Episode 11

Ketika sampai di lantai atas Adira berpapasan dengan sang sekretaris Presdir, perempuan tersebut nampak hendak pulang karena terlihat membawa tas kerjanya.

Mereka saling melempar senyum dan bercakap sebentar.

"Lho, mbak Asri pulang sekarang? Bukannya biasanya harus menunggu Presdir selesai bertugas dulu?" Tanya Adira heran.

"Hmm... Tadinya aku juga berpikir begitu, tapi tiba-tiba saja Presdir meminta ku langsung pulang" jelas Asri mengedikkan bahu.

Adira manggut-manggut sebagai tanggapan, meskipun firasatnya mengatakan ada hal aneh dari sikap si Presdir.

"Presdir sudah menunggu mu dari tadi, sebaiknya segeralah masuk!"

"Baiklah, aku akan masuk sekarang"

Adira pun melanjutkan kembali langkahnya, ia mengetuk pintu terlebih dahulu sebagai bentuk kesopanan, setelah ada perintah masuk Adira lantas membukakan pintu.

Setelah menutup pintu Adira bisa melihat jika bos nya tengah duduk sambil membelakangi dirinya. Adira lantas menyeret kakinya beberapa langkah hingga berdiri tepat di depan meja kerja sang Presdir.

"Permisi, pak! Saya sudah datang, ada yang bisa saya bantu?" Seru Adira dengan sopan.

Seketika pria berjas itu membalikkan tubuhnya, kini ia bisa melihat wanita cantik yang selama ini ia incar-incar.

"Hallo Adira, tidakkah kamu merindukan saya?" Sahutnya diiringi senyum miring sambil menatap aneh pada Adira.

Adira tetap bersikap tenang, meski ucapan bos nya terdengar menggelikan gendang telinga. Adira tersenyum kecut penuh keterpaksaan, ia harap bos nya ini tidak membuang-buang waktu hanya dengan gombalan busuknya tersebut.

"Maaf pak, tadi saya mendapat telepon dari sekretaris anda dan mengatakan jika anda memanggil saya karena ada urusan. Boleh saya tau urusan apa, pak?" Jawab Adira tanpa menanggapi pertanyaan pria berbadan gempal didepannya.

"Oh ayolah Adira, santai saja. Ini sudah bukan jam kerja lagi, tentu urusan tersebut bukan soal pekerjaan" cakap lelaki bernama Hans.

"Maaf pak, maksudnya bagaimana ya?" Adira tak mengerti, otaknya dibuat berputar-putar dengan hal yang tidak penting ini.

"Ini urusan hati, Adira. Apa kamu masih belum mengerti?? Sudah berbulan-bulan saya pergi ke luar negeri dan tidak bisa melihat wajah kamu yang cantik ini, pesan saya pun tidak pernah kamu balas, kerinduan saya semakin besar setiap harinya Adira" ungkap Hans yang terkesan lebay bagi Adira, bos gempalnya ini memang terlihat sangat sangat mengagumi Adira, bagaimana tidak Adira adalah tipe wanita yang terbilang sempurna, tak ada laki-laki yang tidak menyukainya termasuk sang atasan, dengan jabatan yang ia miliki Hans yakin jika Adira akan luluh padanya.

Namun dugaannya justru melenceng, Adira sama sekali tidak pernah membalas semua perhatiannya, bahkan sangat acuh dan tak nampak tertarik dengan semua tawaran Hans.

"Maaf pak jika bukan soal pekerjaan saya tidak bisa berlama-lama, saya harus pulang. Permisi..." Adira memilih berbalik untuk keluar dari ruangan yang terasa pengap baginya.

Namun ketika Adira memutar handel pintu, pintu tersebut terkunci dan tak mampu Adira buka. Sontak Adira menatap tajam pada lelaki yang kini tengah tersenyum licik.

"Saya tau ini pasti kerjaan anda, tolong buka pintunya pak" tegas Adira.

Bukannya takut Hans justru tertawa puas.

"Punya hak apa kamu mengatur saya? Suka-suka saya mau melakukan apa, toh ini ruangan saya" tolak Hans mengacuhkan permintaan Adira.

"Saya tegaskan sekali pak, tolong buka pintunya! Saya sudah berusaha sopan pada anda" pinta Adira bergemuruh.

Hans malah menunjukkan sebuah benda yang tak lain adalah kunci otomatis, menggelantungkan benda tersebut seolah memancing emosi Adira.

"Kamu mau saya bukakan pintunya? Hmm?"

Adira tak menjawab, hanya menatap bos nya dengan tatapan menghunus.

"Boleh saja, asal kamu bisa memenuhi keinginan saya" tutur Hans berkalimat ganda.

Kini perasaan Adira menjadi semakin tidak enak, apalagi ketika Hans berdiri dan berjalan ke arahnya, Adira semakin menempel ke pintu dengan wajah was-was.

"A-apa yang mau anda lakukan?!!"

Seringai mengiringi langkah Hans.

"Tentu saja aku ingin dekat dengan wanita pujaan ku ini" ujarnya membuat Adira semakin dibuat ketakutan.

"Tolong jangan mendekat!!" Pintanya lantang.

"Kamu tidak berhak menyuruh-nyuruh saya Adira! Disini saya atasan mu!!"

Hans semakin berada di dekat Adira, kini mereka hanya beberapa meter saja, Adira bisa merasakan hawa aneh ketika pria itu mendekat.

"Saya bilang jangan mendekat!!!" Teriak Adira tak bisa menyembunyikan ketakutannya.

Namun Hans justru menarik lengan Adira membuat perempuan itu seketika memberontak.

"Lepas!!! Lepaskan saya....!!"

"Diam!!! Jangan sok sok-an jual mahal kau...! Aku tau kau juga sama seperti jalangg-jalangg diluar sana"

Jedarrr!!!

Mendengar itu Adira terlihat syok mendengar dirinya yang disamakan dengan perempuan malam, emosinya semakin menjadi-jadi! Adira bahkan memukul badan besar berlemak itu tanpa mempedulikan lagi jika lelaki itu adalah atasannya.

"Lepas...!!! Dasar kau lelaki mesum...! Menjauh darikuuuu!!!"

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Tapi sepertinya pukulan Adira hanya terasa seperti sapuan belaka, Hans malah terlihat semakin bergairah ketika tangan Adira menyentuh dadanya.

"Rupanya kau tau siapa aku! Baguslah... Aku tidak perlu menutup-nutupi nya lagi, aku ingin tubuhmu sekarang juga!"

Deg!

Adira terbelalak mendengar pengakuan Hans, pria ini benar-benar bejadd dan tak tau malu...!! Adira harus segera lepas dari lelaki ini, ia harus segera keluar dan mendapatkan kuncinya!

"Jangan harap!! Lepasss..... Aku bisa melaporkan kauu!"

"Diam!! Aku tau orang tuamu sudah meninggal, kan?? Mau meminta bantuan pada siapa hah?!! Kau hanya gadis lemah sebatang kara sekarang"

Adira makin sakit mendengarnya, harganya dirinya benar-benar dijatuhi dan diinjak-injak.

"Anda memang brengsekkk....!! Jangan membawa-bawa orang tua saya dan berhenti menganggu hidup saya!! Saya sudah muak dengan anda, lepaskan saya...."

Hans sebisa mungkin menahan pergelangan tangan Adira sampai wanita itu kehabisan tenaga barulah ia bisa melancarkan aksinya.

"Ya! Aku memang brengsekk karena terlalu mengharapkan tubuh indah mu" aku Hans.

Namun ditengah-tengah pertengkaran itu Adira mendapatkan ide yang Adira yakini dapat membawanya lolos dari si gempal ini.

"DASAR BAJINGANNNN......!"

BUGHHHH!!

"Argghhhhhhh......!!!!"

Adira menendang sesuatu ditengah-tengah paha pria didepannya, seketika membuat pegangan tangan Hans terlepas, dengan segera pria itu memegangi bagian inti tubuhnya yang terasa amat sakit akibat tendangan Adira.

"Kauuu....! Beraninya kau menendangnya!!!"

Adira mencoba memulihkan pikirannya lagi, cepat-cepat Adira berlari ke arah meja kerja dan membuka laci dimana kunci otomatis itu berada.

"Hei! Jangan mencoba membuka laci itu... Aku peringatkan kau!!"

Namun Adira lebih dulu mendapatkan kuncinya, sekali tekan tombol kunci, pintu langsung bisa dibuka.

Dan saat itu juga Adira berlari keluar meninggalkan bos nya yang berteriak-teriak memanggil nama Adira.

"ADIRA...."

"ADIRAAAAAAAAA....!!!!"

"AWAS KAU!!"

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

Slamet Adira

2024-10-03

0

fitriani

fitriani

hadeh si bos gak ada otaknya... mentanh2 atasan adira mau melecehkan adira

2024-02-19

0

YuWie

YuWie

ceroboh2, taubtrack record bos nya begitu kok nekad dtg plg kerja..mana sekertaris sdh disuruh plg duluan. waspada napa sih

2023-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!