"Bagaimana? Kamu senang sekolah hari ini?" Tanya Adira ketika Elvis sudah keluar dari kelas, kini mereka berjalan menuju parkiran.
Elvis seketika mengangguk cepat, ia begitu senang menjalani hari pertamanya di sekolah, ia bisa dapat teman baru dan guru yang sangat baik.
"El senang sekali, ma! El sudah tidak sabar ingin cepat-cepat sekolah lagi" tutur Elvis dengan senyum yang mengembang bak bunga yang baru mekar.
"Besok El akan sekolah lagi, untuk sekarang sudah selesai dan dilanjut lagi besok" jelas Adira.
Mereka pun sampai di parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Hari ini antar mama ke Mall yuk, kita belanja bulanan seperti biasa" ajak Adira, mumpung ia libur bekerja Adira mau memanfaatkan waktu dengan baik sembari menghabiskan hari liburnya bersama sang putra.
"Mama tidak bekerja?" Alisnya mengkerut, menatap heran ibundanya.
"Mama kan cuti hari ini" ulang Adira.
"El pikir mama cuma izin untuk antar jemput El sekolah saja" ujarnya polos, membuat Adira tergelak tak percaya.
"Tidak dong, hari ini mama ingin menghabiskan waktu seharian penuh dengan putra mama yang tampan ini. Memangnya El tidak mau jalan-jalan dengan mama?" Seru Adira menggoda Elvis yang terbelalak mendengar ucapannya.
"El mau, ma! Ayo kita jalan-jalan hari ini, El rindu ke Mall bareng mama" sergah Elvis meluruskan tak mau ibunya salah paham, kapan lagi mereka pergi selain hari Minggu? Elvis tak mau melewatkan momen bersama orang tuanya sedikitpun.
"Hahaha.... Mama cuma bercanda, mama juga rindu mengajak El keluar. Maaf ya Mama cuma bisa mengajak El jalan-jalan dekat-dekat sini saja, nanti kalau mama punya uang dan tidak sibuk mama ingin mengajak El liburan" lirih Adira disertai sorot mata sendu dan senyum tipis yang terus diperlihatkan.
Adira cukup sedih akhir-akhir ini karena tak bisa memberikan waktu lebih banyak untuk putranya, selain belum ada waktu, biaya untuk berlibur juga harus dipikirkan berulang kali, ditambah harga-harga yang semakin membludak memaksakan Adira untuk menghemat pengeluaran.
"Tidak apa-apa, ma. Sekarang El cuma ingin rajin sekolah saja. Liburannya nanti kalau El sudah libur panjang" ungkap Elvis terdengar sangat dewasa.
Adira begitu bersyukur memiliki putra yang selalu mengerti akan kondisi hidup mereka, ia selalu dibuat terharu oleh sikap anaknya ini, Adira benar-benar beruntung memilikinya.
"Hari ini mama belikan eskrim untuk El di Mall, El mau tidak?" Tawarnya.
"Mau...!! El mau ma" jawab Elvis cepat, eskrim di Mall adalah salah satu eskrim kesukaannya, jarang sekali ia beli makanan tersebut karena harganya beberapa kali lipat dari eskrim yang di jual di swalayan.
Melihat putranya senang Adira merasa sangat bahagia, tak ada barang spesial yang bisa ia berikan, namun sebisa mungkin Adira memberikan yang terbaik jika Adira mampu.
Mobil terus melaju ke sebuah Mall yang paling dekat dari tempatnya, tak sampai dua puluh menit kendaraan mereka sudah sampai di basemen Mall.
"Ayo sayang, kita turun" kali ini mereka turun berbarengan, tak seperti saat datang ke sekolah tadi, dimana El lebih dulu keluar dari mobil.
Tempat pertama yang mereka tuju adalah supermarket, seperti rencana awal mereka yaitu berbelanja bulanan.
Adira mengambil keranjang dan menaikkan Elvis di keranjang tersebut, kemudian mulai mengelilingi setiap sudut supermarket.
"Sekarang kita cari apa dulu ya?"
"Beras ma...!" Sahut Elvis.
"Nah... Iya, ayo kita cari beras dulu" Adira lalu mendorong keranjang menuju tempat persediaan beras.
Keduanya asyik memilih-milih bahan makanan untuk isi kulkas mereka selama satu bulan ke depan, tak jarang Elvis mengingatkan ibunya apa saja stok yang masih kurang.
Sampai semua isi keranjang penuh Adira merasa keperluannya sudah tercukupi, kini mereka tinggal membayar ke kasir.
Setelah melakukan pembayaran Adira kemudian mengajak Elvis ke tempat eskrim kesukaannya, mereka memasuki tempat yang dipenuhi oleh pengunjung antrian.
"El tunggu di meja kosong itu ya, biar mama yang antri" tunjuk Adira pada meja yang tidak ada penghuninya, Elvis menurut dan langsung berlari guna menduduki kursi tersebut.
Sedangkan Adira menunggu sampai antriannya tiba, namun ketika Adira sudah berada di barisan paling depan tiba-tiba seorang laki-laki menerobos dan tanpa rasa bersalah memesan es krim pada sang kasir.
Merasa tak terima Adira segera menegur pria itu.
"Permisi pak!" Seru Adira.
Pria itu nampak menoleh ketika perempuan dibelakangnya berbicara.
"Maaf tapi saya yang lebih dulu mengantri disini, seharusnya bapak juga ikut ke dalam antrian bukan langsung menerobos begitu saja, anak saya sudah menunggu dari tadi, tolong untuk lebih mengerti" tekan Adira sembari menyembunyikan rasa kesalnya pada pria tak di kenal ini.
"Oh maaf Nona, tapi masalahnya ini sangat penting. Saya diperintahkan untuk membeli eskrim ini oleh bos saya" ujar pria ber jas itu, memberikan alasan yang tak masuk akal hanya karena diperintahkan oleh bos nya.
"Lalu apa hanya karena bos anda menyuruh membeli eskrim, anda seenaknya menerobos antrian?!!" Ucap Adira sedikit meninggi, membuat kasir tersebut buru-buru menengahi perdebatan kedua pelanggannya.
"Mohon maaf Nona, kami akan segera membuat pesanan anda setelah pesanan Tuan ini selesai" tambahnya membuat Adira makin tidak mengerti kenapa kasir ini justru tidak menegur pria tersebut.
"Apa?!! Tapi saya yang lebih dulu mengantri" masih tak terima karena antriannya dicuri.
"Iya Nona kami paham, tapi kami sangat tahu siapa Tuan ini. Jadi biarkan kami melayaninya terlebih dahulu, tidak akan lama"
Adira mendengus sebal, ia pun memilih diam dengan wajah masam. Memang orang kaya akan selalu bisa melakukan hal sesuka hati mereka tanpa perlu memikirkan orang lain, lagi-lagi pada akhirnya Adira memilih mengalah dari pada meneruskan perdebatan yang justru akan membuat Adira hanya membuang-buang waktu.
Setelah menerima pesanan dari kasir tersebut si pria lantas berbalik dan sedikit membungkukkan badannya pada Adira.
"Saya permisi, Nona"
Namun Adira tak menyahuti dan fokus untuk memesan pesanannya yang tertunda.
Adira pun mulai menyebut pesanan yang ia inginkan, ia memesan dua eskrim dengan rasa yang berbeda.
"Baik, mohon ditunggu sebentar ya" cakap kasir.
Adira mengangguk malas, hingga tak lama sang kasir kembali dengan tiga eskrim di lengannya.
Adira mengernyit heran, "Seingat saya, saya hanya pesan dua eskrim saja"
"Satunya bonus untuk anda sebagai permintaan maaf dari kami atas kejadian tadi, kebetulan ini varian terbaru kami. Mohon diterima ya Nona"
Mendengar itu Adira tak langsung menerimanya.
"Tidak usah, jangan terlalu memikirkan masalah tadi. Saya ambil eskrim pesanan saya saja"
"Tidak apa-apa, Nona. Mohon diterima, kami akan sangat senang jika anda mengambilnya" ujar sang kasir sedikit memaksa.
Dengan ragu-ragu akhirnya Adira pun mengambil ketiga eskrim tersebut.
"Terimakasih..."
"Sama-sama, Nona"
Sedangkan didepan toko eskrim itu, pria yang tadi membeli eskrim terlihat buru-buru menghampiri bos nya yang menunggu di luar.
"Ini bos, pesanan anda"
Pria yang tengah sibuk mengutak-atik handphone nya nampak terlihat kesal pada sang asisten yang baru saja keluar.
"Kenapa lama sekali?!"
"M-maaf bos tadi saya berdebat dulu dengan wanita di dalam" ucapnya jujur.
"Berdebat dengan wanita??"
"Iya bos, wanita itu tidak terima antriannya diterobos jadi kami bercekcok sedikit" sambungnya.
Terdengar hembusan nafas kasar dari si pemiliki eskrim.
"Dasar wanita! Ya sudahlah, ayo kita pergi sekarang"
"B-baik bos!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
awesome moment
s7 sm adira. dasar manusia kalah sm bebek
2025-04-03
0
Raufaya Raisa Putri
𝔨𝔩 𝔞𝔨𝔲 𝔫𝔤𝔤 𝔲𝔰𝔞𝔥 𝔫𝔤𝔞𝔫𝔱𝔯𝔦 𝔩𝔤. 𝔞 𝔭𝔩𝔤 𝔨𝔞𝔰𝔦𝔯 𝔫𝔶 𝔦𝔨𝔲𝔱𝔞𝔫 𝔫𝔤𝔪𝔫𝔤 𝔤𝔱 𝔪𝔢𝔰𝔨𝔦 𝔡𝔦𝔨𝔞𝔰𝔦𝔥 𝔟𝔬𝔫𝔲𝔰 𝔪𝔢𝔫𝔡𝔦𝔫𝔤 𝔩𝔤𝔰𝔤 𝔠𝔞𝔟𝔲𝔱
2024-04-21
0
Raufaya Raisa Putri
𝔨𝔩 𝔞𝔨𝔲 𝔶𝔤 𝔢𝔨𝔬𝔫𝔬𝔪𝔦𝔫𝔶𝔞 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔪𝔢𝔫𝔡𝔦𝔫𝔤 𝔟𝔩𝔫𝔧𝔞 𝔡𝔦𝔭𝔞𝔰𝔞𝔯 𝔞𝔱𝔢 𝔤𝔯𝔬𝔰𝔦𝔯... 𝔨𝔩 𝔪𝔞𝔩𝔩 𝔟𝔫𝔶𝔨 𝔭𝔞𝔨 𝔫𝔶. 𝔧𝔡 𝔩𝔟𝔥 𝔪𝔥𝔩.
2024-04-21
0