Episode 8

Pemakaman akhirnya dilaksanakan di Malang, makam yang sama dimana nenek dan kakek Adira dikebumikan.

Dua gundukan tanah basah yang baru itu nampak dikelilingi oleh beberapa orang saja, diantaranya beberapa dari pihak rumah sakit dan juga kerabat dari orang tua Adira.

Tak memiliki siapa-siapa Adira terpaksa bergantung pada mereka.

Kini perempuan berusia 23 tahun tersebut hanya mampu menatap kosong pada rumah terakhir Ibu dan Ayahnya.

Masih terasa seperti mimpi menerima fakta jika sekarang ia telah berstatus yatim piatu dalam waktu yang bersamaan.

Baru lusa kemarin ia dan mendiang orang tuanya saling berpelukan sebelum mereka pamit ke Malang, tapi sekarang keduanya justru pamit untuk selama-lamanya meninggalkan seorang putri cantik yang kini hanya mampu merenungi nasib.

Kedua makan itu bersisian dengan mendiang kakek dan nenek Adira, keempat orang yang Adira sayangi ini telah berkumpul di alam lain.

Kenapa kalian tidak mengajak Adira pergi saja Bu? Kenapa kalian meninggalkan Adira disini, Yah? Bagaimana kalau Adira menderita karena tak mampu hidup seorang diri? Adira ingin pergi bersama kalian. Tolong bujuk Tuhan untuk mengambil nyawa Adira juga Yah Bu.

Adira bergumam dalam hati sebab tenaganya sudah terkuras habis, menangis pun sudah tak mampu mengeluarkan air mata. Semua ia lakukan dalam hati yang berkecamuk.

Seorang wanita seusia Ibundanya menghampiri Adira yang terduduk lesu diantara dua batu nisan itu, menepuk pelan salah satu pundak putri sahabatnya yang kini telah tiada.

"Adira, kita pulang yuk. Ini sudah mau malam, malam ini kalian menginap lah di rumah tante, besok kita datang lagi kesini. Kamu mau kan?" Bujuknya.

Adira menoleh dengan sorot mata sayu, sangat terlihat jelas jika dia amat kelelahan mengurusi pemakaman orang tuanya.

Marsya juga nampak membujuk, Adira tak enak jika bersikeras terus berada disini ditemani oleh sahabatnya, Adira tau Marsya juga sudah letih menemaninya seharian.

Dengan sisa tenaga Adira mengangguk lemah, Marsya membantu Adira bangkit dan mereka pun pergi dari sana.

***

"Makan dulu, Ra. Kamu pasti belum makan kan? Tante sudah siapkan makanan untuk kita semua, dimakan ya" Arumi meletakkan berbagai makanan di meja, menyuguhkan kedua tamunya dengan hidangan lezat.

Namun Adira tampak tak berselera meski hidangan didepannya begitu menggugah nafsu makan, Adira hanya memandang makanan tersebut cukup lama.

Marsya yang melihat itu segera berseru.

"Ra, ayo kita makan. Nanti kamu sakit kalau tidak mengisi perutmu" Ujar Marsya membuat Adira akhirnya mengangkat tangan guna meraih sendok serta garpu yang tersedia di atas piringnya.

"Terimakasih Tante, maaf merepotkan" cicit Adira hampir tak terdengar.

Arumi tersenyum melihat Adira yang sudah mulai berbicara, "Sama sekali tidak, kamu boleh makan sepuasnya. Sekarang dimakan ya"

Mereka semua lantas mulai melahap hidangan bersama-sama, Adira terlihat hanya makan sedikit saja, sejujurnya ia tak ingin mengkonsumsi apa-apa, tapi Adira tak enak hati jika harus menolak semua kebaikan dari Arumi.

Hingga akhirnya semua selesai menyantap makan malam.

Malam ini Adira serta Marsya diharuskan menginap di kediaman Arumi, terlalu jauh jika harus langsung pulang ke Jakarta, dan lagi ia masih ingin mengunjungi makam ibu serta Ayahnya.

Mungkin Adira akan meminta izin untuk menginap selama beberapa hari, setidaknya sampai Adira merasa cukup tenang untuk melepas kedua orangtuanya.

Saat memasuki kamar Adira menerima telpon dari pak RT, sepertinya hendak menanyakan kabar seputar berita wafatnya orang tua Adira.

Tadi sore Adira sempat memberitahu kabar duka ini pada tetangga dekatnya dan mungkin kabar itu telah tersebar hingga ke telinga pak RT.

Adira lantas mengangkat sambungan telepon.

"Hallo..."

"Hallo Adira, ini saya pak RT. Maaf menganggu kamu malam-malam begini, saya hanya ingin memastikan tentang berita yang tadi tersebar dari para warga, apa benar Ibu Nadin dan pak Bagas meninggal dunia?" Tanyanya dari sebrang sana.

Adira menghela nafas panjang, mencoba menjawab pertanyaan pria itu baik-baik.

"Benar, pak RT"

"Innalilahi wa innailaihi raji'un.... Apa benar karena kecelakaan?!"

"Iya pak, kecelakaan mobil" jawab Adira setenang mungkin.

"Saya dan para warga turut berdukacita atas meninggalnya Ibu Nadin dan pak Bagas, semoga amal ibadah diterima yang di atas. Kami benar-benar tidak menyangka mendengar berita ini, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan" Tutur pak RT memberikan doa.

"Amin, terimakasih pak. Saya sebagai anak satu-satunya meminta maaf jikalau Ibu atau Ayah saya pernah melakukan kesalahan semasa hidupnya. Mohon doanya juga untuk mereka disana"

"Sama-sama Adira, lantas kapan kamu akan kembali ke Jakarta? Banyak yang sudah menanyakan kepulangan kamu kesini" lanjutnya.

"Saya belum tau pak, untuk saat ini saya sedang menginap di kediaman kerabat mendiang Ibu saya. Tentu saya tidak akan berlama-lama merepotkan beliau, saya akan segera pulang ke Jakarta" balas Adira sebagai jawaban.

"Baiklah jika begitu, kami harap kamu baik-baik saja disana dan pulang kesini dengan selamat. Mohon maaf kami tidak bisa berziarah kesana untuk saat ini"

"Tidak apa-apa pak, saya mengerti" Adira memahami ketidaksanggupan itu, yang terpenting sekarang adalah sebuah doa.

"Kalau begitu saya tutup dulu telponnya, sekali lagi maaf sudah mengganggu waktu mu. Selamat malam"

Dan telpon pun berakhir disitu, Adira kembali meletakkan gawainya di atas nakas dan ikut berbaring bersamaan dengan Marsya yang sudah terlebih dahulu masuk ke alam mimpi.

***

Pukul sepuluh Adira beserta yang lain kembali berziarah ke makam, Adira juga menyempatkan untuk menghampiri kuburan mendiang kakek dan neneknya, menaburi bunga segar di keempat gundukan tanah tersebut.

Adira masih setia memegangi nisan Ibunya, tanpa berniat pergi cepat-cepat dari tempat tersebut.

Arumi mendekat di samping Adira.

"Jika kamu mau, pindah lah ke Malang. Tinggal disini agar bisa lebih dekat dengan mendiang orang tua mu, itu saran dari Tante. Tante sudah menganggap kamu seperti anak sendiri, Tante khawatir melihat kamu hidup sendirian di Jakarta, kalau kamu berminat Tante bisa carikan kamu tempat tinggal" ucap Arumi menawarkan Adira sesuatu yang mungkin akan membuat Adira lebih tenang.

Adira mendengar perkataan Arumi dengan seksama, jujur ia memang belum ingin jauh-jauh dari orangtuanya, mau kemanapun ia tak punya siapa-siapa. Tapi setidaknya dengan bisa melihat makam orang tua setiap hari Arumi akan lebih tegar menjalani hidup.

Tapi pindah pun tak segampang yang dibayangkan, Adira juga sulit meninggalkan rumah milik orangtuanya di Jakarta, sejak lahir ia hidup disana dan tak akan mudah beradaptasi di lingkungan baru, banyak kenangan bersama ibu serta ayah di rumah itu.

"Adira akan pikirkan lagi, Tante" lirihnya.

"Tentu, pikirkanlah matang-matang. Jangan terburu-buru, kamu bisa hubungi Tante kapan saja jika memang kamu berniat pindah kesini" Arumi pun bangkit dari sana dan berlalu menuju mobil yang terparkir di depan pemakaman.

Dan kini Adira mulai merenungi penawaran tersebut.

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

kykny enak tinggal di malang. hawanya adem

2024-04-21

0

aurel chantika

aurel chantika

semangat Adira ,,kamu harus bisa

2023-02-11

4

Mawar Putih

Mawar Putih

mengandung bawah 😭😭😭

2023-02-11

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!