopannya. bahkan ucapan terima kasih pun tak ada malah menghina

2024-07-07

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

🅳🅸🅱🅸🅺🅸🅽 🅱🆄🅲🅸🅽 🆂🅼 🅾🆃🅾🆁 🅽🆈🅰🅷🅾🅺 🅻🆄🅷 🅹🅰

2024-04-21

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!