Episode 13

Tujuh tahun kemudian...

"Mama..... Ayo kita berangkat! El sudah tidak sabar" Teriak seorang anak kecil di depan pintu kamar ibunya.

"Sebentar sayang, mama siap-siap dulu" sahut sang ibu dari dalam sana.

"Jangan lama-lama ma, El pingin cepat-cepat ke sekolah" ujarnya lagi.

Masih setia menunggu sang ibu dan tak beranjak sedikitpun, ia sudah siap dengan seragam sekolahnya, hari ini adalah hari pertama bocah laki-laki itu masuk sekolah dasar, wajar saja jika ia sudah tak sabaran ingin buru-buru berangkat kesana.

Bahkan sudah bersiap sejak beberapa jam yang lalu.

"Iya sayang, sebentar lagi mama keluar"

Hingga suara pintu terbuka membuat bibir lelaki kecil tersebut merekah.

Adira tersenyum kala melihat putranya yang sangat imut ini, seragam sekolah membuat tampilannya semakin menggemaskan, tak terasa ia sudah membesarkan anak ini selama tujuh tahun. Bahkan kini putranya sudah memasuki jenjang sekolah dasar.

"Sudah siap, sayang?"

"Sudah, ma. El sudah siap dari tadi, ayo kita berangkat sekarang nanti bisa terlambat" ucap bocah bernama lengkap Elvis Thomi itu, sangking tak sabarnya ia pun menarik lengan sang ibu.

"Kita tidak mungkin terlambat El, tenang saja" ujar Adira memberitahu.

"Tapi El ingin cepat-cepat ke sekolah, kan mama bilang harus buru-buru ambil tempat duduk" sahut Elvis beralasan, Adira pun hanya menanggapinya dengan anggukan, ia juga senang melihat putranya begitu bersemangat ke sekolah.

"Baiklah, let's go......."

Tanpa menunggu lagi mereka akhirnya keluar dari rumah untuk pergi ke sekolah.

***

Di perjalanan Elvis tak henti-henti berbicara, ia banyak bertanya seputar apa yang biasanya ada di sekolah, bocah itu sungguh antusias menyambut hari pertama sekolah.

Tak seperti beberapa anak yang takut karena harus berpisah dengan orang tua mereka, atau juga takut menghadapi guru yang belum mereka kenal, namun berbeda dengan Elvis.

"Nanti El duduk dengan siapa ma?" Tanyanya menoleh pada Adira yang tengah menyetir.

"Tentu dengan teman baru El" jawab Adira.

"Ohhh...." Tanggapnya.

Adira terkekeh mendengar seruan tersebut, hari ini ia sengaja libur bekerja karena tak mau melewatkan hari pertama Elvis bersekolah, untungnya atasan Adira mengerti dan mengizinkan Adira untuk mengambil cuti.

Adira mungkin hanya bekerja di sebuah toko roti, tapi hal tersebut sudah membuatnya bersyukur, ia masih trauma untuk bekerja di sebuah perusahaan karena pernah mendapatkan tindakan pelecehan dari bos nya.

Berbeda dengan sekarang, Adira merasa nyaman dan mempunyai rekan kerja serta atasan yang baik, bahkan karena sang atasan sama-sama seorang wanita mereka justru bisa akrab seperti sesama teman yang lain.

Jangan tanya kenapa ia bisa mempunyai rumah dan mobil meski hanya seorang pegawai di toko roti, jawabannya tentu karena Adira mempunyai beberapa warisan dari mendiang orang tuanya.

Setelah menjual rumah di Jakarta Adira membeli rumah di malang dengan ukuran yang tak terlalu besar dan mobil sebagai alat transportasi pribadi. Sisanya Adira pakai untuk menghidupi Elvis selama lima tahun ia tidak bekerja dan fokus dalam mengurus sang buah hati.

Setelah usia Elvis lima tahun Adira mulai mendapat tawaran pekerjaan dari teman Arumi yaitu sebagai pegawai di toko rotinya, karena Arumi tau jika Adira berbakat dalam hal dapur.

Selama bekerja Adira menitipkan Elvis pada pengasuh harian, hingga Elvis kini telah berusia tujuh tahun.

Mengingat masa-masa kecil Elvis Adira sedikit merasa sedih karena terbayang akan kehidupan yang susah payah ia bangun, tak mudah menjalani semua untuk bisa sampai di titik ini.

Bahkan Adira sudah kebal dengan yang namanya cibiran, ia pernah dituduh hamil di luar nikah karena tinggal berdua dengan seorang bayi tanpa suami.

Meskipun Adira sudah menjelaskan bahkan Elvis adalah putra angkatnya namun masih banyak dari mereka yang kurang percaya, pasalnya mereka berpikiran mana mungkin wanita yang belum pernah menikah rela memiliki anak angkat, mereka semua beropini bahwa Adira hanya memberi alasan palsu agar nama baiknya tetap terjaga.

Adira hanya mau fokus pada tumbuh kembang Elvis, meski sebuah cibiran dan hujatan terus mengalir kepadanya, Adira tak perduli akan semua itu. Ia bahkan rela menukar masa mudanya demi menjadi seorang ibu dari anak yang bukan lahir dari rahim Adira.

Di usia yang sudah menginjak kepala tiga ini Adira masih tetap melajang, bukan karena tak ingin menjalani hubungan tetapi pria yang dekat dengannya selalu mundur karena mengetahui fakta bahwa Adira memiliki anak angkat, mereka semua selalu merasa keberatan dengan hal tersebut.

Adira juga tak mempermasalahkan meski kini sebutan perawan tua telah melekat di jiwanya.

Adira sudah kebal dengan pertanyaan kapan akan menikah atau tidakkah ia memiliki niatan untuk menikah dan masih banyak lagi.

Namun Adira hanya menanggapinya dengan senyuman, untuk saat ini Adira hanya ingin menikmati hidupnya, masalah menikah atau tidak Adira serahkan pada Tuhan.

Sesampainya di sekolah Elvis turun terlebih dahulu dengan tergesa-gesa, bocah itu dibuat terkagum-kagum dengan sekolahnya, disinilah tempat barunya belajar setelah sebelumnya ia mengeyam pendidikan di taman kanak-kanak.

Adira lantas menyusul, rupanya sudah banyak murid dan para orang tua yang berdatangan, kebanyakan dari mereka diantar oleh ibu dan Ayahnya, Adira hanya bisa tersenyum miris.

Sudahlah, ia tidak mau bersedih di hari bahagia ini. Adira lantas menuntun Elvis yang sedang sibuk termangu.

"Ayo sayang, kita cari kelasmu"

Elvis tersadar, segera ia menganggukkan kepala.

"Ayo, ma!"

Mereka pun menyusuri koridor demi koridor, mencari kelas yang akan ditempati oleh Elvis. Kerumunan orang membuat Adira kesulitan menemukan kelas yang sudah diumumkan sebelumnya.

Hingga tiba disebuah kelas yang banyak dikerumuni murid-murid kecil, Adira lantas melihat tulisan di pintu yang bertuliskan kelas satu.

"Itu, El! Kelasnya ada disana"

Elvis seketika menoleh dan langsung jingkrak-jingkrak sangking antusiasnya, ia makin bersemangat setelah mengetahui kelasnya berada.

"Ayo masuk ma!"

"Sebentar sayang, kelasnya belum dibuka" cegah Adira menahan Elvis yang ingin masuk ke sana.

"Yahhh.... Kenapa belum dibuka ma??" Elvis kecewa, ia sudah tidak sabar lagi jika harus menunggu, ingin segera duduk di bangku sekolah.

"Mungkin gurunya belum datang, El sabar sebentar ya, yang lain juga sama seperti kita" tunjuk Adira pada orang-orang di sekitar mereka.

Akhirnya Elvis pasrah dan tak merengek lagi, setelah hampir lima belas menit menunggu datanglah seorang guru dan mereka pun masuk ke kelas tersebut.

Elvis pun mendapat kursi duduk paling depan bersama teman barunya, para orang tua setia menunggu di luar kelas sambil melihat lewat kaca jendela, mengawasi putra-putri mereka yang tengah mendengarkan guru berbicara di depan kelas.

Senyum di bibir Adira tak pernah surut melihat bagaimana putranya di dalam sana, Elvis nampak anteng dan sesekali mengobrol dengan teman sebangku, saling mengenal satu sama lain.

Ketika Elvis menoleh ke arah jendela saat itu juga Adira melambaikan tangan dan memberi semangat para sang putra, Adira begitu bahagia bisa melewatkan momen berharga ini, momen yang tak akan pernah terlupakan dalam cerita hidupnya.

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

keyen lho

2025-04-03

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

𝔰𝔪 𝔨𝔶𝔨 𝔞𝔨𝔲 𝔧𝔬𝔫𝔢𝔰...

2024-04-21

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

𝔴𝔞𝔡𝔲𝔥.. 𝔲𝔡𝔞𝔥 7𝔱𝔥𝔫 𝔞𝔧

2024-04-21

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!