Episode 10

Tiga Minggu tak terasa Adira menjalani hari-harinya seorang diri, kepergian Ibu serta Ayahnya sangat membekas dalam setiap apa yang Adira lakukan.

Hari-hari terasa begitu berat bagi Adira, semua dilakukan olehnya sendiri yang selalu terbiasa dimanja orang tua. Adira layaknya anak tunggal pada umumnya, kini ditinggalkan oleh orang yang paling ia cintai sungguh membuat hidupnya serasa kacau dan tak terarah.

Tak ada sandaran untuk ia berkeluh kesah, tak ada punggung untuk ia berlindung. Terkadang Adira masih menangis ketika sendirian berada di rumah, lebih sering tertidur di kamar orang tuanya sambil memeluk figura mereka.

Kala pagi menjelang Adira bangun pagi untuk bekerja dan mulai memasak untuknya sendiri, setelah sore menjelang ia pun pulang disambut sunyi nya isi rumah. Duduk ditengah-tengah sofa panjang sambil menyalakan TV yang justru menonton dirinya.

Adira beberapa kali menoleh ke kanan dan kiri, memandang kursi kosong yang kini sudah tak berpenghuni.

Begitulah aktivitas Adira setiap hari, datar dan lebih banyak sepi. Dunianya seakan gelap tak bercahaya, hingga membuatnya sulit menatap ke arah depan ketika masa lalu selalu menariknya ke belakang.

Seperti saat ini, Adira sudah siap pergi ke kantor dan tengah mengunci pintu rumah. Ia berjalan lebih dulu menuju halte bus.

Saat melewati rumah pak RT Adira tak sengaja melihat istrinya tengah berjemur bersama sang bayi.

Adira lantas menyapa sambil berhenti untuk melihat bayi itu.

"Pagi, Bu" sapa Adira ramah.

"Pagi juga, Ra. Berangkat kerja?"

Adira mengangguk mengiyakan tanpa mengalihkan pandangan dari bayi yang tengah digendong tersebut.

Tumben sekali bayi itu terbangun ketika berpapasan dengan Adira, biasanya selalu tertidur dan jarang membuka mata.

"Hai... Lagi berjemur ya!" celoteh Adira mengajak bayi itu mengobrol, jari telunjuk Adira langsung digenggam dengan erat oleh tangannya yang kecil.

"Tumben bangun, eh... Senyum! Lucunyaaaa" ujar Adira terkaget kala si bayi melengkungkan bibir membentuk senyuman.

"Sudah dulu ya... Nanti kita ketemu lagi besok, oke?" Ujar Adira seolah bayi itu mengerti apa yang ia ucapkan, tak jarang Adira melihatnya berjemur setiap pagi meski tidak setiap hari, namun bertemu dengan bayi ini memberikan Adira sedikit banyak energi untuknya.

"Tapi sayang, hari ini hari terakhir kita semua bertemu dengan dia" seru Bu RT menimpal.

Seketika Adira terperangah mendengar penuturan wanita setengah baya di depannya! Ia langsung menatap bingung tentang kalimat yang barusan keluar dari mulut Bu RT.

"M-maksudnya, Bu?" Tanya Adira terbata-bata.

"Sore ini kami akan ke panti asuhan untuk menyerahkan bayi ini, kemarin malam sudah ada telepon dari pihak panti kalau hari ini bayinya sudah bisa dibawa kesana" jelasnya rinci.

Adira mematung ditempat seolah tak percaya, bayi yang hari-hari Adira temui akan diserahkan ke panti asuhan. Jadi, inilah hari terakhir mereka bertemu?? Kenapa rasanya sangat cepat?!

"K-kenapa harus diserahkan sekarang Bu? Apa tidak bisa lebih lama lagi?" Ujar Adira seperti tak rela jika bayi ini pergi.

"Tidak bisa, Ra. Dengan adanya panti asuhan keluarganya bisa lebih mudah menemukan bayi ini, dan jikalau tidak... Mungkin saja akan ada yang berniat mengadopsi" menjelaskan dengan detail pada Adira.

Entah kenapa Adira merasa gelisah ketika membayangkan bayi ini akan diserahkan pada pihak panti asuhan, membayangkan jika bayinya tak akan mendapatkan perlakuan yang spesial dan mesti berbagi kehangatan dengan anak-anak yang lain. Adira khawatir kebutuhan bayi ini tak dapat terpenuhi, cemas jikalau bisa saja menerima perlakuan buruk dari yang lain.

"Kenapa Bu RT tidak mengadopsinya saja? Ibu pasti sudah menyayangi bayi ini seperti anak sendiri, Adira tidak tega membayangkan bayi ini harus ditempatkan di panti asuhan" pertanyaan yang terdengar menggampangkan itu lolos begitu saja dari mulut Adira.

Ibu RT sontak tertawa ringan, "Saya tidak bisa, Ra. Selain sudah cukup umur dan tidak kuat mengurus anak lagi, saya juga tidak mampu membiayai kebutuhan anggota baru mengingat ekonomi keluarga yang pas-pasan"

Adira mengerti, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Tidak semudah yang dilihat, kadang merelakan kepergian seseorang untuk mempertahankan kebaikan bersama lebih baik dari pada harus memaksakannya dan malah menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

"Kalau kamu mau bayi ini tetap disini, kenapa bukan kamu saja yang mengadopsi?" Sahut Bu RT tersenyum penuh arti.

Adira membeku beberapa saat, perkataan perempuan berdaster ini berputar-putar di otaknya.

Mengadopsi???

Mungkinkah Adira bisa mengadopsinya? Ia tidak tau cara mengurus seorang bayi apalagi bayi orang lain yang tidak ia kenali.

Bagaimana kalau ia salah dalam segi tertentu? Tak akan ada orang yang membimbing dia, Adira bukan tak mau, tapi ia takut tak becus menjadi seorang ibu.

"Kamu masih lajang, belum banyak yang harus dipikirkan. Mungkin dengan adanya bayi ini, kamu tidak akan kesepian lagi. Kalian bisa saling melengkapi satu sama lain" tambahnya membuat Adira semakin berpikir keras.

Mungkinkah.... Ia bisa???

***

"Dengar-dengar Presdir kita sudah kembali ke Jakarta" bisik salah satu karyawan kantor.

"Hidihhhh.... Malas sekali aku mendengarnya" balas yang lain.

"Benar aku juga malas, seketika aku naik pitam hanya dengan mendengar namanya"

"Si tua Bangka itu kenapa harus kembali lagi kesini sih?!!"

Obrolan-obrolan dari para pegawai memenuhi ruang kerja Adira, namun tak membuat gadis itu tertarik untuk ikut membahasnya.

"Aku malas dengan tingkah ca*bulnya!"

"Betul, aku pernah digoda dengan kata-kata mesuum yang sangat menjijikkan. Iyyuhh.... Aku mau muntah kalau mengingatnya"

Obrolan itu tak henti sampai jam kerja selesai, namun sebuah telepon membuyarkan kefokusan Adira, ia lantas mengangkat telepon di meja kerjanya.

"Hallo dengan Adira Mahayu disini"

"......"

"Baik saya akan segera kesana"

Marsya yang sudah membereskan barang-barang terlihat menghampiri meja sahabatnya.

"Pulang sekarang, Ra?"

"Kamu duluan saja Sya, aku dipanggil ke ruang Presdir dulu tadi" kata Adira sambil merapikan dokumen miliknya.

"Ada apa memangnya?"

"Aku juga tidak tau, tadi sekertarisnya cuma bilang jika ada keperluan dengan aku, mungkin soal pekerjaan" pikir Adira.

"Tapi hati-hati lho, Ra. Presdir itu mesuum orangnya, kamu tau kan kalau dari dulu dia selalu berusaha menggoda kamu" Marsya memberi peringatan, tentu ia tak mau sahabatnya ini mendapatkan perlakuan seperti dulu lagi.

"Iya, Sya. Kamu tenang saja, aku akan melawan kalau dia macam-macam!" Ucapnya memasang ekspresi garang.

"Nah itu baru yang sahabatku!"

"Ya sudah kamu pulang sekarang, gih! Bukankah kamu bilang tunangan mu akan menjemput?"

"Hmm... Maaf ya Ra hari ini aku tidak bisa menginap" sesal Marsya.

"Tidak masalah, selamat menikmati anniversary untuk kalian berdua"

"Hihihi.... Terimakasih Ra, kalau begitu aku pamit dulu ya. Byeeee....."

Mereka pun berpisah disana, barulah Adira beranjak menuju ruang Presdir.

Hai Semuanyaaaaaa 🤗

Jangan Lupa Vote Mingguannya Yaa🥰

Mamie Tunggu😆😆

Love ❤️

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

udah ra... adopsi aj. drpd kesepian. btw press it ny ng culamitan

2024-04-21

0

gah ara

gah ara

nangis aku baca part adira kehilangan orang tua

2023-10-01

1

Deedu Herman

Deedu Herman

cerita nya bagus tapi yg like sedikit

2023-09-10

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!